Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
43. Usaha Rendi


__ADS_3

# Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya terlebih dahulu ya gaes... Maafkan juga Author yang baru sempat Update hari ini 🙏 Saranghaeyo 😘


*********************************


Melihat Fani yang terus menangis, akhirnya Riko buka suara.


"Kalau begitu kalian berdua masuklah ke dalam. Bantu Fani menenangkan diri dulu" Ucap Vino pada Nisa dan Dila.


"Kami akan segera pulang" Sambung Riko yang menoleh pada Vino.


Vino mengangguk. Sebenarnya berat bagi Vino untuk meninggalkan Fani dalam keadaan menangis seperti itu. Tapi dia merasa ucapan Riko ada benarnya juga. Ada baiknya Fani menenangkan dirinya dahulu.


Setelah melihat mereka bertiga masuk, Riko dan Vino melangkahkan kakinya keluar teras menuju mobil mereka masing - masing.


"Kau ada waktu luang ? Bagaimana kalau kita minum kopi di cafe sekarang ?" Tanya Riko.


"Boleh !" Ucap Vino.


Mereka mengendarai mobil masing - masing mencari cafe terdekat untuk berbincang ringan.


"Sepertinya kau dekat juga yah dengan Fani" Ucap Riko yang memulai perbincangan lalu menyeruput capuccino yang dipesannya tadi.


"Dia sekretarisku. Wajar kalau aku dekat dengannya" Ucap Vino yang juga mulai meneguk coffee lattenya.


"Dan kau ? Bagaimana bisa ada disitu malam ini ? Apa Rendi yang mengajakmu ? Sedangkan dia sendiri tidak datang ?" Tanya Vino yang masih gondok pada Rendi bila ingat bahwa fani menangis tersedu - sedu tadi.


Riko tersenyum mendengarnya.


"Aku kesitu karena ada orang yang ingin aku dekati" Ucap Riko.


"Siapa ? Fani ?" Tanya Vino penasaran.


Riko mengerenyit. Dia semakin yakin bahwa Vino punya perasaan pada Fani.


Ini anak di otaknya hanya dipenuhi oleh Fani apa !


"Aku tidak segila itu sampai memakan pacar teman sendiri !" Ucap Riko.


"Jadi ? Pasti salah satu dari dua temannya Fani tadi ya ?" Tanya Vino lagi.


"Hmm.." Ucap Riko.


"Nisa namanya. Aku lagi berusaha PDKT dengannya. Tapi sepertinya bertepuk sebelah tangan" Ucap Riko.


Vino tersenyum mendengarnya.


"Dalam hidup ini ada hal yang ingin kita dapatkan tapi sayangnya tidak berjalan sesuai rencana kita. Kita berusaha sekuat tenaga untuk menggapainya tetapi ternyata itu hanya sia - sia saja. Dan saat itu kita baru sadar, ternyata saat itu kita hanya membuang waktu saja" Ucap Riko.


Vino tersenyum tipis. Dia seakan mengerti kemana arah pembicaraan Riko sekarang.


"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan padaku ? langsung to the point !" Ucap Vino.


"Kau langsung paham maksudku. Benar - benar presdir Vino sangat cepat menangkap arti ucapanku barusan" Ucap Riko.


"Kau punya perasaan khusus kepada Fani kan ? Fani itu pacar sahabatku. Kita bisa lihat tadi betapa sedihnya Fani begitu mengetahui Rendi bermalam di rumah sakit menemani Keyla. Dari situ kita bisa melihat bagaimana Fani sangat mencintai Rendi. Begitupun sebaliknya. Selama berteman dengan Rendi, Aku tidak pernah melihat Rendi bisa berbeda menjadi orang lain. Sepertinya Fani banyak mengubahnya. Dia terlihat lebih bahagia saat bersama Fani" Ucap Riko.


"Entah apa yang terjadi pada Rendi sampai dia tidak datang malam ini. Aku rasa Rendi pasti punya alasan yang kuat. Jadi... Aku harap kau tidak berada diantara mereka. Hentikan usahamu. Aku takut kau hanya menyia - nyiakan waktumu saja untuk mengejarnya" Sambung Riko.


