Off Bucin

Off Bucin
Chatting Bikin Kepo


__ADS_3

Tidak seperti biasanya hari ini Lola berangkat kuliah lebih pagi.


Duk Duk Duk Duk


Bunyi langkah kaki Lola menuruni tangga menarik perhatian Saroh yang sedang menyiapkan sarapan di ruang makan.


"Ati-hati Kalau turun tangga, kalau jatuh itu sakit Neng." ucap Saroh mengingatkan.


"Mah lihat kunci motor Eneng nggak? Perasaan kemarin Eneng taruh di atas etalase." sambil sibuk mencari kunci motor di setiap sudut perabot yang ada di ruang tamu.


"Ada sama mama sayang, hari ini mama mau belanja. Jadi kamu nebeng aja ya sama Angga mama udah telepon tadi Paling juga bentar lagi dia datang sayang." ucap Saroh memberitahu.


TIN TIN.


"Panjang umur, tuh orangnya udah nongol Neng." seru Saroh begitu mendengar bunyi klakson motor Angga.


"Haaiiissstttt! Bete banget naik motor. jangkrik." dumel Lola kesal jika bergoncengan dengan Angga menggunakan motor ninja putihnya.


"AA, dah berangkat ya mah?" tanya Lola sambil matanya telingakan ke arah garasi.


Saroh heran melihat sikap putrinya seperti sedang mencari sesuatu di garasi.


"Cari apaan Neng?" tanya Saroh penasaran sambil pandangannya ikut memperhatikan ke arah garasi.


"Ayah nggak bawa mobil ya mah?" saat melihat kendaraan dada masih terparkir di garasi.


"Kurang tahu juga Sayang, coba kamu tanya sama Ayah." jawab Sarah sambil kembali sibuk menyiapkan sarapan pagi.


Lola berjalan menuju kamar Saroh.


Tok tok tok


Ceklek


"Yah, pinjam motornya ya buat ke kampus?"pinta Lola pada Dadang yang sedang sibuk mengenakan kemeja.


"Kata mama kamu mau bareng sama Angga, emang Angga nya belum datang Neng?" Dadang balik bertanya.


"Ada tuh orangnya udah datang, cuman Lola nggak mau naik motor dia Yah." saut Lola dengan wajah ditekuk.


"Lah emangnya kenapa?" tanya Dadang penasaran.


"males Lola yah, kalau naik motor dia itu berasa kayak jangkrik nungging." keluh Lola tak pelak membuat Dadang tertawa ngakak.


"Hahahaha, anak Ayah ini kalau ngomong ada-ada aja. Ya udah, ambil tuh kunci motornya di tas kerja Ayah ." kata Dadang sambil matanya mengarah pada tas kerja yang tergantung di dekat pintu kamarnya.


Lola langsung merogoh saku depan tas dan mengambil kunci motor Dadang.


"Maciiih Yah, Assalamualaikum." ucap Lola berpamitan.


Lola mengeluarkan motor Dadang dari garasi. Begitu keluar dari pintu gerbang pagar Lola disambut Angga dengan mata membulat karena heran.


"Kenapa Lo bawa motor Bokap?" tanya Angga dengan wajah heran.


"Males gue naik motor Lo" jawab Lola dengan cueknya.


"Hah? Napa wehh?" tanya Angga heran sambil mengerutkan dahi menatap ke arah Lola.


"Motor pamer pantat nungging gak cocok buat gue ya nggak punya pantat." cetus Lola jaim.


"Huaaahahaha...Anjirr! Pantat sebesar ban kontainer, lu bilang nggak punya pantat?" ledek Angga tertawa ngakak.


"Dih pantat imut gini lo bilang kontainer? Burem ya mata Lo!" balas Lola melotot kesal ke arah Angga.


"Awas minggir! Gue mau jalan! Ngalangin orang mo lewat aja!" ketus Lola.


Angga bukannya minggir tapi dia malah turun dari motor lalu berjalan mendekati motor Lola dan mengambil kunci motornya.


"Wehh, Ogeb Lo! ngapain lu ambil kunci motor Gue dodol!" bentak Lola dengan wajah kesal.


"Minggir! Turun Lo!" usir Angga sambil mendorong pelan Lola untuk turun dari motornya.


"Lo mau ngapain Cup?" tanya Lola dengan nada tinggi sambil melotot bingung ke arah Angga.


Angga tak menjawab Dia malah memindahkan motor Lola agak menyingkir dari pintu pagar, setelah itu dia kembali ke motornya dan menghidupkan motornya lalu memasukkan motor itu ke garasi rumah Lola.


Lola hanya bengong mematung memperhatikan Apa yang Angga lakukan dan setelah tahu tujuan Angga dia hanya tersenyum kecut.


"Dasar kuker." gumam Lola sambil mencibir ke arah Angga.


"Naik atau minta dinaikin." goda Angga melirik Lola dengan ujung matanya sambil menyungging senyum nakal.


Plak


Satu pukulan dari notebook yang ada di tangan Lola mendarat tepat di punggung Angga.


"Dasar otak mesum Lo! Sapu yang bersih itu pakai sapu lidi. Pagi-pagi juga udah travelling aja!" gerutu Lola kesal.


