Off Bucin

Off Bucin
Saling Menggoda Bikin Hati Kesal


__ADS_3

Ketika mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, dunia serasa lebih terang. Seterang hati manusia yang senantiasa bersyukur.


Bersyukur dari apa yang sudah dimilikinya. Bersyukur dari berbagai nikmat hidup. Terutama nikmat sehat yang sangat mahal harganya. Lebih mahal dari harta dunia manapun. Apalah artinya kaya harta, tetapi badan sakit-sakitan. Lebih nikmat lagi, kaya harta dan tubuh pun sehat. Tentu semua orang ingin seperti itu tak terkecuali Nabila.


Nabila berdiri di depan Darren dengan wajah penuh kesal bercampur kecewa atas ucapan Darren yang menganggap dia hanyalah seorang teman.


"Ee... maksud Gue, Lo adalah teman istimewa Gue. Ibarat kata dalam sebuah rumah tangga seorang suami dan istri itu juga teman, tepatnya teman hidup dan Gue merasa sikap Gue tadi gak seharusnya ke Lo. Sekarang yang bisa Gue rasakan saat ini hanyalah rasa malu. Gue malu karena bertindak seperti yang Gue lakukan di depan lo dengan mengabaikan Lo. Gue tahu salah, dan dengan tulus Gue meminta maaf." ucap Daren yang berusaha membuat Nabila senang dan balik good mood nya.


Mendengar kata-kata Daren membuat semburat wajah Nabila mulai berseri, dan mulai terlihat lengkung ke atas di kedua sudut bibir.


"Lo mau tetap berdiri di situ atau mau masuk! jangan jadi patung selamat jalan di tengah pintu Cendol!" seru Angga sengaja dikeraskan suaranya.


Tanpa disadari Daren dan Nabila, Angga mengajak Lola masuk ke cafe itu untuk memesan sarapan. Walaupun Lola sudah meniatkan hatinya untuk menyembunyikan keadaan Daren dan hubungannya saat ini. Tetap saja mendengar kata-kata Daren yang disampaikan kepada Nabila membuat hati Lola berdebar.


Daren spontan menengok ke arah belakang tepatnya pintu masuk cafe dan manik matanya langsung bertatapan dengan mata Lola, untuk beberapa detik mereka saling menatap dengan tatapan yang sulit dimengerti sampai akhirnya Lola membuang tatapan matanya ke arah Angga yang sudah berdiri di sebuah meja yang tepat ada dekat jendela.


"Hai Bil," sapa Lola dengan senyum sebisa mungkin.


Nabila tidak menjawab dia hanya memandang bergantian ke arah Daren dan Lola.


"Hai, Raini." sapa Daren pada Lola berpura-pura agar Nabila tidak curiga.


"Hai. Oh ya, kalian udah selesai sarapan?" tanya Lola penasaran saat melihat piring sandwich yang ada di meja Daren masih utuh belum tersentuh.


"Mood Gue tiba-tiba hilang, jadi gue pengen cabut aja." jawab Nabila mulai melangkahkan kaki tangan daran mencekam lengannya.


"Please La, Gue laper banget temenin gue sarapan dulu habis itu baru kita masuk kampus," pinta Daren sambil memohon.


"Beb!" seru Angga pada Lola sambil menunjuk meja di mana mereka akan duduk.


"Suek, ngapain nisan kuburan manggil beb ke Ayang Gue! Berani dia nantangin Gue." gerutu Daren dalam hati sambil menatap tajam ke arah Angga.


"Gue nyarap dulu ya Bil, menghadapi kenyataan hidup juga bukan asupan hehehe." canda Lola sebelum ngeloyor pergi meninggalkan Daren dan Nabila menuju ke meja Angga yang sedang menunggunya.


"Bil, please duduk dulu temenin Gue sarapan." pinta Daren sambil menarik lembut lengan Nabila untuk kembali duduk di kursinya.


Dengan wajah di tekuk merajuk Nabila mengikuti keinginan Daren kembali duduk di kursinya. Daren mulai memakan sandwich nya tapi ujung matanya selalu mencuri pandang ke arah Lola dan Angga yang sedang memilih menu sambil sesekali saling tersenyum.


"Sialan, Ayang Beb jangan-jangan di ajak clbk ma nisan kuburan!" gerutu Daren kesal hingga tak sadar pisau roti yang dia iris untuk memotong sandwich dihentak terlalu kuat dan menimbulkan bunyi keras.


TINGGG


"Kenapa Ren?" tanya Nabila melihat sikap Daren yang terlihat kesal dengan tatapan lurus.


