
Jangan lupa memberi dukunganmu ya gaes dengan cara like, vote dan komen.. 🙏
Happy Reading gaes.. 😘
********************************
Hari sudah semakin malam, Mama Nisa masuk ke kamar Nisa untuk memberikannya obat dan makan malam.
Sebelum membangunkan Nisa, Mama Nisa menggunakan thermometer untuk mengetahui suhu tubuh Nisa.
"Syukurlah, sudah agak mendingan sekarang" Gumam Mama Nisa.
"Nis, Ayo bangun. Waktunya makan obat. Lagipula kamu belum makan malam" Ucap Mama Nisa sambil menepuk-nepuk lembut lengan Nisa.
Nisa membuka matanya perlahan. Badannya masih terasa lemas. Dia mencoba bangkit untuk duduk.
Mama Nisa meyandarkan bantal di belakang badan Nisa agar Nisa bisa sandaran. Dia menyuapi Nisa makan dan memberikannya obat.
"Ma, Tau ga.. Tadi Nisa mimpiin Riko" Ucap Nisa.
"Oh, ya ? Mungkin kamu kangen kali" Ucap Mama Nisa.
"Nisa mimpi, Riko datang ke sini. Mimpinya seperti terasa nyata. Nisa merasa Riko memegang jemari Nisa" Ucap Nisa.
Mama Nisa tersenyum.
"Kalau Kamu kangen Riko kenapa ga ditelepon saja dan suruh kemari" Ucap Mama Nisa memancing.
"Ga bisa Ma. Nisa sudah putusin Riko. Nisa bilang padanya untuk tidak menemui Nisa lagi" Ucap Nisa.
"Karena apa ? Karena gosip di televisi itu ?" Tanya Mama Nisa.
"Itu bukan gosip Ma. Itu beneran.. Nisa juga awalnya ga percaya Riko orang seperti itu. Sampai akhirnya Rumah Sakit ternama mengeluarkan hasil tes DNA antara Riko dan bayi yang dikandung Mika. Ternyata hasil tes DNA-nya cocok. Padahal Nisa sudah percayain hati Nisa sepenuhnya buat Riko" Ucap Mama Nisa.
"Sekarang Mama tanya, Nisa cinta ga sama Riko ?" Tanya Mama Nisa.
Nisa mengangguk.
"Kalau cinta seharusnya Nisa tahu siapa Riko sebenarnya. Seharusnya Nisa mencari tahu dulu semua kebenaran dari masalah kalian" Ucap Mama Nisa.
"Tapi hasil tesnya Ma...." Belum selesai Nisa menyelesaikan ucapannya, Mama memotongnya.
"Cinta itu soal kepercayaan. Yang paling tahu itu semua yah hatimu. Mama yakin Nisa pasti tahu yang mana yang benar dan mana yang salah" Ucap Mama.
Nisa terdiam menunduk. Dia mencoba mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut mamanya.
Mama Nisa segera merapikan piring bekas sisa Nisa makan tadi, dan bersiap membawanya ke dapur.
Tapi, tiba-tiba Mama menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar. Dia membalikkan badannya dan menoleh ke arah Nisa.
"Oh, ya. Sebenarnya Kamu tadi ga mimpi sayang. Riko benar-benar datang ke sini menjengukmu. Dari raut wajahnya, Mama bisa lihat dia mengkhawatirkanmu" Ucap Mama Nisa tersenyum. Dia lalu pergi melangkah keluar.
Nisa menatap nanar kepergian Mamanya. Pikirannya sedang bimbang sekarang. Disisi lain dia ingin sekali percaya pada Riko tetapi disisi lain hasil tes DNA itu selalu membayanginya.
Ah, Aku rindu sekali padanya..
Batin Nisa.
*******************
Pagi hari yang begitu cerah, Matahari mulai memancarkan sinarnya. Sinar matahari yang memberikan kehangatan bagi setiap mahluk hidup pada pagi hari dan membuat orang-orang bersemangat mengawali aktivitasnya di pagi ini.
__ADS_1
Tapi tidak begitu dengan Fani. Dia yang sudah mau pergi bersiap ke kantor, mendapati seorang lelaki yang saat ini sangat dibencinya berdiri dihadapannya.
Lelaki itu bersandar di samping mobilnya yang bewarna merah. Fani berjalan menghampirinya.
"Kenapa kemari ?" Tanya Fani to the poin.
Rendi yang wajahnya masih kelihatan letih karena kurang tidur akibat menunggui papanya di Rumah Sakit tersenyum menatap Fani.
"Aku mau mengantarmu ke kantor" Ucap Rendi.
"Heh !" Fani mendengus.
