Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
(S2) Ancaman


__ADS_3

Jangan lupa memberi like, komen dan vote ya.. makasihπŸ™ dan Happy Reading Gaes😘


*************************


Pagi hari yang begitu cerah. Saat semua disibukkan dengan rutinitas pagi. Khanza sudah duduk manis di meja kerjanya bersama Vira. Ini memang belum jam masuk kantor, oleh karena itu hanya ada dia, Vira dan juga Ahmad, Office Boy diruangan itu.


"Aku mau ke pantry, mau bikin mochacinno. Kamu mau nitip, Vir ?" Tanya Khanza.


"Ga usah, Za. Tadi aku sudah minum teh dirumah" Ucap Vira.


"Oh, Ya udah. Kalau gitu aku ke pantry dulu ya" Ucap Khanza.


"Ok, Za" Ucap Vira.


Khanza lalu melangkahkan kakinya menuju pantry. Ruangan ini memang memiliki pantry yang didalamnya berisi banyak pilihan minuman. Khanza lalu memilih salah satu varian mochacino dan membuatnya.


Brakk !


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dengan kasarnya.


Rahel yang baru datang, terlihat berjalan tergesa-gesa menghampiri Khanza.


"Aku benar-benar tidak menyangka. Gadis sepertimu datang kemari dengan tampang lugumu itu. Tapi, ternyata tampang lugumu tidak selugu tingkah lakumu !" Ucap Rahel.


"Apa maksudmu ? Aku tidak mengerti" Ucap Khanza.


"Tidak mengerti ? Apa yang kau lakukan bersama Pak Presdir di pinggir jalan kemarin sore ? Kau mencoba merayunya kan ?" Ucap Rahel.


"Aku ? Aku tidak merayunya. Dia hanya menawarkan tumpangan, tapi aku menolaknya" Ucap Khanza.


"Cih ! Kau berharap aku percaya itu ? Bukannya Kau yang datang kepadanya untuk merayunya. Tetapi sepertinya, Pak Presdir tidak bodoh. Aku lihat, Kau tetap saja pulang menaiki bis. Sungguh kasihan dirimu ! Sebaiknya Kau lekas berkaca, dan sadar akan siapa dirimu !" Ucap Rahel yang lalu melangkah pergi meninggalkan Khanza.


Khanza hanya menarik nafas panjang mendengar semua ucapan Rahel barusan.


Yang kasihan itu dirimu ! terus mengejar sesuatu yang tidak bisa kau jangkau !


Batin Khanza.


***************


Jam sekarang, telah menunjukkan pukul 12:00 Siang. Khanza, Vira, Deka dan Zia sudah duduk manis di kursi lobby dengan memegang piring masing-masing. Hari ini Zia mentraktir Mie ayam bakso yang berjualan di samping kantor, untuk seluruh pegawai diruangan itu.


"Makasih ya Zia, traktirannya. Dan selamat bertambah usia ya" Ucap Khanza.


"Makasih, Khanza" balas Zia.


"Selamat menua dan cepat nikah ya" Ucap Deka dengan mulut yang masih mengunyah.


"Sudah, habisin dulu yang dalam mulut. Baru ngomong" Ucap Vira yang gregetan melihat tingkah Deka.


Khanza dan Zia tersenyum melihat kelakuan Deka dan Vira yang memang selalu tidak pernah akur.


Tiba-tiba, Vino keluar dari ruangannya dengan memegang kunci mobil dan ponsel ditangannya.


"Selamat ulang tahun ya Zia. Makasih traktiran mie ayamnya. Nanti ada kado dari perusahaan untukmu" Ucap Vino.


"Makasih Pak" Ucap Zia.


Tiba-tiba, Rahel keluar dari dalam ruangan, menyusul Vino.


"Pak Vino, Apa boleh saya ikut makan siang keluar dengan Pak Vino" Ucap Rahel.

__ADS_1


"Makan Siang ? Bukannya Zia sudah mentraktir mie ayam ?" Ucap Vino.


"Aku ga suka mie ayam, Pak. Aku ingin makan yang lain" Ucap Rahel dengan nada manjanya.


