
(*__*) Jangan lupa memberi like, vote dan komen ya 🙏
Happy Reading Gaes..😘
********************************
Fani dan Rendi yang telah berpakaian rapi, Tiba di hotel berbintang lima tempat diadakannya pesta perayaan perusahaan Fahri.
Pesta diadakan di sebuah ballroom mewah yang sanggup menampung ribuan tamu undangan. Tamu undangan yang banyak di dominasi dari kalangan hiburan membuat acara semakin meriah. Terutama pengisi acara yang merupakan penyanyi-penyanyi dan band yang sedang populer di zaman sekarang.
Dekorasi yang gemerlap dan glamour sepertinya menjadi tema pesta yang diadakan. Tamu undangan yang wajib membawa kartu undangan telah menempati meja bundar yang dikelilingi oleh kursi yang telah di tata rapi.
Fahri yang melihat Fani dan Rendi yang baru datang memasuki ruangan pesta melambaikan tangannya ke arah Rendi. Memberi kode untuk duduk di meja yang telah diaturnya.
"Lama sekali kau datang, Kau ke salon dulu apa ?" Ledek Fahri pada Rendi.
"Dasar bedebah ! Kau kira aku kurang kerjaan !" Ucap Rendi marah.
Rendi menarik kursi untuk Fani agar Fani dapat mendudukinya. Rendi duduk bersebelahan dengan Fani dan juga Fahri. sedangkan Azzam dan istrinya Mimi, duduk di sebelah kanan Fani.
"Sudah pulang bulan madu Zam ?" Tanya Rendi.
"Sudah baru kemarin tiba" Jawab Azzam.
"Mana oleh-olehnya ?" Giliran Fahri yang bertanya.
"Tidak ada !" Ucap Azzam.
"Benar tidak ada ?" Tanya Fahri lagi.
"Sebenarnya ada sih, oleh-olehnya mungkin nanti bakal ada keponakan baru buat kalian" Ucap Azzam tertawa.
Sang istri yang ikut mendengar langsung mencubit pinggang suaminya.
"Aww.. !" Teriak Azzam.
"Kenapa sih Mi ?" Tanya Azzam pada istrinya.
"Malu tau !" Ucap Mimi dengan pipi bersemu merah.
Rendi, Fani dan Fahripun ikut tertawa mendengarnya.
Rendi menatap kursi yang kosong di hadapannya. Masih tersisa dua kursi yang masih kosong.
"Mana Riko ?" Tanya Rendi.
"Belum datang. Mungkin sebentar lagi !" Ucap Fahri.
Seketika orang yang dibicarakan tiba-tiba datang dan membuat semua kaget karena dia menggandeng seorang perempuan disampingnya. Hanya Rendi yang ekspresinya terlihat biasa saja.
"Nisa ?" Ucap Fani yang melihat wajah Nisa dengan seksama saat Nisa telah duduk di hadapannya.
"Eeeh.. Hai Fani !" Ucap Nisa salah tingkah.
"Kalian sudah resmi pacaran sekarang ?" Tanya Fani.
Nisa refleks menoleh kepada Riko.
"Iya. Kau tidak keberatan kan kalau aku memacari temanmu ?" Tanya Riko pada Fani.
Fani melihat ke arah Nisa.
__ADS_1
"Kenapa harus bertanya padaku. Aku lihat Nisa sangat bahagia sekarang. Asal jangan membuatnya kecewa saja" Ucap Fani.
Riko dan Nisa tersenyum mendengarnya.
"Jadi ini yang namanya Nisa. Untung saja kau mau menerimanya. Kau tahu dia sudah seperti orang gila saja setiap saat memeriksa ponselnya hanya untuk menunggu pesan darimu" Ucap Fahri.
Nisa kembali tersenyum.
"wah.. wah.. memang playboy seperti kau ini pandai sekali ya dalam hal mempermalukan orang lain" Ucap Riko.
Semua tertawa mendengar ucapan Riko.
Acarapun dimulai, Fahri maju ke depan memberikan kata sambutan dan meresmikan 11 program televisi baru yang akan segera tayang di stasiun televisinya.
