Off Bucin

Off Bucin
Rahasia Hati Lola


__ADS_3

Rabu ini kebetulan tanggal merah nasional, seperti kesepakatan yang sudah dibuat Lola bersama 4 orang sahabatnya mereka akan pergi berlibur ke pulau Untung Jawa yang masuk wilayah Kepulauan Seribu.


Juwi, Palupi dan Ita sudah lebih dari sejam mereka menunggu lola di rumah Ari


"Lola amat sih Lomut." Ari kesal menggerutu karena Lola sudah terlambat lebih dari 45 menit.


"Dia sendiri yang minta kita pagi-pagi kumpul, Kenapa dia yang malah belum kelihatan batang hidungnya. Nyebelin tuh anak." Ita menimpali kesal duduk di kursi sambil kaki menjulur terantuk-antuk di lantai.


"Ri, coba lu telepon dia. Takutnya Doi masih tidur dia dah kebiasaan kalau habis subuh suka tidur lagi." Juwi mulai kesal karena bosan dan juga hari yang sudah mulai agak siang.


"Pal, jangan update kan liburan kita di WA atau IG lu. Jangan sampai Sueb tahu, bisa kacau semua." ucap Ari agak khawatir karena Palupi yang sering sekali mengambil setiap momen kebersamaan mereka.


"Nggak Beb, tenang aja napa. Gue juga tahu kali." saut Palupi.


"Gue heran sama Lomut, sebetulnya diantara Sueb sama Ucup itu siapa yang dia pilih?" Ita terlihat mengerutkan dahi bertanya.


"Gak usah heran dan gak usah dipikir cukup Lomut aja yang nanggung semua itu." jawab Ari.


Diantara keempat sahabatnya Ari adalah orang yang paling tahu perasaan Lola, begitu juga dengan perasaan sahabatnya yang lain. Sikap Ari yang lebih dewasa dibanding yang lain dan juga perhatiannya membuat Ari seperti seorang konsultan psikologi buat sahabat-sahabatnya.


TIN TINNNNNN


"SORRY TELAT EPRIBADEH!!" teriak Lola di depan rumah Ari sambil melambaikan tangan.


"CUIHH! KEBIASAAN LO LOMUT!" teriak Juwi melampiaskan kekesalan nya.


"HEHEHE SORRY GAESSS!" teriak Lola.


"KUY, BURUAN KEBURU SIANG WOII!" kembali Lola berteriak.


Mereka berlima pun bersiap untuk memulai berjalan ke pulau Untung Jawa dengan mengambil rute ke arah Tanjung Pasir melewati jalan bandara Soekarno Hatta. Lola sendiri berboncengan dengan Juwi seperti biasa, sementara Ari berboncengan dengan Palupi Dan Ita membawa motor sendiri.

__ADS_1


Setelah perjalanan kurang dari 1 jam, mereka sampai di kawasan wisata pantai Tanjung Pasir. Motor mereka, mereka titipkan pada salah satu tempat parkir yang dikelola oleh warga di sekitar Tanjung pasir.


"AAAAAAAAA SEGERRRRRRRRRR!!" teriak Lola berlari di atas pasir mendekat ke pantai.


"Ciri-ciri stres karena cinta kayak gitu." celetuk Juwi sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan Lola yang cuek seperti anak kecil


"NGENGGGGG" Lola berlari berputar-putar sambil merentangkan tangan dan mengeluarkan suara seperti pesawat terbang.


"Doi sedang menghibur hatinya, biarin aja." saut Ari.


"Menurut lo apa karena cemburu?" pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Ita.


"Itu hanya bagian kecil, tapi yang paling besar adalah luka hatinya setelah dicampakkan dan baru sebentar menyadari ada yang membuatnya nyaman doi harus menerima kenyataan kalau orang itu ada yang mencintai lebih dari doi." Ari menjelaskan matanya menatap Lola sambil tersenyum tipis tapi juga tersimpan kan perasaan miris.


"Maksud lo, hati Lomut masih terluka karena Ucup dan sekarang dia merasa kehilangan Sueb sebagai tempat yang selama ini selalu ngasih kenyamanan, gitu kan bestie." ucap Palupi.


