Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
26. Membuat kue (2)


__ADS_3

Rendi dan fani tiba di kediamanan keluarga mandala.


"Selamat datang tuan dan nona" sapa para pelayan yang berdiri didepan pintu.


"Hai semua !" sapa fani balik.


Sedangkan rendi hanya diam seperti biasa.


"Faniiii... apa kabarnya sayang ?" tanya mama rendi.


"Baik bu. Ibu dan pak mandala gimana kabarnya juga ?" tanya fani balik.


"Seperti yang fani lihat, kami semua sehat" ucap mama rendi.


"Gimana sidangnya tadi lancar ? trus kapan wisuda ?" tanya mama rendi.


"Sidang lancar - lancar saja bu. Dan juga hasilnya sudah keluar. Kalau wisuda senin depan bu " ucap fani.


"Tuh dengar ren, ntar wisuda fani kamu harus datang. Soalnya mama ga bisa datang. Senin depan mama berangkat ke luar kota " ucap mama rendi.


"Hmm.." ucap rendi.


Rendi langsung bergegas ke kamarnya di atas.


Mama Rendi dan fani sibuk membikin kue di dapur. Mama rendi sangat serius belajar membuat kue kali ini. Banyak macam kue yang sudah mereka bikin. Mulai dari brownies, pie susu dan pie buah.


"Akhirnya selesai juga kita bikinnya !" ucap mama rendi.


"Mama mau anter kuenya dulu ke papanya rendi. Mau nyicipi hasil karya mama" ucap mama rendi.


"Oke bu !" ucap fani.


Fani meminum air dingin yang ada di atas meja dapur. Dia tampak kelelahan. Dia menekan tombol dispenser untuk mengisi gelasnya kembali.


Oh, kuenya sudah matang belum ya ? coba aku cek dulu


Fani membuka oven untuk memeriksa kue panggangan yang terakhir, tanpa dia sadari air di dispenser masih terus mengalir ke gelasnya hingga meluber ke lantai.


Ah, sudah matang.


Fani mematikan oven. Dan mulai membereskan meja yang berantakan akibat membikin kue. Dia mengangkat mangkuk besar plastik yang masih berisi sisa tepung adonan tadi untuk diletakkan di tempat cucian piring.


Tapi tiba - tiba dia terpeleset akibat air yang ada dilantai. Dia terduduk dilantai, sedangkan mangkuk besar plastik yang dipegangnya tadi terhempas terbalik tepat diatas kepalanya. Semua sisa tepung berhamburan di atas kepalanya. Baju dan celananya basah oleh air dilantai. Sedangkan rambut dan wajahnya dipenuhi oleh tepung.


Rendi yang baru turun dari kamarnya diatas, dan mencari fani di dapur tiba - tiba sangat terkejut melihat penampilan fani yang sedang berusaha berdiri.


"Hahahaha.. apa yang kau lakukan ? apa kau sedang mencoba melawak ?" tanya rendi di selingi tawanya.


Fani yang melihat rendi tertawa terpingkal - pingkal merasa sangat kesal.


"Cepat bantu aku berdiri, bisa - bisanya kau tertawa disaat seperti ini ! " ucap fani kesal.


Rendi mengulurkan tangannya untuk membantu fani berdiri, dan disambut fani.


Mama rendi yang datang menyusul beserta pelayan lainnya juga sangat terkejut melihat penampilan fani.


Bik marni yang merupakan kepala dapur segera mematikan tombol dispenser. Sedangkan pelayan yang lain membereskan mangkuk dan tepung - tepung yang berserakan. Dan ada juga yang mengepel air yang ditumpahkan fani.


"Astaga sayang, apa yang terjadi ? kenapa bisa begini ?" tanya mama rendi kepada fani.


Mama rendi melirik ke arah rendi yang masih tidak berhenti tertawa.


"Rendi berhenti tertawanya, kasihan fani" ucap mama rendi.


Rendi terdiam.


"Kenapa bisa seperti ini sayang?" mama rendi bertanya lagi.


"Tadi fani lupa mematikan tombol dispenser bu, karena buru - buru memeriksa kue di dalam oven. Karena fani tidak melihat air yang berceceran dilantai jadinya fani terpeleset bu. Maaf ya bu, sudah membuat dapur ibu berantakan " ucap fani.


Dasar gadis ceroboh !

