Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
56. Maaf Aku tidak bisa


__ADS_3

Jangan lupa beri dukunganmu pada novel ini dengan cara like, komen dan vote ya..🙏


Happy Reading gaes dan Saranghaeyo 😘


****************


"Tolong katakan Ren.. Kau mencintaiku.." Pinta Keyla dengan nada suara yang terdengar sayup-sayup.


"Ini.. ini permintaan terakhirku.. tolong katakan Kau mencintaiku.." Ucap Keyla dengan buraian air mata yang membasahi pipinya.


Rendi terdiam cukup lama. Papa dan Mama Keyla yang mendengar permintaan terakhir anaknya kepada Rendi, Iba melihatnya.


"Ren...." Ucap Keyla yang masih menunggu jawaban dari Rendi.


"Aku.. Maaf Aku ga bisa Key" Ucap Rendi terbata.


"Aku ga bisa bohong pada diriku sendiri" Ucap Rendi.


Seketika air mata mengalir deras dari sudut mata Keyla. Raut wajahnya penuh dengan kekecewaan. Nafasnya pun mulai tersengal.


Mama Keyla yang melihat itu, Mulai merasa panik.


"Keyla.. Key.." Ucap Mama dan Papa Keyla berbarengan, memanggil anaknya dengan panik.


Mama Keyla mulai menekan tombol darurat memanggil Dokter dan Perawat.


Dokter dan Perawat datang dengan cepat dan mulai memeriksa Keyla. Tetapi begitu dokter memegang lengan Keyla, Keyla memejamkan matanya dan tidak terbangun lagi.


Sekali lagi Dokter memeriksa denyut nadi di tangannya tetapi tidak berdenyut sama sekali.


"Maaf Bu, Nona Keyla sudah tiada" Ucap Dokter itu.


"Keyla...." Ucap Mama Keyla memegang jemari Keyla. Air matanya tak henti menetes, menangisi kepergian putri semata wayangnya itu.


Papa Keyla yang juga berdiri disana menarik lengan Rendi dan menghajarnya.


"Brengs*k Kau ! Apa susahnya mengabulkan permintaan terakhir putriku !" Ucap Papa Keyla yang siap kembali menghajar Rendi tetapi kedua lengannya ditahan oleh Dokter dan para perawat.


Rendi hanya diam. Dia tahu Papa Keyla hanya melampiaskan kekecewaan pada dirinya.


"Sudah ! Cukup Pa.. Seharusnya kita juga berterima kasih kepada Rendi. Dia yang membawa Keyla ke Rumah Sakit ini dan masih menyempatkan diri menunggui Keyla sampai ajal memanggilnya" Ucap Mama Keyla dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


"Sekarang yang terpenting kita harus mengurus jenazah Keyla dan pemakamannya" Ucap Mama Keyla terisak.


****************

__ADS_1


Nisa yang baru saja tiba di Perusahaan Buana Group, Naik ke lantai atas ruangan Presiden Direktur.


"Apa Tuan Riko ada ?" Tanya Nisa pada perempuan yang menjaga meja Resepsionis.


"Oh, Nona Nisa ya. Pak Presdir sedang keluar" Ucap perempuan itu.


"Sudah lama ?" Tanya Nisa lagi.


"Dia keluar sebelum jam makan siang, Nona" Ucap Perempuan itu.


"Kemana ya Mbak kira-kira Tuan Rikonya ?" Tanya Nisa.


"Dia pergi ke suatu tempat" Ucap Sekretaris Pribadi Riko yang tiba-tiba muncul di belakang Nisa.


Sontak Nisa menoleh ke asal suara.


"Bisakah Anda memberitahuku dimana Dia sekarang ? Aku sangat ingin menemuinya. Ada hal penting yang harus kubicarakan" Ucap Nisa memohon.


Sekretaris Pribadi Riko tersenyum tipis.


"Dia di Danau kota. Dia selalu berada di sana menenangkan diri jika ada masalah. Bahkan Tuan Riko akan betah berlama-lama di sana sampai beberapa jam hanya untuk menjernihkan pikirannya disana" Ucap Sekretaris Pribadi Riko.


"Terima kasih untuk informasinya Pak" Ucap Nisa.


Setiba di sana, Mata Nisa mengedarkan seluruh pandangannya ke sekeliling Danau.


Danau Kota memang sangat asri. Banyak taman di sekitarnya yang sangat nyaman untuk bersantai. Bahkan banyak pohon-pohon besar yang membuat suasana menjadi adem dan betah berlama-lama disana.


