
Sesuai Agenda sekolah SMU Kusuma bangsa untuk kelas 12 bawa seminggu setelah hari kelulusan mereka akan mengadakan perpisahan tour ke luar kota.
Acara perpisahan tour ini diselenggarakan di kota kembang Bandung tepatnya di sebuah villa yang disewa khusus oleh pihak sekolah selama dua hari satu malam.
Pagi buta jelang subuh Lola dan Saroh sudah sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk Lola berangkat tour, bahkan dari semalam Saroh membantu Lola hingga jam tidur nya hanya 2 jam semalam.
"Buruan Mah! Keburu telat nih." Lola mulai tak sabar menunggu Saroh yang masih berganti pakaian di kamar nya.
Saroh tergopoh-gopoh ke luar dari kamarnya dan menyambar kunci mobil yang di atas lemari pajangan dekat kamarnya.
"Awas neng! Mama keluarin motornya, kamu buka garasinya." seru Saroh terlihat buru-buru.
Suasana garasi masih gelap karena lampu garasi yang jarang dinyalakan kalau malam. Begitu pintu gerbang dibuka oleh Lola Sarah langsung mengeluarkan motor Beat warna ungu hitam milik Lola.
"Aduh, kok kuncinya macet!" seru Saroh jari Saroh mengutak-atik kunci motor.
"Awas, mama turun!" perintah Lola pada Saroh.
Lola menggantikan posisi Saroh setelah Sarah turun dari motor, dan begitu dia mencoba memutar kunci motor, Lola merasa ada yang aneh lalu dia menyalakan senter hp-nya.
"Astaghfirullah! Mama mama, kalau pikun jangan kebangetan apa Mah. sampai lebaran kucing juga nggak bakalan motor bisa jalan sama kunci mobil," geram Lola gregetan melihat mamanya yang sering nggak konsen.
"Astaghfirullah! Hahaha." seru Saroh sambil terbahak.
"Hahaha. Dah bawa sini mama tukar dulu." pinta Saroh masih sambil terbahak.
Lola menyerahkan kunci mobil milik Dadang pada Saroh.
"Pantas aja Lola lemot, orang induknya juga lola." gumam Lola sambil geleng-geleng kepala.
Tak sampai 5 menit Saroh sudah keluar dengan membawa kunci motor milik Lola, dan mereka berdua menembus pekatnya pagi buta menuju sekolah Lola.
"Sepi banget sayang, tar mama pulangnya gimana? Takut ada begal." keluh Saroh yang duduk di belakang membonceng.
"Kalau ada begal ya tinggal kasihin aja motornya mah, kan enak nanti Mama tinggal beliin motor baru buat Lola hehehe." canda Lola terkekeh.
Pletak
__ADS_1
"Nih anak kalau ngomong selalu nggak ngenakin isi dompet." geram Saroh sambil menjitak helm yang Lola pakai.
"Namanya juga usaha mah pengen punya motor baru hehehe." dengan santainya Lola ngeles.
"Usaha kok doanya nggak baik." balas Saroh.
Tak berapa lama dari kejauhan tampak beberapa bus berjajar di depan sekolahan Lola, begitu juga kerumunan beberapa murid dan orang tua yang mengantar.
"Mah hati hati pulangnya, kalau ada begal jan lupa titip salam terma kasih udah bantu Lola dapatin motor baru." kembali Lola bercanda membuat Saroh melotot tajam ke arahnya.
"Astaghfirullah! Anak ini ya benar-benar, pagi-pagi udah bikin darting mamahnya." geram Saroh geregetan.
Tepat jam setengah lima para siswa sudah naik ke dalam bis masing-masing, kelas Lola mendapat bis nomor 4 sementara kelas Daren mendapat bis nomor 7 total semua bis ada 10.
Saat manik mata Lola menangkap Juwi yang duduk di bangku nomor 3 dari depan sekilas Juwi memandangnya lalu membuang muka keluar jendela.
"Bismillah moga-moga hati doi bisa lumer kali ini." batin Lola berharap.