Lalu acara kembali diisi dengan hiburan dari penyanyi dan pemain band papan atas. Semua tamu undangan menikmati acara sambil menikmati makanan yang telah di sajikan.
Setelah mengambil beberapa makanan Fani dan Nisa kembali duduk di meja mereka. Mereka juga tampak mengobrol dengan Mimi istrinya Azzam. Mereka tampak akrab seakan telah mengenal satu sama lain.Sesekali mereka bertiga tertawa bersamaan.
"Sayang disitu ada ice cream dan cake. Ayo kita ambil ke sana yuk !" Ajak Nisa pada Riko.
"Oke !" Ucap Riko.
"Fani, Mimi aku dan Riko pergi mengambil ice cream dan cake dulu ya !" Ucap Nisa yang sudah berdiri dari duduknya.
"Iya" Jawab Fani dan Mimi berbarengan.
Nisa menunjuk beberapa cake yang ingin dia makan. Riko yang berdiri di samping Nisa mengambilnya dengan senang hati. Riko juga menambahkan tiga cup ice cream lagi pada mangkok mereka.
"Kenapa banyak sekali ?" Tanya Nisa.
"Bukannya kau suka ice cream sayang. Kau pernah bilang kan bisa menghabiskan tujuh cup ice cream sekaligus" Ucap Riko tertawa
Riko tersenyum mendengarnya.
Sementara dari kejauhan sepasang mata mulai mengawasi.
"Bukankah itu mantanmu ? Eike hafal muka tampannya itu. Sepertinya punya kekasih baru ya ? Bukan dari kalangan selebriti sepertinya ?" Ucap Manager sang artis yang kemayu.
"Iya betul. Itu Riko, mantan kekasihku. Aku hanya sebentar berpacaran dengannya. Tidak sampai tiga bulan dia memutuskanku. Padahal aku sudah memohon padanya jangan memutuskanku" Ucap Mika Meriska, artis papan atas yang telah banyak membintangi puluhan judul sinetron.
"Oh ya ? Seorang Mika Meriska diputuskan ? Dan kau juga memohon padanya ? Tampaknya kau sangat menyukainya" Ucap Managernya.
"Tentu saja aku suka. Siapa yang tidak suka, Dia tampan, kaya dan masih muda. Dia juga royal memberikan materi" Ucap Mika.
"Jadi kenapa Dia memutuskanmu ?" Tanya Managernya.
"Aku terlalu menuntutnya. Aku memaksanya selalu hadir menemaniku wawancara, shopping dan pesta. Sedangkan dia sendiri tidak punya banyak waktu dan sibuk bekerja. Ah, aku iri sekali melihat perempuan itu. Riko terlihat memanjakannya. Selama pacaran denganku dia jarang memegang tanganku. Bahkan dia tidak pernah memanggilku sayang. Sepertinya dia menerimaku karena tidak enak pada CEO kita yang telah mengenalkanku padanya" Ucap Mika.
"Hmm.. Eike ada ide. Eike bisa membuat dia kembali padamu. Kebetulan juga kau sedang promosi untuk film perdanamu kan ? Dengan jabatan Riko yang seorang PresDir, Dia bisa membantu untuk menaikan pamormu. Dan Aku jamin dengan rencanaku ini, mau tak mau dia harus kembali padamu !" Ucap Manager itu tertawa penuh kelicikan.
**********
Fani memakan makanannya dengan lahap. Dia kelihatan sangat menikmatinya. Berulang kali dia menyendok sup di dalam mangkuk putih yang dibawanya. Rendi tersenyum melihatnya.
"Kau lahap sekali memakannya. Apakah enak ?" Tanya Rendi.
"Hmmm.. Ini enak sekali !" Ucap Fani.
"Kau harus mencobanya" Ucap Fani yang langsung menyuapi Rendi secara tiba-tiba.
"Bagaimana enak kan ?" Fani bertanya.
__ADS_1
Rendi menelan sup tersebut. Keningnya mengerenyit. Sesekali dia memejamkan matanya.
"Sup apa ini ? Apakah ada udang didalamnya ?" Tanya Rendi.
