
Tok tok.
"Assalammualaikum!" suara cempreng khas Juwi tiba-tiba nongol di pintu samping rumah Lola.
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, masuk Wi." saut Saroh dari dapur sedang mencuci piring.
Juwi langsung berjalan menuju dapur menghampiri Saroh, begitu tiba di dapur dia menyalami Saroh. Saroh membersihkan tangannya dari busa sabun.
"Lola udah siap Tan?" tanya Juwi dijawab dengan kerutan dahi Saroh.
"Siap kemana Wi?" jawab Saroh balik bertanya heran karena Lola tidak memberitahu nya kalau hari ini masuk sekolah setelah US.
"Hari ini kita mau foto BTS Tan." Juwi menjelaskan sambil duduk di kursi ruang makan yang berdampingan dengan dapur.
"BTS apaan itu Wi?" tanya Saroh mulai kepo menatap Juwi dengan wajah serius.
"K-Pop ya Wi?" tebak Sarah asal tahu kalau BTS salah satu grup band k-pop yang dia tahu lewat channel YouTube.
"Hahaha, Tante tahunya BTS itu K-Pop aja. BTS yang ini lain tuh singkatan dari buku tahunan sekolah Tan." jelas Juwi sambil tertawa.
"Oh itu, baru tahu tante kalau anak zaman sekarang ada gitu-gituannya hehehe." balas Saroh.
"Tan Juwi ke atas dulu ya." kata Juwi mulai berjalan menaiki tangga.
"Sekalian bangunin Lola sayang, kayaknya dia belum bangun," pinta Saroh.
"Lah dia emang nggak salat subuh Tan, kok belum bangun?" tanya Juwi heran sambil mengerutkan dahi.
"Dia lagi dapat sayang." saut Saroh.
"Ohh." Juwi berlalu menaiki tangga.
begitu sampai di lantai atas Juwi terlihat mengernyitkan dahi melihat pemandangan di ruang utama lantai atas yang super berantakan. Stik dan kabel PS berserakan di lantai begitu juga botol minum dan sisa dan bungkus snack bergulat jadi satu di lantai berserak kan di dekat tubuh Hamid yang terbaring telentang di lantai depan TV.
"View bagus nih gak boleh dilewatkan." gumam Juwi cekikikan mengambil hp saku kemejanya untuk mengambil gambar Hamid.
"Kemit Kemit, iler lu jadi daya tarik lalat tersendiri xixixi." bisik Juwi begitu selesai mengambil gambar Hamid dengan mulut ternganga mengeluarkan iler yang di hinggapi lalat.
Juwi lalu menuju kamar Lola yang terletak paling depan di lantai atas dekat dengan balkon kamar itu masih dalam keadaan terkunci lalu juwi mengetuk sambil berteriak memanggil Lola.
Tok tok tok tok tok
"Laaaaa bangun!" panggil Juwi sambil beberapa kali mengetuk pintu kamar.
Tak ada reaksi dari dalam kamar, Juwi pun kembali mengetuk dan memanggil nama Lola.
Tok tok tok tok tok
__ADS_1
"LAAAAA BANGUNNN!" kali ini Juwi meninggikan suaranya.
"Awas Kak Wi." Hamid tiba-tiba menyuruh Juwi untuk menyingkir dari pintu kamar Lola.
"TEHHHHH ADA BANG ANGAAAA" teriak Hamid sekuat tenaga.
Ceklek
"Brisik Lo Demittt! Hoammmm.' dengan rambut kusut acak acakan dan mata belekan Lola-membuka pintu sambil menguap.
"Astaga Lomut! Udah jam berapa ini?" tanya Juwi heran melihat Lola yang baru bangun tidur padahal 5 menit lagi waktu sekolah di mulai.
"Anjirrr! Telat dah!" wajah Lola langsung terkejut saat manik matanya melihat jam dinding yang ada di ruang utama lantai atas sudah menunjukkan pukul 7.25 menit.
Lola pun langsung menyambar handuk yang ada di belakang pintu kamarnya dan secepat kilat dia setengah berlari menuruni tangga.
Duk Duk Duk Duk Duk
Suara langkah Lola menuruni tangga membuat Saroh yang sedang memasak sarapan melirik ke atas.
"Mama kenapa gak bangunin Eneng isshh." dengus Lola sambil berjalan cepat ke kamar mandi.
"Gak pesen mana mama tau sayang." balas Saroh dengan santainya.
"Ma, mandi gak?" wajah Nola tiba-tiba menyembul dari balik pintu kamar mandi.
"Jorok, mandi lah sayang." saut Saroh memasang wajah jijiki ke arah Lola.
"Ya udah terserah mau mandi atau enggak yang penting gosok gigi." saran Saroh meninggalkan dapur menuju kamar.