"Idih !" umpat Deka dengan suara berbisik.


"Lain kali ya. Saya sudah ada janji makan siang dengan Nanda dari perusahaaan kolega kita. Lain kali saya traktir kamu bersama yang lain juga. Oke saya keluar dulu ya, semua" Ucap Vino yang bergegas pergi.


"Oke, Pak" Jawab mereka serentak.


"Aduh.. Patah hati adek, Bang !" Ejek Deka pada Rahel.


Rahel yang tidak suka diejek dan merasa malu karena gagal mengajak Vino makan siang di depan teman kerjanya, melotot memandangi Deka. Raut wajanhya juga terlihat sangat kesal.


"Cih !" Ucap Rahel sambil memalingkan wajahnya dan bergegas pergi ke luar dari ruangan itu.


"Aduh nenek lampir kesel kayaknya, Hahaha" Tawa Deka diikuti teman-teman yang lainnya.


Sedangkan Khanza tampak fokus berpikir, mengingat nama yang sempat terlontar dari mulut Vino.


Nanda ? Apa mungkin Nanda yang itu ? Ah, tidak mungkin. Nama Nanda kan banyak... Bukan hanya dia seorang..


(Batin Khanza).


********************


Sementara di sebuah Coffee Shop, Syifa sedang sibuk memasukkan gelas kopi ke dalam kantong plastik. Dia lalu memberikan kantong plastik berisi kopi itu kepada pelanggan yang telah menunggu di dalam mobil. Coffe Shop ini memang melayani pembelian melalui Drive Thru. Jadi pelanggan bisa membeli kopi tanpa perlu turun dari kendaraannya. Pembelian melalui Drive Thru ini cukup digemari oleh pelanggan, karena lebih cepat, lebih praktis, dan menghemat waktu.


"Silahkan, Pak. Ini pesanan Anda. Terima Kasih !" Ucap Syifa.


Syifa menjulurkan tangannya memberikan kantong plastik tersebut. Tetapi, Pria yang berada di dalam mobil tampak kesulitan menggapainya.


"Nona, Apakah anda bisa turun sebentar dan memberikan kantong plastik itu kemari ? Lengan saya, baru saja habis dioperasi. Sulit bagi saya meraihnya" Ucap Pria di dalam mobil.


Syifa lalu melangkahkan kakinya menuju mobil tersebut.


"Ini, Pak !" Ucap Syifa mengulurkan tangannya, memberikan kantong plastik pada Pria yang menyetir tadi.


Tapi, tiba-tiba pintu belakang mobil terbuka. Dua orang pria turun dari dalam mobil dan menarik Syifa masuk ke dalam mobil. Dan satunya lagi membekap mulut Syifa agar tidak berteriak.


Apa aku diculik ? Tapi untuk apa ? Aku bahkan bukan anak orang kaya.


Batin Syifa.


Mobil yang membawa Syifa melaju kencang. Sepanjang jalan Syifa terus memberontak. Para Pria itu kesulitan menghadapi Syifa.


"Lepaskan aku ! Kalian salah menculik orang. Aku bukan orang kaya !" Ucap Syifa yang masih memberontak.


Dan tiba-tiba, mobil berhenti tepat di pinggir jalan yang cukup sepi.


Syifa di bawa keluar dari mobil. Disana telah menunggu sebuah mobil sport mewah, bewarna biru dongker terparkir di tepi jalan. Para Pria tersebut membawa Syifa melangkah masuk menuju mobil sport itu. Pria tersebut membuka pintu belakang mobil dan melempar Syifa ke dalam, dan kembali menutup pintu mobil.


"Aw..!" Ucap Syifa sedikit berteriak saat badannya terhempas di kursi belakang mobil.


Sesaat dia tersadar. Dia tidak berada sendirian di dalam mobil. Sesosok Pria yang dia kenal wajahnya, duduk disampingnya.


"Kau ?" Ucap Syifa dengan mata melotot.


Wajahnya penuh dengan amarah memandang pria di hadapannya. Syifa mengepalkan tangannya geram.


"Untuk apa kau menculikku ?" Teriak Syifa.

__ADS_1


Pria itu menyeringai.


