Off Bucin

Off Bucin
Rezeki Contekan


__ADS_3

Jalanan menuju sekolah Lola pagi ini begitu macet, tidak seperti biasanya. Tepat di pertigaan jalan ke arah SMA kumbang hampir macet total merayap tak bergerak. Hal ini dikarenakan ada kecelakaan mobil pick up yang masuk ke dalam drainase saluran air pinggir jalan raya.


Tin tin tiiinnnn tin...


Bunyi klakson mobil dan motor saling bersautan membuat telinga terasa ikut berdengung.


"Ck, Mama kenapa tadi lewat sini udah terlambat ini mah, mana hari ini pertama mulai try out lagi." gerutu Lola menyalahkan sang mama.


"Mama mana tahu sayang, kalau arah jalan ini macet. Lagian Biasanya juga kamu sering terlambat kan sayang," kata Saroh dengan santainya


"Iya Mamake, biasanya juga terlambat kagak napa-napa karena kaki Lola utuh. But now Kaki pincang mau manjat pohon mangga loncat pagar, kuker bener mamake nih." protes Lola dengan tampang kesal jelas sekali terlihat lewat kaca spion oleh Saroh.


"Eh iya, lupa sayang." saut Saroh tersenyum hingga terlihat giginya.


"Mam terbang aja napa sih, iiissshh sebel bet dah." geram Lola mulai uring-uringan.


"Hahaha, kalo bisa gak usah di suruh udah Mama lakuin sayang." saut Saroh terbahak menanggapi celetukan putrinya.


"Maju Mah dikit-dikit, jangan ngalah mulu. Auto kita nggak nyebrang nyebrang Ma!" protes lola Geregetan dengan cara sang Mama membawa motor.


"Iya, sabar sayang kan macet." jawab Saroh enteng.


"Iihhh! Gregetan deh mama." ujar Lola kesal karena Saroh yang tidak gesit menyela seakan tidak ada sela untuk menerobos.


"STOP GANTIAN WOIII! EMAK-EMAK MAU NYEBRANG!" Lola berteriak sekuat tenaga sampai membuat Saroh kaget dan beberapa pengendara motor yang banyak berseragam anak sekolah berhenti seketika memberi jalan kepada Saroh.


"Astaghfirullah Neng! anak cewek sopan dikit napa Neng." tegur Saroh kepada putrinya sambil mulai melajukan motornya menyeberang jalanan yang sangat padat.


"Hehe, sorry Mamsky barbar dikit nggak papa kan yang penting lancar." saut Lola sambil cengengesan.


Tak sampai 5 menit Mereka pun sampai di sekolah Lola. Keadaan sekolah sudah sepi dan pintu gerbang juga sudah ditutup. Hal ini membuat Lola mau tak mau harus memohon kepada Abidin agar bisa masuk. Lola berdiri tegap tepat di tengah pintu gerbang.


"Babeeeee!" panggil Lola pada Abidin yang sedang menikmati kopinya di pos gerbang.


Abidin menyembulkan kepalanya di pintu masuk dengan mata menyipit memperhatikan siapa orang yang baru saja memanggilnya. Begitu mata senjanya menangkap sosok Lola dia menggelengkan kepala.


"Budak bangor, terlambat mulu kerjaannya." keluh Abidin sambil beranjak dari duduknya melangkah mendekati pintu gerbang.


"Hadeuh, kenape lagi anak babe terlambat. Gak ada dispensasi mending lu pulang Nak." usir Abidin terlihat cuek.

__ADS_1


"Please Be, hari ini aja. Gak mungkin Lola gak ikutan TO. Ini gegara tadi macet di pertigaan be, Lagian kalau kaki Lola nggak habis dijahit juga pasti Lola udah manjat pohon mangga, nggak akan Nyusahin babe." ucap Lola memasang wajah memelas.


"Hah, dijahit? Emang kaki lu Kenapa Nakku?" tanya Abidin terlihat cemas wajahnya langsung membuka gembok dan mendorong pintu pagar terbuka.


"Nyungsep lagi be, motor Lola di sawah kemarin gara-gara hampir mau nyium kambing hehehe." jawab Lola nyengir kuda.


"Hadeuh, nakku nakku masih aja bisa ketawa. Dah buruan masuk mumpung Gak ada Bu Tika." suruh Abidin mendorong pelan Lola.


Lola berjalan pincang menyeret kaki kanannya menuju gedung sekolah. Suasana sekolah benar-benar sudah sepi bahkan di koridor tidak ada guru ataupun murid yang lalu lalang karena hari ini TO, hanya anak kelas 12 yang masuk sementara a anak kelas 10 dan 11 diliburkan.


Tok tok tok


Lola tersenyum lega saat melihat pengawas pagi ini adalah Pak Alvin.