Kurang dari 5 menit Lola sudah keluar kamar mandi, dia pun langsung buru-buru naik ke kamarnya.
"Tema BTS kita retro kan ya Wi?" tanya Lola sambil mengambil baju dari lemari pakaiannya.
Lola mengambil setelan celana kodok cutbray warna biru Levi's di padu dengan kaos putih bermotif love.
"Gimana Wi? Ini baju punya mama waktu Mama masih muda," tanya Lola minta pendapat sahabatnya.
Juwi tidak menjawab dia hanya mengacungkan dua jempolnya ke arah Lola.
Setelah selesai memakai baju Lola langsung merias wajahnya dengan riasan ala tahun 80-an dengan warna pink fanta yang soft untuk bibir dan eyes shadow hingga kesan jadul mendominasi riasan wajah nya
"Cucok kan Wi sesuai tema dengan gaya retro kita," Lola meminta pendapat sambil berkaca memutar tubuhnya di depan cermin.
"Good style, kuy dah telat nih Mut." Juwi langsung bangun dari duduknya dan berjalan ke luar kamar Lola.
Sejenak Lola masih bercermin sambil memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
"Moga Sueb suka tampilan gue wkwk." gumam Lola bicara sendiri.
"Astaghfirullahhhh! Kenapa otak gue isinya dudul doang." gerutu Lola kesal pada dirinya sendiri sambil menjitak kepalanya.
Lola menengok ke pintu kamar takut ada yang mendengar.
"Upss lupa, mandi parfum dulu gaswat klo ampe ada yang nyium bau kasur di badan gue hehehe." Lola meraih parfum favoritnya beraroma lavender dan menyemprotkan ke sekujur tubuhnya.
"LOMUTT CEPETAN DAH TELAT BANGET GEMETTT!!" teriak Juwi dari tangga hingga membuat Hamid terpaksa menutup telinganya.
"Aaiissshhh, nama genk aja owl night tapi ba cotnya dah kayak kernet bis patas Jawa aja." geram Hamid kesal.
Duk
"Aaauu! Teteh mata lu buta ya main tendang aja!" bentak Hamid saat kepalanya terantuk kaki Lola.
"Ups sorry demit kirain kaleng hongkuan hehehe." ucap Lola sambil berjalan menuruni tangga.
"Mana ada kaleng biskuit ganteng woiii!!" teriak Hamid.
***
Selama dalam perjalanan ke sekolah entah kenapa perasaan Lola gelisah dan merasa berdebar hatinya. Begitu motor yang di kendarai Juwi memasuki pintu gerbang rasa itu makin menjadi.
"Patung Pancoran tumben gak on di tempat nya," celetuk Juwi heran melihat Daren yang tak tampak di pintu gerbang.
"Alhamdulillah." ucap Lola lirih mendengar kata-kata Juwi dan seketika rasa gelisah hilang begitu juga dengan jantung nya kembali normal.
Lola duduk di bangku tunggu yang tak jauh dari tempat parkir. Dia membuka hp nya melihat pesan wa yang masuk.
"Tak bosan bosan aku memandang mu. Tak puas-puas aku merindumu. Begitu cantik, sempurna dirimu. Begitu baiknya hatimu, cintaku." tiba-tiba Daren datang sambil mendendangkan lagu tik tok yang viral membuat jantung Lola langsung berdetak kencang dan merona wajahnya.
"Aseeek tarik bosss semangka uhuyyy," seru juki sambil berjoget.
"Hatimu dan hatiku telah menjadi satu. Bersatu dalam cinta semoga selamanya." Daren kembali mendendangkan lagu tak bosan bosan cuek tak peduli beberapa siswa menonton sambil tersenyum.
"Tak bosan bosan aku memandang mu. Tak puas-puas aku merindumu. Begitu cantik, sempurna dirimu. Begitu baiknya hatimu, cintaku." suara cool Daren benar benar membuat Lola jadi grogi dan salting.
Lola bangun dari duduknya dan berjalan cepat tertunduk menjauh dari Daren yang masih asik bernyanyi untuknya.
"Nih buat beli sabu, di tolak karena mencintai dia juga butuh tenaga bro hahaha." ucap Juwi menyelipkan uang 2000an di saku baju Daren sambil terbahak dan ngeloyor pergi.
"Anjirrr di sangka kang ngamen apa gue, dasar cumi asin woii!!" geram Daren berseru sambil tersenyum.
Tak jauh dari tempat tunggu parkir tampak Nabila menarik napas berat sambil tersenyum kecut.
"Apa masih mungkin gue dapetin hati lu Ren." gumam Nabila lirih terdengar miris.
__ADS_1
"Aku tak peduli jika hatimu menginginkan orang lain, tapi cintaku akan tetap ada untuk memanggil namamu di setiap helaan nafasku"
~Nabila~