Karena letaknya ditengah kota, maka Danau ini dikelilingi oleh gedung-gedung pemerintahan maupun pertokoan.


Ketika malam hari atau hari libur tempat ini akan ramai sekali. Makanya Riko lebih senang berkunjung pada jam sekarang. Karena susasananya masih sepi sehingga bisa menikmati Keindahan Danau dengan ketenangan.


Nisa mendapati Riko yang sedang berdiri bersender di depan mobilnya. Riko berdiri menghadap Danau sambil meminum cola kesukaannya.


Entah sudah berapa kaleng cola yang diminun Riko, Tetapi sepertinya sudah ada tiga kaleng cola yang sudah kosong berbaris rapi di kap mobilnya.


"Sudah aku bilang jangan suka minum minuman ini !" Ucap Nisa yang mengambil paksa cola yang dipegang Riko.


Refleks Riko menoleh pada wanita yang berdiri disampingnya.


"Ini tidak baik untuk perutmu !" Ucap Nisa.


Riko hanya diam memandang Nisa yang berdiri di sampingnya. Dia tidak bisa percaya wanita itu bisa menemukannya disini.


"Hmm.. Aku.." Ucap Nisa yang memulai obrolan dengan suaranya yang terbata.

__ADS_1


"Aku.. Aku minta maaf. Aku minta maaf sempat tidak mempercayai kata-katamu waktu itu" Sambung Nisa.


"Aku menyesal atas sikapku yang sungguh kekanak-kanakan. Yang tidak mencari tahu dahulu tentang kebenaran ini semua. Benar, Kata mamaku... Kalau Aku mencintaimu, Seharusnya Aku percaya penuh padamu. Seharusnya Aku tahu, Bahwa Kau tak mungkin berbuat seperti itu" Ucap Nisa.


Riko masih terdiam. Dia tidak bicara sepatah katapun. Tetapi sorot matanya begitu tajam. Memandang Nisa hampir tak berkedip. Ekspresinya datar.


"Bisakah Kau menerimaku kembali ? Aku akan belajar mencoba percaya penuh padamu apapun yang akan terjadi nanti" Ucap Nisa.


Mereka saling bertatapan. Ekspresi Riko masih sama, Datar. Nisa yang tak mendapat respon maupun jawaban dari Riko dibuat salah tingkah jadinya.


Apakah aku dicampahkan ?


Batin Nisa.


"Hmm.. Kalau Kau tidak mau menerimaku kembali.. Setidaknya Kau bisa memaafkanku saja kan ?" Tanya Nisa.


Riko tetap diam tidak menjawab. Matanya intens memandang Nisa.


Karena merasa malu, Ucapannya tidak ada yang direspon oleh Riko. Nisa memutuskan untuk pergi.


Rasanya ingin sekali aku menenggelamkan diriku ke dasar lautan saking malunya


"Hmmm.. Baiklah.. Ini terasa sedikit canggung. Sebaiknya Aku pergi saja" Ucap Nisa yang sudah berbalik ke belakang melangkah pergi.


"Tunggu..." Ucap Riko tiba-tiba, yang menghentikan langkah kaki Nisa.


Nisa sontak berbalik menoleh ke belakang. Dia melihat Riko melangkah berjalan menghampirinya perlahan.


"Aku memang tidak mau menerimamu kembali menjadi kekasihku" Ucap Riko yang sudah berdiri dihadapannya.


Nisa terdiam. Sebenarnya Dia sudah mempersiapkan diri untuk ini. Dia tahu tak akan mudah bagi seseorang untuk menerima kekasihnya kembali setelah diputuskan tanpa dipercayai.


Tapi tetap saja Dia tidak kuat menghadapi kenyataan yang dia dengar dari mulut Riko langsung. Kenyataan bahwa Riko tak mau menerimanya kembali.


Tak terasa ada buliran air mata yang mengalir dari sudut matanya. Padahal dia sudah berusaha menahannya untuk tidak menangis.


"Aku tidak mau Kau menjadi kekasihku lagi sekarang... Aku ingin Kau menjadi Istriku" Ucap Riko sambil mengelap air mata Nisa menggunakan jemari tangannya.


Deg !


Hati Nisa bedebar. Ada suatu perasaan bahagia yang tidak dapat diungkapnya dengan kata-kata.


Nisa memeluk Riko dengan erat. Riko membalas pelukan Nisa yang begitu hangat dan mengecup kening Nisa dengan lembut.


# Mohon dukungannya untuk memberi Like, komen dan Vote ya... 🙏 Maaf untuk keterlambatan update.. Jempol kalian semangatku 😘

__ADS_1


__ADS_2