"Iya, kesetiaan dia selama 5 tahun sama satu cinta terhadap Ucup, terhempas seketika karena penolakan. Tapi secara naluri dia belum bisa lepas sama sekali dari Ucup karena bertahun-tahun dia berharap dan yakin bahwa Ucup tetap mencintainya. Tapi begitu bangunan cintanya dirubuhkan oleh Ucup dia benar-benar hancur hatinya. Bisa lo bayangin kan, sosok Doi yang tulus, care dan enggak mudah sakit hati pasti enggak gampang untuk cuek begitu saja sama Ucup." kembali Ari menjelaskan.


"That alright." Ari Berkata sambil mengacungkan jempol ke arah Juwi.


Lola masih terus berteriak dan berlari-lari sambil berputar-putar menirukan pesawat terbang. sementara keempat sahabatnya berjalan beriringan menyusuri pantai.


"Tadi lu bilang ada sedikit cemburu maksud lo apa Bestie? Jiwa kepo gue lagi ngebrontak nih." Ita semakin penasaran karena di antara mereka Italah yang dalam sepekan jarang bertemu langsung dengan Lola karena mereka beda sekolah.


"Tanpa Lomut sadari ada rasa nyaman dan juga ketergantungan dengan kehadiran Sueb, awalnya biasa berteman lalu bersahabat dan lama-lama bikin nyaman. Saat mengetahui ada seseorang yang mencintai Sueb timbul bayangan rasa Kehilangan diwaktu yang akan datang," jelas Ari begitu rinci menggambarkan perasaan lelah.


"TTM Maksud lu ya Beb?" tabak Ita.


"Mana ada TTM mereka kayak kucing sama anjing, kalau ketemu selalu aja ribut nggak pernah akur." saut Juwi yang sering melihat Lola dan Daren yang berantem.


"Itu ekspresi perasaan mereka bestie, Daren yang terlalu berlebihan dengan perhatiannya pada Lomut dan Lomut yang selalu ngegas adalah bentuk hubungan unik antara mereka berdua. Tapi gue yakin, disudut hati Lola keberadaan Daren sudah membuatnya nyaman." kembali Ari mengungkapkan penilaiannya terhadap hubungan Daren dan Lola.

__ADS_1


"Hmmm, jadi Lomut ada diantara dua perasaan antara masih cinta dan nyaman gitu nggak maksud lo bestie." kata Palupi mulai paham dengan apa yang dikatakan Ari.


"WOOIII! BURUAN KAPAL NYA KEBURU PENUH!! teriak Lola yang sudah berlari di atas dermaga menuju satu kapal yang sedang bersandar dan sudah hampir penuh penumpang.


Mereka berempat pun langsung mempercepat langkah dengan berlari untuk menuju kapal karena apabila telat kapal berikutnya akan berangkat dari Dermaga Tanjung Pasir 1 jam kemudian.


Semilir angin laut yang cukup kencang menerpa wajah-wajah mereka yang selalu berhias senyum penuh kegembiraan. Berkali-kali Lola berteriak, tapi kalah hilang ditelan oleh angin dan gelombang.



"WE ARE COMIMG PAK UNTUNG GAK DI JAWA!" teriak Lola heboh saat pulau dari kejauhan terlihat setelah 45 menit mereka terapung di laut.


"Mut! Toak taruh dulu napa budek telinga gue," protes Ita yang ada di sebelahnya sambil menutup telinga dengan kedua telunjuknya.


"Lu baru sebentar dekat Lomut, nah gue cok tiap hari dengar toak dia ampe congean gue," timpal Juwi.


"Hehehe, kalian berdua ini terlalu berlebihan gaess," ucap Lola merasa biasa aja.


Perahu mulai merapat di dermaga pulau Untung Jawa dan begitu berhenti mereka berlima Langsung bergegas keluar dari perahu.


"Lomut jangan lari mulu napa!" teriak Palupi menarik lengan Lola saat tau Lola bersiap untuk berlari.


"Biar seru kali kita di pantai pasir putih sambil lari-lari hahaha." balas Lola.


"Seru buat Lo yang lagi lari dari kenyataan cinta labil lo, kalau buat kita lari bikin bengek cok." ucap Ita sambil merangkul pundak Lola.


"Betul kata Ita, yang kita butuhkan saat ini isi perut dulu bukan lari, Lari dari hati galon juga butuh tenaga beb," ucap Palupi ikut merangkul pundak Lola dari sisi yang lain.


"Have fun forever together." seru Ari dan Juwi bersamaan merangkul pundak ita dan Palupi.


__ADS_1


..."Sahabat adalah seseorang yang menari bersamamu di bawah matahari dan berjalan bersamamu di kegelapan."...


__ADS_2