"Hah? Oh ini salad nya terlalu alot kaya kulit badak." saut Daren pura pura mengiris salad dengan kuat.


"Sini biar Gue potongin." Nabila langsung mengambil piring sandwich yang ada di depan Daren.


Daren hanya tersenyum tipis, sejenak kemudian membuka layar HP lalu dia mengirim pesan kepada Lola.

__ADS_1


^^^My Princess^^^


^^^jtuh tuh di batu nisan ojol penjol preeett 😑^^^


My by


cmbru yeeee 😜


^^^My Princess^^^


^^^spa yg cembokur ma batu nisan? rugi emng Gue kang gali lubang🀧😑^^^


My By


Kmu kang gali hatiku sayaaanggg 😘


^^^My Princess^^^


^^^emoh, ogh kiss bks nisan kuburan 😑^^^


My By


Utututu bikin gemes cbrunya, makin tayank by muachhh 😘


^^^My Princess^^^


^^^"😑😑😑,"^^^


My By


cukup ada cinta dan setia by muaccchhh 😘


My By


I LOPE YOUUUUU YANGGGGG MUAAACCHHHH 😘😘😘


Membaca pesan Lola tak pelak membuat Daren tak mampu menyembunyikan senyumnya.


"Kamu chat ma sapa sih, pacar ya?" pertanyaan Nabila membuat Darren cepat-cepat menutup layar hp-nya.


"Iya pacar orang." jawab Daren asal.


"Hah? Kamu pepacor?" kembali Nabila bertanya dengan nada tinggi.


"Bukan Gue popcorn." saut Daren asal nyaut.


"Makasih ya, dah di bantu motongin sandwich-nya." ucap Daren mengalihkan pertanyaan Nabila.


"Hmm." Nabila terlihat kesal melirik Daren dengan ujung matanya.

__ADS_1


Daren mulai serius menyantap sandwich nya, sesekali dia melirik ke arah meja Lola di mana Lola tepat berhadapan dengannya. Saat tatapan keduanya bertemu Lola selalu memberikan kerlingan mata ke arah Daren membuat dada Daren berdebar dan ingin sekali membalas godaan Lola tapi dia berusaha menahannya hingga Daren kembali mengirim pesan ke wa Lola.


My By


Tak bosan bosan aku memandang mu.


Begitu pesan kirim manik mata Daren langsung melirik ke arah Lola sambil tangannya memainkan garpu dan sendok untuk mengiris sandwich tanpa memakannya.


Daren Melihat Lola sedang membaca pesan darinya dengan senyum mengembang di bibirnya. hingga gigi putihnya terlihat mengintip.


^^^My Princess^^^


^^^Tak puas-puas aku merindumu😘^^^


My By


Begitu cantik, sempurna dirimu hingga membuat dada ini πŸ’“


^^^My Princess^^^


^^^Begitu baiknya hatimu, cintaku untukku β™₯️^^^


My By


Hobah tarik yang πŸ•ΊπŸ•Ί


^^^My Princess^^^


^^^πŸ‰πŸ‰ By aseekk πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ˜‚πŸ˜‚^^^


Aura wajah Nabila kembali cemberut saat melihat Daren tersenyum sendiri menatap layar HPnya dan terlihat wajah Daren yang begitu bahagia.


TINGG!!


Sebuah sendok teh terlempar tepat mengenai piring sandwich Daren karena Nabila kesal dan melemparnya.


"UPS." suara Lola saat melihat adegan di meja Daren dan Nabila sambil menutup mulut dengan telapak tangan kanannya. melihat hal itu membuat Angga ikut menoleh ke arah meja Daren dan Nabila lalu matanya kembali melirik ke arah Lola.


"Lo happy ya liat mereka berantem?" pertanyaan Angga membuat Lola langsung menatap manik mata Angga dengan serius.


"Kok Lo ngomong nya gitu sih!" cetus Lola kesal.


"Heh, terlihat jelas sekali di wajah Lo, kalau Lo tuh senang mereka pisah dan gue yakin Lo bakal berharap bisa kembali sama dia kan?" pertanyaan Angga yang kedua ini membuat Lola makin merasa tersudut.


"Gaje Lo!" balas Lola lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan angka keluar dari resto.


...Seandainya lu tahu. Ada hati yang menunggu Lu pulang, ada hati yang menunggu Lu balik, ada hati yang sepi sejak Lu pergi....


...~Angga~...

__ADS_1


Apalagi yang bakal terjadi selanjutnya apakah akan terbuka kebenarannya disimpan oleh Daren dan Lola next ikuti episode selanjutnya


__ADS_2