Off Bucin

Off Bucin
Tunda Dulu


__ADS_3

Menghabiskan malam bersama sambil bercerita tentang masa lalu membuat Daren dan Lola begitu sangat bahagia, waktu seperti milik mereka berdua saling memandang dengan dengan binar cinta di sela canda sayang mereka hingga waktu bergulir tak terasa sudah menjelang larut malam.


"Turun di pertigaan aja Bih," pinta Lola kepada Daren.


Motor Daren berhenti tepat di pertigaan seperti yang Lola inginkan,


"Apa Ayah sama Mama belum tahu hubungan kita?" Pertanyaan dari yang tiba-tiba membuat Lola kaget tak menyangka.


"Mama tahu, tapi kalau Ayah Gue nggak berani kasih tahu, Kamu tahu kan Ayah orangnya seperti apa. Ayah tak akan mengijinkan putra-putrinya untuk berpacaran jadi lebih baik Gue diam. Jika suatu hari nanti Lo udah siap ngelamar Gue, datanglah ke rumah. Gue akan selalu nunggu saat itu Bih." Ucapan Lola menjadi penyemangat sekaligus tantangan buat Daren.


Daren menarik nafas dalam, lalu menatap sorot mata hazel yang ada di depannya dengan wajah serius.


"Apa perlu Abang ngelamar Ayang sekarang? Abang udah siap kok, lahir batin malah." ucap Daren begitu meyakinkan tanpa ragu.


Mendengar ucapan Daren tak pelak membuat Lola tertawa cekikikan hingga terlihat barisan gigi putihnya.


"Xixixi...xixixi..." tawa Lola cekikikan sambil tubuhnya sedikit membungkuk.


"Apanya yang lucu sih Yang, orang mau di halalin kok malah cekikikan kayak kuntilanak malam-malam gini." gerutu Daren kesal karena ajakannya yang serius ditertawakan Lola.


"Dih nggak jelas masak ngatain pacarnya kuntilanak sih tega banget." protes Lola menghentikan tawanya seketika.


"Lah siapa yang nggak kesal coba, orang mau dilamar kok malah diketawain, Abang serius pengen ngehalalin Ayang." Kembali Daren mengungkapkan keinginannya sungguh-sungguh.


"Kelarin dulu tuh kuliahnya, terus cari kerja cari cuan habis itu baru datang ke rumah bilang sama Ayah pengen ngehalalin Ayang." balas Lola membuat Daren menghela nafas panjang.


"Sayang, nggak ada yang melarang orang sudah menikah itu kuliah. Dan nanti Abang juga bakal cari kerja kok dan gak akan bikin Ayang terlantar." ucap Daren berjanji.

__ADS_1


"Percaya Bih, Kamu nggak akan membuat hidupku sengsara apalagi sampai meneteskan air mata karena kelaparan. Tapi nggak sesimpel itu, kalau satu misal kita menikah dalam waktu dekat terus aku hamil apa aku bisa menyelesaikan kuliah? Kamu sama aku beda Bih, Kamu cowok nggak ada beban buat Kamu untuk kuliah walaupun statusnya sudah menikah. Tapi buat Aku? Saat aku hamil apa aku bisa konsentrasi dengan kuliah Aku? Udahlah Bih, jangan bahas tentang pernikahan kalau kita belum kelar kuliah. Kita sama-sama fokus kuliah dulu ya?" ucap Lola menyampaikan pendapatnya.


"Yang, beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui bersama. Kamu tau kan itu tidak mudah? Tapi, aku selalu heran. Segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentang Kamu. Dan bila kelak kita mendapatkan kesulitan yang besar jika itu bersamamu Abang yakin tidak ada tidak bisa kita lewati. Dan segala hal di dunia ini pasti ada konsekuensinya? Tidak ada kesulitan yang berdiri sendiri. Kesulitan selalu seiring dengan kebahagiaan, dan Abang ingin melewati itu bersama dengan Ayang jadi, menikahlah dengan Abang Yang." Ucapan lamaran Daren membuat Lola terdiam seperti sedang mencernanya.


