Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
16. Mengembalikan


__ADS_3

Pagi ini fani sudah siap - siap untuk pergi kekampus. Dia sudah memakai masker untuk menutupi wajahnya supaya tidak mudah dikenali oleh wartawan yang akan mengejarnya dikampus. Mau tak mau dia harus pergi bimbingan.


"Nek, fani berangkat yah" ucap fani sambil menyalami tangan neneknya.


"Iya hati - hati. Tumben kamu pake masker " ucap nenek.


"Iya takut debu nek " ucap fani bohong.


"Oh ya sudah, pokoknya jangan lupa lagi antar kuenya ke toko bang Agus. Dia kemarin telepon ke hp nenek bilang pelanggannya pada ribut nanyain kue kita gara - gara kamu lupa titipin kemarin " ucap nenek.


"Siap nek ! fani janji ga bakal lupa lagi ! " ucap fani sambil mengangkat kedua jari nya membentuk huruf "v".


******


Sesampai di kampus, wartawan sudah penuh di depan gerbang kampus. Fani yang sudah menelepon dila dan nisa terlebih dahulu, langsung mencari keberadaan mobil nisa. Dia melihat mobil nisa yang bewarna putih sudah terparkir di depan toko Alat Tulis Kantor (ATK) yang tidak jauh dari kampus mereka. Fani langsung naik ke dalam mobil dila. Kaca mobil dila yang gelap mampu mengelabui para wartawan. Tanpa ada satupun wartawan yang mengetahui keberadaan fani di dalam mobil itu. Mobilpun melaju melewati kerumunan wartawan. Masuk kedalam parkiran kampus.


"Huft, untung saja aku punya teman - teman yang baik hati seperti kalian. Kalau tidak sudah habis aku diserbu oleh kumpulan wartawan itu !" ucap fani.


"Dan untungnya peraturan kampus kita itu ketat banget ya. Ga bolehin wartawan masuk selain untuk kepentingan kampus. Pak Dekan juga bilang, kalau sampai ada wartawan yang masuk itu bakal mengganggu aktivitas pembelajaran dilingkungan kampus kita. Beruntung kamu fan ! " ucap dila.


"Aduh jadi ribet gini ya jadinya. Maaf juga sudah merepotkan kalian " ucap fani.


"Yaelah fan kayak sama orang lain aja " ucap nisa.


*******


Sehabis bimbingan skripsi, 3 sahabat tersebut berkumpul dikantin kampus.


"Gimana tadi revisi atau acc bimbingan tadi fan ? " tanya nisa.


"Huft, masih ada revisi sedikit sih. Yang kalian gimana ? " tanya fani balik.


"Sama aja. Aku dan dila masih revisi juga. Besok mungkin aku ke sini lagi " ucap nisa.


Fani menyeruput es teh tarik dihadapannya. Tiba - tiba dila melirik ke arah jari tangan fani. Dia melihat kilauan sinar dari cincin fani.


"Fani beli cincin kayak gitu dimana ? aku juga mau. Kilauan seperti berlian asli aja " tanya nisa.


"Eh, ini.. " fani bingung menjawabnya.


"Coba aku lihat " ucap dila penasaran.


Dila langsung memegang tangan fani dan mengamati cincin di jari manis fani.


"Ini sih emang berlian asli nisa lemot ! bukan imitasi " ucap dila.


"Aku tahu karena mamaku juga punya satu berlian asli yang slalu dibangga - banggakannya itu.. hmm " sambung dila.


"Wuizz fani keren. Fani dapat dari mana itu fan ? Siapa yang kasih ? atau fani nabung buat belinya ? tanya nisa.

__ADS_1


Dila juga terlihat tak sabar menunggu jawaban fani.


Aduh jawab apa ya !


"Atau jangan - jangan kamu benaran ya fan pacaran dengan pak presdir itu tanpa sepengetahuan kami berdua ? " tanya dila penuh curiga.


"Apaan sih dila. Aku kan sudah jelasin tempo hari, kalau aku waktu itu benar - benar cuma ingin ngerjain pak rendi aja. Jangan ngaco deh kamu dil " ucap fani.


"Yaelah, jangan marah dong. Kan aku cuma bercanda " ucap dila merayu.


"Ga marah kok dila sayang, ntar kalau marah ga ada lagi yang mau nolongin aku kabur dari serbuan wartawan lagi " ucap fani.


"Hahahhaa " mereka bertiga tertawa cekikikan.


Aku harus balikin cincin ini ke rendi. Aku tak sanggup memakainya.


*********


Jam menunjukkan pukul 15.00. Begitu keluar dari kampus, Fani langsung naik bis menuju kantor "Mandala Putra Group".


