Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
(S2) Apa Kau Bahagia ?


__ADS_3

Jangan lupa memberi like, komen dan vote ya🙏 Happy Reading gaes 😘


***************


Hari Pernikahan Tiarapun tiba. Pesta Pernikahan yang diadakan di sebuah hotel bintang lima dengan konsep garden party itu di hadiri oleh banyak tamu undangan.


Sesuai namanya, garden party dilakukan di taman atau ruangan terbuka. Ornamen-ornamen alam juga ditambahkan di dalam konsep ini. Dan di Hotel ini, pesta diadakan di taman, tepat di sebelah kolam renang.


Nanda yang memang sedari tadi sibuk membantu pelayan hotel meletakkan bunga-bunga di sudut taman dan mengatur letak lampu yang berkilapan sebelum tamu undangan tadi datang, memang mempunyai hobi mendekorasi ruangan. Padahal sebelumnya, Event Organizer telah mengatur semuanya dengan rapi, tetepi di rubah dalam sekejap oleh Nanda.


Dan sekarang ketika acara sudah mulai dan tamu sudah banyak berdatangan, Nanda sibuk menyusun gelas-gelas di atas meja yang sudah berisi berbagai macam jenis minuman.


"Maaf, bisa saya meminta gelas yang berisi cola tersebut" ucap seorang Pria.


Mendengar suara seorang pria yang meminta gelas yang berisi minuman tersebut, terpaksa membuat Nanda harus berbalik menoleh padanya.


"Ini, Silahkan !" ucap Nanda yang sudah mengambil salah satu gelas berisi cola dan siap memberikannya pada pria tersebut.


"Loh.. Kamu ??" ucap Nanda dan pria itu berbarengan.


Mereka saling tersenyum satu sama lain.


"Kau, kenapa bisa disini ?" ucap mereka berbarengan lagi.


Dan lagi-lagi mereka hanya bisa tertawa mendapati pengucapan kata-kata mereka yang sama.


"Jelas, aku disini. Ini nikahan adikku !" ucap Nanda.


Aldi tampak terkejut.


"Adik ? Berarti kau juga adiknya Yuda ?" tanya Aldi.


Nanda mengangguk.


"Kau kenal kak Yuda ?" tanya Nanda.


"Iya, teman di club mobil. Dia yang mengundangku kemari" ucap Aldi.


Nanda mangguk-mangguk merespon ucapan Aldi.


"Aku turut berduka cita ya atas kepergian Pak dwitama. Maaf tidak sempat kesini waktu itu. Karena aku sedang berangkat keluar kota mengurus masalah kerjaan" ucap Aldi.


"Oh, Iya dimaklumi kok" ucap Nanda.


"Berarti kau juga bersaudara dengan Khanza ya? Yuda bilang kalau Khanza juga saudaranya" ucap Aldi.


"Iya, dia saudaraku" ucap Nanda.


"Belum move on ya dari Khanza ?" sambung Nanda.


Aldi tertawa.


Dia melirik ke arah Khanza, yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Akan ada fase dimana ketika melihatnya, hatiku sudah biasa saja" ucap Aldi seraya tersenyum.


Nanda melongo. Mencerna setiap ucapan Aldi.


Tumben omongannya lurus !


Batin Nanda.


"Jadi siapa namamu ? Bukankah kau bilang, kalau kita bertemu sekali lagi. Kau akan memberitahu namamu ?" ucap Aldi.


Nanda tersenyum.


"Inget ya.. Namaku Ananda Qahira Dwitama" ucap Nanda.


"Panjang bener ? Namamu terlalu panjang, boleh aku panggilnya sayang aja ?" ucap Aldi.


Nanda yang mendengar ucapan Aldi, tertawa sejadi-jadinya.


*************


Acara Pernikahan berlangsung dengan sangat meriah. MC dan penyanyi papan atas turut mengisi acara. Tamu-tamu yang berdatangan juga tak kalah ramai.


Mereka mengambil berbagai hidangan yang telah dipersiapkan oleh tuan rumah. Ada juga yang langsung menghampiri pasangan pengantin tersebut hanya untuk sekedar berjabat tangan.

__ADS_1


Khanza yang dari tadi berdiri di sebelah Tiara, langsung menghampiri Syifa yang baru saja datang bersama Yuda.


"Hai, Za. Sorry ya gue telat nih !" ucap Syifa.


"Enggak apa-apa kok. Belum lama juga acaranya mulai" ucap Khanza.


"Yuda, banyak yang nanyain kamu tuh dari tadi. Para Kolega Perusahaan pada nyariin kamu" ucap Khanza.


"Oh.." ucap Yuda.


"Cuma O doang ? Gue yang terpaksa dari tadi ngajakin mereka ngobrol sampe enggak tahu mau bahas apaan lagi !" ucap Khanza.


