Off Bucin

Off Bucin
Pencopet


__ADS_3

Rasa suntuk mendera Lola, sudah tiga hari Lola harus bed rest di kamarnya tanpa melakukan aktivitas apapun kecuali tidur, makan, main HP scroll Tik tok dan juga hahahihihi wa grup night owl atas sebatas video call dengan sahabat-sahabatnya.


"Hhhhffffffff!" Lola menghembuskan nafas ke atas hingga anak rambutnya melambai-lambai.


"Bete bete gabut akut kalau kayak gini gue bisa cepat tua." keluh Lola di bikin rap hip hop sambil menggoyangkan kedua tangannya ala penyanyi hip hop.


"Mo ngapain lagi gue! Kenapa gabut ini menderaku seperti rinduku padanya wkwkkk." kembali Lola ber hip hop ris untuk mengusir kegabuta nya.


"Ckckck, minum obat nya Teh biar cepat waras gara-gara di tinggal sultan Sueb. Huuahahaha." goda Hamid yang tiba-tiba sudah menyembulkan kepalanya di pintu kamar Lola.


"Dasar adek lucnut Lo! Lo kira gue sarap apa??" geram Lola sambil tangannya refleks menyambar guling dan melemparkan ke arah Hamid yang dengan mudah ditangkapnya.


"Lo mah bukan sarap Teh tapi bucin akut kebayakan micin wehh, ampe naik motor aja jatuh kek baru belajar aja lho." ledek Hamid sambil berlalu pergi dari kamar Lola.


"Bomat! Namanya juga lagi apes wehhh!" saut Lola tak mau kalah.


"EH, ADA BANG DAREN. MAU KETEMU TETEH YAAAA!" suara nyaring Hamid dari kamar Lola membuat jantung Lola seketika berdetak kencang.


"Sueb, gak mungkin dia datang ke sini." kepanikan tiba-tiba langsung menyergap Lola dengan Mata jelalatan dia langsung mencari hijab dan cardigan nya.


Kreeekkkk.


"Mana Sueb Mid?" tanya Lola menyembulkan kepalanya sebagian untuk mengintip.


Hamid yang masih berdiri tepat di dekat tangga menoleh ke arahnya.


"Kamu nanyakkkk?" ledek Hamid menirukan kata-kata dan ekspresi wajah persis seperti beberapa artis Tik tok yang saat ini sedang viral.


"DASAR OGEEEEE!" teriak Lola berlari ke arah Hamid karena merasa sedang di prank.


"Dih bilang dah off Bucin tapi masih ngarep. Dasar cewek sekali Bucin ya tetep Bucin Teh. Huuahahaha..!" ledek Hamid kembali sambil berlari menuruni tangga.


"KEMITTT PEAKKK!!" teriaknya Lola keluar barbarnya.

__ADS_1


"Dari pada gue stress di rumah tiap detik tiap menit tiap jam gelud ma Kemit mending gue ajak si Cumi ke Paslam jajan cumi bakar." gumam Lola bersemangat kembali berjalan ke kamarnya.


***


Daren mengendarai mobil dengan kecepatan sedang di tengah jalan kota Tangerang yang tidak terlalu rame dan tak tampak kemacetan di setiap sudut jalan kota.Tak butuh waktu lama buat Daren untuk sampai di rumah Nabila.


"Kehadiranmu membuat duniaku penuh warna dan juga ada asa yang selalu hadir di hidupku bahwa hidup begitu indah dengan adanya kamu Ren." gumam Nabila saat berdiri menyambut kedatangan Darin di teras depan rumahnya.


"Mau jalan ke mana kita hari ini La?" satu kalimat pertanyaan yang langsung keluar dari bibir Daren meluncur begitu saja.


"Kita healing kuliner ke Paslam Ren." ajak Nabila manja sambil menggamit lengan Daren.


"Kemanapun Tuan Putri hendak pergi, hamba siap menemani." ucap Daren seperti seorang pangeran kepada putri pujaannya.


Selama berkendara Nabila selalu berdendang, entah berapa lagu acak yang terdengar keluar dari bibir tipisnya. Wajah Nabila bersinar bahagia, berada di samping Daren adalah kebahagiaan terbesarnya membuat Nabila selalu punya harapan besar untuk terus hidup.