"Hmm.. Iya ini memang sup kaldu udang ! Kenapa memangnya ?" Ucap Fani.
"Apa ? Udang ?" Ucap Rendi terkejut. Matanya terbelalak mendengar ucapan Fani barusan.
Fahri dan Azzam yang duduk di meja itu juga kaget mendengarnya.
Rendi mulai menggaruk-garuk tangan dan lehernya. Wajahnya mulai memerah.
"Rendi kenapa ?" Tanya Fani dengan raut wajah yang cemas sambil memegang lengan Rendi. Hatinya gusar bukan main.
"Rendi apa yang terjadi ?" Suara perempuan yang tak kalah panik membuat semua yang ada di meja menoleh padanya.
Tiba-tiba Keyla datang dan langsung mengambil serbet diatas meja dan membasahinya dengan air es.
"Pakai ini Ren. Air es mampu meredakan gatal-gatal karena alergi" Ucapnya.
"Sini aku bantu mengelapnya di tanganmu" Ucap Keyla yang sudah menarik lengan Rendi dari pegangan tangan Fani.
Deg !
Tiba-tiba hati Fani merasa sakit melihatnya.
Keyla menempelkan kompresan air es pada lengan Rendi. Dia mengompres dengan hati-hati. Tiba-tiba Rendi menepis tangan Keyla.
"Aku bisa melakukannya sendiri !" Ucap Rendi.
"Aku ke kamar mandi dulu" Ucap Rendi yang melihat ke arah Fani dan dibalas anggukan oleh Fani.
"Ada yang tahu Rendi kenapa ?" Tanya Fani pada Fahri dan Azzam.
"Dia.." Baru saja Azzam mau menjawab tiba-tiba Keyla memotong ucapannya.
"Dia alergi udang. Apa kau tidak tahu ? Aku pikir kau kekasihnya kan ? Seharusnya kau mengetahui hal kecil seperti itu" Ucap Keyla.
Fani membatu. Matanya mulai merah menahan tangis.
"Jadi apa saja yang kau ketahui tentang Rendi selama jadi kekasihnya ? Apa kau tahu kalau dia menyukai warna silver ? Apa kau tau musik favoritnya adalah musik klasik ? Apa kau tahu kalau kebiasaanya sebelum tidur meminum perasan air lemon hangat ? Dan apakah kau tahu kalau dia sangat menyukai ketenangan ?" Ucap Keyla.
Fani hanya terdiam mendengar semua hal tentang Rendi yang baru diketahuinya.
"Sepertinya satupun tidak ada yang kau ketahui. Tentu saja kau tidak mengetahuinya. Kau baru beberapa bulan saja kan menjadi pacarnya. Tidak sepertiku yang telah menjalin kasih selama tiga tahun dengannya" Ucap Keyla.
"Sudah ! Hentikan Keyla ! Seingatku, Aku tidak mengundangmu ke pestaku !" Ucap Fahri.
"Kenapa ? Apa aku perlu diundang untuk datang kemari ? Aku belum selesai dengan ucapanku !" Ucap Keyla menjawab Fahri.
Keyla berjalan menghampiri Fani. Mereka berdiri berhadapan dan sangat dekat.
"Aku sangat mengetahui seluk-beluk tentang Rendi dan tampaknya hanya aku yang bisa memahami Rendi" Ucap Keyla berbisik di telinga Fani.
Fani begitu terluka mendengar ucapan Keyla. Saking sakitnya dia tidak bisa berkata apa-apa untuk membalas ucapan Keyla.
mengapa hatiku begitu pedih mendengar semua ucapannya. Jangan menangis Fani, Salahmu sendiri berharap terlalu banyak selama ini !
Batin Fani.
# Terima kasih sudah setia membaca "PACAR SETTINGAN" ya gaes.. 🙏 makasih buat komen-komen yang selalu menantikan novel ini update dan author juga minta maaf kadang adakalanya auhtor tidak sempat update. Tapi akan selalu diusahkan untuk terus update. Jangan lupa untuk selalu memberi like dan komen ya ! Saranghaeyo 😘
__ADS_1