Off Bucin

Off Bucin
Gombalan Bikin Baper


__ADS_3

Lola dan keempat sahabatnya ditambah Daren Menghabiskan malam bersama di pulau Untung Jawa. Suasana pulau yang tidak begitu ramai membuat malam terasa sepi dan hanya terdengar suara binatang malam.


Mereka berenam menginap di sebuah Resort sederhana yang bisa dengan mudah ditemukan di pulau Untung Jawa, harga Resort juga tidak terlalu mahal. Sebelum beristirahat mereka mencari tempat di pinggir pantai untuk makan malam karena di sepanjang pinggiran pantai banyak sekali kedai ikan bakar dan jajanan lain.


"Gaes, gece kumpulin cuan buat makan malam," seru Ita orang yang paling rajin mintain uang patungan.


Masing-masing mulai mengeluarkan dompetnya.


"Para bidadari kalian nggak usah keluar duit malam ini, gue yang traktir anggap aja ini sebagai PJ gue sama Lo Bar." ucap Daren sambil menyerahkan uang 100 ribuan tiga lembar kepada Ita.


L'ola melongo menatap aneh kearah Daren.


"Ciee... Kapan jadiannya?" tanya Palupi heran.


"Sejak malam ini. Lola Anggraini Maukah engkau menjadi pacarku yang selalu ada saat suka dan duka saat miskin dan kaya saat jauh dan dekat sampai ajal menjemput dan memisahkan kita." ucap Daren begitu serius dan penuh keyakinan.


Juwi berdiri melangkah mendekati Daren, lalu begitu dia ada di samping Daren Juwi meletakkan tangan kirinya di jidat Daren.


"Gaes, perasaan suhu badan normal tapi kenapa otaknya oleng ya. Kayaknya kita perlu lempar dia ke laut." kata Juwi sambil mengerutkan dahi.


"Bestie, Sueb bukan otaknya yang oleng tapi otak dia kayaknya kesambet deh sama penunggu Laut Jawa, itu loh yang namanya nyi nyi... nyi Kidul gitu lah." tebak Ita dengan wajah serius berpikir.


"Masa sih, Emang beneran laut ada yang nunggu?" tanya Lola dengan wajah serius.


Juwi, Ari, Ita dan Palupi menoleh ke arah Lola menahan tawa.


"Ada lah kalau gak ada yang nunggu tar di caplok gimana?" Ita makin demen ngerjain Lola yang selalu enrich atau downdate alias Lola loding lama.


"Ta ta ta, gue serius nanya loh," Lola berucap karena takut sedang di kerjain sahabat-sahabatnya.


"Imutt, gue serius jawab," ucap Ita dengan wajah serius sambil mengangkat alisnya.


"Lobar lobar, liat lo polos gitu kenapa makin cinta gue." batin Daren sambil tangannya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum.


"Lola sayang, bisa gak hari-hari itu kerjanya enggak cuma scroll Tik Tok ama nonton drakor. Biar otak lo ada peningkatan nggak lemot banget," nasehat Ari sambil mengusap lembut kepala Lola yang tertutup hijab hitam.


"Emang apa hubungannya penunggu laut sama gue main Tik Tok Ari Ari?" tanya Lola Makin penasaran.


"Gak ada hubungan say, dah jangan banyak mikir mending lo main tik tok aja gak usah kepo penunggu laut." Palupi mencoba menghentikan bahasan yang makin gak jelas.


"Jangan main skip aja dong Lup Lup, Kalau menurutku sih memang bener kalau laut ada penunggunya, kalau nggak ada nggak mungkin lah." ucap Lola masih meneruskan Bahasan tentang penunggu laut.


"Sotoy lo Mut, tau dari mana bestie?" tanya Ita tersenyum mencibir ke arah Lola.


"Ta ta ta, lu sekolah belajar apa pacaran sih. Mentang-mentang anak SMK kebanyakan cowok, ampe isi kepala menurun drastis." balas Lola mendebat.

__ADS_1


"Dua-duanya Lo mut sayang, menyelam sambil minum air wkwk." Ita menjawab sambil terkekeh.


"Ketahuan lu banyak minum airnya daripada nyelem. Makanya isi kepala lu kebanjiran jadinya luber." ucap Lola terlihat serius.


"Hadeuh. Kapan mau beli makan woiii! Cacing di perut gue dah pada demo nih!" Juwi berteriak karena kesal dengan perdebatan yang gak ada awal dan akhir.


"Tar dulu Wi, gue masih belum puas kalau belum ngalahin Lomut." protes Ita tidak bisa terima untuk menyudahi perdebatan antara dirinya dengan Lola.


"Sekarang gue tanya sama lu Mut. Emang penunggu laut apa?" tanya Ita ingin tahu jawaban Lola.


"Lu mah parah, masa sama anak SD aja kalah. Hal gitu aja Masa nggak tahu," jawab Lola makin bikin Ita penasaran sekaligus kesal.


Daren yang melihat dan mendengar perdebatan itu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil beberapa kali menepuk jidatnya.


