
Hari ini fani berdandan ala wisudawati. Memakai toga dan baju kebaya dipadupadankan dengan rok batik pendek. Dia juga pergi ke salon yang berada didekat rumahnya untuk minta dirias, karena dia sendiri kurang mahir untuk berdandan. Tidak seperti temannya dila dan nisa.
Nenek juga tak kalah bergaya. Dia berbaju gamis andalannya untuk pergi ke hari bersejarah bagi fani.
"Fani, nanti beneran si rendi mau jemput kita ? ntar kita sudah nunggu lama - lama dia ga bisa datang. Nenek takut dia sibuk lalu kelupaan" ucap nenek.
"Kalau katanya sih dia yang bakal jemput nek. Paling bentar lagi datang. Ini juga kan acara wisudanya masih satu jam lagi nek" ucap fani yang sebenarnya juga dag dig dug kalau sampai rendi tidak datang. Apalagi dia mau datang wisuda ini hanya karena perintah mamanya.
Tiba - tiba suara klakson mobil terdengar. Rendi turun dari mobil sportnya yang kali ini bewarna putih. Dia mengetuk pintu rumah fani.
Fani membukakan pintu. Melihat dandanan fani yang tak seperti biasanya rendi sempat tertegun.
Sial ! cantik juga ternyata !
"Sudah siap ?" tanya rendi.
"Sudah. Tunggu aku panggil nenek dulu ya" ucap fani.
Mereka bertigapun pergi ke acara wisuda bersama.
Fani yang turun dari mobil sport mewah dan digandeng rendi dan nenek membuat semua mata wanita disekeliling mereka iri.
Bisik - bisikpun terdengar.
"Gila itu rendi kan presdir ganteng yang tajirnya ga ketulungan !"ucap salah satu wisudawati.
"Iya gosipnya mereka berdua pacaran ternyata beneran ya? beruntungnya fani !" ucap perempuan yang lainnya.
*******
Acara wisudapun berlangsung lancar. Semua wisudawan dan wisudawati berfoto bersama, baik dengan teman - temannya maupun keluarganya. Fani bersama teman akrabnya nisa dan dila tidak mau ketinggalan momen tersebut. Mereka berfoto dengan riangnya. Rendi mengamati dari jauh.
"Ayo sekarang nak rendi dengan fani berfoto. Kalian belum ada foto berdua !" ucap nenek.
"Iya, iya.. foto gih kalian berdua. Buat kenang - kenangan terindah waktu wisuda cieee.." ledek dila.
Rendi dan fani hanya diam tidak bergeming.
Nisa mendorong rendi sedangkan dila menarik tangan fani. Akhirnya mereka berdiri bersebelahan dan saling berdekatan.
"Ayo, senyum.. kenapa pada tegang ?" ucap nisa.
Rendi dan fani terpaksa tersenyum.
"Ah kurang mesra nih.. tangan rendi ke pinggang fani sini, terus tangan fani ngegelantung ke leher rendi. Saling berpandangan dan tersenyum ya !" ucap nisa yang mengatur dan menarik tangan rendi dan fani agar sesuai dengan gaya yang diarahkannya.
Entah kenapa pemotretan ini membuat hatiku sedikit berdebar
Batin rendi.
Nisa ntah apa ide gilamu ini ! aku hampir sesak tidak bisa bernafas dibuatnya !
Batin fani.
"Siap ya ! satu.. dua.. tiga.. chess !"dila memotret.
*******
Pagi ini fani, nisa dan dila janjian datang ke kampus lagi. Bukan datang mau kuliah, tetapi mereka datang hanya untuk mengambil ijazah dan transkrip nilai yang digunakan untuk melamar pekerjaan nanti. Tiba - tiba bu vita bagian administrasi mahasiswa memanggil fani.
"Ya, kenapa bu vita ?" tanya fani.
