Off Bucin

Off Bucin
Tolong,.


__ADS_3

"Gimana keadaan Bila?" kalimat tanya yang langsung meluncur dari bibir Daren saat melihat Lola keluar dari ruang IGD dengan wajah terlihat cemas.


Lola tak menjawab dengan kata-kata dia hanya mengangkat kedua bahunya sebagai tanda tak tau berjalan lemas mendekati Daren.


"Udah jangan terlalu pikirin, dia udah ada di tangan orang-orang yang tepat mereka akan menangani Bila dengan baik Yang." ucap Daren menenangkan Lola agar tidak terlalu khawatir dengan keadaan Nabila.


"Kalau sampai terjadi hal buruk pada Bila itu salah kita berdua Bih," ucap Lola masih merasa bersalah atas kolapsnya Nabila.


"Bih?" tanya Daren menghiraukan perkataan Lola yang lain tapi kepo dengan satu kata terakhir yang Lola ucapkan.


"Hah?" Lola balik bertanya tak paham maksud pertanyaan Daren.


"Coba ulangi kata terakhir yang Ayang ucapkan tadi." pinta Daren pada Lola dengan serius menatap wajah Lola.


"Yang mana Bih?" tanya Lola tanpa menyadari bahwa kata terakhir dalam kalimatnya yang dipertanyakan Daren.


"Bih? Apa maksudnya Bih?" tanya Daren mulai fokus pada satu kata yang membuatnya penasaran.


"Oh itu. Bih itu gantinya baby yang diambil 2 huruf tapi di ganti i dan ditambah h belakangnya aja Bih, cuman kalau by itu kan lidah orang bule Bih hehehe." jelas Lola sampai terkekeh.


"Ooo...Btw enak juga di panggil Bih Yank, kedengarannya lebih mesra gitu. Boleh deh mending dipanggil Bih aja daripada My Heart kepanjangan. Pasti nggak nyaman ya di lidah ayang." balas Daren sepertinya tahu ribetnya Lola menyapanya dengan My Heart.


"Maciiih tayank, Kamu tuh emang selalu memahami aku dan jadi sesuatu dah. Makin sayang sama kamu Bih." saut Lola memasang wajah imutnya di depan Daren membuat dada Daren tak pelak berdebar.


"Yang, kamu masih rajin ngaji ya sama keluarga kamu?" tanya dari tiba-tiba seperti mengalihkan topik.


"Masih. Emang kenapa tiba-tiba tanya kayak gitu Bih?" jawab Lola balik bertanya sambil mengerutkan dahi.


"Tolong bilang sama ayah kalau calon mantu minta didoain Biar Ayank bisa cepat jadi tulang rusuk Abang." jawab dari dengan wajah serius.


Mendengar jawaban Daren sontak membuat Lola tak mampu menyembunyikan Senyum Dan rona merah di wajahnya hingga dia harus menutup mulut dengan telapak tangan kanannya agar tidak terdengar tawanya di ruang tunggu IGD.


"Hihihi. Iya tar Eneng sampaikan sama Ayah" saut Lola sambil cekikikan.


"Eneng geulis.... Abang minta tolong dong." goda Daren saat mendengar Lola memanggil dirinya Eneng.

__ADS_1


"Eheq, langsung terbang nih kupu-kupu di hati Eneng di panggil gitu Bih hehehe." balas Lola terkekeh makin geli dengan kealayan mereka berdua.


"Udah napa jangan canda mulu ya Abang serius nih." ucap Daren mencoba menghentikan tawa Lola untuk serius.


"Iya iya, emang mau minta tolong apa sih Bih?" tanya Lola memasang wajah serius menatap Daren.


"Tolong dong Yang ambilin barang berharga Aku yang jatuh." pinta Daren pada Lola.


Satu permintaan yang membuat Lola mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti barang berharga apa milik Daren yang jatuh.


"Apaan?" tanya Lola serius dengan memicingkan matanya ke arah Daren.


"Hati Abang yang jatuh karena kamu." goda Daren dengan wajah serius tanpa senyum.


"Hilih preeett 😂, gombalin cewek nya kok gak tau tempat." saut Lola sambil ngakak mendengar gombalan Daren.


Dua orang pasutri yang duduk tak jauh dari mereka ikut tersenyum mendengar canda mesra mereka berdua.


