
Ari, Ita dan Palupi sedang duduk di kantin sambil menikmati pesanan mereka.
"Gue paling gak suka kalau ada rahasia diantara kita, apalagi rahasia itu berkaitan dengan cowok." suara Juwi dengan ketus tiba-tiba membuat mereka bertiga kaget dan saling memandang.
"Maksud lo ada apaan Wi?" tanya Ita tak mengerti arah pembicaraan Juwi.
"Kalau ada yang pacaran kenapa nggak cerita? Kenapa nggak kasih tahu kita? Kenapa malah diam-diam aja." Juwi nerocos menuduh ada salah satu diantara mereka berlima yang blackstreet tanpa menyebut nama.
Mereka semakin penasaran dan saling memandang ada peraturan di owl night kalau mereka berpacaran tanpa memberitahu akan diberikan hukuman yang sangat berat yaitu menjadi pembantu keempat temannya plus bos yang mentraktir mereka selama sebulan penuh.
Lola dan Daren yang baru tiba di kantin sudah berdiri di belakang Juwi saling memandang, wajah Lola tampak tegang tapi Daren terlihat santai.
"Ada apaan cumi?" tanya Daren tak mengerti.
Juwi menoleh ke arah Daren dan Lola yang baru datang dengan tatapan tajam. Jantung Lola tiba-tiba berdebar begitu juga wajahnya berubah pucat seketika. Ucapan Juwi seperti batu yang menghantam dada Lola.
"Astaga dari mana doi tau kalau gue ma dudul pacaran?" batin Lola kaget sambil tertunduk.
"Darimana kalian berdua?" tanya Juwi dengan ketus dengan tatapan mata tak berubah.
Tangan Daren hendak menggamit lengan Lola tapi Lola lebih dulu berjalan meninggalkan Daren menuju meja teman-temannya untuk bergabung.
"Hhffff." tarikan nafas Lola terasa berat sambil dia mengatur letak duduknya.
"kenapa lu Mut? Banyak beban gitu?' tanya Ari sedikit curiga.
"Bukan banyak beban gue, tapi ngerasa jadi beban keluarga hahaha.' canda Lola mencairkan suasana.
"Hilih baru nyadar lu?" celetuk Ita.
"Stop deh guys kita lagi serius nih. Jangan alihkan pokok bahasan kita. Gue lagi kesel!" nada Juwi terdengar kesal.
"Eh iya, kuy kita fokus kembali ke topik bahasan. Lumayan kan ada bos plus kacung selama sebulan gratis. Jadi jatah jajan gue bisa gue alihin buat nambah beli tiket nonton konser NCT Dream." Ita bersemangat dan kembali mengatur duduknya serius.
"Tata, lu serius mau nonton konser itu tiketnya mehong tahu?" tanya Palupi dengan wajah serius.
"Gak juga kan gue udah lama nabung, apalagi kalau ditambah ada yang pacaran di kelompok kita. Lumayan kan, gue nggak perlu terlalu banyak ngeluarin cuan buat beli tiketnya hehehe." saut Ita cengengesan.
"Btw sapa wi sohib kita yang lu bilang pacaran? Kalau gue sih nggak lah ya. Gue daripada harus jadi kacung plus bos selama sebulan mending gue terus terang aja, paling kalian gue traktir makan di seblak lovers beres kan?" ucap Ita santai.
Lola menatap Daren dengan sorot tegang, Daren hanya membalasnya dengan seulas senyum sambil mengedip.
__ADS_1
"Anjirrr harus siap keknya gue jadi kacung plus bos mereka, mana bentar lagi perpisahan bakal banyak deh yang harus gue kerjain buat ngelayanin mereka berempat." keluh Lola dalam hati.
"Enak amat sih si dudul bisa cuci tangan dan gak kena hukum. Dih tuh senyum kek ngeledek gue." batin Lola melirik tajam ke arah Daren.
"Pal, kapan persisnya lu mulai jadian sama Ryan?" tanya Juwi menatap tajam ke arah Palupi.
"HAHHH!" serempak mereka berempat dibuat tercengang kaget dengan pertanyaan yang meluncur dari bibir Juwi kepada Palupi.
"Serius lu jadian sama Ryan lup?" tanya Ari penasaran memajukan wajahnya ke arah Palupi.
Palupi diam seribu bahasa dia tertunduk itu pertanda bahwa apa yang ditanyakan Juwi benar adanya.
"Yes, diam berarti oke." Ita mengepalkan tangannya dan mengangkat ke udara dengan girang.
"Alhamdulilah kirain gue. Aman aman." batin Lola ikut bersorak.
"Iya cans, sorry gue jadian sama Ryan dah hampir sebulan." kalimat pengakuan terdengar lesu dari bibir Palupi.
"Selamat bestie, lu emang selalu yang terdepan kalau soal cowok." Ari memberi ucapan selamat sambil merangkul pundak Palupi.