"Mulai sekarang Kau tidak perlu repot-repot lagi mengantarku. Aku bisa pergi sendiri. Tidak perlu merasa tak enak padaku. Lagipula Kau tidak punya tanggung jawab untuk itu !" Ucap Fani yang bergegas pergi. Dia berjalan melewati Rendi. Tetapi Rendi menahannya. Dia memegangi lengan Fani.
"Ada apa ? Kenapa berkata begitu ? Apa ada masalah ?" Tanya Rendi.
Fani menepis tangan Rendi.
"Sudah, Jangan berpura-pura lagi !" Ucap Fani yang mulai meninggikan nada suaranya.
"Kenapa Kau memberitahu Keyla soal surat perjanjian itu ? Kenapa ? Kalau Kau ingin kembali padanya yah kembali saja. Tidak perlu merasa berat untuk memutuskan perjanjian kita. Toh, Kita hanya pacar settingan. Tetapi yang membuatku sedih, mengapa Kau memberitahunya ? Padahal Kau sudah berjanji tak akan memberitahu siapapun mengenai masalah ini. Nenekku harus menanggung akibatnya karena itu. Dia hampir pingsan mendengar pengakuan Keyla kemarin. Kau mengingkari janji Ren !" Ucap Fani.
"Keyla kemari ?" Tanya Rendi.
"Iya ! Jadi kau tak perlu repot-repot menjelaskan apapun lagi padaku" Ucap Fani.
"Karena sudah ada Keyla sekarang, Aku rasa Kau tak perlu pacar settingan lagi kan ? Jadi aku anggap perjanjian kita sudah berakhir sekarang. Aku harap mulai detik ini jangan mencariku lagi. Dan bila kita bertemu tanpa sengaja suatu hari nanti, Anggap saja kita tidak saling kenal !" Ucap Fani.
Rendi menghela nafas.
"Karena kesalahpahaman ini sepertinya kau sangat membenciku kan ?" Tanya Rendi mendekat ke Fani.
"Terhadap lelaki sepertimu, kenapa aku menyerahkan seluruh hati dan jiwaku, hanya untuk dipermainkan berkali-kali ? Padahal sepatah katapun aku tidak pernah mendengar kau berkata mencintaiku ?" Ucap Fani.
"Dengarkan dulu penjelasanku !" Ucap Rendi.
"Apa lagi yang mau dijelaskan. Aku sudah tidak mau dengar apapun lagi !" Ucap Fani yang sudah mau pergi bergegas meninggalkan Rendi.
Tetapi Rendi kembali menahan lengan Fani.
"Kalau Kau memaksaku, Aku akan menelepon polisi untuk mengusirmu" Ucap Fani.
Rendi masih tidak melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Fani.
"Lepaskan !" Ucap Fani dengan mata yang memerah menahan tangis.
Melihat mata Fani yang mulai memerah, Akhirnya Rendi melepaskan cengkraman tangannya.
Fani bergegas pergi menaiki ojek dan meninggalkan Rendi yang berdiri mematung di sana.
Rendi mengepalkan tangannya. Emosinya sudah sampai di ubun-ubun. Dia segera masuk ke mobilnya.
Dengan kecepatan penuh Dia mengendarai mobilnya. Kali ini Dia bukan mau ke Mandala Group atau ke Samudra Group menyusul Fani. Tapi Dia melajukan mobilnya menuju Perusahaan Keyla.
Setiba di sana, Rendi langsung menaiki lift dan menemui Keyla diruangannya. Tanpa mengetuk pintu ruangannya dan mengacuhkan semua staff dan skeretaris pribadi Keyla yang mencoba menahannya, Rendi langsung membuka pintu dengan kasar.
"Keyla !" Teriak Rendi dengan suara menggelegar hampir memenuhi seisi ruangan
Sontak semua yang berada di dalam ruangan yang bertuliskan Presiden Direktur itu kaget mendengar teriakan Rendi.
Ternyata di dalam ruangan itu bukan hanya ada Keyla. Tetapi ada tiga orang lelaki yang sepertinya kepala bagian dari tiap divisi. Sepertinya mereka baru saja membahas masalah perusahaan.
__ADS_1
"Rendi" Ucap Keyla terkejut dengan kehadiran Rendi.
"Kalian keluar dulu" Ucap Keyla pada tiga karyawannya itu.
Ketiga Karyawan tersebut menuruti perintah Keyla. Mereka keluar berbarengan dan menutup pintu ruangan tersebut.
Rendi langsung menghampiri Keyla yang sedang berdiri di dekat mejanya.
