Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
39. Hanya belum meninggalkanmu


__ADS_3

Fani berdiri dari kursi kerjanya dengan gaya orang yang sedang aerobik, dia merentangkan tangannya dan memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan.


Pekerjaan kali ini memang luar biasa banyak. Ditambah mbak Zia gak masuk hari ini karena sakit. Mau tak mau Fani yang mengambil alih pekerjaan Mbak Zia.


"Semangat, sedikit lagi selesai !" ucap Fani yang melihat jam dinding yang sebentar lagi menunjukkan waktunya jam istirahat siang.


Tiba - tiba bagian mbak vira bagian resepsionis datang menghampiri meja Fani.


"Fani, ada seseorang perempuan yang mencarimu di lobby bawah. Dia ingin bertemu denganmu. Bagaimana, kamu mau menemuinya ga ?" Tanya mbak Vira.


"Siapa mbak namanya ?" tanya Fani.


"Nona Keyla Veronica" ucap mbak Vira.


"Apa ?" fani seperti terkejut mendengarnya.


"Iya. Apa itu temanmu ? kedengaran seperti nama selebriti ya ?" ucap mbak Vira.


"Dia memang selebriti mbak Vira. Suruh dia naik ke atas saja mbak. Nanti aku akan berbicara dengan dia di ruang tamu lobby ruangan kita" ucap Fani.


"Oh, iya baik" ucap mbak Vira yang masih heran bagaimana Fani bisa mengenal selebriti seperti Keyla.


Apa yang mau dia bicarakan !


Batin Fani.


Fani melangkahkan kaki menuju lobby ruangannya. Dia mendapati Keyla yang telah duduk manis di sofa. Penampilannya selalu menakjubkan. Kali ini dia mengenakan baju kerja dengan atasan blazer dipadu padankan dengan rok mini kotak - kotak bewarna coklat muda. Ya, aku pernah membaca artikel tentangnya sewaktu itu di situs online. Selain seorang supermodel dan selebriti, dia juga seorang pebisnis muda. Dia pimpinan perusahaan kosmetik yang terkemuka. Sungguh - sungguh paket komplit.


"Selamat Siang !" ucap Fani.


"Selamat Siang, Maaf mengganggu jam istirahatmu. Tapi bisakah kita mengobrol sebentar ?" ucap Keyla dengan suara lembutnya.


"Ya, tentu saja" ucap Fani yang ikut duduk di sofa, bersebrangan dengan Keyla.


"Jadi kau bekerja di sini ya ? kalau tidak salah ini perusahaan milik Vino kan ?" ucap Keyla.


"Ya" ucap Fani singkat.


"Kau bilang ada yang ingin dibicarakan ? Apa itu ?" tanya Fani.


Keyla tersenyum mendengar ucapan Fani.


"Kau to the point sekali. Kita bisa berbincang - bincang ringan dahulu setidaknya. Agar mengenal satu sama lain" ucap Keyla.


"Aku orangnya tidak menyukai basa - basi. Jadi aku perlu tahu sekarang. Mengapa nona Keyla mencariku ?" tanya Fani.


"Baiklah. Kau pasti tahu aku dan Rendi pernah menjalin kasih selama tiga tahun. Aku rasa tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk seseorang melupakan sebuah kenangan" ucap Keyla.


"Aku meninggalkan Rendi pada saat itu karena terpaksa. Aku menderita sakit leukimia dan terpaksa harus dirawat intensif di rumah sakit. Aku tidak ingin menjadi beban bagi Rendi dan aku merasa tidak pantas saat itu untuk menjadi kekasih Rendi karena penyakit yang kuderita. Sekarang keadaanku telah membaik. Mungkin dengan sedikit pemulihan aku bisa dinyatakan sembuh" ucap Keyla.


"Sebenarnya, aku dari tadi bingung mengapa kau terus bercerita tentang kisahmu kepadaku. Ini sepertinya tidak ada hubungannya denganku" ucap Fani.


Keyla kembali tersenyum.


"Ayolah, kau bukan gadis yang bodoh. Kau pasti sangat mengerti maksudku. Kau mahasiswa peraih beasiswa yang sangat cerdas sewaktu di kuliah kan ?" ucap Keyla.


Fani sangat terkejut mendengarnya. Seseorang seperti Keyla yang lemah lembut bisa berkata seperti itu. Entah mengapa walau Keyla mengucapkannya dengan sangat lembut tetapi kata - kata itu tetap terdengar pedas dan kasar ditelinganya.