"Assalamu'alaikum pak, Maaf terlambat." sapa Lola memberi salam sekaligus meminta maaf atas keterlambatannya.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh." jawab Pak Alvin menoleh ke arah Lola.


"Kerjakan soal ujian mu waktunya 90 menit," kata pak Alvin datar tanpa senyum tak seperti biasanya.


"Baik Pak, terima kasih." ucap Lola sambil berjalan pincang menuju bangkunya.


Saat Lola berjalan menuju bangkunya secara tak sengaja dia bertatapan dengan Angga, untuk sesaat mereka saling pandang tapi Lola buru-buru mengalihkan pandangannya.


Begitu juga dengan Lola dia duduk di bangkunya lalu mulai menyalakan komputer di depannya. Juwi yang duduk terpisah di sampingnya langsung mendekatkan tubuhnya mendekati Lola.


"Gimana kaki lo beb," bisik Juwi di telinga Lola.


"Biasa aja, paling nyut-nyutan doang," saut Lola berbisik sambil tangannya sibuk mengutak-atik komputer di depannya untuk mencari soal try out kali ini.


"Bukannya hari ini mapel TO PABP Wi, kenapa jadi pindah MTK dadakan." keluh Lola yang baru tahu semalam kalau mapel tryout untuk hari ini dirubah jadwalnya.


"Tau tuh, lah gue juga blang." saut Juwi dengan wajah muram.


Saat mengerjakan soal try out MTK, entah berapa lembar kertas yang coretan yang Lola tulis untuk mencari jumlah dari jawaban soal.


Tapi tetap saja Lola merasa kuwalahan untuk mapel MTK.


Waktu ujian terus berjalan sesekali Lola dan Juwi saling bertukar jawaban walaupun belum tentu benar jawaban keduanya.

__ADS_1


Lola apabila cemas sering duduk tak tenang sesekali dia membetulkan jilbabnya atau menggaruk kepalanya dan hal ini sangat Angga ketahui.


"Ehem!" suara Lola berdehem membuat Juwi menoleh ke arahnya.


" 27 apa?" ucap Lola dengan bahasa bibir dan jari.


Juwi menggelengkan kepala dengan wajah tegang dan bingung.Sementara Angga terlihat sudah mematikan komputernya dan bersiap akan keluar. Tapi saat melihat Lola memijat keningnya, Angga langsung tahu kalau Lola mengalami kebuntuan dalam mencari jawaban soal.


"Kenapa juga harus ada mapel ngitung sih." geram Lola sambil memainkan pulpen di jarinya.


"Ya Allah pleaseee buka otak Lola, coba kalau otak gue ada memori cardnya, auto lancar jawab soal kek gini." gerutu Lola sambil beberapa kali menjitak kepalanya sendiri.


"Dari dulu isi otak gak pernah nambah." gumam Angga hampir tak terdengar.


Setelah selesai Angga berdiri dan beranjak dari duduknya, sambil berjalan dia menyalin jawaban ujian ke WA nomor Lola dan mengirimkannya sebelum dia pergi keluar dari ruang kelas


Dreettt


Lola melirik ke arah hpnya yang bergetar sekali tanda ada pesan masuk, dengan malas dan tak bersemangat Lola membuka pesan di hp-nya dan begitu melihat pesan itu datang dari Angga Lola langsung membukanya dengan mata membulat dan senyum mengembang.


^^^Thanks ucup 🙏^^^


Balas pesan WA Lola pada Angga. Lola langsung menyalin semua kunci jawaban yang Angga berikan, tidak sampai 10 menit Lola sudah selesai.


"Yang di atas gak usah di salin tar error yang koreksi, mana ada dalam sejarah Lola dapat nilai ujian MTK lebih dari 6 hehehe." gumam Lola sambil terkekeh pelan.


Begitu selesai mengerjakan soal ujian MTK, Lola langsung mengirim salinan kunci jawaban itu ke nomor Juwi dan juga Palupi serta Daren. Seperti dirinya Lola hanya menyalin separuh dari kunci jawaban yang diberikan oleh Angga.


"Gue kan setia kawan, gak tega liat sohib-sohib gue sekarang kelimpungan plus pusing tujuh keliling gara-gara TO MTK " gumam Lola sambil tersenyum.


"Rezeki emang gak kemana hihihi, lumayan tar istirahat tinggal minta PJ nyontek hehehe." kembali Lola bergumam.


"Husttt. Mut, Bantu gue." Panggil Juwi berbisik.


"Occeee." Lola mengangkat tangannya sambil memberi kerlingan ke arah Juwi.


Dreetttt.


Begitu selesai mengirim salinan jawaban ke nomor ketiga sahabatnya Lola dengan berdendang lirih keluar dari kelas.

__ADS_1


^^^"Ujian sekolah itu nggak seberapa dibandingkan dengan ujian cinta ku sama dia eaaa....."^^^


^^^~Lola Anggraini~^^^


__ADS_2