"Apa yang Kau lakukan pada Fani ? Kenapa Kau mengusiknya ? Padahal Aku sudah menuruti semua perintahmu !" Ucap Rendi dengan nada suara yang sarat akan emosi.
"Mengapa Kau bilang padanya Aku yang memberitahukan surat perjanjian itu padamu !" Teriak Rendi yang semakin menggila.
Keyla yang sebenarnya sangat ketakutan melihat sorot mata Rendi, mencoba menjawab semua ucapan Rendi.
"Aku terpaksa memberitahu surat perjanjian itu karena Kau yang telah melanggar semua itu duluan. Padahal Kau pergi bersamaku saat ke pameran. Tetapi sesampai disana kau menggila begitu melihat Fani bersama Vino" Ucap keyla.
"Dari situ seharusnya kau tahu bahwa yang Aku cintai hanyalah Fani !" Ucap Rendi.
"Banyak sekali yang harus menanggung akibat dari perbuatan gilamu ini. Papaku harus masuk rumah sakit karena surat perjanjian yang kau kirim ke ponselnya, dan Nenek Fani hampir pingsan karena mendengar kabar ini !" Ucap Rendi.
Keyla menyeringai.
"Oh ya ? Baru dua orang yang aku beritahu tentang surat perjanjian itu dan hasilnya sudah sedahsyat ini ? kalau begitu, Apa sebaiknya surat perjanjian itu Aku angkat ke media saja ? Apa yang akan terjadi pada hidup Fani ya ?" Ucap Keyla mengancam.
Rendi mendelik.
"Coba saja kalau Kau berani ! Aku akan menghabisimu !" Ucap Rendi.
"Selama ini Aku lunak kepadamu karena mengingat kita pernah berhubungan baik di masa lalu dan aku bersimpati dengan penyakitmu. Tapi kali ini, Bila kau menyakiti Fani, Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan menghancurkanmu !" Ucap Rendi memperingatkan.
Tanpa terasa Keyla meneteskan air mata. Dia tidak menyangka orang yang dia perjuangkan agar kembali menjadi kekasihnya itu, tega berbicara yang menyakiti hatinya.
Tiba-tiba pandangan matanya gelap. Tubuhnya terasa lemas. Keyla yang tak sanggup lagi menopang badannya jatuh pingsan tergeletak di lantai.
Rendi yang tadinya sudah bersiap melangkah keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba dikejutkan dengan suara benda jatuh yang cukup besar.
Dia menoleh ke asal suara. Betapa terkejutnya Dia mendapati Keyla yang sudah tergeletak di lantai dalam keadaan pingsan. Ditambah darah segar yang tiba-tiba mengalir dari hidungnya.
Rendi menggendong Keyla ke luar ruangan. Semua pegawai panik melihat Presiden Direktur Perusahaan mereka yang terkulai lemah karena pingsan.
"Cepat siapkan mobil, Kita harus membawanya ke Rumah Sakit !" Ucap Rendi.
Sekretaris Pribadi Keyla dan beberapa pegawai laki-laki ikut dengan Rendi ke Rumah Sakit.
Selama perjalanan Rendi sempat mendengar bisik-bisik pegawai laki-laki yang duduk dibangku belakang.
"Ini sudah ke empat kalinya Nona pingsan di kantor. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Nona Keyla" Ucap salah satu pegawai itu yang mengobrol sesama mereka.
Setiba di Rumah Sakit, Keyla langsung di masukkan ke dalam ruangan UGD ( Unit Gawat darudat ). Dokter yang memyambutnya langsung bertanya pada Sekeretaris Pribadi Keyla.
"Sudah berapa lama dia tidak melakukan kemo ?" Tanya Dokter itu.
"Sudah dua minggu ini Dok" Ucap Sekretaris Pribadinya.
Akibat terlalu fokus mendapatkan Rendi kembali, Keyla sampai melupakan jadwal kemotrapinya. Dia sudah tidak peduli lagi dengan kesehatannya. Oleh karena itu kondisi kesehatan Keyla semakin memburuk setiap harinya.
Tiba-tiba Dokter kembali berkata pada Rendi dan Sekretaris Pribadinya itu.
"Tolong hubungi Kedua Orang tua Nona ini sekarang ! Saya takut waktunya tidak lama. Statusnya koma sekarang !" Ucap Dokter tersebut dengan raut wajah yang penuh kepanikan.
# Nah loh.. Kira-kira Apa yang bakal terjadi pada Keyla ya gaes ? yuk ramaikan gaes..🤗 Jangan lupa terus membaca novel ini ya readers dan selalu beri dukunganmu pada novel ini dengan cara like, vote dan komen.. makasih 🙏
__ADS_1