"Heeh !" Vino mencibir.


"Bukankah kau bilang, kau juga sedang berusaha mendekati Nisa walaupun kau tahu cintamu bertepuk sebelah tangan" Ucap Vino.


Riko tersenyum.


"Itu berbeda. Status Nisa single. Dia sedang tidak punya kekasih !" Ucap Riko menyindir Vino.


Vino terdiam.


"Percayalah aku berkata seperti ini untuk kebaikanmu juga !" Ucap Riko.


Vino menyeringai.


"Aku akan mempertimbangkan ucapanmu" Vino menatap Riko.


Riko tersenyum.

__ADS_1


"Bukankah Perusahaanmu bergerak di bidang properti ?" Tanya Vino.


"Hmm.." Jawab Riko.


"Kapan - kapan Perusahaan kita harus bekerja sama sepertinya" Ucap Vino.


"Pasti !" Ucap Riko.


Keduanya lalu menghabiskan sisa kopi mereka masing - masing.


Mereka bergegas pergi melangkah ke parkiran untuk mengendarai mobil.


Vino yang duluan masuk ke dalam mobilnya membuka kaca mobilnya dan berbicara.


"Kau tahu ? Aku lihat sepertinya cintamu tidak bertepuk sebelah tangan !" Ucap Vino sambil tersenyum dan melajukan mobilnya dengan kencang.


Riko yang baru saja hendak membuka pintu mobil, menghentikan langkahnya sesaat setelah mendengar ucapan Vino barusan.


"Aku harap begitu !" Gumam Riko.


***********


Pagi hari yang begitu cerah, Matahari masih tampak malu - malu menampakan sinarnya. Fani yang sudah siap - siap mau berangkat ke kantor sudah berpakain kerja yang sangat rapi. Sedangkan kedua temannya Nisa, sudah pergi lebih dulu ikut menumpang di mobil Dila.


Fani yang sedang menutup pagar dikejutkan dengan kedatangan sebuah mobil sport bewarna merah yang sangat dikenalnya.


Rendi turun dari dalam mobil. Fani melihat ke arah Rendi yang sedang berjalan melangkah menghampirinya.


Dia masih mengenakan kemeja putih yang sama dengan difoto. Sepertinya dia belum pulang ke rumah dan langsung ke sini.


"Mau berangkat kerja ya ? Aku antar ya ?" Ucap Rendi.


"Tidak perlu !" Ucap Fani yang melangkah pergi meninggalkan Rendi.


Tapi sebuah lengan yang kokoh menahannya.


"Ada apa ? Kenapa tidak mau aku antar ? Apa kau marah padaku ?" Tanya Rendi.


"Tidak. Memangnya aku pantas marah dengan statusku yang hanya sebagai pacar settingan ?" Ucap Fani.


"Kenapa kau berbicara seperti itu. Maafkan aku, aku semalam..." Belum sempat Rendi meneruskan kata - katanya, Fani memotongnya.


"Bagaimana kau tahu ?" Tanya Rendi.


"Bajumu masih sama persis dengan yang difoto" Ledek Fani.


"Foto ?" Tanya Rendi.


Fani mengambil handphone di sakunya. Dia menunjukkan foto Rendi dan Keyla yang berada di kamar rumah sakit.


Rendi terkejut melihat foto itu. Matanya terbelalak. Dia sangat kesal.


"Siapa yang mengirimu foto ini ?" Ucap Rendi.


Fani menunjuk nama yang mengiriminya pesan.


"Aku ? Itu bukan aku yang mengirimnya. Percayalah ini tidak seperti yang kamu fikirkan !" Ucap Rendi.


"Aku tidak peduli siapa yang mengirimnya. Yang aku tahu, pria yang ada difoto itu benar dirimu" Ucap Fani.


"Aku sudah bilang kan semalam ! Akan menjelaskan pagi ini, alasan aku tidak datang semalam" Ucap Rendi.