"Kau menyelidikiku ? Sebelumnya aku juga sangat heran mengapa kau bisa tahu aku bekerja disini dan menemuiku !" ucap Fani.


"Tolong lepaskan Rendi. Aku membutuhkannya untuk menemaniku berjuang melawan penyakitku" ucap Keyla dengan penuh air mata.


"Aku tidak tahu mengapa kau memintaku melepaskannya. Bukankah seharusnya kau memintanya langsung kepada Rendi ?" ucap Fani.


"Aku akan bicara langsung padanya nanti.Aku sangat tahu siapa Rendi. Kau bukan tipenya sama sekali. Dia menyukai gadis yang cantik, lembut dan penurut, bukan gadis yang berisik dan ceroboh. Mungkin ada suatu alasan mengapa dia harus memilihmu" ucap Keyla.


"Aku sangat yakin dia masih memiliki perasaan padaku. Karena sewaktu aku pingsan di kantornya, dia langsung menggendongku dan membawaku ke rumah sakit. Aku sudah menduganya, mana mungkin cinta yang terjalin selama tiga tahun dikalahkan oleh cinta yang baru terjalin beberapa bulan saja" ucap Keyla optimis.


Tanpa terasa mata Fani mulai memerah. Sekuat tenaga dia menanhan tangis.


Mengapa setiap perkataan yang keluar dari mulutnya terasa sangat menyakitkan


"Kalau memang Rendi masih memiliki perasaan kepadamu seperti ucapanmu itu, Lalu mengapa sekarang Rendi belum meninggalkanku dan kembali kepadamu ?" ucap Fani dengan suara sedikit gemetar.

__ADS_1


Jleb ! tiba - tiba untuk sesaat lidah Keyla terasa begitu kelu. Seakan - akan Fani mengeluarkan kartu AS untuk mematahkan semua omongannya tadi.


Lalu Keyla berdiri dari kursinya dan mengambil tasnya diatas meja. Dia berjalan mendekati Fani.


"Dia bukan tidak meninggalkanmu ! tetapi dia hanya "belum" meninggalkanmu !" ucap Keyla yang sengaja menekankan kata belum, dan langsung bergegas pergi meninggalkan Fani.


Tanpa terasa air mata Fani mengalir membasahi pipinya. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia terus menangis sugugukan. Dia terus berusaha menahan suara tangisnya agar tidak terdengar keras.


Aku bahkan tidak tahu mengapa aku menangis. Air mataku tidak bisa berhenti saat dia bilang Rendi masih memiliki perasaannya kepadanya. Oh, Tuhan mengapa aku jatuh cinta pada orang yang seharusnya tidak boleh aku sukai !


Mbak Vira yang melihat dari meja resepsionis ingin berusaha menenangkannya tapi suatu sentuhan di bahunya membuatnya terpaksa menghentikan langkahnya.


"Kenapa Fani menangis ?" tanya Vino yang baru keluar dari ruangannya.


"Aku juga tidak tahu Pak. Tapi Fani menangis setelah ada tamu yang bernama Keyla Veronica berbicara padanya.


Aish.. Pasti Keyla mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati Fani. Anak itu ! Kenapa juga dia bisa kemari ! Membuatku kesal saja !


Vino mendekati Fani. Dia duduk disebelah Fani. Dia menepuk - nepuk bahu Fani untuk menenangkan.


"Sudah, tenanglah. Ini dikantor. Malu dilihat orang. Jangan menangis lagi ya !" ucap Vino.


"Aku tidak ingin menangis. Aku sudah menahannya. Tapi aku ga bisa" ucap Fani yang masih terus menutup kedua mukanya menggunakan tangannya.


Mendengar Fani yang tidak berhenti menangis, Vino hanya bisa duduk disampingnya sampai Fani tenang. Dia tahu, hanya dengan menangis mungkin cara Fani meluapkan perasaannya.


Apa yang telah dikatakan Keyla ya, Mengapa Fani menjadi begitu sedih setelah mendengarnya !


*********


Fani duduk di kursi depan dengan mengenakan pakaian pesta bewarna peach yang telah diantar oleh Roy sore tadi. Dia mengenakan sepatu sandal tali berhak tinggi yang juga dikirim oleh Rendi. Dia menunggu Rendi datang untuk menjemputnya pergi ke pesta amal.


