Off Bucin

Off Bucin
Turun Beb


__ADS_3

Berita kecelakaan Lola begitu cepat menyebar. Hal ini dikarenakan saat terjadi kecelakaan teman sekelas mereka Robi kebetulan lewat di jalan yang sama hendak menuju rumah Desi memvideokan kejadian pascakecelakaan, dimana saat beberapa orang pengendara motor yang kebetulan lewat mengevakuasi motor Lola dari sawah.


Lola, Juwi dan Sopia membersihkan diri di kali irigasi pinggir jalan di sepanjang persawahan.


Mereka bertiga dibawa oleh beberapa orang pria yang menolong mereka ke sebuah klinik terdekat. Hal ini dikarenakan Sofia mengalami cedera luka di bagian kepalanya akibat membentur batu.


Begitu juga dengan Lola yang menderita luka robek di bagian atas mata kaki kirinya akibat tergencet injakan kaki motor. Sesampainya di klinik lelah dan Sopia langsung ditangani oleh dokter di ruang IGD.


"Hiks hiks hiks hiks, sakit pak dokter." keluh Sophia sambil terisak karena menahan sakit.


"Sabar ya Dek, Ini dibersihin dulu lukanya biar nggak infeksi." kata salah satu Mbak perawat.


Perawat itu membersihkan luka di kepala Sopia dengan kain kasa yang dibasahi oleh cairan untuk bersihkan luka dari kotoran yang tampak dengan cara menyiramkan air steril sambal mengusapkan kassa secara perlahan pada luka.


"Sakittttt, suster pelan-pelan. Hiks hiks hiks." rengek Sopia kembali terisak.


"Dih, lebay amat tuh Bakpia. Baru juga luka segitu udah mewek aja gedek gue ngeliatnya." geram Juwi dengan muka cemberut menatap sinis ke arah Sopia.Lola menoleh ke arah Juwi yang berdiri bersandar di dinding di sebelahnya.


"Hilih ini semua kan gara-gara lu pake ngebiarin dia naik motor bertiga sama kita," ucap Lola memojokkan Juwi.


"Terus aja lu nyalahin gue mut. Biasanya juga kan kita naik motor bertiga cengtri, tapi nggak ada masalah." bantah Juwi mulai sewot.


"Iya bestie ini bukan gara-gara elu tapi gara-gara si embekkkk." bisik Lola di telinga Juwi.


Ting ting ting ting


"Rame amat tuh HP lo cumi?" tanya Lola mendengar HP Juwi yang biasanya sepi dengan notif tiba-tiba rame.


" Iya tumben, gak tahu kok rame ya. Coba gue lihat." jawab Juwi ikut heran


Juwi lalu membuka pesan notif yang masuk ke HP nya dan juga ada beberapa panggilan tak terjawab semua pesan itu datang dari sahabat-sahabatnya.


Lumpia Basah


Bestiee gmn kdaan lu skrg 😰


Ita cetar cetir.


posisi lu dmn biar w jln ksn cans😨


Ari Sus keju


Iy beb kta lngsung cbut nih, serlok ya beb.


Juwita No Bahar.


GK tmpe guyss kta skrg di mn


Ari Sus keju


Gmn sih msak lu gk pham dh serlok aj🤦‍♀️


Juwita No Bahar

__ADS_1


nmnya jg kmplek elit mn w tempe🤧🤣


Ita cetar cetir


dh ogeb lu dpt msibah mlh ngjak🙄


Lumpia basah


gaje lu cumi🤧 kta khwir woii😠


Juwita No Bahar


iye w serlok cans 😂✌


Juwi lalu mengirimkan serlok ke grup WA mereka.


***


Angga sedang duduk di atas motornya di halaman depan kontrakan rumah Desi dengan handphone di tangan.


"Masuk aja dulu Ngga, kita tunggu mereka di dalam." ajak Desi sambil mengembangkan senyum.


"No, thanks. Gue di sini aja nunggu mereka," tolak Angga tanpa menengok ke arah Desi mata dan tangannya masih tetap sibuk dengan HP yang ada di tangannya.


"Sombong amat, liat aja suatu hari nanti gue bakal bisa dapetin lu Ngga." batin Desi menatap Angga dengan tatapan sinis.


Desi lalu berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Angga. Saat di depan pintu Desi di buat terkejut oleh teriakan Angga.


"Serius ini cok!" teriak Angga dengan mata membulat penuh karena terkejut.


Deg.


Jantung Angga serasa berhenti mendadak melihat video di layar ponselnya, dia Lalu mematikan ponselnya dan menyimpan di saku celananya. Angga menstater motornya lalu melaju keluar dari halaman rumah Desi.


"ANGGA!!" teriakan Desita dihiraukan.


"Ada apaan sih, kok Dia kelihatan begitu panik?" tanya Desi pada diri sendiri


***


Dreettt dreettt dreettt dreettt dreettt


Getar HP Daren yang ada di saku celana membuat dari menghentikan laju motornya menepi di pinggir jalan.