"Happy amat Tuan Putri hari ini?" tanya Daren melirik Nabila dengan ekor matanya sambil melempar senyum.


"So pasti lah kan ada di dekat Kamu, buatku Kamu adalah penyemangat terbaikku dan aku gak mau kehilangan itu." ucap Nabilah menoleh ke arah dengan senyum manis di bibir tipisnya.


Begitu mereka sampai di kawasan pasar lama Daren memarkir mobilnya di sebuah halaman gedung pemerintah yang ada di sekitar situ. Begitu turun dari mobil Nabila langsung bergelayut manja di lengan Daren, dengan senyum manis yang selalu menghiasi bibirnya.


Hari sudah menjelang sore langit senja berwarna jingga keemasan mulai tampak di ufuk Barat. Suasana kawasan kuliner pasar lama mulai dipadati oleh pendatang yang ingin manjakan lidahnya dengan banyaknya model jajanan yang oleh para pedagang.



Lampu lampion berwarna merah cerah makin membuat senja jelang malam Pasar Lama menjadi suasana romantis di antara keramaian.


"Cumi, beli anak Lo yang di sebelah sono aja tuh deket tukang cilor kang ganteng," ajak Lola menarik tangan Juwi.


"Haiisstt! Terlalu Lo masa beli anak Gue buat di makan 😭." gerutu Juwi kesal.


"Wkwkkk, pan anak Lo itu super duper nyammy Cumi hehehe," kelakar Lola.

__ADS_1


"Yang ini aja Mut, di sini sepi," tawar Juwi berhenti tiba-tiba saat melewati penjaja Cumi bakar.


Lola menoleh ke arah si penjual Cumi bakar seorang remaja seusianya yang sedang melayani beberapa pembeli dengan wajah dingin.


"Ogah ahh, yang jual dingin. Gue mau yang hangat aja di sana, apalagi deket sama kang cilor yang ganteng bikin mata segar." tolak Lola kembali menyeret tangan Juwi.


"Dih, mantan Bucin jadi kadal betina." celetuk Juwi mencibir ke arah Lola.


"Maklum lah bestie efek di gombalin kadal ya jadi kek gini xixixi." saut Lola terkikik.


Mereka berdua akhirnya sampai juga di depan penjaja Cumi bakar yang sedang ramai hingga sang penjual tak terlihat akibat pembeli yang begitu padat di depan stan nya.


"Mut, yang jual pantatnya gak keliatan. Mending kita beli belah sana aja ya." bujuk Juwi malas saat melihat antrian yang begitu banyak.


"Beb, Lo tuh mo beli cumi bakar apa pantatnya yang jual?" tanya Lola melotot ke arah Juwi.


"Iya iya serah Lo aja dah," dengan pasrah akhirnya Juwi mengikuti keinginan Lola.


Setelah mencatat pesanan Juwi dan Lola menunggu sambil berdiri bersama beberapa orang. Hal yang bisa di lakukan keduanya untuk menghilangkan bosan adalah dengan bermain hp, sambil scroll Tik Tok sesekali Lola mengalihkan pandangannya ke arah pengunjung.


Saat manik matanya melihat ada pergerakan yang mencurigakan dari salah satu pengunjung sedang memasukkan tangannya pada salah satu tas pembeli yang ada di depannya dan langsung bergerak hati-hati menyingkir dengan dompet di tangannya mata Lola melotot kaget.


"Sialan! Copett!" teriak Lola membuat si pencopet mengambil langkah seribu di antara kerumunan pengunjung pasar lama.


Lola langsung mengejar si pencopet yang sudah masuk ke gang sempit di area perkampungan yang banyak di tempati warga Tionghoa.


"MUT!" teriak Juwi mengejar Lola.


"COPETT! COPETT! COPETT!! teriak beberapa pengunjung yang mulai menyadari adanya pencopet tanpa tau orang nya.


"Ren! Dompet Ku!" teriak Nabila saat menyadari kalau korban pencopetan adalah dirinya.


Daren melihat ke arah Lola dan Juwi yang sedang mengejar pencopet, lalu secepat kilat Daren berlari ikut mengejar pencopet.

__ADS_1


Duh, apa yang terjadi selanjutnya


Yuk terus kepoin ya Kaka 🙏


__ADS_2