
Drrrrttt... Handphone Fani berdering. Fani yang baru saja mau menyebrang jalan ke kantor membatalkan niatnya. Dia kembali menepi ke halte dan mengangkat telepon dari dila.
Tiba-tiba mobil sport merah melaju dengan kencangnya. Sekilas Fani melirik Plat mobil tersebut.
"Huft, mobil pembalap itu lagi" ucapnya dengan tangan yang masih memegang handphone yang bersandar di telinganya.
"Untung belum jadi nyebrang tadi " ucap Fani.
"Hei, Fan ! Apaan sih dari tadi bicara sendiri terus. ngomong ga jelas lagi. Mobil apaan sih ? Nyebrang apaan ? " ucap Dila didalam telepon.
"Enggak, lupain aja. Ngapain kamu telepon pagi-pagi gini Dil ? " ucap Fani.
"Kamu dimana Fan ? " tanya Dila.
"Aku sudah mau sampai kantor, di halte seberang . Tinggal nyebrang aja kok" jawab Fani.
"Oh.. Ya sudah. Kalau begitu sebelum naik ke atas, ke parkiran dulu yah. Bantuin aku bawa kotak-kotak souvenir ini. Banyak banget soalnya, mana Nisa masih dijalan tadi sewaktu ku telepon" ucap Dila.
"Oke.. " ucap Fani.
*******
Sesampai di parkiran, Fani bingung mencari posisi Dila. Untung yang dicari melambai-lambaikan tangannya. Memberi kode bahwa dirinya disana.
Fanipun menghampiri Dila.
"Mana yang mau diangkut ?" tanya Fani.
"Nih, semua yang dalam bagasi" ucap Dila.
"Banyak banget buat apaan sih ?" tanya Fani sambil mengangkut kotak kardus yang berisi macam-macam souvenir itu.
"Lah, masa kamu ga tau sih ? Ini kan sumbangan kita bertiga kemarin, buat ... " belum selesai Dila menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Nisa datang.
"Sorry, teman-teman. Aku baru datang. Sini, aku bantu angkat" ucap Nisa yang baru datang dengan napas terengah-engah.
Merekapun berjalan sambil membawa masing -masing satu kotak kardus yang berisi souvenir.
"Kalian tau ga kalau hari ini, hari ulang tahun Perusahaan ?" tanya Nisa.
"Oh, pantes tadi di halaman depan banyak ucapan dan karangan bunga dari perusahaan-perusahaan lain" jawab Fani.
__ADS_1
"Iya, kalau ga salah PT. Mandala Putra Group ngadain pestanya di Hotel bintang lima milik Mandala group. Manager HRD diruangan aku bilang bahwa kita juga boleh datang ke acara itu" ucap Dila.
"Asyikkk aku mau datang. Pasti banyak makanan yang enak-enak disana. Aku suka pesta !" ucap Nisa.
"Aku juga pasti datang. Kan kolega-kolega perusahaan mandala juga diundang. Pasti banyak konglomerat kelas atas yang datang. Pasti banyak cowok-cowok tampan nan mapan di sana" ucap Dila berapi-api.
"Aku ga pergi yah. Kalian aja. Aku ga suka pesta" ucap Fani.
"Yah fani, pergi aja dong. kurang lengkap kalau kita ga komplit " ucap nisa.
"Sorry aku benaran ga mau datang nis. Mending aku bikin kue dirumah bantuin nenek. Kalian berdua aja ya. Ga apa - apa kan ? " ucap fani.
"Ya udah kami juga ga bisa maksa kalau memang kamu ga bisa " ucap dila seraya tersenyum.
Tiba - tiba langkah fani terhenti melihat mobil sport merah dengan BG yang sangat dia hafal terparkir di parkiran mobil perusahaan.
Jadi pemilik mobil ini pegawai kantor ini juga. Siapa pemiliknya yah, benar - benar pengemudi yang membahayakan
"Ngapain kamu ngelihatin mobil pak presdir lama - lama fan? tanya dila heran melihat tingkah fani.
"Apa ? Mobil presdir ? " tanya fani balik.
"Yang bawa siapa ? Pak rendi sendiri atau Pak Roy sekretarisnya ? tanya fani.
