
Bel istirahat jam kedua berbunyi hampir semua siswa siswi keluar dari ruang kelas untuk mengisi perut, maklum saja waktu sudah menunjukkan pukul 12.30.
"La bangun!" seru Juwi sambil menggoyangkan tubuh Lola yang tertidur pulas telungkup di atas meja.
"Emmm." Lola hanya mengerang dengan mata masih terpejam.
"Lo mau istirahat enggak sih!" seru Juwi mulai kesal karena Lola sulit sekali dibangunkan.
Tak Ada Jawaban dari Lola, dia masih tertidur pulas di alam mimpinya.
"Bomatlah, mending gue tinggal lo daripada Habis waktu istirahat gue disini cuma ngeliatin lo molor," dengusJuwi kesal dan berjalan pergi meninggalkan Lola.
Sepeninggal Juwi, Lola yang masih tertidur pulas tak menyadari kalau kelas sudah dalam keadaan benar-benar kosong kecuali dirinya yang masih tertidur pulas.
Di salah satu sisi jendela kaca tampak Daren tersenyum tipis memperhatikan Lola yang tertidur pulas.
"Dasar Kang molor. Kapan gue hadir di mimpi lo dan begitu lo bangun langsung chat gue." gumam Daren menatap Lola dari balik jendela.
"Waktu tinggal setengah jam lagi, kalau doi gak di bangunin pasti gak bakalan makan tuh bocah seharian dah pasti bablas." gumam Daren khawatir.
"Mending gue telepon aja dia, eh jangan gue kan lagi marah sama Doi lagi Mode off mending gue cari orang buat ngebangunin dia." kembali Daren bergumam dia pun langsung pergi meninggalkan kelas Lola.
Daren berjalan menuju tempat nongkrong dia dan geng nya, tempat itu ada di depan sekolah tempat yang tak lain adalah Warung Bu Ijah.
"Bos datang Bos datang. Ayo kita berdiri kasih hormat," ucap Joni orang kepercayaan Daren yang duduk di kelas 11 IPS.
Ada sekitar 15 orang lebih yang sedang nongkrong di warung Bu Ijah, mereka pun langsung berdiri menyambut kedatangan Daren dengan yel yel jelang makan siang khas geng BABIBU CEK COK.
Joni sudah siap dengan tutup panci peyot bekas pukulan dan spatula kayu milik Bu jah.
"Pe rut kami su dah mulai la parrrr
Bunyinya seperti air mendidih di dan dangg
Cacing di pe rut sudah ber main gen dang
Tan da la par stadium em pat
Tan da la par stadium em pat
Ka mi ham pir ma uu ping sannn
YUK MAKAN YUK COK!"
Yel-yel yang berirama lagu daerah Sinanggar Tulo benar-benar menjadi hiburan di warung Bu Ijah setiap siang bahkan Bu Ijah pun ikut hafal dengan yel-yel itu.
"Makan yang kenyang kalian, kalau ada yang pingsan gue lempar ke kali Cisadane. Biar dimakan buaya sekalian hahaha." perintah Daren kepada anak buahnya.
"SIAP KETUA!" jawab mereka serempak mengambil pesanan mereka masing-masing dan mulai menyantapnya
__ADS_1
"Juki sini lo!" panggil Daren kepada Juki salah satu anak buahnya yang cukup dekat dengan Lola karena mereka bersahabat sejak dari SD.
"Siap ketua," saut Juki sambil berjalan mendekati Daren dengan mangkuk di tangan dan mulut penuh mengunyah mie ayam.
"Lo ke kelas ayang gue dulu gih, bangunin dia. Serah mau pakai cara apa yang penting jangan sampai cara kasar,' perintah Daren kepada Juki.
"Siap ketua." Juki lalu menaruh mangkok mie ayamnya dan bergegas jalan keluar menuju kelas Lola.
"Tugas cipil ini mah." kata Juki sambil menyentil telunjuk dengan jempolnya.
Sepanjang jalan menuju ke kelas Lola, Juki melewati koridor gedung sekolah dengan mata mencari-cari sesuatu. Juki melihat ke kanan dan ke kiri di mana para siswa banyak yang sedang duduk-duduk atau berdiri bergerombol.
"Beb, bagi es batunya dong satu," pinta Juki kepada salah satu siswi yang sedang meminum es teh jus dalam plastik.
"Jangan tanya buat apa." kata Juki langsung memotong saat melihat siswa itu hendak berkata.
Siswi itu lalu mengambil es batu dari dalam plastik minumannya menyerahkan kepada Juki. Juki menggenggam es batu itu sambil berjalan menuju kelas Lola. begitu sampai di depan kelas Lola, manik mata Juki langsung menangkap sosok Lola yang masih tertidur pulas telungkup di atas meja.
