Off Bucin

Off Bucin
perjalanan Nekat


__ADS_3

Suasana di luar villa masih gelap tertutup kabut dengan udara pagi kota Lembang yang benar-benar dingin hingga menusuk ke tulang dan persendian. Balutan baju tebal yang membungkus tubuh Lola sepertinya tak mampu menghangatkan tubuhnya.


Sesekali Lola menggesek gesekan kedua telapak tangannya lalu meniupkan udara dari mulutnya untuk mengurangi rasa dingin. ujung mata Lola melirik angka waktu di layar HPnya, tangannya kemudian buru-buru memasukkan semua perlengkapan pribadinya yang dia bawa ke villa di acara perpisahan.


"Lo mau ke mana mut?" tanya Juwi sambil mengucek dua bola matanya begitu dia bangun melihat Lola sedang sibuk mengemas barang-barangnya.


"Gue harus ketemu Sueb Wi, gue nggak bisa diem aja di sini tanpa tahu keadaan dia sekarang. Seperti apa dan bagaimana." jawab Lola sambil sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam ransel tanpa melihat ke arah Juwi.


Juwi beranjak dari tempat tidur nya melangkahkan kaki mendekat ke arah Lola lalu tangan kiri merangkul pundak Lola mengelusnya dengan lembut.


"Beb, apa tidak sebaiknya kalau kita tunggu sampai hari terang, ini masih terlalu gelap Beb," bujuk Juwi dengan halus agar Lola mengurungkan niatnya untuk pergi di pagi buta menemui Daren.


Ucapan Juwi membuat kedua tangan Lola berhenti berkemas lalu dia mendudukkan bokongnya di tepi ranjang, Isak tangisnya kembali terdengar.


"Hiks hiks hiks... gue pengen tau keadaan nya hiks hiks hiks. Hati gue gak tenang Wi, semalaman jangan kan tidur bernafas saja rasanya berat banget Wi hiks hiks hiks...dada gue rasanya sesak dan pikiran gue nggak tenang karena terus mikirin Sueb huuuuuu....," tangis seperti ini jadi pelampiasan perasaan dan hati Lola saat katanya itulah yang bisa dia lakukan.


Juwi merangkul pundak Lola kalau Merbabu kepala Lola di bahunya.


"Ternyata begitu dalam perasaan cinta lo buat dia La, cinta lu buat Sueb benar-benar cinta yang datang dari hati Lo dan cinta itu begitu kuat." ucap Juwi sambil mengelus pundak Lola untuk menenangkannya.


"Huuuuu hiks hiks huuuuu hiks hiks...," suara tangis Lola berusaha dia tahan agar tidak keluar karena takut membangunkan teman-temannya yang masih terlelap dalam mimpi.


"Ada apa?" tanya Palupi sambil mengucek matanya karena separuh kesadarannya belum terkumpul.


Juwi menggeleng perlahan ke arah Palupi memberi isyarat agar tidak bertanya apapun. Palupi menggeser tubuhnya lalu merangkak perlahan mendekat ke arah mereka berdua, dia mengambil duduk di tepi ranjang persis di sisi Lola sambil ikut merangkul pundak Lola.


"Sabar La, gue yakin Lo orang yang kuat dalam keadaan apapun," kata lirih Palupi di telinga Lola.


"Bagaimana gue bisa sabar Lup, kalau gue belum tahu keadaan dia sekarang gimana hiksss hiksss...."


"Iya kita ngerti La perasaan Lo sekarang kayak mana. Gue sama Palupi akan berkemas dan kita akan berangkat ke Bandung bertiga dan begitu kita selesai berkemas kita langsung cabut. Jadi please jangan nekat pergi sendiri oke." bujuk Juwi kembali sambil mengusap lembut punggung Lola.


Butuh waktu setengah jam untuk Juwi dan Palupi membereskan barang-barang dan selama waktu menunggu itu Lola benar-benar gelisah. Duduk berdiri mondar-mandir melihat ke jendela dengan dahi mengkerut, terlihat sekali kecemasan di wajahnya.


"Ayo Mut, kita berangkat sekarang." ajak Palupi dan Ari hampir berbarengan.


"Wait gaess, gue ke kamar guru dulu buat minta izin ke Pak Susilo." ucap Palupi menghentikan langkahnya.


Palupi hendak melangkahkan kaki kanannya ke arah kamar guru-guru tapi lengannya tertahan oleh cakalan tangan Juwi.


"Ogeb Lo! kalau lu minta izin yang ada kita nggak jadi pergi. Udah cabut aja, izinnya lewat WA." ujar Juwi sambil menarik lengan Palupi untuk cepat bergegas pergi meninggalkan villa.


Di pagi buta yang masih gelap dan berkabut tebal ketiga Gadis itu berjalan melewati jalan setapak di mana tidak ada orang atau kendaraan yang melewati jalan itu. Jalan yang membelah hutan pinus semak belukar dengan tebing di sisi kanan dan jurang di sisi kiri membuat mereka harus berhati-hati.

__ADS_1


Kwekkk .... kwekekekk...kweekkk.


"Ciittttt.....cittt....citttt


Suara-suara binatang hutan terdengar jelas bercampur desis serangga seperti jangkrik dan juga bunyi burung yang paling mendominasi membuat pagi terasa ramai.


"Lebih rame dari pasar ya ternyata kalau pagi di hutan." celetuk Palupi.


"Husstt. Bisa diam gak Lo lup!" kata Juwi sambil membekap mulut Palupi.


"Eeemmm! Gaje Lo cumi! Napa Lo bekep mulut gue dudul!" protes Palupi kesal dengan sikap Juwi.