"Gsnggu aja," geram Darren sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu mengangkat telepon panggilan masuk yang tak lain dari Juki.


"Woiii! Kamvret! Kalau nggak penting jangan sekali-kali telepon gue!" bentak Daren kesal karena merasa terganggu perjalanannya dengan telepon Juki.


Daren mengerutkan dahinya dengan bibir mengerucut mendengarkan jawaban Juki diseberang telepon, 5 detik kemudian mata Daren mendelik dengan mulut terbuka lebar dan wajahnya terlihat panik serta tegang.


"HAH! MY PRINCESS ?" teriak Daren histeris di pinggir jalan hingga membuat seorang pejalan kaki yang kebetulan lewat pun terhenyak kaget dan langsung menoleh kearah Daren.


Deg deg deg deg deg

__ADS_1


"Ayang gue! Lobar apa yang terjadi? Moga lu kagak kenapa-napa Beb, Ya Tuhan moga-moga Ayang Beb gue baik-baik saja." ucap Daren dengan suara gemetar.


Daren bergegas menyalahkan motor trail nya dan melesat pergi dengan kecepatan tinggi.


***


Luka Lola baru saja selesai diobatin sementara Sopia sudah pulang dijemput oleh ibunya. Lola duduk di ruang tunggu bersama Juwi menunggu obat untuk Lola dengan duduk bersandar di sandaran kursi dengan baju yang basah kuyup terutama Juwi.


"Sorry Wi, gara-gara gue lu jadi pakai baju basah di udara dingin kayak gini," ucap Lola merasa menyesal.


"Jangan ngomong kayak gitu, masih mending gue cuman baju doang yang basah. Nah lo sampai luka kayak gitu sama bakpia." Juwi menyahut sambil melirik ke arah kaki Lola


"Dijahit nggak luka Lo la?" tanya Juwi dengan pandangan meringis menatap kearah luka Lola Di atas mata kaki.


"Empat doang." jawab Lola singkat sambil memejamkan matanya.


"4 bilang doang kalau doang itu cuma hiji." protes Juwi.


"Sampai Kapan sih lo bisa jaga dirimu baik-baik." suara Angga pedas terdengar emosi tiba-tiba mengagetkan Lola dan Juwi dari arah belakang mereka duduk.


"Ucup." ucap Lola dan Juwi bersamaan dengan wajah kaget melihat kedatangan Angga tiba-tiba


"Lu tau dari mana kita ada-"


"Gak penting gue tahu dari mana," jawab Angga menatap tajam kearah Lola tanpa berkedip.


"Pasti dia tahu dari si Robi siapa lagi yang punya mulut lemes kecuali si Robi," celetuk Juwi.


" B aja." saut Lola mulai bersikap biasa.


"Lola Anggraini!" teriak petugas bagian apotek Memanggil nama Lola.


Lola hendak beranjak dari duduknya tapi Juwi menahan.


"Biar gue yang ambil bestie ," ucap Juwi.


"Nggak usah wii, biar gua aja ngambil. Lu duduk aja di sini," larang Angga lalu dia berbalik badan melangkah ke arah apotek.


setelah urusan di klinik mereka bertiga keluar dari klinik menuju parkiran.


" Juwita lu pulang bawa motor cendol biar dia pulang bareng gue," pinta Daren kepada Juwi.


"Nggak usah, biarin gue pulang sama Juwi aja, gue masih bisa kok bawa motor," tolak Lola dengan keinginan Angga


"Ndol, bisa nggak sih lo hidup itu lebih simpel. Kalau dia nanti harus nganterin lu. Terus dia pulang pakai motor lu, sementara Juwi sendiri juga lagi dalam keadaan shock setelah kecelakaan itu. Belajar lu jangan jadi orang egois." ucap Angga mengkritik Lola.


"Mulai dah," gumam Juwi hampir tak terdengar.


"Dah Mut, Lo balik aja mau Ucup gue bawa motor lu." kata Juwi mengambil kunci kontak motor di tangan Lola dan pergi berlalu meninggalkan Lola dan Angga yang masih saling memandang.


"Buruan, mumpung hujan nya udah berhenti." ajak Angga berjalan lebih dulu menuju motornya.


Mau tidak mau Lola pun mengikuti Angga, dia Lalu naik membonceng di belakang Angga. Angga motor Angga mulai melaju perlahan keluar dari parkiran tapi begitu hendak belok menuju jalan tiba-tiba motor Daren sudah Menghadang.

__ADS_1


Daren terlihat tidak suka dengan pemandangan yang ada di depannya dia menatap Angga tajam tak berkedip.


"Turun beb, gue yang akan nganterin lo pulang." suara Daren terdengar tenang tapi menekan dengan tatapan tajam ke arah Angga


__ADS_2