Begitu sampai dilantai 10, Fani langsung ke meja resepsionis. Dia meminta maya, mbak yang bertugas menjaga meja tamu untuk meberi tahu pak rendi kalau dia ingin bertemu. Fani takut kalau dia menerobos masuk, rendi akan menyalahkan maya yang mengizinkannya masuk dan menghukumnya.


Ya ! Itukan memang hobinya


"Nona fani silahkan masuk pak rendi mengizinkan anda masuk " ucap maya.


Hah ? tumben kok dia ngebolehin aku masuk sesudah kejadian kemarin ?


Aduh ! ini anak korban gosip kayaknya


"Saya masuk dulu ya mbak maya" ucap fani.


Fani masuk kedalam ruangan rendi.


" Silahkan duduk nona fani " ucap skretaris rendi sambil menunjuk ke arah sofa.


Sekretaris lalu menelpon bagian pantry untuk memesan teh dan cappucino.


"Roy, kamu boleh keluar" ucap rendi.


"Baik tuan " ucap roy.


Rendi melangkah menuju sofa. Dia duduk bersebrangan dengan fani.


Terdengar pintu diketuk. Office girl masuk mengantarkan minuman yang dipesan oleh pak roy tadi.


"Silahkan diminum " ucap rendi.


Ini anak kesambet apaan sih. Tumben banget ada sopan santunnya.

__ADS_1


"Apa yang membawamu datang kemari ? apa ingin aku mengklarifikasi pada wartawan lagi ?" tanya rendi.


tetap biacara seenaknya saja ! kalau yang ini sepertinya memang tidak bisa diubah


"Kalau itu aku sudah tidak memikirkannya lagi. Selagi aku bisa menghindar, akan aku hindari. Toh kamu juga tidak akan membantuku kan ?" ucap fani.


"Jadi apa tujuanmu ke sini ?" tanya rendi datar.


"Aku kesini karena ingin mengembalikan ini " ucap fani sambil meletakkan cincin berlian diatas meja.


Karena melihat rendi kebingungan. Fani coba menjelaskan.


"Ini pemberian ibumu. Dia mengira aku benar - benar pacarmu. Dari awal aku sudah tolak, tapi ibumu memaksa memberikannya. Katanya dia akan kecewa kalau aku tidak menerimanya " ucap fani.


"Lalu apa masalahnya ? Ambil saja. Kan mamaku telah memberimu. Sepertinya dia memberinya dengan tulus " ucap rendi.


"Tapi sekarang aku sudah memikirkannya. Aku tidak bisa menerimanya. Dia pasti memberi ini karena mengira aku ini adalah kekasihmu. Menerima ini sama dengan aku membohonginya. Jadi aku mohon tolong kembalikan ini pada ibumu " ucap fani.


Fani beranjak dari kursi.


"Hanya itu yang saya ingin sampaikan. Saya pamit pulang " ucap fani.


"Tunggu dulu.." ucap rendi.


"Duduklah kembali " sambung rendi.


Fani menurutinya.


"Bagaimana kalau kita meneruskan sandiwara yang sudah terlanjur terjadi ini ?" tanya rendi.


"Maksudmu ?" tanya fani tak mengerti.


"Ibuku selalu menjodohkanku dengan anak - anak temannya. Aku terus dipaksanya menghadiri kencan buta agar punya kekasih. Jujur aku belum kepikiran ingin punya kekasih untuk saat ini. Dan jujur menghadiri kencan buta itu memuakkan bagiku " ucap rendi.


"Apa kamu gay ?" tanya Fani.


"Kau cari mati ya ?" tanya balik rendi.


Fani terdiam.


"Karena mamaku sudah terlanjur percaya dengan drama yang kau buat, Bagaimana kalau kita bernegosiasi. Bagaimana kalau kau menjadi pacar pura - puraku ? Aku butuh status pacar untuk menghindari kencan buta yang terus - menerus diatur oleh mamaku dan wanita - wanita yang terus saja mendekatiku " ucap rendi.


"Maaf aku tidak berminat masuk ke pusaran kebohonganmu. Aku tidak tega membohongi ibumu yang begitu baik bak malaikat! " ucap fani.


"Tentu saja ada kompensasi untuk semua itu. Kau boleh meminta apapun yang kau inginkan. Rumah, mobil, atau uang ?" tanya rendi.


Fani benar - benar geram mendengar omongan rendi. Dia berdiri dari kursinya.


"Aku tidak sedang menjual diriku !" ucap fani tegas.

__ADS_1


Fanipun bergegas pulang meninggalkan rendi sendirian diruangan itu.


#Makasih sudah setia membaca, please jangan lupa kasih jempolnya ya guys 🙏😊


__ADS_2