"Fan, bagi mahasiswa lulusan terbaik di universitas ini kan kami coba untuk merekomendasikan bekerja ke beberapa raksasa company (perusahaan besar). Untuk mandala group kemarin katanya kamu ga mau ambil karena ada alasan pribadi. Jadi kami mencoba merekomendasikan ke raksasa company lainnya. Dan kebetulan Samudra group lagi merekrut pegawai untuk bagian sekretaris. Dan tadi manager HRDnya menghubungi ibu untuk memberitahukan padamu bahwa besok kamu ada wawancara disana jam 9 pagi bersama 3 orang lainnya dari lulusan terbaik dari universitas lainnya !" ucap bu vita.
"Beneran bu ?" tanya fani.
Ya, Samudra group termasuk dalam perusahaan yang berkembang pesat. Perusahaan yang bergerak dalam bidang kontruksi itu termasuk dalam jajaran raksasa company yang bersaing dengan perusahaan lainnya dalam segala aspek, dengan 32 anak cabang yang tersebar di seluruh provinsi.
"Ya, ibu harap kamu berhasil mendapatkan pekerjaan itu. Ingat jangan datang telat ya !"
"Oke bu.. siap !" ucap fani.
Bu vita bergegas meninggalkan fani.
"Ngobrolin apa kamu sama bu vita tadi fan?" tanya nisa.
"Bu vita tadi bilang aku ada panggilan kerja di samudra group. Besok aku ada tes wawancara disana" ucap fani riang.
"Wah, gila samudra group kan perusahaan besar ! waduh selamat ya fan. Semoga kamu yang terpilih " ucap dila.
__ADS_1
"Iya fan, aku juga ikut senang dengernya !" ucap nisa.
"Oh iya teman - teman, aku juga mau bilang sesuatu. Tadi pagi sebelum berangkat ke kampus aku dapat telepon dari mandala group. Katanya aku diterima kerja disana !" sambung nisa dengan nada suara sedikit berteriak.
"Benar nis ? ya, ampun selamat ya sayang" ucap dila memeluk nisa.
"selamat ya nis!" ucap fani yang ikut memeluk juga.
"Ini semua juga berkat kamu fan. Makasih ya sudah bilang sama rendi "ucap nisa.
"Wah, Sultan memang beda ya ! sekali perintah langsung acc semuanya. Aduh enaknya yang punya pacar presdir" ledek dila sambil mengedip - ngedipkan matanya.
"Apaan sih dila " ucap fani sambil geleng - geleng kepala melihat tingkah laku temannya itu.
********
Seberkas sinar matahari pagi masuk kedalam jendela kamar fani. Fani yang sedang berdiri didepan cermin, memakai baju kemeja bewarna putih sebagai dalamannya dan mengenakan blazer coklat muda sebagai outernya. Ditambah menggunakan rok pendek selutut warna yang senada dengan blazernya. Memakai sepatu hitam flat yang dia beli sewaktu mau magang di perusahaan mandala.
Dia berkaca merapikan penampilannya. Mengikat tinggi rambutnya agar terlihat lebih rapi.
"Siap deh.. Semangat !!" ucapnya bicara sendiri didepan cermin.
"Nek fani berangkat ya !" ucap nenek.
"Iya, sudah sarapan kan tadi ? ayo berangkat sana jangan sampai telat. Harus memberi kesan yang baik sewaktu melamar pekerjaan " ucap nenek.
Fanipun bergegas meninggalkan nenek.
********
Fani berangkat ke perusahaan samudra group menggunakan bis. Dia tidak bisa meminta tolong pada rendi untuk mengantarnya karena rendi sedang ada perjalanan dinas ke Australia selama 3 hari. Lagipula dia merasa tidak enak bila harus merepotkan rendi. Toh, ini kan hanya pacaran settingan pikir fani. Rendi tidak ada kewajiban untuk mengantarnya.
Tapi mengapa aku merasa ada yang kurang ya.. apa karena sudah dua hari ini tidak bertemu rendi ? Ah, mikir apa sih aku ini ! sepertinya otakku benar - benar sudah gila !
Bispun berhenti. Fani turun dihalte yang tepat bersebrangan dengan Perusahaan Samudra Group.
Ketika dia mau menyebrang dia melihat seorang nenek pemulung sampah yang sedang duduk dijalan memegang telapak kakinya.
