
Lembang merupakan salah satu wisata yang asri di daerah Jawa Barat, suhu dingin yang dimiliki lembang memikat minat wisatawan dari berbagai daerah, baik lokal maupun manca negara.
Tepat pukul 09.00 Bis yang di tumpangi Lola dan teman-temannya teman-temannya memasuki kawasan wisata Lembang.
Di lembang, suasan pada pukul 09.00-10.00 WIB masih terasa dingin, hal tersebut dikarenakan keasrian lembang masih tetap terjaga.
Suasana dingin di pagi hari, dengan goresan pelangi yang meremajakan mata, serta kabut tipis yang menyentuh kulit.
"La, bangun," kata Angga membangunkan Lola dari tidur panjangnya di dalam bis.
"CENDOlll! BANGUNNN!" teriak Angga di samping telinga Lola hingga membuat Lola mengkerutkan tubuhnya geli sambil tangan kirimnya menutup telinganya dengan mata masih terpejam.
Lola bukannya bangun tapi malah semakin nyenyak sambil menyilang kan kedua tangan memeluk tubuhnya.
"Dasar kebo." dengus Angga sambil geleng-geleng kepala.
"Bomatlah." Angga beranjak dari kursinya dan berjalan keluar dari bis meninggalkan Lola yang masih terlelap tidur sendirian di dalam bis.
Hampir semua penumpang bis sudah keluar dari bis, tampak Daren jalan di antara beberapa kerumunan siswa mencari Lola. Hingga dia tiba di kerumunan rombongan kelas Lola.
"Doi gue mana Cumi?" tanya Daren pada Juwi yang sedang berjalan menuju villa tempat mereka menginap dengan menggendong tas ransel dan sebuah paper bag yang lumayan besar di tangannya.
Juwi acuh tak menjawab pertanyaan Daren, dia tetap berjalan sedikit berlari menghampiri teman-temannya untuk bergabung bersama mereka.
"Dasar Cumi asin kalau marah dah kek Melly ga slow." geram Daren menatap punggung Juwi yang makin menjauh.
Daren kembali berjalan menerobos beberapa kerumunan siswa siswi yang sedang sibuk menggendong tas dan barang bawaan masuk ke dalam villa. Pandangan matanya menyapu tiap kerumunan rombongan tour hingga tak fokus
Buk
"Sorry!" Daren memegang lengan putih kurus yang hampir jatuh akibat bertabrakan dengan tubuh atletisnya.
Pemilik lengan berhoodie ungu dengan rambut panjang sepunggung yang di ikat Rambut Wanita Vintage Korean motif Love dengan leher jenjangnya yang putih menoleh ke arah Daren.
"Bi-la." Daren terkejut dengan mata membulat saat melihat sosok cewek yang ditabrak adalah Nabila.
Tangan Nabila yang satu memegang kuat lengan Daren agar posisinya kembali tegak tidak jatuh ke tanah. Sepersekian detik mereka saling memandang.
Daren menarik lengan Nabila dan saat keduanya berdiri tegak saling berhadapan, senyum Nabila terkembang di bibirnya.
"Cari sapa sampai gak fokus gitu jalannya Ren?" tanya Nabilla menggoda.
__ADS_1
"Sorry sekali lagi, gue bener-bener nggak sengaja Bil." Daren merasa tidak enak dan kembali meminta maaf.
"Iya gak papa kok Sans aja, baru juga hampir jatuh belum jatuh ke..." Nabila menggantung ragu kalimatnya sambil tersenyum penuh arti.
"Hahahaha! Hahaha." suara tawa terdengar di sana sini dari sebagian besar murid yang sedang menatap HP masing-masing.
"Gak nyangka gue, si bar bar jadi gebetannya si haunted boy sekolah kita. Pakai ilmu pelet kali ya?" celetuk salah seorang siswa kepada temannya yang baru saja lewat di depan Daren dan Nabila.
Mendengar kata barbar membuat Daren mengerutkan dahi dan matanya berputar melihat orang-orang sekelilingnya saling ghibah serius dengan sesama teman yang lain sambil beberapa kali melihat HP mereka masing-masing.
Saat Raffi dan Juki sedang jalan menuju villa melewati Daren dan Nabila, dengan sigap Daren menangkap lengan Raffi yang sedang tersenyum sinis ke layar HPnya untuk menghentikan jalannya.
"Pinjem!" seru Daren menyambar HP milik Raffi yang ada di tangannya.
Mata Rafi membulat dan mulutnya terbuka menganga. Manik mata Daren membulat sempurna menatap layar HP milik Raffi di mana terlihat foto Lola dan Angga yang sedang tertidur dengan posisi mesra dan jelas tersungging senyum di bibir Angga.
"Brengsek!" geram Daren memaki dengan mata mulai merah dan bibir mengerucut.
Tangan kanan Daren yang tampak mengepal kuat seperti hendak melampiaskan marahnya, dengan kasar Daren melempar HP Raffi, Untung saja HP itu jatuh di atas rumput hingga tidak menimbulkan kerusakan.