Lola tak menghiraukan kedua sahabatnya yang berjalan di belakang nya, sesekali dia menyeka air matanya sambil terus mempercepat langkahnya.


"Berhenti dulu!" ucap Juwi pada Palupi sambil memegang lengannya menahan.


"Ngapain lagi cumi?" tanya Palupi dengan nada kesal.


Juwi mendekatkan mulutnya ke arah telinga Palupi, lalu dia membisikkan sesuatu di telinga sahabat nya itu.


"Denger ya lup, kita masih di kawasan hutan jadi hati-hati kalau bicara, akan lebih baik kalau mulut kita tutup rapat-rapat. Jadi gue peringati sama lu, apa yang Lo lihat dan yang Lo dengar abaikan, jangan berkomentar sedikitpun. Ngerti nggak lo maksud gue?" bisik Juwi memperingatkan.


Kedua bola mata Palupi terbelalak dan langsung paham dengan maksud perkataan Juwi. Sementara Lola sudah jauh berjalan di depan meninggalkan mereka berdua.


Hampir 45 menit mereka berjalan menyusuri jalan setapak menurun tapi tidak menemukan kendaraan apapun orang satupun hingga mereka tiba di ujung jalan yang terhubung dengan jalan raya.


"Kayak nya angkot belum ada yang keluar kandang dah," ucap Juwi memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri melihat ujung jalan yang sepi tak ada orang atau kendaraan yang lewat.


"Sapi kali tuh angkot hehehe." Palupi menimpali sambil terkekeh.


Juwi menoleh ke arah Palupi dengan mata mendelik sambil menggeleng, lalu dengan ujung matanya dia menunjuk ke arah Lola yang sedang menoleh ke arah kanan dengan wajah cemas menunggu angkot.


"Upss, sorry." sesal Palupi berkata hampir tak terdengar Lola sambil menutup mulut dengan telapak tangannya.


Tak lama kemudian Lola melangkahkan kakinya ke arah barat dengan langkah cepat di jalan menurun.


"Nekat tuh anak." ucap Palupi di balas dengan tarikan tangan Juwi di lengannya.


"Masa jalan kaki ke Bandung beb?" tanya Palupi heran sambil geleng-geleng kepala.


"Berdoa aja bentar lagi ada mobil yang lewat, ntar kalau ada mobil yang lewat Lo bagian stop in." ucap Juwi santai.


"Ckckck, kenapa mesti gue." protes Palupi lirik Juwi dengan ujung matanya.

__ADS_1


"Lup lup cantik di antara kita bertiga lu yang paling menor, nyadar nggak sih Lo." kata Juwi sambil mencubit gemas hidung Palupi yang mancung.


"Alasan yang benar dan jujur bestie, Oke tar begitu ada mobil langsung gue stop say." balas Palupi bersemangat.


Mereka bertiga terus berjalan menuruni daerah pegunungan Lembang yang masih berkabut tebal dan langit yang masih gelap. 30 menit berjalan kaki menuruni jalan raya Lembang Juwi mendengar suara mobil dari arah belakang.


"Lup berhentiin!"perintah Juwi spontan kepada Palupi setengah berteriak sambil menepuk pundaknya.


Palupi berdiri persis di pinggir jalan sambil melambaikan tangan kirinya untuk menghentikan sebuah mobil pick up yang terlihat mulai berjalan ke arah mereka perlahan. Begitu mobil berhenti Palupi buru-buru menghampiri mobil dari arah samping kursi penumpang sebelah sopir.


"Pagi om bisa numpang gak?" tanya Palupi dengan suara manjanya yang khas.


Seorang lelaki paruh baya yang duduk di samping sopir memperhatikan Palupi lalu beralih pandang memperhatikan Lola dan Juwi yang berdiri tak jauh dari mobil mereka.


"Bertiga?" tanya sang penumpang.


"Iya om, kami bertiga, nanti kalau ada angkot kita langsung turun kok Om." wajah Palupi dibuat melas tetap dengan suara manja.


"Ya udah naik di belakang kalau kalian mau." ucap lelaki paruh baya itu setelah pandangannya meneliti ketiga gadis yang ada di depannya.


"Makasih om makasih, makasih banget." ucap Palupi sambil sedikit membungkuk.


"Ayo cepetan kita naik." ajak Palupi bersemangat berjalan ke belakang mobil dengan tergesa.


"Hah?" langkah Palupi tiba-tiba berhenti dengan mata membulat menatap ke arah isi di belakang mobil box yang ada di depan nya.


Juwi heran dengan perubahan sikap Palupi yang tiba-tiba setengah terkejut melihat isi mobil box.


"Lo liat apaan?" Juwi bertanya sambil bergegas mendekat ke arah Palupi dan begitu melihat Juwi pun dibuat terkejut.


"Gak salah nih kita naik mobil ini?" ucap Juwi dengan mata membulat menatap isi mobil box di depannya.


Lola yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya akhirnya berjalan juga ke belakang dan memperhatikan isi mobil dengan tatapan datar.


"Serius kita naik mobil dengan mereka La?" tanya Juwi tanpa memandang ke arah Lola tapi matanya tetap melihat isi box mobil.


"Please tunggu mobil yang lain ya La." pinta Palupi berat.


"Kalian aja yang tunggu gue tetap akan naik mobil ini." ucap Lola sambil mengangkat kaki kanannya untuk naik ke atas mobil.


Gimana lanjutan nya 🤭


Emang isinya apa ya mobil itu

__ADS_1


yuk kepoin lagi di OB 2 I LOVE YOU BEB


__ADS_2