
Duk duk duk bluss......
Duk duk duk bluss......
Duk duk duk bluss......
Sudah lebih dari 2 jam Angga bermain basket di lapangan belakang rumahnya. Entah sudah berapa ratus kali bola basket yang dia masukkan ke keranjang sambil melompat dengan berbagai gaya atau melempar nya dari jarak jauh.
Keringatnya bercucuran deras di sekujur tumbuhnya, bahkan kaos oblong warna putih yang dia pakai basah kuyup tanpa ada lelah di wajahnya tapi yang terlihat jelas adalah kemarahan yang menyelimuti aura wajahnya.
DUK
"AAAAAAAAAAAAA!!!" teriak Angga mengeluarkan semua kemarahan dalam hatinya juga kekecewaan sekaligus penyesalan sambil membanting kuat bola basket ke lantai.
Angga menjatuhkan dirinya di lantai, duduk tanpa daya menatap langit ke atas hatinya benar-benar hancur, perasaannya marah pada diri sendiri. Kenapa baru sekarang dia menyadari rasa kehilangan yang luar biasa karena kebodohannya.
Visual Angga menyesal.
"CENDOLLLL, GUE NYESEL PERNAH HADIR DI HIDUP LU DAN GUE NYESEL PERNAH NGEHANCURIN CINTA DAN KESETIAAN LUUU!!" teriak Angga terkulai lemah.
Ada sesak yang terus memenuhi ruang hatinya rasa kehilangan dan perasaan bersalah terus menghantui pikiran Angga, hingga tak terasa air mata jatuh di kedua pelipisnya.
"Jika gue tahu akhirnya rasa sakit kehilangan itu akan seperti ini, maka kesalahan di masa lalu tidak akan gue ulangi." lirih Angga menyesali setiap kenangan menyakitkan yang dia torehkan untuk Lola.
"Gue harusnya rela liat lu bahagia sama orang yang lebih mencintai lo daripada gue, tapi kenapa hati gue nggak ikhlas. Kenapa gue nggak bisa terima kalau lu mencintai cowok lain selain gue." Angga menunduk dalam sambil menjambak rambutnya ada isak lirih yang terdengar dari bibirnya.
Lama Angga tertunduk dalam isak hingga dia tidak menyadari ada tangan lembut yang membelai pucuk kepalanya. Angga mengangkat kepalanya menengadah, manik matanya langsung menatap wajah yang begitu lembut dan teduh sedang tersenyum dengan tatapan sendu ke arahnya.
"Ma." Angga tak mampu menyembunyikan air matanya di depan wajah Lia sang mama.
Lia perlahan duduk berjongkok sambil memeluk putra semata wayangnya lalu mencium pucuk kepala Angga.
"Sayang, mama tau betapa sedih kamu merasakan duka setelah berakhirnya suatu perasaan karena patah hati merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, yakinlah jika di depan mata masih ada masa depan yang cerah akan menyambut mu di masa depan kelak." ucap Lia penuh kasih memberi semangat kepada Angga.
Sebagai seorang ibu Lia tahu Angga pasti sedang patah hati karena cintanya pada Lola. Tapi sebagai seorang ibu Lia juga tidak bisa terlalu dalam ikut campur dalam urusan hubungan percintaan putranya dengan Lola.
__ADS_1
"Setelah hubungan kamu berakhir, jadilah pribadi yang lebih menyenangkan. Kesedihan bukan hal yang harus dielakkan, tapi bahagia kembali dan menyambut hari esok adalah tugas kamu sekarang sayang." kembali Lia menguatkan Angga dengan kata-katanya.
"Tapi ma, ini berat banget. Bagaimana cara agar Angga bisa lupain Lola, Angga terlalu dalam mencintai Lola Ma." keluh Angga sambil membenamkan wajahnya dalam pelukan Lia.
"Sayang jangan lemah begini, kamu bisa membuka hati untuk mengenal orang lain. Mama yakin kamu nanti akan bisa memastikan hati kamu benar-benar sembuh akan kesedihan yang kamu alami ini cuma masalah waktu. Jadi belajarlah untuk bertahan kuat sayang. Mama yakin kamu bisa, masalah jodoh serahkan semuanya kepada Allah, Insya Allah kalau kamu laki-laki yang baik pasti Allah akan memberikan pasangan yang baik juga buat kamu." pesan Lia dengan bijak dan penuh kasih sayang.
"Maaf, Angga galon banget Ma. " Angga mendekap lebih erat memeluk ,Lia.
"Alhamdulillah, Mama bersyukur banget itu namanya kamu masih manusia bukan robot yang masih punya perasaan sakit kecewa dan juga patah hati. Walaupun kita tinggal lama di Jepang tapi ternyata anak mama masih sensitif banget kalau nyangkut cinta." kata Lia sambil menggoda Angga.
"Apaan sih mama." cebik Angga sambil cemberut.
"Yuk sayang masuk ke rumah, bersihin badan kamu yang bau asem. Liat tuh kaos kamu sampai bisa diperes saking basahnya sama keringat kamu." ledek Lia sambil mengacak rambut putranya.
