
Sore hari di kediamanan keluarga mandala putra.
"Bik marni, ini kue siapa yang bikin " tanya mama rendi pada pelayan didapur.
"Itu tuan rendi yang bawa nyonya " ucap bik marni.
"Ooh.. rendinya mana ?" tanya mama rendi.
"Ada diatas, diruang baca nyonya " ucap bik marni.
"Oke " ucap mama rendi.
*******
Diruang baca, mama rendi melihat rendi lagi asyik membuka laptopnya.
"Hei, kerja melulu kapan lagi istirahatnya ?" ucap mama rendi.
"Ini juga mau sudahan ma.. cuma ngecek email dari roy aja.. agenda buat besok" ucap rendi.
"Ooh.. kue ini kamu yang bawa ?" tanya mama rendi menunjukkan kue yang dipegangnya dan langsung mengunyahnya.
Rendi melirik sekilas ke arah mamanya.
"Fani yang bikin, dia bilang titip buat mama" ucap rendi.
"Aduh calon mantuku yang satu ini sangat perhatian dengan calon mertuanya " ucap mama rendi.
"Berarti kamu tadi jadi dong menjemput dan mengantar fani kekampus ?" tanya mama rendi.
"Bukankah kalau soal itu mama bisa tanya langsung dengan pengawal mama , yang mama kirim buat mata - matain rendi ?" tanya rendi balik.
"Haah ? jadi kamu tahu.. aduh dasar si bejo sudah mama bilang jangan sampai ketahuan !" ucap mama tanpa rasa bersalah.
Rendi cuma menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah laku mamanya.
"Ren, besok mama gak ke kantor mama, ajak fani kesini dong. Mama mau belajar bikin kue sama fani" ucap mama rendi.
"Ma, fani besok sidang. Lagipula rendi besok ada kerjaan sebentar diluar kantor. Ga bisa jemput fani "ucap rendi.
"Ya habis pulang sidang kan bisa. Ntar mama yang telpon fani jam berapa dia pulangnya. Terus, kerjaan apa diluar kantor ? meeting diluar sama klien ? apa visit ke kantor cabang ? apa visit ke perusahaan kolega ?" tanya mama rendi.
"Bukan semua !" ucap rendi.
"Berarti bukan kerjaan kantor kan ? ya udah ajak aja fani dulu sebentar kesana. Ntar baru ke sini ?" ucap mama rendi memaksa.
Rendi melirik mamanya sekilas.
"Huftt.. iya ..iya.. ! rendi mau ke kamar rendi dulu ma. Selamat malam ! " ucap rendi.
"Nah gitu dong baru anak mama. Malam juga sayang !" ucap mama rendi.
*********
Keesokan harinya dikantin kampus.
"Akhirnya selesai juga sidang tadi !" ucap dila.
"Nilai sidang kapan sih bisa dilihat hasilnya ?" tanya nisa.
"Aku dengar - dengar siang nanti jam 1an sudah keluar. Sudah bisa kita check lewat web kampus " ucap fani.
"Oh, berarti ga perlu kesini kan buat ngecheck" ucap dila.
"Ho'oh " ucap fani.
"Ntar sudah wisuda kalian mau masukki lamaran kerja kemana ?" tanya fani.
"Kalau aku sih tetap sama pendirian pertamaku, ngapain susah - susah cari kerja. Aku mau kerja diperusahaan papaku saja. walaupun cuma perusahaan kecil tapi kan aku tetap bosnya disana " ucap dila.
"Dasar dila, ambil gampangnya aja. Kalau fani sih enak. Nilainya bagus dan pasti cumlaude lagi. Pasti mudah masuki lamaran kemana - mana " ucap nisa.
__ADS_1
"Tapi fan, kenapa kamu ga kerja diperusahaan rendi aja ? Dengar - dengar dalam bulan - bulan ini mandala group bakal merekrut pegawai baru. Secara pacar sendiri presdir disana ? pasti bakal keterima kan " ucap dila.
"Eh.. Nggak deh. Aku ga mau kerja satu kantor yang sama dengan pacarku. Nanti yang ada jadi bahan perbincangan orang aja, gak profesional lah, masuk karena koneksi pacar lah. Mending aku cari kerja di perusahaan lain" ucap fani mengelak.
"Uhh.. sayang banget fani. Padahal dari dulu kerja di raksasa company seperti mandala group itu adalah impianku. Gajinya besar, fasilitas lengkap, kantornya keren, yang jadi pegawainya juga kompeten karena lewat seleksi yang ketat apalagi waktu magang kemarin, aku benar - benar kerasaan disana. Karena pegawai - pegawainya juga friendly sama aku " ucap nisa.
"Kamu kepingin kerja disana nis ?" tanya fani.
Nisa mengangguk.