__ADS_1


Batin rendi.


"Ya ampun sayang kenapa harus meminta maaf, khawatirkan kondisimu dulu sekarang" ucap mama rendi.


"Ayo kita ke kamar tamu. Kamu bersihin tubuh kamu disana. Nanti bik surti akan antar baju ganti buat kamu" ucap mama rendi.


"Makasih ya bu" ucap fani.


Fani bergegas naik ke atas.


Sementara mama rendi tersenyum melihat rendi yang masih menahan tawa karena penampilan fani tadi.


"Sudah lama mama tidak melihatmu tertawa lepas seperti ini. Sepertinya fani banyak mengubahmu" ucap mama rendi.


Rendi hanya diam.


*******


Setelah berganti pakaian, fani keluar dari kamar tamu. Fani menuruni anak tangga sambil melihat jam ditangannya.


Hmm.. sudah sore. Aku harus pulang. Tapi dimana mamanya rendi ya ? aku mau izin pamit.


Fani berkeliling mencari mama rendi di lantai bawah. Semua ruangan di dalam rumah itu hampir dikelilinginya. Bahkan dia hampir tersesat didalam rumah itu sendiri


Astaga rumah ini besar sekali, aku sampai lupa jalan kembali. Gila ! bahkan semua fasilitas dalam rumah ini lengkap sekali. Ada kolam renang, ruangan fitness dan olahraga, tempat karoke pribadi, ada salon kecantikan pribadi, bahkan tadi aku lihat dihalaman belakang ada lapangan golf pribadi mereka Ini rumah atau hotel sih !


Tiba - tiba fani melihat papa rendi yang sedang memetik buah mangga di halaman samping rumah. Memang banyak pohon mangga yang ditanam berjejer rapi dengan buah yang sangat lebat. Fani berjalan menghampiri papa rendi.


"Sore pak !" ucap fani.


"Oh.. fani ! apa kabarmu ? sudah membuat kuenya ?" tanya papa rendi.


"Sudah pak. Pak mandala lagi berkebun ya ? boleh saya ikutan memetik mangganya ?" ucap fani.


"Oh.. tentu saja boleh ! disitu keranjang sama sarung tangannya" ucap papa rendi sambil menunjuk keranjang yang ada didekat meja.


Fani memetik buah mangga satu persatu. Dan memasukannya dalam keranjang.


"Oh.. yang ini ya pak. Ini sih namanya hama putih pak. Fani juga punya pohon mangga dirumah. Pernah juga ngalami kayak gini. Solusinya semprot daunnya pakai air detergen. Pake pestisida juga bisa sih pak. Tapi menurut fani lebih mudah pakai detergen" ucap fani sambil mencoba membersihkan daun tersebut.


"Wah, kamu juga tahu banyak yah tentang berkebun. Nanti bakal oom coba caranya fani" ucap papa rendi.


Mama rendi dan rendi yang baru datang. Melihat dari kejauhan.


"Jarang sekali melihat papamu mau akrab dengan pacar anaknya. Sepertinya fani ini bisa mengambil hati orang tua yah " ucap mama rendi.


Rendi hanya diam melihat kedekatan papanya dan fani.


betul kata mama, dulu dia tidak ingin mau tahu tentang hubunganku dengan kekasihku yang dulu. Malah terkesan cuek !


Mama rendi dan rendi berjalan menghampiri mereka.


"Ngobrolin apa sih fani dan papa ? seru bener pakai ketawa segala" tanya mama rendi.


"Eh, mama.. ini dari tadi fani itu nyariin mama sampai nyasar ke sini. Jadinya bantuin papa berkebun" ucap papa rendi.


"Iya bu. Saya dari tadi muter - muter didalam rumah sampai tersesat sendiri" ucap fani.


"Oh.. mama tadi lagi mandi sebentar di lantai atas. Habis gerah habis bikin kue tadi" ucap mama rendi.


"Oh, pantas tadi fani cariin ibu ga ketemu - ketemu" ucap fani.


"Jangan panggil ibu dong. Mama kan sudah anggap kamu kayak anak sendiri. Mulai sekarang panggil mama aja ya biar kita lebih dekat lagi" ucap mama.


Haah ? apa - apaan sih mama ini !


Batin rendi.


"Eh, iya ma.." ucap fani.


"Oom juga ga keberatan kalau dipanggil papa !" ucap papa rendi.