Sesekali dia masih membayangkan kata - kata yang terucap dari mulut Keyla tadi siang. Bila mengingat itu raut wajahnya berubah kembali menjadi muram. Kalau saja dia tidak ingat telah berjanji menemani Rendi ke pesta amal. Ingin rasanya dia hanya berada dikamar dan berguling - guling hingga tertidur sepuasnya. Ia ingin melupakan ingatannya tentang siang tadi.


Ya, aku kan hanya pacar settingan. Tidak seharusnya berharap lebih !


Tiba - tiba terdengar suara nenek yang membuyarkan lamunannya.


"Rendi belum datang ?" tanya nenek yang tiba - tiba muncul dari balik pintu.


Benar saja, tiba - tiba Rendi datang mengenakan mobil sport mewah bewarna putih.


Dia turun dari mobil dan menyalami nenek Fani. Dia meminta izin untuk pergi mengajak Fani ke pesta Amal.


"Hati - hati dijalan ya" ucap nenek melambaikan tangan dan bergegas masuk ke dalam rumah.


*********


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit. Rendi dan Fani akhirnya sampai ke tempat pesta. Pesta yang bertempatan di sebuah hotel berbintang tersebut, diadakan di sebuah ballroom mewah yang besar. Ballroom yang sanggup menampung ribuan tamu tersebut di buat seperti tempat pementasan. Dengan kursi yang disusun memanjang menghadap panggung pentas didepan. Dengan lampu yang diredupkan, dan cahaya sinar lampu yang fokus ditujukan ke panggung.


Rendi dan Fani mengambil kursi di tengah - tengah. Mereka duduk bersebelahan sambil menghadap ke depan panggung.


"Wah ini seru sekali, kita seperti nonton bioskop saja ya Ren" ucap Fani.


Rendi tidak menjawab hanya tersenyum tipis.


Pembawa acara mulai membacakan rentetan acara satu persatu. Dimulai dari tarian, mendengarkan musik klasik, serta ada sesi penggalangan dana itu sendiri.


"Dan sekarang mari kita sambut penampilan dari sang pebisnis muda yang sekaligus supermodel terkenal, Nona Keyla Veronica" ucap sang pembawa acara.


Keyla keluar mengenakan gaun putih yang panjang. Wajahnya semakin cantik dengan riasan diwajahnya yang terkesan natural. Semua orang berdecak kagum memandangnya.


Fani melirik Rendi, dia melihat raut wajah Rendi yang tak kalah terkejutnya saat Keyla ada di panggung itu. Muka Fani kembali cemberut.


Sepertinya Tuhan lupa membagikan kelebihannya pada orang lain sewaktu menciptakannya. Sehingga hanya berkumpul menjadi satu pada tubuhnya. Benar - benar membuat iri saja.


Batin Fani.


Keyla ternyata tampil memainkan musik klasik dengan menggunakan piano. Jari - jarinya yang mahir dan lentik sangat piawai dalam memainkan piano. Lagu yang dibawakannya mengalun merdu membuat semua orang yang mendengar permainan pinanonya terbuai dengan suasana.


Terlebih lagi bagi fani yang sangat terbuai oleh musik klasik tersebut, saking terbuainya hingga beberapa kali memejamkan matanya untuk tertidur. Terlebih lagi dia habis mengerjakan pekerjaan kantor yang menumpuk tadi siang sehingga membuatnya sangat lelah dan ingin sekali tertidur.


"Aku sudah tidak tahan lagi, lagu yang dimainkan Keyla ini seperti menyanyikan lagu nina bobo bagiku" ucap Fani berbisik di telinga Rendi.

__ADS_1


Rendi hanya tersenyum.


"Whoaaa.." Fani menguap dan akhirnya tumbang tertidur di bahu Rendi. Ilernya mulai mengalir membasahi jas yang dikenakan Rendi.


"Astaga, bisa - bisanya dia tertidur di acara seperti ini !" ucap Rendi sambil tersenyum melihat kelakuan Fani.


Dia mencoba membenarkan posisi Fani dibahunya agar lebih nyaman.


Akhirnya acarapun selesai. Keyla yang dari kejauhan melihat keberadaan Rendi datang menghampiri Rendi dan Fani.


Dia sangat merasa iri melihat Fani yang tertidur bersandar di bahu Rendi. Wajahnya terlihat muram.