"Ya pak presdir sendiri. Kalau berkendaraan aku dengar dia tidak suka disupiri oleh siapapun. Aku dengar - dengar dari orang, Dia lebih yakin kalau dia yang bawa sendiri kendaraannya " jawab dila.
"Ya iyalah dia bawa sendiri jadi bisa bebas mau ngebut kayak gimana juga " ucap fani ketus.
"Kamu kenapa sih fan tanya - tanya mobil pak presdir. Bukannya kamu paling malas ngurusin yang beginian " tanya nisa.
"Bukan apa - apa. Mobil ini sudah beberapa kali aku hampir berpapasan. Ngebutnya kelewatan. Kayak jalanan umum jadi arena balapnya aja "ucap fani kesal.
"Mungkin itu style - nya kali fan bawa mobil ngebut. Keren kan. Yang penting tidak membahayakan orang lain . Belum ada korban juga kan " ucap dila membela pak presdir.
"Iya kalau sekarang sih belum, ga tau nanti " ucap fani sambil jongkok siap - siap mencabut tutup klep mobil sport merah itu.
"Fan kamu ngapain ,bahaya tau ada cctv diparkiran ini " ucap dila.
"cctv nya mengarah ke kanan kok aku sudah lihat tadi. Aku mau cabut tutup klep yang sebelah kiri bagian belakang. Makanya kalian nunduk juga kayak aku biar ga kelihatan "ucap fani sambil memutar - mutar dan menarik - narik tutup klep tersebut.
Aduh sulit juga ya. Kuat juga ternyata tutup mobil mewah ini.
__ADS_1
"Yess ! berhasil " ucap fani.
"Aduh gila kamu fan, aku beneran takut deh kalau kita ketangkep " ucap nisa.
"Ga bakal tau kok, tenang aja. Semua sudah diperhitungkan ucap fani "
Merekapun berjalan menuju lift untuk naik keruangan masing - masing.
*******
Didalam lift, Mereka masih memegang masing - masing kotak kardus berisi souvenir.
"Oh, iya kamu kok belum cerita dil souvenir - souvenir ini buat apa ? tanya fani pada dila.
"Masa kamu ga tau fan ? gantungan kunci ini kan buat souvenir perpisahan kita. Ini hari terakhir kita magang! " ucap dila.
"Iya, sedih ya teman - teman harus pisah dengan orang - orang disini. Padahal mereka baik - baik banget " ucap nisa.
Dila mengangguk mengiyakan.
Tidak dengan fani yang tersenyum lebar karena senang mengetahui hari ini hari terakhirnya magang.
Akhirnya bebas juga dari diktator kejam ini. Yess !!!
******
Di dalam ruangan keuangan, Fani berkeliling dari satu meja ke meja lainnya membagikan souvenir tanda kenang - kenangan. Terakhir dia membagikan ke meja Mbak lia, manager keuangan.
"Ya ampun fani kami sangat merasa kehilangan sebenarnya apalagi mbak yang sering dibantu sama kamu " ucap mbak lia.
"Kalau sudah dapat ijazah dan transkrip, cobalah masukin lamaran di perusahaan ini. Ntar, ibu bantu rekomendasi ke pak presdir. Kamu sangat berprestasi kok " ucap mbak lia.
Aduh jangan deh mbak, aku aja sudah males lihat sifat pak presdir yang arogan itu. Mending aku cari kerja tempat lain aja
" Makasih ya mbak atas bimbingannya selama ini disini " ucap fani sambil memeluk mbak lia.
"Nanti malem jangan lupa datang ya fani ke hotel mandala, Ada pesta perayaan ulang tahun perusahaan Mandala. Seluruh karyawan datang. Anggap aja kumpul - kumpul buat perpisahan fani juga " ucap mbak lia.
"Oh iya aku pasti datang mbak " ucap fani.
Aku pasti datang ke pesta perayaan itu, untuk meninggalkan kenang - kenangan untuk pak presdir yang terhormat. karena aku sudah tidak magang disini lagi. Tunggu pembalasanku pak presdir ! akan aku buat kegaduhan di pesta perayaan perusahaanmu nanti malam ! hohohoo !!
__ADS_1