Off Bucin

Off Bucin
Kolaps Tiba-tiba.


__ADS_3

Sabtu pagi sekali dapur Saroh sudah terdengar berisik seperti terminal bus pas lebaran, bunyi minyak panas yang di masukan kentang di penggorengan yang beradu dengan wajan.dan spatula.


SREENGG...TENGG... TENGG.


Belum lagi suara blender yang menghaluskan bumbu untuk masakan .


SEERRRRR.


Maklum saja hari ini Saroh akan berbelanja keperluan toko ke pasar Tanah Abang dan pagi-pagi Saroh harus sudah siap untuk menyiapkan makanan sebelum berangkat bersama Lola.


"NENGG! BURUAN BANGUN KEBURU SIANG!" teriak Saroh melengking memanggil Lola yang masih berada di bawah selimut hangatnya.


"IYAAAA!" saut Lola tak kalah melengking.


Saat Lola membuka pintu kamarnya dalam keadaan masih mengantuk dan terpejam matanya tanpa sadar kaki Lola menginjak tubuh Hamid yang terbaring tepat di depan pintu kamarnya.


"EEEKKKK!" teriak Hamid tertahan saat perutnya terinjak kaki Lola.


"Kok ada guling bersuara." seru Lola kaget dengan mata langsung membulat penuh.


Tangan Lola meraih saklar lampu ruang depan lantai atas yang tepat ada di dinding depan kamarnya. saat lampu menyala bola dibuat kaget melihat Hamid yang melotot ke arahnya sambil memegangi perutnya.


"Ups sorry, gue kira tadi guling hahaha." ucap Lola terbahak sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


"B**’O LO!" bentak Hamid kasar sambil memukul betis Lola.


"Lagian salah sendiri, ngapain lu tidur di depan kamar Gue! Kek nggak punya kamar aja!" balas Lola sambil berjalan menuruni tangga.


"Neng, bantuin mama potong sayuran dulu buruan, ntar keburu siang." perintah restart begitu melihat Lola berdiri di tepi tangga memperhatikannya.


Lola melihat ada 2 ikat kangkung yang tergeletak di atas meja makan.


"Kalau makan sayurnya sih suka tapi kalau metikin kangkungnya, Iihh takut ada ulat." gumam Lola bergidik hingga tubuh dan bahunya bergetar.


"Buruan Sayang itu kangkung jangan dipandangi tapi dipotongin." seru Saroh yang sedang menggoreng ikan lele Iya suara minyak panasnya sangat berisik.


SRENGGG.... PLETAK...


"MAMA!" Panggil Lola setengah berteriak.


"Apa Neng?" tanya Sarah menoleh sekilas lirik lagu Jumatan dan kembali fokus pada lele yang digoreng.


"Ma lebih baik menjauh daripada tersakiti." seru Lola pada sang mama yang sedang menggoreng ikan lele.


"Apanya sayang?" tanya Sarah sedikit bingung dengan ucapan Lola sambil menengok arah Lola.


"Caraku menggoreng ikan Mama hahaha." goda Lola ngebucin.


"Hilih dasar kang bucin." saut Saroh geleng kepala.


Saroh meninggalkan ikan lele yang sedang dia goreng.lalu berjalan menuju ruang makan duduk di kursi makan di sebelah Lola yang sedang memotong kangkung dengan jari-jarinya.


"Bucin tuh ama ini sayang." Saroh mengambil sebatang kangkung di mana ada ada ulat yang sangat kecil menempel di salah satu daunnya.

__ADS_1


AAAHHH! MAMAA JAHAT!" teriak Lola ketakutan langsung membuang kangkung yang ada di tangannya hingga berserakan di lantai.


"Hahahaa, ama ulet aja takut giliran ama preman nantang." Saroh terbahak melihat Lola yang langsung pergi meninggalkan ruang makan menuju kamar mandi.


Setelah selesai dengan semua aktivitas dapur dan juga membersihkan diri, Lola dan Saroh bersiap untuk pergi berbelanja ke Tanah Abang untuk keperluan toko dengan mengendarai motor kesayangan Lola.


"Ma, bisa gak kalau motor ini jalannya nggak kayak keong,," teriak Lola yang duduk membonceng di belakang.


"Hah? Apaan?" teriak Saroh balik bertanya tak mendengar karena suara angin dan deru motor.


"CEPETAN DIKIT MAMSKY!" teriak Lola sekuat tenaga.


Saroh mengangguk lalu dia menambah laju kecepatan motornya hingga kurang dari 30 menit mereka sampai di stasiun Tangerang. Di depan pintu stasiun tiba-tiba Saroh memegangi perutnya yang terasa sakit.


"Kenapa Mama?" tanya Lola kelihatan cemas saat melihat wajah Saroh begitu pucat.


"Aduh Neng, perut Mama kenapa tiba-tiba sakit ya," ucap Sarah sambil meringis menahan sakit.


"Aduh Mama sakit gimana maksudnya? Pengen ke belakang?" tanya Lola cemas sambil memegangi pundak Saroh.


"Pulang aja sayang, Mama gak kuat sakit banget rasanya," keluh Saroh.