"Makasih ma, love you so much ma." ucap Angga dengan mata tergenang mengucap terima kasih untuk sang mama.
"Mama loves you too my son." balas Lia tersenyum dengan wajah lembut nya.
Kedua orang ibu dan anak itu lalu berangkulan masuk ke dalam rumah dengan saling tersenyum. Ada hal yang terasa agak sedikit ringan yang mengangkat beban di hati Angga, tapi bukan berarti rasa kecewa dan patah hatinya sudah hilang begitu saja.
Begitu tiba di rumah Lola langsung disambut dengan senyum di bibir Sarah yang berdiri di depan tokonya. dengan mata tergenang menahan sakit dan tangis dengan wajah sedih Lola berjalan pincang menghampiri Saroh.
"Ma maa hiks." ucap Lola tak tahan menahan Isak tangisnya. Saroh langsung memeluk putrinya dengan lembut dia mengusap kepala Lola.
"Hihihi, Kenapa nyungsep lagi di sawah Geulis ada kambing atau ngantuk nih?" tanya Saroh tak mampu menahan tawa.
"Dih, Mama nggak jelas. Anaknya lagi kena musibah malah diketawain, lagian kambingnya tuh mah yang nggak punya sopan santun gak permisi tiba-tiba dia main nylonong boy aja di depan Lola bikin Lola kaget." kata Lola dengan wajah kesal sambil menyebik.
" Ya udah ayo sekarang ke kamar mandi mama mandiin kamu badan kamu bau lumpur semua sayang." ajak Saroh sambil mengusap kepala putrinya.
"Hah! Dimandiin kamu Beb?" tanya Daren spontan yang masih duduk di atas motornya dengan mata membulat heran.
"Napa emang? Namanya juga lagi sakit wlee." Saud Lola sambil menjulurkan lidahnya.
"Oh iya lupa beb hehehe." saut Daren tersenyum terpaksa padahal dapat hati heran setengah mati dengan pacarnya yang super duper manja saat berada di dekat sang mama.
"Makasih ya Daren udah ngantar Lola." Saroh mengucapkan terima kasih pada Daren.
__ADS_1
"Mampir dulu biar tante bikinin minum buat kamu." kata Saroh tanpa basa-basi.
"Nggak usah mah. Jangan jangan, biarin Sueb pulang aja. Lagian sebentar lagi mau magrib."- cegah Lola membuat Daren sedikit kecewa.
"Padahal mau pendekatan sama camer Ayang Bebeb malah Larang." batin Darin.
"Iya Tante, bener kata Ayang eh maksud Daren Lola. Kurang sopan kalau magrib bertamu. Daren permisi dulu tante." kata Daren sambil menyalakan motornya.
" Oh ya, h,ati-hati Daren." pesan Saroh.
"Assalamualaikum tante, bye beb." pamit Daren lalu melaju dengan motornya meninggalkan rumahnya.
"Beb ni yeeee." goda Saroh pada putrinya membuat Lola seketika memerah wajahnya.
"Apaan sih Mama gaje. udah ah mah, buruan mandi udah bau nihh." ajak Lola sambil merangkul pundak Sarah masuk ke dalam rumah.
Semilir Angin jelang senja begitu sejuk menerpa wajah tampan Daren yang sesekali memejamkan mata sambil mengendarai motor trailnya. Wajahnya tak lepas dari senyum yang selalu menghiasi bibirnya sambil dia bergumam.
"Ayang beb masih dimandiin sama mamanya hehehe. Coba kalau kita udah nikah Pasti gue yang mandiin Ayang beb." otak Daren travelling ke mana tahu sambil terkekeh sendiri.
"Astaghfirullah, Kenapa jelang magrib otak gue ngeres gini. Perlu dicelup nih otak kotor gue. Mending gue cari masjid biar otak bersih dan nggak travelling hehehe." ucap Daren terus cekikikan sambil mengendarai motornya.
"Tunggu 3 ampe 4 tahun lagi Yank, gue bakal jemput lo dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai." Daren berucap tanpa sadar sambil menatap jalanan lurus ke depan saat berhenti di lampu merah seperti sedang berjanji dengan masa depan.
"Mau dong abang di sahin, ke KUA sekarang juga adek siap hihihi." celetuk gadis pengendara motor yang persis di samping Daren dengan serangan putih birunya.
Daren menoleh ke arah asal suara sambil tersenyum manis.
"Adek manis, sekolah dulu yang bener ya. Abang bukan pedofil cinta hehehe." saut Daren santai.
"Bang boleh minta fotonya? Aku mau nunjukin temenku, kalo pangeran itu beneran ada," kembali si cewek SMP menggoda Daren dengan gombalan alaynya.
"Boleh nanti Abang kirim pake bluetooth dalam mimpi, bye cantik belajar yang bener ya." seru Daren sebelum menggas motornya melaju paling depan.
^^^"Jika cara melupakan yang terbaik kamu adalah berhenti memperhatikanmu maka aku akan berusaha semampuku."^^^
^^^~Angga~^^^
__ADS_1