"Aku sudah merasa nyaman disana" ucap nisa serius.
"Ya udah ntar habis wisuda kamu coba masukin lamaran dulu ke sana, ntar aku coba ngomong sama rendi buat mempertimbangkanmu " ucap fani.
"Serius fan ? Asyikkk !!!" ucap nisa girang.
Huftt.. semoga rendi nanti mau mempertimbangkan nisa bekerja dikantornya
********
Didalam mobil rendi.
"Makasih sudah mau jemput " ucap fani.
"Bilang makasih sama mamaku ! Kalau bukan karena mamaku yang suruh, aku males banget " ucap rendi.
Astaga !! mulut orang ini.. selalu bisa bikin orang sakit hati. Oh, iya aku lupa.. dia ini kan memang ular berbisa.. jarang bicara, sekalinya bicara mengeluarkan racun .. grrr..
Tiba - tiba mobil berhenti didepan sebuah yayasan panti asuhan. Dan ada mobil pak roy juga yang menyusul berhenti dibelakang.
"Turun !" ucap rendi.
"Loh.. ! bukannya mama kamu bilang mau belajar kue dirumahnya. Kenapa kita berhenti disini ? tanya fani.
"Tadinya hari ini memang jadwal rutin aku berkunjung kesini. Tapi karena mama memaksa agar aku menjemputmu ke rumah, terpaksa aku ajak kamu kesini dulu sebentar "ucap rendi.
Rendi dan nisapun melangkah masuk ke dalam panti asuhan, diikuti roy dan beberapa pengawal yang membawa sekitar 10 kardus berisi bahan - bahan sandang dan pangan.
"Tumben pak rendi datang dengan perempuan kemari ? apa itu kekasih nak rendi ? Salam kenal neng cantik. Ayo duduk ! " sapa ibu itu.
"Kabar baik bu. Perkenalkan ini fani. Dan fani, ini ibu Sri, ketua yayasan panti asuhan ini " ucap rendi.
"Salam kenal bu " ucap fani seraya tersenyum
"Oh, jadi benar toh ini pacarnya nak rendi. Pak rendi ini baru pertama kalinya kesini dengan perempuan, makanya saya aneh tiba - tiba dia bawa perempuan "ucap bu sri.
Fani tersenyum. Dan rendi masih seperti biasa hanya diam dengan ekspresi datar wajahnya.
"Kau boleh melihat - lihat keluar dulu, ada yang harus aku bicarakan dengan bu sri " ucap rendi.
"Roy, ajak fani berjalan - berjalan keliling panti" sambung rendi.
"Baik tuan !" ucap roy.
Fani dan roy pun melangkah keluar ruangan. Roy mengajak fani mengelilingi panti yang terbilang cukup besar itu. Halaman panti yang luas yang ditumbuhi rumput - rumput. Ada ayunan dan jungkat - jungkit. Ada kandang ayam di halaman belangkang, yang berisi beberapa pasang ayam jantan dan betina. Dan anak - anak ayam yang berkeliaran mencari makan di sekitar halaman. Anak - anak kecil bermain kejar - kejaran, ada juga yang bermain ayunan, jungkat - jungkit, bahkan ada juga yang mengejar anak ayam.
Melihat pemandangan ini fani tersenyum.
"Kalian sering kesini ?" tanya fani pada roy.
"Iya setiap sebulan sekali tuan selalu berkunjung kesini untuk memberikan bantuan. Selain sandang pangan yang kami bawa tadi, tuan juga memberi bantuan berupa materi. Makanya dia menyuruh saya mengajak nona fani keluar, agar nona fani tidak melihatnya sewaktu dia memberi uang kepada orang lain. Dia rajin menyumbang ke panti asuhan dan rumah - rumah ibadah. Dia tidak mau perbuatan baiknya ini diketahui oleh orang lain. Bahkan nyonya juga tidak mengetahui kegiatan pak rendi yang seperti ini.Tuan rendi memang tidak suka pamer orangnya " ucap roy.
Fani kagum mendengar cerita roy.
"Maaf nona fani, sepertinya tuan memanggil saya. Saya harus segera ke ruangan bu sru tadi " ucap roy sambil melihat ponselnya.
"Oke, silahkan pak roy. Saya disini saja, saya mau bermain dengan anak - anak " ucap fani.
"Baik nona ! " ucap roy yang beranjak bergegas meninggalkan fani.
Fani berjalan menyapa mendekati anak - anak kecil yang sedang bermain. Mereka yang bermain diluar ada sekitar 20 anak. rata - rata mereka seusia anak TK dan Sekolah Dasar. Fani duduk ditengah - tengah diantara mereka di atas halaman berumput. Fani menceritakan dongeng yang biasa diceritakan neneknya sewaktu kecil. Anak - anak itu tertawa terbahak - bahak mendengar cerita fani. Apalagi saat fani berekspresi lucu dan membuat suara - suara sesuai tokoh yang diceritakan.