"Dah, buruan naik Lo. Jangan wawancara mulu keburu telat kita." ajak Angga membuat Lola akhirnya naik dibonceng Angga.


Selama dalam perjalanan di kampus Lola masih sempat sibuk dengan hp-nya sambil sesekali wajahnya tersenyum kemerahan membuat Angga menaruh heran dan curiga melihat dari kaca spion.


"Lagi chat-an sama siapa sih," batin Angga jiwa keponya meronta.


My By


Yang lgi ngapain


^^^My Princess^^^


^^^Di jln by^^^


My By

__ADS_1


kok bs bls chtπŸ€”


^^^My Princess^^^


^^^di bonceng elah^^^


My By


Sma spa? Cumi ya Yank πŸ€”


^^^My Princess^^^


^^^bkn^^^


My By


?


^^^My Princess^^^


^^^kepo memperpendek umur byπŸ˜‚^^^


My By


Hilih awas aj klo selingkuh


^^^My Princess^^^


^^^nggak Yang qw kan setia, setiap tikungan ada πŸ˜‚πŸ˜‚^^^


My By


dih


^^^My Princess^^^


^^^duh. qw jtuh 😜^^^


My By


palingan jga jatuh cinta sama gue 😜


^^^My Princess^^^


^^^buknlah jtuh cint ma yg goncengin lhπŸ˜œπŸ˜‚^^^


My By


bomat


^^^My Princess^^^


^^^manis Yank, kyk kmu😘😘^^^


My By


mlz 😑😑


^^^My Princess^^^


^^^My By^^^


spa?


jwb ap qw blok nih😑


^^^My Princess^^^


^^^Ily^^^


My By


Ily?


^^^My Princess^^^


^^^I lope you muachhh 😘😘^^^


My By


kzl tpi muuuuaaaacccchhhhh 😘😘


Balasan terakhir chat Daren membuat rona merah bersemu di wajah Lola dengan senyum sumringah sebelum dia mematikan hp-nya


"Siapa sih?"tanya Angga membuka kaca helmnya.


"Kepo!" jawablah setengah berteriak membuat Angga memasang wajah kesal.


"Udah jangan kepo, gas kuy! Gue kangen kampus." ucap Lola makin buat Angga penasaran.


"Sejak kapan cendol kangen kampus? Pasti ada sesuatu." batin Angga makin penasaran.


***


Daren sedang duduk di cafe menemani Nabila, mereka berdua sedang sarapan sebelum masuk ke kampus di cafe langganan Nabila yang berada di seberang kampus.


"Serius amat, sama siapa dia chat?" batin Nabilah heran sekaligus penasaran memperhatikan sikap Daren chat sambil mengulum senyum dan begitu serius.


My By


Yang lgi ngapain


^^^My Princess^^^

__ADS_1


^^^Di jln by^^^


My By


kok bs bls chtπŸ€”


^^^My Princess^^^


^^^di bonceng elah^^^


My By


Sma spa? Cumi ya Yank πŸ€”


^^^My Princess^^^


^^^bkn^^^


My By


?


^^^My Princess^^^


^^^kepo memperpendek umur byπŸ˜‚^^^


My By


Hilih awas aj klo selingkuh


^^^My Princess^^^


^^^nggak Yang qw kan setia, setiap tikungan ada πŸ˜‚πŸ˜‚^^^


My By


dih


^^^My Princess^^^


^^^duh. qw jtuh 😜^^^


My By


palingan jga jatuh cinta sama gue 😜


^^^My Princess^^^


^^^buknlah jtuh cint ma yg goncengin lhπŸ˜œπŸ˜‚^^^


My By


bomat


^^^My Princess^^^


^^^manis Yank, kyk kmu😘😘^^^


My By


mlz 😑😑


^^^My Princess^^^


My By


spa?


jwb ap qw blok nih😑


^^^My Princess^^^


^^^Ily^^^


My By


Ily?


^^^My Princess^^^


^^^I lope you muachhh 😘😘^^^


My By


kzl sih tpi muaaacchhhh 😘😘


lope you too


lope you so much muachhh 😘😘


"Chat sama sapa Ren?" tanya Nabila tapi sepertinya Daren tidak mendengar karena terlalu asik dengan chatnya.


Sikap Daren membuat Nabila kesal hingga dia merajuk berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkan Daren begitu saja.


SREKKKK


Bunyi kursi yang didorong kasar oleh Nabila membuat Daren tersentak dan baru menyadari kalau dia sedang bersama Nabila.


"Astaga! Gue lupa kalau lagi ama Bila!" ucap Daren sambil menepuk jidatnya.


Daren bergegas lari mengejar Nabila lalu menggamit lengannya.


"Sorry Bil, Gue tahu tidak bertindak seperti yang seharusnya dilakukan seorang teman, dan untuk itu aku minta maaf tadi Gue terlalu asik sendiri. Gue janji untuk tidak ngabain Lo lagi and Gue akan menebusnya ketika memiliki kesempatan." kata Daren menyesal untuk menenangkan Nabila.

__ADS_1


"Teman?" balas Nabila dengan nada tinggi dan kesal.


Nah apalagi yang bakal terjadi antara Daren Nabila dan Lola ikuti episode selanjutnya.


__ADS_2