"Kebo, dari dulu nggak pernah berubah." Juki berjalan mendekat ke meja Lola.
Begitu dekat Juki duduk di depan Lola lalu Juki langsung menempelkan es batu di pipi Lola hingga membuat Lola langsung terperanjat bangun.
"JU-KI TENGGGG!" teriak Lola matanya langsung terbelalak melotot ke arah Juki.
"Bangun woiiii! Molor mulu!" teriak Juki sambil setengah berlari meninggalkan Lola keluar dari kelasnya.
"Sialan tuh jenglot kalau ketemu gue pites tuh orang." sungut Lola sambil mengusap pipinya yang basah oleh es batu.
Lola melirik jam dinding yang ada di atas papan tulis waktu istirahat tinggal 15 menit lagi.
"Mau ke kantin mager pasti nggak keburu, belum ngantri belum bikinnya mending gue kekelas lup Lup dia kan paling rajin bawa bekal banyak, sekalian lihat si sawit." gumam Lola beranjak dari kursinya dan berjalan keluar kelas menuju kelas Palupi.
Begitu langkah Lola memasuki kelas Palupi, benar saja dia melihat Palupi sedang duduk dengan HP di tangannya dan juga bekal kotak makan siang di atas mejanya.
Tok tok
"CILUK BAAA.." seru Lola menyembulkan kepalanya di pintu kelas Palupi.
"Hemm, pasti molor." Palupi langsung bisa menebak alasan Lola datang ke kelasnya.
"Hehehe, tau aja lo." saut Lola berjalan melenggang menuju bangku Palupi dan duduk tepat didepan meja Palupi.
"Mau makan dong bestie, masih ada nggak?" tanya Lola meminta dengan wajah imut yang dibuat-buat.
"Tuh masih ada pisang molen sama piscok." sahut Palupi menunjuk kotak bekal dengan matanya.
"Lah tinggal kembaran beda kulit, tapi nggak papa lah buat ganjel perut daripada laper." ucap Lola tangannya mengambil pisang molen dan memakannya.
Saat sedang menikmati pisang molen di tangannya mata Lola melirik ke arah bangku Daren sambil tersenyum dengan salah satu sudut bibirnya terangkat ke atas.
__ADS_1
"Marah beneran kek nya." batin Lola.
Palupi melirik Lola dengan sudut matanya sambil tersenyum simpul.
"Doi lagi di depan." kata palupi mengagetkan lola.
"Ada apa antara lu sama Sueb?" tanya Palupi tiba-tiba ingat apa yang pernah dia bicarakan dengan Daren.
Lola cuek tak menjawab Dia asik mengunyah pisang molen sambil memainkan bola mata.
"Lomuttt." ucap Palupi meminta penjelasan.
"Gak ada bestie, dari kemarin dia nggak chat gue." saut Lola datar.
"Sueb nyuruh gue nanya sesuatu sama lu." kata Palupi menatap wajah orang serius.
"Apaan?" tanya Lola singkat masih asyik dengan pisang molen di mulutnya tanpa membalas tatapan Palupi.
"Lu cemburuan sama Nabila ya?" pertanyaan Palupi membuat Lola langsung menatap ke arah Palupi.
" Nggak." jawab Lola singkat.
"Terus?" Desak Palupi diminta penjelasan.
"Gue nggak mau ganggu hubungan mereka." ucap Lola.
"Dan gue juga gak mau jadi pepacor." lanjut Lola makin membuat Palupi tak mengerti maksud dari perkataan Lola.
" Maksud lu apa pepacor?" tanya Palupi.
"Perebut pacar orang bestie."
"Hah? Sejak kapan Sueb jadi pacar Nabila? Kok gue nggak tahu, baru dengar malah. Padahal gue satu kelas sama mereka Mut." Palupi makin bingung dan penasaran.
"Gue dengar sendiri pengakuan mereka berdua mereka saling mencintai, masa bohong. Lu kenal gue kan Lup." ucap Lola dengan wajah serius.
"Kurang asem tuh Sawit, awas aja ntar gue palak PJ nya." geram Palupi dengan sikap Daren yang menyembunyikan hubungannya dengan Nabila.
" 2 hari yang lalu Sueb malah ngajak gue pacaran, aneh kan? Masak punya pacar ngajakin gue pacaran, kadal nggak tuh. Pakai gombalin segala lagi. emang gue cewek apaan." geram Lola kesal.
"Bukan kadal Mut, koceng garong dia!" dengus Palupi ikutan geram.
TING.
Ada pesan masuk di HP Lola. begitu Lola melihat notif yang masuk pesan itu berasal dari Daren
~ Haii.
Wajah Lola dan Palupi seketika menjadi kecut.
__ADS_1
"Balas gak?" tanya Lola pada Palupi saling pandang.