
Hujan rintik-rintik mulai turun, cuaca yang berubah tanpa bisa di prediksi di musim penghujan, Lola melajukan motor kesayangannya menuju rumah Juwi yang letaknya hanya beberapa blok dari rumah Lola.
TINNN...
Suara klakson motor Lola mengagetkan juwi dan Pia yang sedang menunggu Lola di teras rumah. Keduanya lalu jalan keluar pagar.menghampiri Lola.
"Lama amat sih l-." seru. Juwi jutek tapi langsung hilang suaranya dengan wajah melongo.
"Eh sorry gue kira temen gue, maaf salah orang mbak," ucap Juwi dengan wajah memerah malu.
Plak
"Lo lama amat sih bar!" teriak Pia sambil menepuk pundak Lola.
"Pia! Dia bukan Lola." Juwi mencubit pelan lengan Pia.
Pia memperhatikan dengan seksama cewek cantik yang sedang duduk di atas motor Beat warna ungu yang biasa dipakai Lola.
"Ups, sorry sengaja karena Gue nggak tahu kirain lu temen gue," ucap Pia meminta maaf.
Lola menatap heran kedua sahabatnya
"Kalian kedua Kenapa sih kesambet hantu amnesia ya? Masa sama teman paling kece paling badai paling imut paling kuat paling tangguh dan juga paling Barbar lu berdua kagak ngenalin. Sungguh terlalu! Hiks sedih." protes Lola sambil pura-pura mengucek matanya.
"Wait! Beneran lu Lomut?" tanya Juwi seperti tidak percaya bahwa cewek cantik yang sedang duduk di atas motor warna Ungu adalah Lola.
"Ya iyalah masa iya dong. Gue Lola Anggraini putri pak Dadang cewek paling heboh di perum Bumi Cinta Lestari." ujar Lola sambil memasang wajah imut menangkap kan Kedua telapak tangan di dagunya.
"Astoge! Lo beneran lobar?" teriak Sopia tak percaya melihat perubahan wajah Lola yang berbanding terbalik dengan Lola yang biasanya.
"Mut, lu pake ilmu bim salabim di mana ampe wajah lo berubah total gitu?" tanya Juwi lebih seperti sedang mengintrogasi.
"Gue make up sendiri. Kenapa, jelek ya?" jawab Lola sambil balik bertanya mulai insecure dengan hasil riasannya.
"Serius?" tanya Juwi dan Pia hampir berbarengan.
"Hooh, jelek ya? Gue hapus dah." jawab Lola balik bertanya sambil tangan kanannya hendak menghapus riasan make up di wajahnya.
"Heyyy! Jangan jangan dihapus." seru Juwi dan Sopia persamaan sambil tangan Juwi menahan tangan kanan Lola.
"Lo tuh kece badai, cantik manjiw." Juwi mengangkat dua jempolnya memberi penilaian.
"Gue yakin, ntar begitu kita sampai di tempat Desi pasti teman-teman kelas kita yang ada di tim kerkom B Indo bakal pangling lihat lu bestie." ucap Juwi kagum.
__ADS_1
"Wah, bisa jadi rebutan para cogan lu bar." timpal Sopia.
"Tapi gue ingetin ya bar, jangan ganggu gebetan gue si Alfian. Awas aja lo kalau ntar sampai gue lihat lu nanggepin si Fian." ancam Pia sambil mengepalkan tinju di depan wajah Lola.
"Yaelah mana ada gue nanggepin tu cowok, ngelirik aja ogah gue." balas Lola tersenyum sinis mengangkat salah satu sudut bibirnya.
"Lah, emang napa?" tanya Sopiah tidak suka cowok Pujaan hatinya di rendahkan Lola.
"Lah, bau badannya aja dah kek tukang minyak wangi nyong nyong," batin Lola memasang wajah tersenyum
"Gak ada Pia cute, kan tuh Fian inceran lu. Masa gue mau nikung gebetan sohib gue sendiri. Enggak banget deh." saut Lola. tersenyum.
"Oh, kirain apa."
"Dah yuk ah berangkat, takut nanti keburu deras hujannya mumpung baru gerimis." ajak cui menyudahi pembahasan mereka.
"Tunggu cans, Maksud lu kita bertiga boncengan naik motor gue?" tanya Lola sambil membulatkan matanya seperti tak percaya.
"Iya? Kenapa? Gak boleh?" tanya Via terdengar sewot.
Sofia adalah salah satu teman sekelas Lola dan Juwi yang gampang baperan dan juga sangat sensi, cewek satu ini nggak bisa diajak bercanda. Selucu apapun hal terjadi di depan matanya Dia nggak pernah bisa tersenyum apalagi tertawa. Pokoknya super tipe cewek serius.
Juwi mendelik sambil mengangkat alisnya ke arah Lola, sepertinya dia memberi kode agar Lola tidak memancing emosi Sopia.
Merekapun bertiga naik motor Lola menuju tempat Desi, dimana kerkom membuat makalah bedah buku novel akan dilakukan bersama.