Raffi yang melihat hp-nya dilempar kasar oleh Daren langsung membelalakkan matanya kaget dengan mulut menganga sempurna. Hingga ekspresi wajah shocknya membuat beberapa siswa yang ada di dekat mereka malah tertawa.
"HA...PE...GU...AA!" pekik Raffi langsung bersimpuh dan merangkak mengambil hp-nya.
"****** lu! Dasar pe'a!" bentak Raffi kesal dengan candaan Juki.
Dengan wajah kesal bercampur marah Daren berjalan cepat menembus kerumunan, bahkan beberapa tubuh siswi atau siswa dia tabrak dengan kasar. Saat manik mata Daren menangkap sosok Angga yang berjalan santai menuju villa, Daren langsung mempercepat langkahnya.
Begitu jarak keduanya hanya satu lengan, Daren menarik pundak kanan Angga kasar hingga membuat Angga menoleh ke arahnya.
BUKK!
Satu pukulan telak mendarat tepat di bawah dagu kanan Angga hingga membuat gigi-gigi Angga beradu dan menggigit bagian dalam daging ujung bibirnya. Darah segar keluar di salah satu sudut bibir Angga.
Tubuh Angga terhuyung tapi dengan cepat dia menyeimbangkan tubuhnya dan kembali berdiri tegak menatap tajam dengan hidung mendengus ke arah Daren.
"A**j*** Lo!" hardik Angga dengan wajah memerah dan tatapan mata menyala ke arah Daren.
Angga mulai memasang kuda-kuda hendak membalas balik pukulan Daren dengan salah satu tangan mencengkram kerah baju Daren sebelah kanan dan kepalan tinju di udara siap melayang mengarah ke wajah Daren.
Daren tak mau kalah, tangan kirinya mencengkram kerah baju bagian kiri milik Angga dengan tangan kanan mengepal siap meninju di udara.
__ADS_1
"LO TUH A*J**G! KENAPA LU MASIH GANGGU MILIK GUE!!" bentak Darin tidak mau kalah.
"APA MAKSUD KATA-KATA LO! GUE NGGAK PERNAH MERASA GANGGU MILIK LU!" balas Angga semakin meradang.
Daren menatap dada bidang Angga yang terbungkus jaket jeans warna navy, pandangannya langsung mengarah pada kantong jaket yang ada di bagian atas jaket jeans itu. Begitu terlihat hp milik Angga yang sedikit tersembul bagian atasnya, Daren langsung mengambil paksa dan kasar HP itu.
"SHITTT!" pekik Daren kesal saat melihat layar hp Angga terkunci.
Daren menekan tombol kunci wajah dan mengarahkan hp Angga ke wajahnya, seketika layar HP terbuka dan Daren lalu menekan tombol wa dan mencari grup basket di mana ada beberapa foto-foto Daren dan Lola yang sedang berpose mesra tidur berdua.
"INI APA B*NG*AT!!" bentak Daren sampai terjadi hujan lokal di wajah Angga.
Mata Angga menatap serius foto dirinya dan Lola dengan senyum sambil berkata,
"Sweet."
Ucapan Angga seketika membuat Daren makin emosi dan kepalan tinjunya dia layangkan ke pipi Angga yang sedang terpaku menatap foto di hpnya.
BUKK!
Angga membalas pukulan tinju Daren dengan melayangkan tinju nya ke wajah Daren. Adu jotos jadi tontonan para murid murid yang baru datang dan turun dari bis, mereka bukannya melerai tapi malah memberikan semangat dan teriakan bak sedang menonton UFC live.
"HABISIN HABISIN HABISIN!" riuh suara dari para pendukung Daren ataupun Angga.
Mereka berdua sama-sama jago bertarung saling tendang, saling tinju saling pukul menjadi sebuah pemandangan yang lama-lama membuat beberapa siswi mulai terlihat meringis.
"Ada apaan sih rame amat?" Lola mulai menuruni tangga bis perlahan sambil bertanya pada diri sendiri kenapa ada keramaian dan sorak sorai tak jauh dari deretan bis bis itu.
Begitu mata Lola menangkap adegan perkelahian antara Angga dan Daren, seketika dia tampak kaget hingga matanya membulat penuh.
"Astaghfirullah!!" pekik Lola langsung mengambil langkah seribu ke arah mereka berdua.
Lola berhenti tepat di tengah Angga dan Daren yang sedang gelap mata di bawah puncak amarah yang siap saling melukai satu sama lain.
"SETOOPPP!"
BUK BUK
Satu pukulan dari Angga mendarat di pipi kiri Lola dan satu pukulan dari Daren keras mendarat di pipi kanan Lola hingga membuat Lola tak mampu bersuara dan langsung tersungkur di rerumputan dalam keadaan tak sadarkan diri.
"AYANKK! CENDOLLL!!" suara Angga dan Daren bersamaan dan langsung bersimpuh di tempat di mana Lola tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Cemburu membabi buta dan salah paham, bukan hanya bisa melukai perasaan tapi juga bisa melukai fisik juga"
~lola~