"Aku tidak butuh penjelasan apa - apa lagi. Foto ini sudah mewakili semuanya. Aku tahu, aku memang tidak penting bagimu dan hanya sekedar pacar settingan bagimu. Aku hanya sekedar tameng bagimu. Tapi mengapa kau selalu menyuruhku menunggumu ? Lalu sehabis itu kau pergi menemani Keyla" Ucap Fani yang mulai tidak bisa menahan tangis.


"Serendah itukah aku dimatamu. Hingga kau bisa mempermainkanku sesuka hatimu ?" Sambung Fani dengan suara terbata.


Rendi yang melihat Fani yang mulai menangis merasa sangat bersalah. Ingin rasanya dia memeluk gadis dihadapannya itu. Tetapi pasti Fani meronta dan membuat keadaan menjadi semakin kacau.


Ya, Fani memang orang yang keras kepala, berani, berisik dan ceroboh. Tetapi karena itulah dia mulai jatuh hati kepada Fani.


Selama ini dia fikir orang yang seperti itu akan sangat menyusahkannya. Makanya dia lebih menyukai orang yang penurut, lemah lembut dan tidak berisik seperti Keyla.


Tapi ternyata anggapannya selama ini salah. Sifat keras kepala Fani, tingkahnya yang berisik, dan kelakuannya yang ceroboh selalu membuat Rendi tertawa. Rendi seakan menemukan hal lain dari dirinya yang selama ini tertutup. Tingkah lucu Fani membuat dia melupakan semua rasa lelah dan penat bekerja yang dia embannya sebagai Presiden Direktur.


"Kau berfikir terlalu jauh. Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu. Apalagi hanya sebagai tameng bagiku. Aku..." Lagi - lagi Rendi belum sempat menyelesaikan ucapannya, sebuah mobil sport mewah bewarna hijau datang.

__ADS_1


Vino turun dari mobilnya. Berjalan mendekat menghampiri mereka berdua.


Aish.. Kenapa benalu ini datang !


Batin Rendi.


"Vino ? Kenapa pagi - pagi seperti ini ada disini ?" Tanya Fani.


"Aku datang menjemputmu ke kantor. Apa kau sudah agak baikan ?" Tanya Vino penuh perhatian.


"Cih ! Siapa yang mau kau jemput ? Pacarku maksudmu ? Kau lihat kan aku sudah disini. Jadi sebaiknya kau pergi sana !" Ucap Rendi kesal.


"Sebaiknya kau urus saja mantan kekasihmu yang di rumah sakit. Biar Fani aku yang antar !" Ucap Vino.


"Beraninya kau !" Rendi mulai menarik kerah baju Vino. Dia memukul Vino dengan keras dan tersungkur. Lalu Vino langsung berdiri dan menghajar balik Rendi dengan pukulannya yang tak kalah keras. Sekarang Rendi yang tersungkur ke tanah. Rendi yang emosi segera berdiri dan menendang tubuh Vino hingga Vino kembali terhempas ke tanah.


"Cukup ! Hentikan !" Teriak Fani.


Teriakan Fani menghentikan aksi baku hantam keduanya.


"Kalau kalian ingin berkelahi jangan di depan rumahku ! Cari tempat lain saja ! Dan aku bisa pergi sendiri ke kantor !" Ucap Fani yang berlalu pergi menaiki ojek yang kebetulan lewat mencari penumpang.


Rendi mengelap wajahnya yang penuh memar dan sedikit berdarah di bibirnya. Begitu juga dengan Vino.


"Kau menyukai Fani kan ? Kenapa kau menyukai kekasih orang lain ? Apa semua wanita didunia ini sudah mati !" Teriak Rendi.


"Ya memang kenapa kalau aku menyukainya ! Aku merasa kau tidak pantas berada disamping Fani. Kau selalu menyakitinya. Aku sudah tidak tahan lagi !" Ucap Vino dengan sorot matanya yang tajam.


"Brengs*k ! Jangan harap kau bisa memilikinya. Dia milikku !" Ucap Rendi dengan suara yang sarat akan amarah dan emosi. Dia menekan remote mobilnya dan bergegas meninggalkan Vino.