__ADS_1


Rendi tambah kaget lagi.


*******


Di dalam mobil menuju perjalanan pulang.


"Ren, aku dengar mandala group sedang merekrut pegawai ya ?" tanya fani.


"Iya. Kalau tidak salah bagian perencanaan proyek kekurangan pegawai" ucap rendi.


"Kau tahu dari mana ?" tanya rendi.


"Dari web kampus. Eh.. teman akrabku nisa ingin sekali bekerja di mandala group. Katanya ini impiannya. Bisakah kau mempertimbangkannya ?" ucap nisa.


"Kenapa temanmu ? kau tidak ingin bekerja di mandala group ? aku lihat semua nilaimu memenuhi kriteria" ucap rendi.


"Aku.. aku.. sebaiknya tidak. Aku tidak mau jadi bahan gosip para pegawai. Mereka akan pikir aku diterima bukan karena kualitas tetapi karena aku ini pacarmu" ucap fani.


"Lalu ?" ucap rendi.


Aduh.. lalu apa ini maksudnya ?


"Mereka tidak akan berani menggosipkanmu seperti itu. Kalau mereka tidak mau mencari masalah" ucap rendi.


Oh, iya aku lupa ! pegawai mana yang berani dengan bos super duper kejam seperti ini !


"Pokoknya aku akan coba cari kerja diluar saja. Aku kurang nyaman dengan status sebagai pacarmu, ya walaupun itu hanya pura - pura" ucap fani.


Rendi yang dari tadi fokus menyetir melirik sekilas ke arah fani.


"Tapi.. tolong pertimbangkan temanku nisa ya, ren. Dia memang agak sedikit lemot tapi kalau sudah diajarkan berulang dia akan mengerti. Kalau soal tanggung jawab, dia orangnya sangat bertanggung jawab kok" ucap fani.


"Kau ini sedang mempromosikan temanmu ya?" ucap rendi.


"Hahahha" tawa fani.


"Suruh dia serahkan besok cv dan surat lamaran pekerjaannya via email. Nanti aku yang proses" ucap rendi.


"Wah, kamu serius ??? astaga.. makasih ya, makasih.. nisa pasti sangat senang mendengarnya" tanpa sadar fani memeluk rendi yang lagi menyetir.


Rendi terdiam.


Setelah menyadari apa yang dilakukannya fani langsung melepas pelukannya.


"Hahaha.. maaf saking bahagianya jadinya lupa diri. Anggap saja aku sedang gila tadi" ucap fani yang sangat malu dengan kelakuannya sendiri. Wajahnya merah padam.


"Kau bukan hanya gila ! tetapi juga aneh !" ucap rendi.


Astaga fani ! apa yang kau lakukan tadi. Sungguh memalukan !


Batin fani.


******


Merekapun sampai dirumah fani.


Fani turun dari mobil rendi. Fani mengetok kaca mobil rendi. Rendi menurunkan kaca mobilnya.


"Hmm.. Apa lagi ?" ucap rendi.


"Terima kasih buat hari ini. Aku sangat senang. Bertemu dengan anak - anak panti. Dan diterima dengan baik dikeluargamu" ucap fani seraya tersenyum.


"Tadinya aku berfikir nasibku sangat menyedihkan ditinggal oleh kedua orang tuaku. Tetapi ternyata aku masih lebih beruntung dari mereka. Aku masih punya nenek yang menyayangiku dan menjagaku. Dan semenjak kenal dengan mama dan papamu aku jadi merasa memiliki orang tua lagi. Kasih sayang orang tua yang sudah lama tidak pernah kurasakan" ucap fani.


Rendi hanya diam tidak bergeming.


"Sudah dulu ya, aku mau masuk. Nanti aku sampaikan salammu untuk nenek. Bye !" ucap fani melambaikan tangannya dan bergegas masuk ke dalam rumah.


Rendi melihat punggung fani dari kejauhan.


Ntah kenapa hatiku merasa sangat tersentuh mendengar ucapannya

__ADS_1


# Hai pembaca setiaku ! maaf ya baru sempat update. Kemarin - kemarin author ga enak badan. Jangan lupa minta jempol dan votenya ya... Oh ya nanti bakal ada tokoh baru ya.. siapa itu ? 😱😉 mohon likenya ya* !


__ADS_2