Yuda cengar-cengir mendengar ucapan Khanza.


"Kamu sih yang, aku kan sudah bilang kalau aku bisa pergi sendiri. Pakai dijemput segala lagi" ucap Syifa.


"Enggak boleh ! Orang kayak kamu itu emang harus dijemput ! Terkadang kamu tu udah dibilang jangan naik ojek, masih aja ngeyel ! suka bener dempet-dempetan sama mamang gojek !" ucap Yuda.


"Tuh kan mulut saudaramu ini bener-bener deh, Za" bisik Syifa pada Khanza.


Khanza tersenyum mendengarnya.


"Kan biar cepet nyampe sayang kalau naik ojek !" sambung Syifa sambil mengelus-elus rambut Yuda agar Yuda mau berhenti memperdebatkan masalah mamang gojek yang tidak berdosa itu.


"Ya, tapi lain kali harus nurut ya sayang. Kalau kata aku enggak boleh ya enggak boleh !" ucap Yuda.


Syifa mengangguk.


"Emangnya Nanda dimana ? Kok cuma kamu sendirian yang ngajakkin mereka ngobrol. Mereka juga sering tuh tatap muka langsung sama Nanda kalau lagi meeting" ucap Yuda.


"Nanda itu... lagi berdiri di pojokkan. Lagi di gombalin Aldi kayaknya" ucap Khanza sambil tertawa.


Yuda dan Syifa langsung menoleh ke arah Nanda dan Aldi yang masih asyik mengobrol tanpa tahu kalau banyak mata memperhatikan mereka.


"Asal jangan buat Nanda menangis aja tu playboy, yang ngakunya udah tobat !" ucap Yuda.


Khanza tersenyum mendengarnya.


"Ya, sudah. Ayo, temani aku ke sana dulu yang. Aku mau mengobrol sama rekan kerja Perusahaan. Sekalian mau mengenalin kamu ke mereka" ucap Yuda.


"Iya. Kami ke sana dulu ya, Za" ucap Syifa.


Awalnya, Khanza tidak pernah menyangka kalau Yuda benar-benar ingin serius pada sahabat baiknya itu. Melihat watak Yuda yang begitu keras dan bertindak semaunya membuat Khanza ragu pada hubungan mereka berdua. Tetapi nyatanya, siapa yang sangka Syifa bisa menaklukkannya. Dan yang lebih mengejutkan lagi sahabat baiknya itu akan segera menjadi saudara iparnya.


Khanza mengambil segelas minuman soda beraroma lemon dan meneguknya beberapa kali. Dia berdiri dari kejauhan memandangi Tiara seraya tersenyum. Dia tersenyum karena bunga-bunga kebahagian tersebar di sekeliling keluarga mereka.


Dia merasa bersyukur hubungannya dengan Saudara tirinya kembali membaik dan juga bersyukur karena masalah Tiara akhirnya terselesaikan. Sehingga Tiara dapat menemukan kebahagiannya.


Sekali lagi Khanza tersenyum melihat kebahagian yang dirasakan oleh saudara-saudaranya.


"Apa kau bahagia ?" ucap seorang pria yang berdiri di belakangnya dan memperhatikannya sedari tadi.


"Iya !" ucap Khanza sambil berbalik menoleh.


Khanza sungguh terkejut ketika menoleh ke belakang. Dia sungguh tidak meyangka bahwa yang bertanya padanya barusan adalah Vino.


Vino yang sudah berdiri di hadapannya kini terlihat semakin tampan dengan balutan jas pesta bewarna coklat muda.


Vino maju melangkah mendekatinya.


"Jadi kapan kau akan memikirkan kebahagiaan untuk dirimu sendiri ?" ucap Vino.


Khanza tidak menjawab. Dia masih bengong tidak percaya dengan kehadiran Vino di pesta pernikahan ini.


"Kenapa kau bisa kemari ? Vira bilang kau sedang di Inggris ?" tanya Khanza.


Vino menyeringai.


"Sampai kapan kau akan terus menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan ?" ucap Vino.


"Tampaknya kau ini sering lupa menjawab pertanyaan dariku. Ayo, jawab. Kapan kau akan memikirkan kebahagiaan untuk dirimu sendiri ?" ucap Vino.


Khanza menarik nafas panjang. Seolah akan mengatakan sesuatu yang berat.


"Tadinya aku pikir. Tanpamu aku akan baik-baik saja. Aku pikir, keadaan akan kembali normal ketika aku mencoba menjauh darimu. Ternyata aku salah. Semakin aku mencoba melupakanmu dan berusaha menjauhimu, semakin aku mengkhawatirkan keadaanmu" ucap khanza.


