Off Bucin

Off Bucin
I am Sorry Tie


__ADS_3

Di salah satu kamar villa tubuh Lola di baringkan Daren dengan sangat hati-hati. Wajah Lola yang putih mulus kini berubah drastis seperti semangka busuk yang biru legam si bagian pipi kanan dan kirinya.


Daren, Juwi, Angga dan Palupi yang berada di kamar itu menatap Lola cemas sekaligus prihatin. Tampak penyesalan yang dalam di wajah Daren ataupun Angga, mereka berdua merasa paling bersalah atas pingsannya Lola.


"Awas kalian menyingkir dulu, ibu akan beri dia minyak kampak supaya dia siuman. oh ya Palupi dan juga Juwi tolong kalian berdua baluri telapak kaki dan juga kedua telapak tangan Lola biar suhu badannya hangat." perintah Bu Angel salah satu guru pembimbing dan pengawas mereka di study tour kali ini.


"Baik bu," jawab Palupi dan Juwi hampir bersamaan.


Juwi dan Palupi membaluri seluruh telapak kaki dan kedua tangan Lola sambil memijatnya, sementara Bu Angel mendekatkan botol minyak wangi yang terbuka ke hidung Lola untuk membuat Lola sadar.


Aroma minyak kampak yang tajam, menusuk indra penciuman Lola dan membangunkan Lola dari pingsannya. Hidung Lola mendengus ingin menghindari bau minyak kampak yang menyengat hidungnya.


"Ummm."


"La, bangun nak. Buka mata kamu sayang."ucap Bu Angel lembut sambil menggoyangkan pundak Lola pelan.


Sementara di dua sudut yang berseberangan Daren dan Angga sesekali saling menatap tajam dengan sorot mata kemarahan dan kemudian saling membuang muka menatap ke arah Lola.


"Lihat aja urusan kita belum selesai brengsek!"batin Daren geram melotot benci ke arah Angga.


"Lo pikir gue takut?" batin Angga sambil mendengus dan mengangkat salah satu sudut bibirnya tersenyum sinis ke arah Daren.


Tangan keduanya saling mengepal seperti ingin menuntaskan perkelahian yang terjeda karena pingsan yang dialami Lola.


"Aauuu, sakittt," rintih Lola sambil tangannya diangkat di depan wajahnya tapi tak berani menyentuh, karena rasa perih disekujur wajahnya.


"Lomut! Ayank! Itemm!" Palupi, Juwi, Daren dan Angga serempak memanggil nama Lola dengan panggilan yang berbeda-beda tapi sama-sama lega perasaannya.


Daren mendekat ke ranjang tempat Lola tidur begitu juga dengan anda.


"Lo nggak ada urusan di sini. Pergi Lo!" usir Daren kasar pada Angga sambil mencekal lengan Angga kasar.


Angga balik menepis kasar cekalan tangan Daren dan mengibaskan nya.


"Lepass! Gak ada larangan gue ada di sini!" balas Angga melotot ke arah Daren.


"Bang-!"


"Daren Angga keluar kalian sekarang!" suara barito pak Lukito begitu memasuki kamar Lola sambil menenteng kotak P3K di tangan kanannya.

__ADS_1


"Tapi pa-" bantah Daren dan Angga serempak.


"Keluar bapak bilang!" potong Pak Lukito menatap tajam ke arah ke duanya.


Dengan kedua cowok ganteng itu keluar dari kamar Lola sambil sesekali menoleh ke arah Lola.


"TUNGGU KALIAN!" seru Pak Lukito seketika menghentikan langkah mereka berdua.


Angga dan Daren serempak berbalik badan menatap ke arah Pak Lukito.


"Jangan sekali-kali lagi, kalian meneruskan perkelahian setelah keluar dari kamar ini. Kalau sampai itu terjadi bapak pastikan kalian akan mendapatkan hukuman yang sangat berat." ancam Pak Lukito pada keduanya.


"Baik Pak." balas keduanya serempak.


Bu Angel mengobati luka lebam di kedua pipi Lola yang sudah terlihat membiru dan bengkak Lola.


"Sabar Mut, pasti sakit ya?" tanya Palupi sambil ikut meringis saat melihat luka Lola diolesi salep oleh Bu Angel.


"Nggak sakit kok Lup, cuma rasanya kaya makan rujak mangga muda. Kecut asem manis pedes ampe pen nangis gue. Hiks hiks hiks." saut Lola sambil pura-pura menangis sambil berlagak mengucek matanya.


Setelah selesai mengobati luka legam di pipi Lola, Bu Angel dan Pak Lukito meninggalkan kamar Lola. Kini tinggal mereka bertiga di kamar itu yaitu Lola Palupi dan Juwi.