"Ada apa nek ? Apa kakimu sakit ?" tanya fani.
"Tidak apa - apa aku hanya duduk sebentar, aku tidak memakai alas kaki jadinya kakiku menginjak bebatuan dan sakit" ucap nenek.
"Ya, ampun.. nenek tidak memakai sandal ya ? ini pakai saja sepatuku" ucap fani yang melepas sepatunya dan mencoba memasangkan ke kaki nenek itu.
"Tidak apa - apa nek. Pakailah dahulu. Saya baru mau melamar kerja, bukan mau bekerja nek. Nah pas kan dikaki nek. Ternyata kaki kita seukuran" ucap fani girang.
"Makasih ya cu. Sekarang nenek mau melanjutkan perjalanan nenek. Semoga Allah membalas kebaikanmu dan semoga kau diterima kerja nanti" ucap nenek itu.
"Amin nek" ucap fani sambil tersenyum.
Nenekpun bergegas meninggalkan fani.
Sementara ada seseorang yang sedang melirik sekilas ke jalanan. Dia berada dalam sebuah mobil sport mewah bewarna hitam yang sedang berhenti karena lampu lalu lintas yang sedang merah.
Dia berwajah tampan, berbadan tegap dan tinggi dan berkulit putih bersih. Ditambah lagi dengan penampilannya yang memakai jas kerja label ternama, membuat sosok sepertinya banyak dikagumi kaum hawa. Dia melihat pemandangan yang menurutnya aneh. Seorang nenek pemulung mengenakan sepatu flat bewarna hitam, yang biasa dipakai orang bekerja ke kantor. Dia tersenyum melihatnya.
Apakah dia dapat sepatu itu memulung ? tetapi sepertinya masih bagus. Sepertinya seseorang memberikannya
"Nek, kemari !" ucap pria itu yang melambaikan tangannya saat nenek itu melintas didekatnya.
Nenek itu mendekat.
"Ini ada sedikit uang untuk nenek membeli kebutuhan nenek" ucap pria itu sambil mengeluarkan 5 lembar uang seratus ribuan.
"Ya ampun, terima kasih nak. Banyak sekali kebaikan yang aku terima hari ini. Tadi ada gadis yang memberikan sepatu dan sekarang ada tuan yang baik dan juga tampan memberikan nenek uang. Sekali lagi terima kasih nak " ucap nenek itu.
Pria itu tersenyum ramah.
*******
Tiba diperusahaan Samudra group, pria itu memarkirkan mobil sportnya. Dia turun dari mobilnya dan bersiap masuk ke gedung samudra grup. Tapi tiba - tiba langkahnya tertahan. Ada suara seorang gadis memanggilnya.
"Hei.. tunggu sebentar ! " panggil fani.
Lelaki itu menoleh bingung. Dia melihat seorang gadis dihadapannya tanpa memakai alas kaki.
"Ada apa? apa kita saling kenal ?" tanya pria itu.
"Tentu saja aku tidak mengenalmu. Aku mau minta tolong sebentar saja" ucap fani.
__ADS_1
"Minta tolong ?" tanya pria itu sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Iya.. tolong pinjami aku sepatumu. Nanti secepatnya aku akan kembali. Aku mau memakainya ke warung yang diujung sana. Mau membeli sandal di warung itu. Aku mohon sebentar saja" ucap fani memohon.
Pria itu bimbang.
"Tolonglah, aku ada urusan mendadak didalam. Tidak mungkin aku tidak pakai alas kaki masuk ke dalam. Setidaknya aku harus membeli sandal. Dari tadi aku menunggu orang yang lewat mau ke dalam tetapi tidak ada satupun yang lewat. Tidak mungkin aku meminjam sepatu security yang didepan. Mereka akan kena marah nanti" ucap fani.
"Iya memang tidak ada lagi pegawai yang berkeliaran. Ini sudah jam 9.30 jam masuk kantor sudah lewat" ucap pria itu.
"Maka dari itu tolong pinjamkan sepatumu sebentar, ini urgent " ucap fani sambil melihat jam ditangannya.