__ADS_1
Rendi yang datang melihat, tiba - tiba ikutan tersenyum menyaksikan tingkah konyol fani.
"Kak rendi...." teriak salah satu anak yang sedang mendengarkan cerita fani, langsung berdiri berlari berhamburan menghampiri rendi diikuti anak - anak yang lainnya.
Mereka memeluk rendi dan bercerita banyak, seolah - olah menganggap rendi seperti ayah mereka sendiri. Rendi mengelus rambut mereka satu persatu bahkan menciumi pipi salah satu anak yang berpipi tembam menggemaskan.
Fani terenyuh melihatnya. Dia melihat sisi yang berbeda dari rendi selama ini yang dia kenal. Bahkan dia melihat rendi tersenyum beberapa kali. Pemandangan yang jarang sekali dia lihat.
Wow, dia semakin tampan ternyata saat tersenyum. Astaga apa yang aku bicarakan ini ! sepertinya aku mulai ngelantur !
Setelah selesai bercengkrama dengan anak - anak. Rendi dan anak - anak menghampiri fani.
"Kami pulang ya anak - anak. Nanti kakak datang lagi kapan - kapan !" ucap rendi.
"Kak rendi kalau kesini lagi, ajak kak fani lagi ya ! kami ingin mendengar kak fani mendongeng lagi " ucap salah satu anak disusul dengan anggukan anak yang lainnya.
"Wah, kau suka dengan dongeng pangeran kodok yang kakak ceritakan tadi ya ?" ucap fani.
"Iya, apalagi sewaktu kakak menirukan suara kodok benar - benar mirip kodok kak faninya ?" ucap anak itu.
Ibu Sri mencoba menengahi.
"Mungkin suara kak fani ya yang benar - benar mirip suara kodok ?" ucap bu sri menyela.
"Bukan bu, tapi wajah kak fani jadi ikut mirip kodok kalau menirukan suara kodok" ucap anak itu polos.
Suasana hening semua orang menahan tawa.
Fani tertawa terbahak - bahak seolah dibuat - buat, padahal wajahnya merah padam menahan malu.
"Iya nanti kakak akan kesini lagi sama kak fani " ucap rendi mengakhiri.
Bu Sri dan anak - anak mengantar sampai mobil.
"Dahhhh !" ucap fani riang.
"Dadahhh.. kak rendi dan kak fani " ucap anak - anak berbarengan.
********
Didalam mobil, fani dengan tidak sabarnya langsung menyerca rendi dengan pertanyaannya.
"Apa aku benar mirip kodok ketika menirukan suara kodok ?" tanya fani.
Rendi hanya diam tidak menjawab. Dia tersenyum mendengar ucapan fani barusan.
"Oh, astaga !! kau tidak menjawab sepatah katapun tetapi senyummu itu sudah cukup mewakili kata - katamu !" ucap fani kesal.
"Eh, tunggu dulu kau tersenyum ??? Hei kau tersenyum barusan ? aku tidak salah lihat kan ? astaga.. ternyata kau bisa tersenyum juga ?" ucap fani sambil melihat wajah rendi dari dekat.
Mata mereka saling bersitatap karena jarak wajah mereka yang mendekat. Rendi yang baru pertama kali melihat fani dengan jarak sedekat ini baru menyadari ternyata bola mata gadis ini sangat bulat dan besar, dihiasi bulu matanya yang lentik dan panjang. Rendi sempat terhipnotis sesaat.
Sedangkan Fani yang melihat wajah rendi dari dekat sempat merasakan debaran aneh didadanya.
Astaga kenapa hatiku dag dig dug yah.. Benar kata orang - orang dia ini sangat tampan. Seandainya dia ini tidak arogan pasti aku sudah mengantri yang pertama untuk jadi pacarnya..
Batin fani.
Tapi tiba - tiba...
Cletakkk !
Rendi menyentil kepala fani.
"Awww.. !!" teriak fani.
"Dasar bod*h !! Aku ini kan manusia, tentu saja aku bisa tersenyum !" ucap rendi yang bernada kesal sambil menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya.
Astaga !!! Dasar kau pangeran kodok sial*n ! Aku cabut semua kata - kataku tadi ! Arghhhh..
#Hai para pembaca setia.. Author mau tanya kalian suka dengan kisah cinta yang mana ? Fani dan rendi ? atau Nisa dan Riko.. hayooo kalian di tim mana ? Dan tidak henti - hentinya author meminta dukungan kalian dengan cara meminta jempol kalian untuk memberi like pada karya author ini.. Untuk yang memberi like, semoga dimudahkan segala urusannya Aamiin 😘🙏
__ADS_1