Keringat dingin mulai terlihat di kening dan juga telapak tangan Saroh.


"Ya udah. Mama turun pindah ke belakang, Lola yang bawa motornya," usul Lola.


Mereka berdua pun membatalkan rencana untuk berbelanja barang dagangan toko. Sepanjang perjalanan Saroh selalu memegangi perutnya sambil merintih. Lola membelokkan motornya di salah satu rumah sakit yang mereka lalui dalam perjalanan pulang.


Saat melihat Lola memapah Saroh memasuki ruang IGD seorang penjaga yang berjaga di depan pintu langsung membawakan kursi roda, lalu Saroh dibawa masuk ke dalam ruang IGD. dengan memakai kursi roda.


Lola tampak panik dan cemas melihat kondisi sang Mama, saat dokter dan perawat sedang memeriksa Saroh tiba-tiba HP Lola bergetar tanda ada panggilan masuk.


"Eb, Mama." ucap Lola dengan suara Parau hampir menangis.


"Kenapa tante? Lo ada di mana sekarang?" kamu Daren terdengar panik di seberang telepon.


"Di rumah Sakit Hermina Sangiang-." belum selesai sambungan telepon sudah diputus oleh Daren.


Lola yang biasanya uring-uringan dengan Daren, kali ini hanya diam sambil menangis di salah satu sisi ranjang yang Saroh tempati Menatap Saroh yang sedang di tangani dan diperiksa oleh dokter.


"Dek, mamanya punya kartu BPJS?" tanya Seorang perawat kepada Lola.


"Ambil Neng ada di HP mama," ucap Saroh sambil menunjuk pada hp-nya yang lola pegang.


Lola membuka casing hp Saroh yang berbentuk seperti dompet lalu mengambil dan menunjukkan kartu BPJS kepada perawat.


"Adik sekarang urus dulu pendaftaran mamanya ya di depan di loket 1 di lobby," ucapkan perawat sambil menunjuk arah pintu penghubung antara ruang IGD dengan lobby rumah sakit.


Bagi Lola yang sering mengantarkan sang Mama ke rumah sakit setiap kali kontrol tidak sulit untuk menemukan loket pendaftaran. Begitu di loket Lola langsung mendaftarkan Saroh untuk pengurusan administrasi biaya rumah sakit dengan menggunakan BPJS.


"Siapa yang sakit sayang?." suara lembut wanita tiba-tiba mengagetkan Lola dari belakang.


Begitu Lola menoleh ke manik matanya langsung menangkap sosok tante Lia dan Angga berdiri di belakangnya dengan wajah penasaran dan juga jangan cemas.

__ADS_1


"Tante!" seru Lola Langsung memeluk Lia menahan tangan.


Lia balas menepuk punggung Lola pelan dan merangkulnya.


"Mama Tante, tadi tiba-tiba Mama sakit perut." jawab Lola dengan mata tergenang.


"Ada di mana sekarang Mamamu sayang?" tanya Lia kembali.


"Di ruang IGD tante."


"Ya udah, kamu urus dulu administrasi mamamu Tante ke IGD temenin Mama." ucap Lia menenangkan Lola.


"Sayang kamu temani Lola ya bantu dia." pesan Lia pada Angga.


Liia pun meninggalkan mereka berdua di loket kasir untuk mengurus pendaftaran Saroh.


"Udah jangan nangis, gue yakin Mama akan baik-baik saja." Angga berkata menenangkan Lola.


"Nyokap lo kan wonder woman kek lo." sambung Angga lagi.


Mendengar perkataan Angga membuat hati Lola sedikit tenang.


"Mama emang wanita tangguh pasti Mama kuat." batin Lola.


"Lo sama tante ngapain masih pagi dah ada di sini? Sapa yang sakit?" tanya Lola baru sadar, keperluan apa membuat Angga Dan Lia masih pagi ada di rumah sakit.


"Om Hengky masuk ICU, kritis semalam jadi dari jam 10 an malam gue sama Mama ada sini," jawab Angga.


Hengky adalah adik satu-satunya Lia yang bekerja sebagai bartender di sebuah kapal pesiar.


"Hah? Sakit apa? Kok mendadak?" tanya Lola heran.


"Kanker lambung." Angga menjawab datar tapi tanpa kesedihan di dalam.


"Astaghfirullah, kasihan banget. .Terus sekarang gimana kondisinya udah sadar?" tanya Lola yang cukup akrab dengan Hengky.


"Belum sadar." jawab Angga sambil menunduk.


"Ya Allah moga dia baik-baik saja Cup." ucap Lola balik menyemangati Angga.


Lola sangat tau Angga begitu dekat dengan Om satu-satunya yang Angga miliki, pasti ada kesedihan besar dalam diri anda Lihat kondisi omnya.


"Ibu Saroh!" panggil petugas kasir di loket 1.


Lola bergegas berjalan menuju loket.


"Lo selalu bisa ngasih semangat walaupun lo sendiri sedang sedih atau terluka." batin Angga menatap punggung Lola yang berdiri di depan kasir


..."Tak semua orang akan berubah dengan waktu yang terus berjalan"...


...~Lola~...


Ampe jumpa episode selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2