Sejak kejadian di kantin hubungan antara Lola dan Juwi benar-benar jauh, sementara sahabat-sahaba yang lain bisa memaklumi dan menerima dengan syarat Lola harus tetap menjalani hukuman sesuai peraturan Owl night.
"Hai beb," sapa Lola sambil tersenyum.
Juwi tak merespon, wajahnya tetap datar dan dingin tanpa memandang ke arah Lola.
"Geser beb." pinta Lola ramah.
Juwi dengan bibir manyun terkatup beranjak dari duduknya memberi jalan kepada Lola untuk menempati kursi dekat jendela.
"Makasih bestie." Lola berterima kasih sambil mengembangkan senyum di bibirnya.
Begitu Lola selesai menyimpan tas ranselnya di bagasi atas kursi penumpang dia mengatur tempat duduknya senyaman mungkin.
"Wi, gue mau min-."
"Pindah Lo," perintah Juwi pada Askia yang duduk persis di kursi depan Lola.
"Tapi gue kan-" saut Askia hendak menolak permintaan Juwi tapi melihat mata Juwi yang melotot tajam ke arahnya membuat Askia tak mampu membantah.
__ADS_1
"Apa? Gak mau Lo?" tanya Juwi dengan tatapan tajam ke arah Askia membuat Askia dengan terpaksa pindah mencari bangku yang lain.
Lola menarik nafas berat melihat sikap Juwi jika sedang marah sulit sekali untuk dibujuk bahkan orang lain bisa terkena efeknya.
As, duduk sini aja." Lola menawarkan bangku di sebelahnya kepada Askia.
Askia tersenyum ke arah Lola dan hendak berjalan menuju kursi di sebelah Lola. Tapi belum sempat dia sampai, Angga menyalip jalannya dan langsung duduk di sebelah Lola.
"Lo! Ngapain duduk di situ. Itu tempat buat Askia bukan buat lo!" larang Lola melotot tajam ke arah Angga.
Angga menoleh ke arah Lola dengan wajah datar tanpa senyum dia berkata,
"Gue ikut tour ini bayar dengan harga yang sama seperti yang lain dan gak ada aturan kan gue harus duduk di mana? Jadi gue bebas nentuin di mana gue duduk."
Jawaban Angga membuat lola tak mampu menyanggahnya Lola pun membuang muka ke arah jendela. Tak sampai setengah jam begitu selesai sholat subuh di mobil Lola pun sudah tertidur pulas di bis.
"Hmm, gak pernah berubah. Begitu bau bensin langsung molor." gumam Angga menoleh menatap Lola yang tertinggi pulas dengan kepala bersandar di jendela.
Laju bis yang belum memasuki tol dan jalanan yang tidak rata membuat bis sering terguncang hingga kepala Lola beberapa kali membentur jendela.
Angga menghela nafas, lalu dia menoleh ke bangku sebelah kirinya dan melihat penumpang di bangku itu tertidur pulas.
Wajah Angga kembali menoleh ke arah Lola, perlahan telapak tangan Angga menggapai kepala Lola dan membawa ke pundaknya untuk direbahkan.
Selang 10 menit kemudian Angga pun ikut tertidur pulas hingga kedua kepala mereka saling bersentuhan untuk menyanggah.
Klik klik klik.
Tiga jepretan kamera mengarah pada Lola dan Angga dengan pose yang sweet
"Hmm, bisa bikin senjata untuk balas dendam gue selama ini." gumam seseorang yang berdiri di bangku depan saat tak sengaja berdiri dan menoleh ke arah belakang.
Juwi yang tidur ayam mendengar gumaman itu tapi tak merespon dan tetap melanjutkan tidurnya.
Perjalanan menjadi begitu cepat karena rute melalui tol dan juga kondisi jalan yang masih sepi. Tepat pukul 09.00 pagi bis mulai memasuki kota Bandung dan langsung menuju ke daerah Lembang.
Bagaimana kejadian selanjutnya dan siapa orang usil yang sudah mengambil foto Lola dan Angga yuk simak terus di episode selanjutnya off bucin 2 love you beb
__ADS_1