"Oh ya Bih, waktu pertama kita kenal aku kira Pas lihat kamu kirain cowok bule ternyata salah karena kamu tuh cowok aku hehehe." ucap Lola tak mau kalah gombalannya membuat Daren tersenyum tersipu.


"Cieeee... pacar abang udah mulai pinter ngegombal ya." ucap Daren memuji Lola sambil memajukan wajahnya.


"Lah, orang setiap ketemu digombalin gimana nggak pinter. Walaupun Lola ini loadingnya lama tapi kalau hal-hal yang indah dikenang pasti nempel lagi memori Bih." saut Lola memasang wajah imutnya membuat daring jadi semakin gemas.


"Yang. Bisa tolong munduran dikit, gak? Soalnya cantik kamu kelewatan Yank." ucap Daren membuat Lola wajahnya bersemu merah.


"Mas kamu kok gak pinter gombalin sih kaya cowok itu." kata cewek pasangan pasutri itu.


"Kata siapa gak bisa sayang? Gombalan Kya gitu mah udah pasaran." cetus si cowok.


"Coba kalau kamu bisa, selama bertahun-tahun kita menikah belum pernah kamu merayu aku Mas." balas si istri sambil mencibir ke arah suaminya.


"Kamu tahu nggak aku nikahin kamu itu karena kamu itu kayak mangga, udah harum manis lagi." ucap sang suami sambil mencubit mesra hidung istrinya hingga wajah istrinya tersenyum tersipu malu.


"Dih. Mamas ternyata bisa gombal juga ya jadi berasa seperti Masih pacaran kayak dulu."saut sang istri sambil memukul pelan lengan suaminya.

__ADS_1


"LOLA! ADA YANG NAMANYA LOLA?' suara seorang perawat cewek memanggil dari pintu ruang IGD.


"Saya Mbak!" seru Lola sambil mengangkat telapak tangan kanan dan bertugas berjalan mendekati perawat itu.


"Ikut saya, pasien pengen bertemu."pinta perawat itu.


Daren pun beranjak dari di duduknya berniat hendak mengikuti mereka berdua tapi perawat itu mencegah dengan mengulurkan tangan menahan agar Daren menunggu.


"Cukup satu orang."tiga kata yang keluar dari mulut perawat membuat Daren terlihat kecewa dan akhirnya kembali duduk.


Sementara itu di ruang perawatan Nabila khusus Nabila tampak sudah memohon kepada dokter muda yang berjaga di IGD yang sangat dia kenal untuk membantunya berbohong tentang keadaan alam dirinya yang sesungguhnya.


"Kak Evan Tolong Bila jangan bilang kalau kondisi Bila barusan pura-pura sakit. Kak Evan tahu kan penyakit Bila dan juga harapan hidup Bila yang tidak akan lama bertahan. Bila cuman mau disisa umur yang Bila punya ada di samping orang yang Bila sayang dan Bila cintai yaitu Daren, jadi tolong Kak Evan kasih kesempatan buat Bila agar bisa mewujudkan itu waktu Bila nggak lama Kak, pasti kakak tau." ucap Nabila memohon dengan mata berembun


Dokter Evan yang tahu persis kondisi Nabila tidak tega melihat dan menolak permintaan Nabila dan hanya bisa mengangguk lemah.


Tok tok tok


Ketukan pintu menghentikan pembicaraan mereka saat di mana perawat dan Lola masuk ke ruang perawatan Nabila.


"La, Kaka keluar ya." ucap dokter Evan sambil mengusap pundak Nabila.


Nabilah menjawab dengan anggukan kepala, tatapan matanya tanpa kosong dan putus asa memandang ke arah Lola.


"Syukurlah Bil, lu baik-baik aja." ucap syukurlah sambil melangkah mendekati ranjang dan hendak duduk di kursi sebelah ranjang tapi Nabila mengganggu temannya dan memintanya duduk di tepi ranjang.


"La,... hiksss." ucap Bila di antara isak tangisnya.


melihat kesedihan dan tangis Nabila membuat Lola bingung dan cemas.


"Kenapa? Apa yang terjadi Bil?" tanya Lola dengan hati berdebar.


"Gue akan mati sebentar lagi Gue akan mati. please tolong gue La," ucap Nabila lirih diantara isak tangisnya tapi bagi petir di telinga yang bingung menatapnya.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


apa permintaan Nabila yang akan di sampaikan kepada Lola, ikuti episode berikutnya


__ADS_2