"Harus gue tadi duduk di sebelah lo bukan malah ninggalin lo." suara Juwi terdengar berat ada sesal di di antara kata-kata.


Lola memiringkan tubuhnya lalu dia bangun dari tidurannya dan perlahan lolah turun dari ranjang selalu berjalan cepat menghambur memeluk Juwi.


"Cumi hiks gue kangen Lo bestie hiks hiks hiks." suara Lola serak di antara Isak tangisnya memeluk Juwi erat.


Agak ragu Juwi mengangkat kedua tangannya untuk membalas pelukan Lola. Juwi menengadahkan wajahnya ke atas tampak genangan di kedua sudut matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Bisa gak sih Lo jujur sama kita, jangan lu simpan semua sendiri Mut." suara Juwi serak.


"Hiks hiks hiks. Gue janji gak akan sembunyiin apapun dari kalian lagi hiks hiks hiks." saut Lola parau sambil terisak.


Palupi yang melihat pemandangan harus di depan tak kuat menahan kebahagiaan dengan air mata yang mulai menetes di kedua matanya, lalu berdiri berjalan ke arah mereka berdua dan memeluk erat kedua sahabatnya.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan semua perasaan sedih dan juga bahagia setelah beberapa hari dipendam dengan saling berpelukan dan menangis, akhirnya mereka melepaskan pelukan itu dan saling menghapus air mata yang meleleh di pipi masing-masing.


"Gue akan hajar biang dari kekacauan yang bikin wajah lu babak belut kek gini La." geram Juwi sambil meninju telapak tangan kirinya dengan kepalan tangan kanannya.

__ADS_1


"Lu tau siapa yang share foto-foto itu Wi?" tanya Palupi serius.


"Dia kunyuk yang gak ada kapoknya. Gue bakal bikin dia babak belur sampai gak bisa bangun." geram Juwi sangat emosi.


"Sapa dia beb?" dahi Palupi sampai berkerut saat bertanya pada Juwi.


"Speaker laknat." jawab Juwi singkat menyebut nama Sony.


"Wait! Ini sebetulnya ada apaan sih kok gue jadi bingung. Foto? Foto apaan? Terus apa hubungannya dengan Sony cilung?" Lola tampak bingung dengan pembicaraan Juwi dan Palupi.


"Inilah hasilnya kalau jadi kang molor, ampe di bully musuh aja kagak nyadar." ucap Palupi mengkritik kebiasaan buruk Lola yang selalu tidur asal saat di mana saja.


"Sini sini beb, gue akan kasih tau awal kejadian sampai wajah imut Lo jadi tomat busuk kaya gini." Palupi merangkul pundak Lola untuk mendekat ke arahnya.


Palupi lalu membuka layar ponselnya dan memperlihatkan foto-foto tidur mesra antara lelah dan mangga dari galerinya. Mata Lola langsung melotot begitu melihat foto-foto yang terpampang di layar HP milik Palupi, dahinya berkerut dengan bibir terbuka.


"Astaga naga, foto gue!" seru Lola melongo sambil jari telunjuk kanannya menggeser layar HP untuk melihat beberapa foto dirinya bersama Angga.


"Kuker amit orang julid yang ambil foto gue ma Ucup," sontan Lola menjadi geram.


"Jadi ini ulah si cilung Wi?" tanya Lola menoleh ke arah Juwi.


"Sorry Mut, gue sebetulnya tahu ini ulah toak tapi gue nggak nyangka kalau kejadiannya bakal separah ini. Lu juga sih bikin gue kesel, jadi kan gue bomat juga ma urusan lu." kata Juwi membela diri.


"Iyaaa... maaf Cumi sayang kuhh, gue gak akan bikin Lo badmood lagi. Kasian juga kalau gue berulah tar lu darting mulu yang ada tar wajah jutek lu cepat keriput dan yang ada si Rapika gak cuma PHP lu aja tapi bakal jadi kang ghosting hehehe," canda Lola terkekeh.


Juwi mencibir Lola dengan lirikan tajam.


"Emberrr! Emang gue pikirin. Dah gak usah banyak canda, sekarang kita pikirkan aja hukuman apa yang akan kita kasih buat ngebales kelakuan si toak tilung." ucap Juwi tak sabar.


"Gak ada ide gue, otak gue lagi mode kalem anti julid." saut Palupi memasang wajah imut sambil menunjuk kedua pipinya dengan dua telunjuknya.


"Dah lah biar aja gak usah kita perpanjang," kata Lola kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Mana bisa Mut! Gue gak terima! Pokoknya gue akan bikin perhitungan sama cunguk itu sampai babak belur.


"Maaf mu pelepas dahaga rasa salah ku"


~Lola~

__ADS_1


__ADS_2