"Haduh, mereka kalau udah debat gini bisa sampai pagi kagak kelar. Alamat kagak jadi makan dah kita." keluh Daren mulai bosan dengan perdebatan mereka.


"Sueb, gue mau tanya sama lo. Lo setuju kan sama gue kalau laut itu ada penunggunya?" tanya Lola tiba-tiba kepada Daren.


"Pastinya sayang, banyak penunggunya." jawab Daren mau gak mau untuk menyenangkan Lola.


"Apa coba kalau lu tau sawit?" Ita mulai ngegas nadanya menatap Daren.


"Ikan, kura-kura, udang, anjing laut satu lagi lo," jawab Darren sambil menunjuk ke arah wajah Juwi.


"Gue?" tanya Juwi heran dengan mata membulat dan alis terangkat.


Plak.


"Aaaawww!" teriak Daren saat pukulan keras tangan Juwi mendarat di punggung belakangnya.


"Good Eb, seratus buat jawaban lo." kata lola sambil mengacungkan jempolnya ke arah Daren.


"Hah? jawaban gue bener Beb?" tanya Darren tak menyangka kalau apa yang yang dia sampaikan benar menurut Lola.


"Lomut, mereka itu bukan penunggu!" protes Ita tidak mau terima dengan jawaban Lola.


"Terus apa?" tanya Lola sambil mendongakkan wajahnya.


"Mereka itu binatang yang hidup di air." Ita menjelaskan.


"Iya ta ta ta, makanya mereka itu penunggu laut, hidupnya di air. Masa mereka ngontrak kan gak mungkin itu tempat asal dan tempat hidup mereka. Paham kan lo." balas Lola.


"STOP PLEASEEE, PUSING PALA BARBIE GUA!" teriak Juwi pada puncak kesalnya hingga membuat beberapa orang yang ada disekitar mereka menoleh ke arah meja Lola dan teman-temannya.


"Sorry Juwi Putri Jelita, gue ke kasir dulu dah pesan makanan hehehe." kata Ita langsung bergegas pergi ke kasir cafe untuk memesan makanan.

__ADS_1


"Hahahaha, oleng semua." ucap Palupi.


"Btw Sueb, gue mau tanya. Lo tahu kita di sini Dari siapa? Nyak ya?" tanya Ari sambil menebak.


"Kok tempe?" jawab Sueb balik bertanya.


"Udah gue pesen nyak padahal jangan kasih tahu lo malah nyak kasih tahu juga." saut Ari.


"Lah bagus kan, dengan kedatangan gue ke sini lu pada ada yang jagain kan jadinya." sahut Darin sambil membusungkan dada.


"Lagian gue nggak bakal tenang kalau Ayang Beb gue pergi tanpa gue. Gue emang bukan pangeran, gue panglima perang yang akan selalu ngejagain hati Ayang Beb gue. Bukan begitu Permaisuri Ku?" tanya Darin kepada Lola sambil menatap dan memainkan alisnya turun naik.


"Preetttt!" Palupi Juwi dan Ari serempak.


"Kadal sawit napa di lepasin sih di sini wkwk." ucap Ari tertawa.


"Mana ada gue kadal. Gue emang badboy tapi urusan cinta, murni cinta gue buat Lobar semurni cucu beruang ✌." Daren terus saja cuek mengungkapkan perasaannya.


"Hilih, tuh Nabila mo lo apain weh?" tanya Palupi teringat dengan cerita Lola.


"Lah kenapa tanya gue? Gue nggak ada urusan sama dia," Jawab Daren menampik.


"Bukannya kalian anuπŸ‘‰πŸ‘ˆ?" tanya Palupi masih salah sangka.


"Anu anu anu, kagak ada anu. Anu gue cuma Lobar titik." jawab Daren tak ingin di debat.


"Hal terindah dalam hidup gue tuh saat gue tersesat dan ketemu sama lo La. Karena kalau kalian tau hal terindah dalam hidup gue ya Lobar." ungkap Daren dengan mata dalam menatap wajah Lola yang duduk di sebelahnya.


"Uhuk," suara Palupi pura-pura batuk.


"Hoe ekkk, gue naik kapal nya tadi napa mabok nya sekarang ya?" celetuk Juwi pura-pura muntah.


"Lo bukan mabuk laut bestie, lo mabuk bucin akut wkwk," saut Ari.


"Lo tau gak Lobar, lu emang cuma datang sekali mampir di pikiran gue pas ospek. Tapi sekali mampir ke pikiran gue, lu gak pernah pergi-pergi." kembali Daren menggombali Lola.


"La Jawab napa, perasaan sueb, kalau lo gak jawab lama-lama kita yang baper nih."


"Iya Mut, jiwa jomblo gue gak kuat nahan rayuan bambang Sueb wkwk." saut Ari terkekeh.


"Iya bikin gue tambah eneq aja." dengus Juwi cemberut.


"Jawab jawab jawab." seru ketiga sahabat Lola.


..."Aku bukan ragu tapi aku setia menunggu sampai bibir mu berucap I love you padaku"...

__ADS_1


...~Lola~...


__ADS_2