"Sudah pulang aja dulu, jangan bahas ini sekarang. Kasih gue waktu nggak mungkin Gue jawab sekarang." Lola seperti ingin mengakhiri pembicaraan tentang pernikahan.


Hal ini bisa dipahami karena pikiran Lola sedang tidak fokus pada apapun. Perkataan Nabila seperti masih bermain dan terngiang dengan leluasa di pikirannya.


"Ya udah kita lanjut besok lagi, sekarang Ayang istirahat ya, tidur yang nyenyak. Nice dream my love, Assalamualaikum." ucap Daren menyudahi sambil berpamitan.


"Iya kamu juga ya langsung pulang Bih, jangan kemana-mana. Nice sleep My Heart Be careful. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." balas Lola sambil melambaikan tangannya.


"Eeemmuacchh." Daren memberikan kiss-nya dengan bibir monyong mirip bunga terompet.


"Xixixi....." Lola bukannya membalas malah tertawa cekikikan melihat bibir Daren yang lucu.


Melihat hal itu Daren langsung cemberut memandang tajam ke arah Lola di bawah sinar lampu jalan.


"Gimana nggak ketawa melihat bibir kamu yang terlalu seksi mirip pantat ayam minta di kuncir xixixi." celetuk Lola menggoda Daren.


"Pantat ayam dari mana bibir seksi kayak punya Lee Dong Wook dibilang mirip pantat ayam. Buruan bales Kiss nya sebelum Abang turun dan Abang kiss beneran pipi Ayang yang embem itu." ancam Daren membuat Lola mau tak mau memberikan kiss kepadanya.


Lola meletakkan jari tengah dan telunjuknya di bibirnya


"Muaaacchhhh 😘😘." ucap Lola sambil mencium kedua jarinya lalu menempelkan di pipi Daren.


Blushing.

__ADS_1


Deg


Rona merah tampak samar terlihat di wajah Daren mendapat balasan respon yang tak terduga dari Lola.


Tangan kanan Daren terulur menyentuh bibirnya dan mencium di mana Lola menyematkan jarinya, mata Darren membulat masih tak percaya bercampur dengan rasa bahagia.


"Kenapa Bih?" tanya Lola pura-pura bingung.


"Masa iya sih Yang, Abang nggak cuci muka seminggu?" tanya Daren masih dengan mata membulat tak percaya menatap Lola sambil memegang pipi kirinya.


"Ih alay banget sih xixixi, masa iya nggak cuci muka seminggu itu artinya Kamu nggak salat juga selama seminggu. Kalau ngomong itu asbun Kamu Bih." jawab Lola cekikikan.


"Tapi sayang Yang, kalau dicuci kan hilang bekasnya." saut Daren cemberut seperti anak kecil.


"Bekasnya memang hilang tapi rasanya kan selalu ada di hati kamu Bih. Udah sana pulang udah malam. Bye bye keren." ucap Lola sambil ngeloyor pergi berlari kecil meninggalkan Daren.


Darren mengulum senyum bahagia sambil menatap punggung gadis cantik pujaan hatinya yang mulai jauh.


"BYE CANTIK SAYANGNYA ABANG!"teriak Daren tanpa malu di keheningan malam.


Lola tak menoleh dia hanya mengulum senyum sambil mengangkat kedua tangannya membentuk huruf love di atas kepalanya sebelum tubuhnya menghilang di tikungan. Melihat hal itu membuat Daren tersenyum bahagia.


"Love you so much my princess." gumam Daren sebelum menstarter motornya meninggalkan pertigaan tempat keduanya berpisah.


Mendengar deru motor Daren sudah pergi menjauh Lola balik kembali berlari ke arah pertigaan dan begitu memastikan Daren sudah pergi menjauh, Lola mengambil arah yang berlawanan dari rumahnya.


Sementara Daren sendiri melajukan motornya dengan kecepatan cukup tinggi di tengah udara malam yang dingin hingga wajahnya di terpa angin malam membuat kulit wajahnya bergelombang. Arah laju motor itu bukan ke rumahnya Tapi ke rumah sakit gimana Nabila sedang di rawat.

__ADS_1


mau pergi ke mana Lola sebenarnya dan apa yang akan dari lakukan di rumah sakit.


Ikuti episode selanjutnya


__ADS_2