Lelaki itu akhirnya mau tak mau membuka sepatunya. Mereka menepi duduk di trotoar taman halaman kantor.
"Wah sepatumu bagus dan enteng sekali. Pasti harganya mahal. Aku pinjam sebentar ya ! tunggu disini !" ucap fani.
Pria itu bengong.
kenapa aku percaya saja ya meminjamkan sepatu pada perempuan itu. Bagaimana kalau dia menipuku !
Tak lama kemudian fani datang berlarian ke arahnya.
"Huft.. capek sekali. Sudah berkeliling warung tetapi cuma ada sandal jepit ini saja yang dijual !" ucap fani yang berkeringat karena berlari
"Kenapa kamu berlari kalau capek ?" ucap pria itu.
"Aku takut kamu berfikir aku menipumu !" ucap fani blak - blakan.
Pria itu tertawa.
Fani dan pria itu duduk di trotoar taman. Mereka bertukar sepatu. Sedangkan fani memakai sandal jepitnya.
"Kemana sepatumu ? apa memang kamu tidak memakai sepatu dari rumah ?" tanya pria itu.
"Tadinya pakai, tetapi aku berikan ke seseorang !" ucap fani.
"Siapa ?" tanya pria itu.
"Rahasia !" jawab fani.
Pria itu kembali tertawa.
"Siapa namamu ?" tanya fani yang selesai memakai sandal jepitnya sembari berdiri.
"Vino !" ucap pria itu yang juga berdiri selesai memakai sepatunya.
"Aku fani ! terima kasih untuk sepatunya ya vino, Salam kenal ! " ucap fani mengulurkan tangannya.
Vino menjabat tangan fani. Mereka bersalaman. Fani melihat jam ditangannya.
"Astaga ! aku hampir terlambat. Aku duluan ya !" ucap fani yang bergegas meninggalkan vino sambil melambaikan tangannya.
Vino tersenyum.
********
Sesampai dilantai 8, tempat diadakannya interview. Masih menyisakan 2 orang lagi untuk diwawancara. Yaitu satu orang perempuan lulusan terbaik dari Universitas Dharma Bakti dan satunya lagi fani dari Universitas pelita harapan. Sedangkan yang dua lagi telah selesai diwawancara dan dipersilakan menunggu untuk mengetahui hasilnya.
Aduh.. yang diwawancara cantik - cantik dan pakaiannya bagus - bagus. Sainganku berat sekali. Aku jadi agak merasa minder sekarang.
Tiba giliran fani diwawancara. Dia mendapat urutan terakhir diwawancara.
"Fania Rafiqah !" ucap salah satu petugas interview.
huft.. semangat !!!!!
Fani memasuki ruangan interview. Dia berjalan lurus duduk di kursi. Dia sedikit gugup. Ada sekitar 4 orang yang duduk dihadapannya untuk mewawancarainya.
Dia memandangi wajah orang - orang yang akan mewawancarainya. Tiba - tiba dia sangat terkejut melihat seorang yang dikenalnya duduk bersebrangan dengan kursi dihadapannya.
Itukan pria yang meminjamkan sepatu tadi ! kalau tidak salah vino namanya!
Vino yang mendongakkan mukanya sehabis menulis hasil wawancara dengan gadis sebelumnya juga sangat terkejut melihat fani duduk dihadapannya. Mata mereka saling bertemu.
Hei inikan gadis tadi !
Fani semakin gugup ketika membaca nama yang ada di papan meja.
Vino Aditya Samudra, Presiden Direktur !
__ADS_1
Tidakkkk !! jadi aku tadi memaksa meminjam sepatu dari presdir perusahaan yang akan aku lamar.. habislah aku..!
#Sorry ya guys.. lagi - lagi lama nungguin updatenya.. semoga episode selanjutnya diusahain cepat ya 😊 Makasih juga buat komentar - komentarnya yang selalu menunggu up- nya cerita ini. Ini selalu memberi semangat bagi author ! Jangan lupa beri likenya dan vote nya ya sis untuk mendukung author.. Jempolmu, semangatku !!!