************


Rendi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kembali menuju rumah sakit tempat Keyla dirawat. Dia berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan perasaan emosi.


"Keylaaa !!!!" Ucapnya dengan nada suara yang tinggi dan kesal sambil membuka pintu kamar.


"Rendi ?" Ucap Keyla denga suara lembutnya dan tersenyum menyambut kedatangan Rendi.


Terlihat ada dua orang perawat yang sedang mengecek suhu tubuh Keyla di dalam ruangan itu.


"Bisa tinggalkan kami berdua sekarang ? Aku ingin berbicara sebentar dengannya" Ucap Rendi pada salah satu perawat.


"Baik Tuan !" jawab perawat itu sambil melangkah pergi meninggalkan Keyla dan Rendi.


"Rendi kau kembali ke sini lagi" Ucap Keyla senang.


"Apa yang kau lakukan dengan ponselku semalam ?" Tanya Rendi.


"Apa maksudmu ? Aku tidak mengerti" Ucap Keyla berpura - pura.


"Jangan berbohong ! Aku peringatkan padamu. Jangan sakiti Fani lagi. Kalau tidak, aku tidak akan segan padamu !" Ucap Rendi yang sudah mulai dikuasai amarah.


"Ya, memang aku yang mengirim foto itu ! Lalu kenapa ? Apa aku salah memperjuangkan cintaku. Apa sudah tidak ada aku lagi dihatimu. Mengapa semudah itu kau mau menghancurkan kenangan kita berdua !" Ucap Keyla terisak.


"Aku datang kemari tidak lebih hanya rasa kemanusiaan. Aku sudah tidak ingin mengingat hal yang dulu lagi. Aku sudah punya kekasih sekarang. Jadi kau jangan menggangguku lagi !" Ucap Rendi yang bergegas pergi meninggalkan Keyla yang menangis tersedu - sedu.


Ketika keluar dari kamar tersebut Rendi dikejutkan dengan kehadiran wanita dihadapannya.


Mama Keyla yang sedari tadi berdiri di depan pintu mendengar percakapan Keyla dan Rendi barusan.


"Apa kita bisa berbincang sebentar Ren ?" Ucap mama Keyla.


*************


Mereka mengobrol di kantin rumah sakit. Mereka memesan minuman hangat untuk menemani obrolan mereka.


"Ibu sempat mendengar pertengkaran kalian tadi. Maaf Ibu tidak tahu kau sudah punya kekasih sekarang. Dan sepertinya kau ada masalah dengan kekasihmu sekarang karena Keyla" Ucap Mama Keyla.


Rendi hanya diam tidak menjawab.


"Sewaktu Keyla bilang dia sudah putus denganmu, Ibu kira kau yang memutuskannya. Ternyata dia bilang, dia sendiri yang memutuskanmu. Padahal Ibu sangat menyukaimu. Ibu berharap besar kau jadi menantuku. Tapi ternyata sepertinya takdir berkata lain, kau sudah punya kekasih baru sekarang. Keyla memang harus menanggung konsekuensi dari keputusan yang dia ambil waktu itu. Ibu sangat berterima kasih selama ini kau sudah menjaga Keyla dengan baik. Dan terima kasih juga karena sudah menyempatkan datang kemari. Ibu akan coba bicara dengan Keyla untuk tidak menganggu hubunganmu dengan pacarmu lagi" Ucap Mama Keyla tulus.


"Terima kasih, Bu. Ada hal yang ingin aku minta darimu. Bisakah Ibu menolongku ?" Tanya Rendi.


"Katakan saja, Aku akan membantumu !" Ucap Mama Keyla.

__ADS_1


Rendi berharap dengan adanya bantuan dari mama Keyla bisa membantu menyelesaikan masalahnya dengan Fani.


# Terima kasih ya pembaca setiaku yang sudah menyempatkan diri membaca "PACAR SETTINGAN" Selalu ketawa - ketiwi membaca komentar kalian yang geram sama Keyla 🤭. Maaf belum sempat membalas komentar kalian satu persatu 🙏 Pokoknya kalian semangatku 😘 jangan lupa likenya ya 😉


__ADS_2