"Kenapa sih Lup, pakai diam-diam segala jadiannya." canda Ita sambil menyenggol siku Palupi yang duduk di sebelahnya.
"Serius Pal? Kenapa lu sampai-" Ari tak mampu meneruskan kalimatnya.
"Anjirrr! Untung aja kita bentar lagi lulus, jadi nggak bikin malu Owl night." seru Juwi.
"Udah deh Wi jangan terlalu menghakimi Palupi. Cinta datang tanpa diundang dan juga tanpa diduga. Gue rasa Palupi udah tahu konsekuensinya dia mencintai Ryan yang notabennya pacar cewek lain." Ari mulai menenangkan suasana hati Juwi yang terlihat masih kesal.
"Yang bikin gue kesel bukan masalah dia mencintai siapa, tapi kenapa dia nggak bilang sebelumnya. Cerita kek sama kita jadi kita tahu sebelum orang lain nyinyir kasih tahu ke kita. Emang kita dianggap apa sama dia selama ini?" tanya Juwi dengan ketus melirik tajam ke arah Palupi.
"Sudah lah, abaikan perkataan orang. Yang penting sekarang untuk kedepannya lebih baik bicarakan kalau ada apa-apa ya Lup. Itupun kalau memang lu masih menganggap kita seperti keluarga lu sendiri." Ari menengahin dengan bijak.
"Shitt! Masih kesal gue baca grup chat masih bahas masalah dia sama Ryan." Juwi masih saja kesal.
"Sorry gue motong pembicaraan kalian." Daren tiba-tiba membuka suaranya.
Lola yang duduk membelakangi Daren nampak tegang, posisi duduknya langsung tegap sambil menahan nafas.
Deg deg deg deg
Jantung Lola mulai tak beraturan detaknya aliran darah dalam tubuhnya jalan secara tiba-tiba menjalari urat nadinya, tampak sekali Lola dalam keadaan gugup.
__ADS_1
Lola menarik nafas dalam-dalam lalu perlahan dia menghembuskannya dia seperti sedang mengatur emosinya agar stabil saat mendengar apa yang akan keluar dari bibir Daren.
Daren melangkah mendekat ke arah meja Owl night, tepatnya persis berdiri di belakang Lola.
"Gue cuma pengen ngasih tau kalau gue-." Daren menggantung kalimat nya sepertinya terasa berat buat darah untuk mengungkapkannya.
Semua mata keempat sahabat Lola menatap serius ke arah Daren menunggu apa yang akan disampaikan Daren.
"Buruan Sueb lu mau ngomong apa?" tanya Ita mulai tidak sabar.
Jantung Lola makin berpacu dengan cepat, dia memejamkan matanya.
"Gak papa La, lu jadi kacung berdua sama Palupi gak sendirian." batin Lola menghibur diri sendiri.
Lola mulai bisa bernapas lega, dalam hati toh dia akan menanggung semua hukuman bersama Palupi dan itu lebih baik daripada dia sendiri.
"Buruan Sawit lu mau apa? Mau gue tabok?" Juwi terdengar mulai darting.
"Astaga cumi, loh mah cewek kagak ada kalem-kalemnya," cela Daren.
"Bomat gak ngerugiin Lo juga kan wekk," saut Juwi sambil menjulurkan lidah ke arah Daren.
"Haiisstt! Kapan lu dapat pacar kalau lu mreman gitu?" tanya Daren sambil mencibir.
"Woooiii Sueb! Lo tuh mau ngomongin apa? jangan lama napa, muter-muter kayak kipas angin!' bentak Ari mulai tak sabar.
"Sorry sorry! Para ciwi imut. Gue cuma mau nitip Ayank gue Lola Anggraini yang paling cantik imut dan barbar. Tolong jaga dia untuk gue dan tolong juga hibur dia kalau gue nggak ada di samping dia-"
"Wait Sawit! Lu kek mau mati aja kasih pesan gitu hahaha," potong Juwi sambil terbahak.
Hati Lola mulai berkecamuk mendengar perkataan Daren.
"Gue Bukan mau mati cumi, tapi Sabtu ini setelah tour perpisahan gue akan langsung ke LA." jawab Daren terdengar lesu dengan wajah sedih sambil menggigit bibir bawahnya.
Mendengar kata-kata Daren jantung Lola seperti ingin meledak, Lola tak mampu menahan air matanya. Lola lalu berdiri dari kursinya dan tanpa melihat ke arah Daren dengan tertunduk Lola berlari meninggalkan kantin dan sahabat sahabat nya.
Aku mengerti. Jauh dari pandangan mata membuat cemasmu berubah menjadi berburuk sangka. Tenanglah, di sini hatiku kan berhati-hati untuk terus menjaga hatimu yang tertata rapi di ruang hatiku
~Daren~
Nb Maaf Kaka readers baru bisa up lagi dukung terus ya Lola dan Daren 🤗🙏
__ADS_1