"Rendi terima kasih ya karena kau telah membawaku ke rumah sakit kemarin" ucap Keyla yang berpura - pura tidak melihat Fani yang sedang tertidur.


"Tidak masalah" ucap Rendi.


"Bisakah kita mengobrol sebentar sekarang sambil minum beberapa softdrink di meja sana" ucap Keyla.


"Mengobrol apa lagi ? Aku rasa kita sudah mengobrol kemarin di kantorku. Sekarang aku harus mengantar Fani pulang. Sepertinya dia sangat mengantuk" ucap Rendi.


Rendi berdiri dari kursinya mengangkat Fani yang terlelap tidur. Rendi menggendong Fani dan berjalan melewati Keyla.


Keyla yang melihat kejadian itu tak berhenti menatap punggung rendi dari belakang. Tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.


Ternyata kau benar - benar telah berubah !


*********


Mobil yang dikendarai Rendipun melaju menuju rumah Fani. Sepanjang jalan Fani tidur terlelap di kursi belakang.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit mereka tiba kembali di rumah Fani.


Fani yang belum terbangun di bangku belakang masih tertidur dengan posisi mulut menganga dan iler kemana - mana.


Rendi hanya menahan tawa melihatnya. Dia mengambil handphonenya dan mangambil gambar Fani yang sedang tertidur.


Tak lama Fani terbangun dari tidurnya. Dia mencoba untuk bangkit dari tidurnya dan duduk.


"Di mana ini ? Mengapa aku bisa dimobil ?" tanya Fani.


"Kau tertidur selama acara berlangsung tadi. Luar biasa. Bisa - bisanya kau tertidur di acara formal seperti itu !" ucap Rendi dengan suara tinggi.


"Apa iya ? Maaf habis lagu itu sangat cocok untuk menjadi pengantar tidur. Bukan maksudku aku sangat menikmati lagu itu seperti orang yang sedang mendongengkan cerita untuk anaknya pada malam hari" ucap Fani.


Aduh bagaimana ini menjelaskannya, kenapa jadi error begini sih !


Rendi menaikkan salah satu alisnya bingung mendengar penjelasan Fani.


"Ah, sudahlah tidak perlu dibahas. Jadi bagaimana aku bisa berada di dalam mobil ini ? Bukankah aku tertidur di tempat pesta. Apa aku tidur sambil berjalan sendiri seperti di film - film ?" tanya Fani serius.


"Wah, bagus sekali imajinasi khayalanmu ! Aku yang menggendongmu ! Badanmu berat sekali, menggendongmu seperti mengangkut sepuluh buah karung beras !" ucap Rendi.


Deg ! Apa ? Dia menggendongku. Kenapa aku jadi malu - malu begini mendengarnya ya !


"Terima kasih" ucap Fani dengan pipi bersemu merah.


"Masuklah ke dalam. Tidur yang nyeyak !" ucap Rendi.


Fani turun dari mobil Rendi. Rendi membuka kaca mobilnya.


"Oh ya, satu lagi. Aku ada hadiah untukmu" ucap Rendi.


"Hadiah apa ?" tanya Fani penasaran.


"Buka pesan whatsapp-mu ? Ada kiriman foto dariku !" ucap Rendi.


Fani membuka kiriman foto dari Rendi. Alangkah terkejutnya Fani mendapati dirinya dengan mulut menganga dan mengiler di dalam foto.


"Rendiiiii kamu sial*n !!!" teriak Fani.


Rendi tertawa terbahak - bahak sambil melambaikan tangan menutup kaca mobilnya. Diapun bergegas melajukan mobilnya.


Sampai didalam mobilpun dia masih tidak berhenti tertawa.

__ADS_1


Fani.. Fani.. ! Entah mengapa kau tidak henti - hentinya selalu membuatku tersenyum.


# Jangan lupa mainkan jempol kalian guys.. beri like, komen, dan votenya ya.. 🙏 Bahagia itu membaca komen - komen kalian yang selalu jadi penambah semangat dalam berkarya. Banyak yang minta si Fani sama Vino aja, bahkan ada yang minta Keyla sama Vino aja biar ga ganggu Fani dan Rendi 😂 Jujur membacanya sempat membuat author ketawa. Terima kasih buat apresiasinya 😘Pokoknya baca terus ya readers biar tahu gimana kelanjutannya nanti 🙏😘


__ADS_2