Hujan rintik-rintik membuat jalanan menjadi sedikit licin, rumah Desi berada di sebuah daerah pedesaan di kawasan Pinggiran kota Tangerang. Untuk menuju rumahnya mereka bertiga melewati jalan di tengah persawahan yang belum beraspal dan juga berbatu sepanjang jalan.
"Hati-hati Mut jalannya licin." Juwi yang duduk paling belakang berkali-kali mengingatkan Lola untuk berhati-hati.
"Iya bestie tenang aja." saut Lola tanpa melihat kaca spion matanya fokus ke depan.
"Desi kalau cerita di kelas katanya rumahnya ada di kawasan,elit. Masa iya sih kawasan elite lewat sawah kayak gini." gerutu Sopia dengan wajah cemberut.
"Mungkin nanti habis lewat sawah baru ketemu perumahan elit tempat dia tinggal." saut Juwi.
"Wi! Emang gue bodoh apa? Perumahan elit mana ada lewat sawah kayak gini! Perumahan elit itu adanya di dalam kota, bukan di pinggiran kota. Mana jalanan nya lewat sawah kayak gini, Masih bagusan kali perumahan tempat gua kalau nggak tempat kalian yang deket banget sama pinggir jalan raya." protes Sopia.
"Hadeuh, ni bocah kalau mulutnya di layanin semakin kacau deh dia." batin Juwi sambil mendengus kesal.
"Wi, kalau napas jangan begitu kenapa! Kan gue jadi gatel kena hembusan napas lo." kembali Sopia memprotes Juwi.
"Huh dasar Bakpia, lo tuh kalau ikut lomba nyinyir udah pasti dapet piala Ratu nyinyir." geram Juwi dalam hati sambil meninju belakang kepala Sopia.
__ADS_1
Lola yang melihat perdebatan kedua sohibnya hanya tersenyum geli sendiri. Jalanan mulai terasa berat apalagi ban motor Lola sudah banyak menempel tanah liat hingga kadang membuat ban terjadi selip.
Mbekkkkkkk
Seekor kambing tiba-tiba mendadak berlari menyeberang tepat di depan Motor Lola, hingga membuat Lola kaget dan berusaha menghindari terjadinya tabrakan, Lola banting setir ke kiri hal ini membuat motor Lola melesat ke arah semak-semak yang bertanah Lumpur di tengah persawahan.
"AAAAAAAAAA. MAMAAAAAAA!" teriak tiganya sebelum motor terhempas dan hampir roboh di antara tanah Lumpur semak-semak.
"HUAAAAAAA!" teriak Sofia menangis meraung dengan posisi tengkurap dan wajahnya mencium tanah berlumpur.
Sementara Juwi terlontar mental ke belakang dengan posisi terduduk di tanah berlumpur.
"CUMI TOLONGIN GUE!" teriak Lola panik dengan posisi tangan masih menggas motor hingga membuat motor tak berhenti berputar dengan ban selip.
"JANGAN DI GAS OGEB! LEPASIN GAS NYA! teriak Juwi ikut panik.
" GAK BISA!" teriak Lola kembali.
"ASTAGHFIRULLAH!" teriak salah seorang pria pengemudi motor yang sedang lewat langsung berhenti dan loncat ke semak-semak berlari untuk menolong Lola.
Pria itu langsung mematikan kunci kontak Motor Lola hingga membuat Motor Lola membuat motor Lola berhenti seketika. Untung saja kaki Lola masih bisa menahan nya, sehingga tidak roboh sama sekali ke tanah Lumpur.
"Astaghfirullah! Kenapa bisa begitu ampe motornya nyasar ke semak Dek? Makanya lain kali kalo naik motor jangan bertiga bawanya berat. Apalagi jalanan lagi licin karena hujan." ucap Bapak si penolong mengingatkan.
"Iya pak, makasih udah di tolong," ucap Lola berterima kasih.
Beberapa orang pengendara motor yang lewat pun berhenti untuk ikut menolong Lola dan teman-temannya terutama mengangkat motor yang masuk dalam lumpur.
"Lo sih Mut, pake dandan segala. Kalau cuman gara-gara lo dandan hujan nggak seberapa. Nah ini gara-gara lu dandan kita mandi lumpur bukan mandi hujan." gerutu Juwi sambil membersihkan tangan dan sebagian wajahnya dari lumpur.
"Nyesel gue ikut sama kalian! Hiks sedihhh," keluh Sopia berjalan dengan susah payah dari tanah lumpuh menuju jalan sambil terisak.
"Ngapain tadi lu ajak dia cengtri, kan jadinya gini." geram Lola pada Juwi..
"Apes kita Mut," saut Juwi berjalan juga menuju jalan dengan susah payah.
"Mau tampil cantik aja kok alam gak dukung. Hiks sedihhhh." gumam Lola mengikuti kedua sahabatnya.
..."Kita adalah sahabat. Selalu ingat, saat kita jatuh aku akan membangkitkan mu dulu, jadi jangan saling menyalahkan."...
...~Juwi~...
__ADS_1