"Menurutmu untuk apa aku menculikmu ?" Tanyanya balik.


Syifa tambah kesal mendengarnya.


"Mana aku tahu ! Kau yang menculik, Kau yang bertanya. Aneh !" Ucap Syifa.


"Baiklah, Aku juga tidak ingin membuang-buang waktuku. Cepat katakan dimana Khanza dan Ibunya tinggal sekarang ?" Ucap Yuda.


Syifa tertawa mendengar pertanyaan Yuda barusan.


"Aishh.. Ternyata Kau masih belum menyerah ya. Aku tidak mau memberitahumu !" Ucap Syifa.


"Oh, Jadi kau tidak mau memberitahuku. Jangan salahkan aku berbuat nekat padamu !" Ucap Yuda.


Yuda mulai mendekatkan wajahnya pada Syifa. Sehingga jarak wajah mereka semakin dekat.


"Kau.. Kau.. Kau mau apa ?" Tanya Syifa terbata.


"Menurutmu aku mau apa ? Seorang lelaki dan seorang wanita berada dalam satu ruangan bersama, kira-kira apa yang harus aku lakukan ?" Ucap Yuda.


Syifa ketakutan mendengar ucapan Yuda barusan. Dia semakin mengrinset mundur ke belakang. Sampai-sampai dia tidak bisa mundur ke belakang lagi. Kepalanya menempel pada kaca mobil.


Yuda semakin memajukan tubuhnya. Wajahnya dan wajah Syifa semakin dekat, hanya berjarak beberapa senti saja.


Yuda memegang dagu Syifa. Yuda menyeringai.


"Kau ketakutan sekarang ? Dimana keberanianmu yang barusan ?" Ucap Yuda.


"Jangan macam-macam padaku !" Ucap Syifa lirih.


"Cepat katakan padaku sekarang, dimana Khanza tinggal sekarang !" Ucap Yuda.


Syifa masih diam tidak menjawab. Dia melengos, membuang muka. Tetapi, tangan dan kakinya dingin dan gemetar.


Yuda yang geram melihat tingkah Syifa yang masih saja tidak patuh, akhirnya hilang kesabaran. Tangannya yang masih meraih dagu Syifa di dekatkannya ke wajahnya. Nafas mereka menderu. Yuda mencium bibir Syifa dengan paksa. Syifa memberontak. Tapi,Yuda tetap menciumnya kasar.


Tiba-tiba, "Plakk !"


Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Yuda.


"Kau Brengs*k ! Apa salahku padamu !" Ucap Syifa yang berlinangan air mata.


Yuda terdiam. Tiba-tiba ada perasaan tidak tega yang dia rasakan ketika melihat Syifa menangis.


Melihat Yuda yang terdiam, cepat-cepat Syifa membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil. Sedangkan Yuda masih mematung, terkejut dengan kejadian barusan.


Sial ! aku sebenarnya hanya ingin menggertaknya saja tadi ! Tapi, kenapa melihat bibirnya membuatku benar-benar ingin menciumnya. Aku pasti sudah gila !


Batin Yuda.


Tiba-tiba, pria utusan Yuda yang disuruh Yuda menculik Syifa tadi, menggedor kaca mobil Yuda. Yuda membuka kacanya.


"Bos, Wanita yang baru keluar dari mobil ini tadi, pingsan" Ucap Pria itu.


Yuda yang mendengar ucapan pria itu, segera membuka pintu mobil dan menggendong Syifa yang terguling tak sadarkan diri di pinggir jalan. Dia memasukkan Syifa ke mobil, dan melajukan mobilnya dengan kencang menuju Rumah Sakit yang paling dekat.


Semoga tidak terjadi apa-apa padanya !


Batin Yuda.

__ADS_1


#Tetap tunggu cerita selanjutnya yah gaes.. Dan jangan lupa memberikan komentar, like dan votenya.. aku suka senyum-senyum sendiri loh baca komentar dari kalian.. 😚 pokoknya makasih yang udah doain sehat kmarin πŸ™ Kalau kata boboiboy tu kalian "Terbaekk πŸ‘" Saranghaeyo 😘


__ADS_2