Off Bucin

Off Bucin
Nek Leha Pahlawan Ku


__ADS_3

Drama pengajaran seketika terjadi, satu orang pencopet dikejar oleh tiga orang, Lola Juwi dan Daren. Mereka bertiga berpencar masuk tiap gang sempit yang ada di daerah Paslam, kebetulan sekali Lola, Juwi dan Daren yang hapal benar dengan daerah itu karena buat ketiganya Paslam adalah tempat nongki saat dulu mereka di SMA sering bolos.


"Njirr! Tuh copet cepet amat larinya, mana lutut gue masih sakit lagi," keluh Lola mulai tak tahan dengan rasa sakit di lututnya akibat kecelakaan 3 hari yang lalu.


Lola memperlambat larinya, pandangannya menyapu setiap lorong gang yang dia lewati, saat Lola ada di salah satu gang manik matanya menangkap sosok si pencopet sedang berlari ke arahnya, refleks seketika Lola melepaskan tas selempangnya lalu dengan kekuatan penuh Lola berlari ke arah pencopet sambil mengayunkan tas selempang ke arah si pencopet.


BUKKK!!


Satu ayunan keras dari tas selempang tepat mengenai kepala si pencopet tanpa bisa menghindari sehingga dia terhuyung jatuh masuk ke dalam selokan tubuhnya.


"SOKORRRRRRR... HAHAHA...!!" teriak Lola terpingkal penuh kemenangan.


Daren dengan napas terengah karena mengejar pencopet berdiri mematung melihat sikap Lola, Slade bayangan Lola sedang mentertawakan nya tiba-tiba muncul di pikirannya.


"Sokorrrr Eb, emang enak jatuh di comberan hahaha!" suara dan bayangan Lola sedang mentertawakan nya terlihat nyata di pikiran Daren menari-nari.


"Beb," spontan satu kata keluar dari mulut Daren.


Mata Daren menatap Lola yang sedang menggeledah saku jaket si pencopet dengan kasar, bahkan sesekali Lola memukul badan si pencopet dengan tasnya.


"Dasar bego Lo! Masih muda tapi lu hancurin hidup loh cuman buat cuan haram yang nggak seberapa!" hardik Lola.


"LOLAA!" teriak Juli berlari dari kejauhan ke arah Lola dan si pencopet.


"Dasar Maling Lo!" maki Juwi sambil melayangkan satu bogem keras dari kepalan tangan kanannya ke wajah si pencopet.


BUK!


"MAMPUS LO!!" teriak Lola dan Juwi hampir bersamaan.


Sementara Daren seperti tidak peduli dengan si pencopet dia terus memperhatikan Lola tak berkedip. Tak berapa lama beberapa orang warga berdatangan bersama beberapa petugas keamanan di daerah Paslam.


"Ini Om, tangkap copetnya." ucap Lola pada petugas keamanan.


"Wah kalian emang ya cewek-cewek hebat, udah cantik pada jagoan lagi. Makasih ya dek." ucap salah satu bapak petugas.


"Oh ya Om ini dompet korban pencopetan." ucap Lola menyerahkan dompet mobil berwarna pink fanta kepada para petugas.


"Itu punya temen saya." ucap Daren muncul dari belakang petugas membuat mata Lola terbelalak kaget atas kemunculan Daren yang tiba-tiba.


"By," gumam Lola lirih hampir tak terdengar.


"Sueb!" pekik Juwi sontak membuat dari menoleh ke arahnya.


"Nih." Lola cepat-cepat menyerahkan dompet yang diambil dari si pencopet kepada Daren.


"Cabut, Mi." ajak Lola sambil ngeloyor pergi meninggalkan Daren.


"Dia bukan Sueb Lo La, Sueb Lo udah mati." satu kalimat yang Lola katakan pada batinnya untuk bangun dari mimpi buruk akan kehilangan Daren.


"LAAA!!! TUNGGUUUU!!" Juwi mengejar Lola lalu berjalan di sampingnya sambil merangkul pundak Lola.


"La, Lola?" gumam Daren menatap punggung Lola yang makin menjauh.


Para petugas dan beberapa orang warga membawa pejabat itu pergi sementara dari masih terdiam berdiri terpaku mematung dengan ingatan masa lalu yang mulai bermunculan.


Daren berjalan gontai di lorong gang sempit. Tampak urat wajahnya tegang dengan kerut mengumpul di tengah.


"I LOVE YOU FULL LOLA ANGGRAINI!" lanjut Daren dengan suara lantang di tengah pekatnya malam.

__ADS_1


Deg


Jantung Daren terasa berhenti Mendadak saat bayangannya dan kalimat itu tiba-tiba memenuhi pikirannya dan juga pendengarannya.


