Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
21. Makan Malam (2)


__ADS_3

"Kau tahu lagu ini ?" tanya papa rendi.


"Iya aku juga suka. Nenekku suka mendengarkan lagu ini setiap hari, jadi aku juga suka. Aku suka semua lagu broery marantika. Apalagi yang dia duet dengan Dewi Yull, lagu - lagunya romantis " ucap fani.


"Yang mana ?" tanya papa rendi.


"Semuanya.. tapi yang paling aku suka yang judulnya "Jangan ada dusta diantara kita". Lagunya sedih banget " ucap fani.


Astaga ! selera musiknya buruk sekali !


Batin Rendi.


"Bapak juga paling suka dengan lagu itu. Ntah kenapa mama rendi dan rendi tidak menyukai lagu ini, padahal lagu - lagu mereka sangat menyentuh. Akhirnya ada yang satu pikiran dengan Oom" ucap papa rendi.


"Hobimu apa fan ?" tanya papa rendi yang mulai sedikit tertarik.


"Berkebun dan sesekali memancing " ucap fani.


Apa itu hobi seorang wanita ?


Batin rendi.


"Kau juga suka memancing ? Kenapa semuanya bisa kebetulan ya ? " ucap papa rendi.


"Iya kalau berkebun, aku hanya berkebun dibelakang rumah saja pak. Tetapi kalau memancing aku suka mencari kolam yang didekat rawa. Ikannya banyak disana. Dan aku suka mencari umpannya sendiri. Cacing tanah yang besar - besar " ucap fani.


Mama rendi merasa geli mendengar fani menyebut cacing.


Tidak heran dia sangat cekatan menangkap cacing dengan tangan kosong yang berkeliaran di lift tempo hari ! Aneh !


"Kapan - kapan kita harus memancing bersama nanti. Rendi kau juga harus ikut. Mama juga ikut ! " ucap papa rendi.


"Mama ga ikut pa, papa kan tau mama takut cacing " ucap mama rendi.


"Pa yang benar saja, memancing itu membosankan " ucap rendi.


"Kamu belum merasakan saja nikmatnya memancing ya kan fani ? ucap papa rendi.

__ADS_1


"Iya om " ucap fani setuju dengan ucapan papa rendi.


Huft.. syukurlah sepertinya papa rendi menyukai fani.


Batin mama rendi.


"Fani suka makan ikan bandeng ya ? mama lihat kamu suka sekali mengambil bandeng prestonya ? tanya mama fani.


"Maaf bu habis enak " ucap fani malu - malu.


"Tidak apa - apa. Mama dan papa rendi juga suka sekali makan bandeng presto, Kecuali rendi " ucap mama rendi.


"Memangnya kenapa bu ? apa rendi punya alergi gatal - gatal bila memakannya ? " tanya fani sambil melirik rendi.


"Tidak, dia hanya tidak suka baunya. Bau lumpur katanya. Pernah waktu umur 15 tahun dia memakan bandeng, setelah itu dia muntah - muntah tidak tahan baunya " ucap mama rendi.


Oh.. jadi hanya tidak tahan baunya saja kan ?


"Tapi sayang, sekarang kan setiap kita pergi makan diluar kamu selalu memesan bandeng presto. Kamu bilang sangat meyukainya semenjak mengenalku " ucap fani sambil menghadap rendi.


"Oh ya ? ini suatu kejutan " ucap mama rendi.


Rendi melirik fani. Fani tersenyum .


"Ayo dimakan sayang !" ucap fani sambil menaikkan salah satu alisnya.


Rendi hanya diam tidak bergeming.


"Ayo dimakan sayang pemberian fani " ucap mama rendi.


Rendi memakan bandeng presto. Dengan susah payah dia menelannya.


"Ma, Pa ! rendi keluar sebentar ya, mau menelepon roy. Rendi lupa memberi materi buat meeting besok ! " ucap rendi.


"Ok sayang " ucap mama rendi.


Makan malampun berakhir. Rendipun mengantar fani pulang.

__ADS_1


***********


Di dalam mobil yang sedang melaju.


"Apa kau gila ? kalau tidak segera keluar dengan alasan menelepon mungkin aku sudah muntah di meja makan saat itu juga ?" ucap rendi kesal.


"Hahaha, astaga ayolah.. kau bukan anak bayi atau ibu hamil kan ? " ucap fani meledek.


"Hehh ! sudah aku duga kau itu aneh. Menyukai lagu lawas ? ayolah kau bahkan masih muda ! tapi seleramu benar - benar buruk " ucap rendi menghina.


"Memang apa salahnya aku menyukai lagu lawas hah ? " ucap fani.


"Yang benar saja, Kau bahkan mempunyai hobi Memancing dan berkebun. Benar - benar hobi yang kampungan ! dasar wanita aneh !! " ucap rendi melampiaskan kekesalannya.


"Apa ??? lalu bagaimana denganmu monster kejam ?" ucap fani tak mau kalah.


"Monster ??? siapa ? aku ? " ucap rendi terkejut.


"Iya Kau !! Kau seperti monster yang menakuti semua pegawaimu dengan semua aturan dan hukuman konyolmu itu !!! ucap fani kesal.


"Cih !" Rendi mendengus.


Rendi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi bak seorang pembalap melepaskan kekesalannya. Fani yang ketakutan hanya bisa berpegangan pada safety belt.


Mobilpun tiba dirumah fani.


Fani turun dari mobil. Melihat rendi yang juga bersiap - siap mau turun juga, fani menghalangi.


"Tidak usah mampir, nenek juga sudah tidur jam segini ! nanti akan aku sampaikan saja salammu !" ucap fani yang masih kesal.


"Oke !" ucap rendi.


Mobil rendipun melaju pulang.


Sesampai dirumah fani berjalan mengendap - endap, tiba - tiba lampu ruang tamu hidup.


"Ayo jelaskan sama nenek sejak kapan kamu pacaran dengan anak itu ? dan ceritakan siapa dia ? " terdengar suara nenek mengejutkan fani.

__ADS_1


#Jangan lupa likenya ya readers 🙏😘


__ADS_2