"Saat Vira bilang kau sedang berangkat ke Inggris, aku terus memikirkan keadaanmu di sana. Apa kau tiba dengan selamat di sana ? Apa kau makan dengan baik di sana ? Semua pertanyaan itu terus berputar di otakku" ucap Khanza.

__ADS_1


"Aku bohong kalau aku bilang aku sedang berbahagia sekarang" ucap Khanza dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Dan sekarang kau bertanya kepadaku, Kapan aku akan memikirkan kebahagiaan untuk diriku sendiri ? Sebelumnya, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ? Karena aku bisa menjawab pertanyaanmu setelah aku mendapatkan jawaban dari pertanyaanku ini" ucap Khanza.


Vino mengangguk.


Khanza maju selangkah ke hadapan Vino. Mata mereka saling menatap satu sama lain.


"Apa tawaranmu masih berlaku ?" tanya Khanza pada Vino.


Vino mengerenyit. Tidak paham maksud dari pertanyaan Khanza.


"Tawaranku ?" ucap Vino mengulangi ucapan Khanza.


"Ya, Apa tawaranmu untuk mengajakku menikah masih berlaku" ucap Khanza kembali.


Dia menatap Vino. Tangannya gemetar. Terlihat sekali kalau dia sedang gugup sekarang. Dia menunggu jawaban dari Vino.


Tetapi, Vino hanya diam tidak menjawab.


Apa dia lupa ? Aduh malunya aku kalau dia beneran lupa...


Batin Khanza.


"Kalau kau tidak ingat. Sudah, lupakan saja !" ucap Khanza dengan pipi yang sudah memerah karena malu. Dia sudah siap melangkah pergi, meninggalkan tempat itu.


Tetapi, tangan Vino sudah siap menarik lengan Khanza. Vino memeluknya.


"Aku tidak lupa. Aku ingat itu !" ucap Vino.


"Jadi, kamu bersedia kan menikah denganku ?" Sekarang giliran Vino yang bertanya.


Khanza mengangguk.


"Iya, aku mau !" ucap Khanza.


Vino semakin mengeratkan pelukannya pada Khanza. Hati keduanya tidak berhenti berdebar. Ada perasaan bahagia yang terus mengalir dari keduanya.


*************


Selang satu bulan dari pernikahan Tiara. Khanza dan Vino menggelar pesta pernikahan mereka.


Rona wajah bahagia tidak dapat disembunyikan dari keduanya. Tatapan mata mereka, menggambarkan perasaan yang sebenarnya.


Pesta Pernikahan berlangsung lancar. Tamu-tamu undangan merasa puas dengan pesta yang telah di gelar.


Aldi terlihat datang ke pesta dengan menggandeng tangan Nanda. Sepertinya usahanya mendekati Nanda tidak sia-sia. Nanda luluh dengan rayuan si playboy tobat seperti kata Yuda. Sekarang Mereka berdua terlihat sedang mengobrol dengan pemilik Event Organizer yang kami pakai. Sepertinya sudah ada ancang-ancang bagi mereka untuk serius melanjutkan hubungan mereka ke tahap selanjutnya.


Sedangkan Yuda datang bersama Syifa. dengan senyum yang terlihat sedikit dipaksakan Yuda menyalami Vino dan Khanza.


Mereka harus menunda pernikahan mereka karena Khanza dan Vino yang telah menikah lebih dulu.


Khanza berbisik pada telinga Vino.


"Tuh, kan ayang. Gara-gara kamu nih Yuda harus menunda pernikahannya sama Syifa. Padahal Yuda sudah kebelet banget, pingin nikahin Syifa" ucap Khanza.


"Kan aku sudah tanya kemarin sama dia, yang. Mau aku duluan apa dia yang duluan. Dia jawab terserah. Ya, udah mending kita duluan aja" ucap Vino.


"Dasar kamu tu, ay. Wajar dia langsung setuju kita yang duluan nikah. Kamu nanyanya pake melotot gitu. Yuda langsung takut lah sama kamu !" ucap Khanza.


Vino tersenyum mendengarnya.


"Sudah, jangan mengurusi orang lain. Nanti malem giliran kamu yang bakal aku buat ketakutan" ucap Vino menggoda Khanza.


Khanza mencubit pinggang Vino.


"Auw, parah kamu yang" ucap Vino meringis


Khanza hanya bisa menahan tawa melihat Vino kesakitan gara-gara cubitannya.


"Aku mencintaimu, Vino Aditya Samudera" bisik Khanza kembali.


"Aku juga cinta kamu sayang !" ucap Vino sambil mencium pipi wanita, yang kini telah menjadi istrinya.


Aku Ombak dan Kamu Pantai. Dan rindu yang telah membuat ombak pergi sejauh apapun itu, Akan tetap kembali ke pantai yang sama.


--------- Tamat ----------

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya ya 😘 yuk ramaikan 🤗


__ADS_2