"Gak Mungkin! Gak mungkin dia, pasti bukan dia tapi Nabila. Ini gak MUNGKIN!!!" teriak Daren sambil meremas rambutnya.


Ada embun menggumpal memenuhi matanya dan juga getar hebat merasuki dadanya. Potongan kecil masa lalu benar-benar seperti batu besar yang menghantam hati terdalamnya saat ada titik terang bahwa nama La Lola.


"Gue harus dapat nemuin hp Gue sebelum kecelakaan itu terjadi dan Gue harus kembali ke tempat di mana Gue kecelakaan." gumam Daren mantap dengan rona wajah memerah karena pertarungan dalam dirinya.


***


Selepas dari Pasar Lama Lola mengajak Juwi untuk ke rumah Nek Leha, beliau adalah guru silat Owl night dari sejak SD. buat Lola Nek Leha bukan hanya guru silat tapi juga guru agamanya. Sebelum meninggalkan Paslam Lola menyempatkan diri membeli kuliner favorit Nek Leha yaitu Uli bakar.


ASSALAMUALAIKUM NEK LEHAAA!" teriak Lola dari pintu pagar rumah Nek Leha sambil berlari menuju rumah berhalaman luas.


"Lala?" suara Nek Leha dari dapur sedang mencuci kuali Kuningan langsung berhenti dan beranjak dari dapur menuju pintu depan.


"Nek." suara lirih Lola saat bertemu Nek Leha yang berdiri di tengah pintu sambil merentangkan tangannya.


Lola langsung menghambur dan memeluk erat tubuh renta Nek Leha yang masih keras dan padat. Tangis Lola tak mampu dia tahan, ada hasrat yang keluar sendiri meluapkan kesedihannya.


"Sabar, jodoh gak akan kemana Lala." ucap Nek Leha seperti tau apa yang Lola rasakan saat ini.


"Tapi hati Lola sakit Nek hiks hiks hiks.." ratap Lola dalam pelukan Nek Leha.


"Lala incu Nek yang paling kuat dan gak pernah putus asa. Ingat mencintai juga butuh tenaga ekstra dan kesabaran sayang." kata semangat Nek Leha ucapkan sambil mengusap lembut punggung Lola.


"Apa Lola bisa kuat tanpa Sueb Nek? Cinta Lola terlalu dalam hiksss hiksss hiksss." ucap Lola putus asa.


"Kalau Lala kuat nunggu dia tunggulah, tapi kalau tak sanggup lepaskan La." pesan Nek Leha.


"Jangan lupa ikutin kata hati Lala ya." petuah Nek Leha.


Juwi yang sedari tadi dia mematung berjalan menghampiri lagi selalu merangkul dan mengusap pundaknya lembut.


"Tuh Mut, apa yang dibilang Nek Leha itu benar, Lo harus kuat dan harus berani mandang ke depan jangan lagi nengok ke belakang. Masa depan Lo masih panjang jadi mendingan kita ketawa, Happy bahagia. Iya nggak Nek." timpal Juwi memberi semangat kepada Lola.


"Makasih Nek, Nek Leha emang pahlawan buat Lola." ucap Lola sambil mengecup pipi kanan Nek Leha.


"Kuy Kita goyang!" teriak Juwi sambil memutar lagu nenekku pahlawan dari wali band


"Jujur aku mengaku


Ku sakit hati padamu.


Mengapa kau lukai aku


Mengapa putuskan diriku


Untung ada nenekku


Nenek bilang kepadaku


Bahwa bila gugur satu


Akan tumbuh sepuluh ribu


Aku tak menangisimu huhuhu

__ADS_1


Ku masih bisa tertawa hahaha


Walau kau telah lukai aku


Nenek bilang kuat-kuat


'Tuk apa menangisimu huhuhu


Lebih baik ku tertawa hahaha


Walau kau pergi jauh dariku


Nenek bilang kuat kuat


Mau tahu rasanya


Sakit hati itu apa


Pernahkah kau disengat lebah


Itu lebih katanya


Oh nenekku pahlawanku


Pantang mundur nasehatiku


Bahwa bila gugur satu


Akan tumbuh sepuluh ribu


Aku tak menangisimu huhuhu


Ku masih bisa tertawa hahaha


Walau kau telah lukai aku


Nenek bilang kuat-kuat


Jangan kau menangisiku huhuhu


Lebih baik kau tertawa hahaha


Aku tak pergi jauh darimu


Nenekku bilang salah faham


'Tuk apa menangisiku huhuhu


Lebih baik kau tertawa hahaha


Aku tak pergi jauh darimu


Nenekku bilang salah faham


Aku aku


Aku tak menangisimu huhuhu


Ku masih bisa tertawa hahaha

__ADS_1


Walau kau telah lukai aku


Nenek bilang kuat-kuat"


__ADS_2