Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
49. Petaka Surat Perjanjian


__ADS_3

(*__*) **Jangan lupa dukungannya ya gaes.. Dengan cara memberi Like, Komen dan Vote..


Makasih buat dukungannya selama ini dan Happy Reading ya gaes.. Saranghaeyo** 😘


*********************


Pagi hari, selesai mengantar Fani ke kantornya ponsel Rendi tidak berhenti berdering. Nomor yang sudah lama tidak disimpannya di dalam ponsel kini menghubunginya intens. Rendi yang sangat hafal nomor siapa itu mulai merasa kesal. Dia memblokir nomor yang dirasanya sangat menganggunya tersebut.


Tiba-tiba Maya, Resepsionis yang menjaga meja tamu di lantai ruangannya mengetuk pintu.


"Maaf Pak, ada telpon dari resepsionis di lobby bawah ada yang ingin menemui anda" Ucap Maya.


"Siapa namanya ?" Tanya Rendi.


"Namanya Nona Keyla Veronica" Ucap Maya.


Aish.. ! Tidak diladeni di telpon dia datang kesini langsung ! Tampaknya Aku harus membereskan masalah ini !


"Suruh dia ke ruanganku sekarang !" Perintah Rendi.


"Baik Pak !" Ucap Maya.


Keyla dengan percaya diri masuk ke ruangan Rendi. Dan langsung duduk di sofa tengah.


Rendipun menghampirinya. Mereka duduk bersebrangan.


"Apa maksud kedatanganmu kemari ?" Tanya Rendi tanpa basa-basi.


"Belum cukupkah kau kemarin membuat masalah ?" Ucap Rendi.


"Kenapa begitu formal bicara padaku. Bukankah kita dulu sepasang kekasih ? Setidaknya kita bisa lebih santai untuk berbicara" Ucap Keyla.


"Jawab saja pertanyaanku barusan !" Ucap Rendi.


Keyla terdiam sejenak.


"Ren, Aku benar-benar masih mencintaimu. Tidak bisakah kita kembali seperti dulu lagi. Aku.." Belum selesai Keyla meyelesaikan ucapannya Rendi memotong.


"Aish.. ! Itu lagi ? Tidak bisakah kau mengganti topik lain ? Aku sudah pernah mendengar ini kan sebelumnya" Ucap Rendi malas.


"Kenapa Kau menyukai Fani ? Awalnya aku tidak percaya Kau bisa menyukai orang seperti Dia. Dia bukan tipemu sama sekali. Tapi setelah melihat kejadian kemarin aku baru yakin kau memang menyukainya" Ucap Keyla lirih.


"Sewaktu berpacaran denganku saja kau tidak pernah semarah itu pada orang yang mencoba menggangguku. Apa sebenarnya kelebihan yang Fani miliki sehingga bisa membuatmu menyukainya ? Apa kurangnya diriku dibanding Dia ?" Ucap Keyla yang mulai meninggikan nada suaranya.


Rendi mendengus.


"Apa menyukai seseorang butuh alasan ? Aku menyukainya karena dia yang menyembuhkan lukaku saat kau meninggalkan sakit dihatiku. Dia yang selama ini mengisi hari-hariku dengan tingkah konyolnya dan membuatku tersenyum kembali" Ucap Rendi.


"Keyla, Aku merasa aku tidak mengenalimu lagi sekarang. Kau telah menjadi orang jahat sekarang. Kau tega menyakiti orang lain hanya untuk mencapai tujuanmu. Kau bukan Keyla yang dulu aku kenal lagi. Kau telah berubah sekarang. Kau mungkin bukan mencintaiku lagi sekarang. Kau hanya terobsesi padaku. Kau terlahir dari keluarga yang mapan dengan paras yang sempurna dari sudut pandang laki-laki. Dari kecil kau sudah terbiasa mendapatkan apa yang kamu inginkan. Mungkin karena aku selalu menolakmu sekarang, Kau jadi semakin ingin memilikiku"


"Percayalah itu bukan cinta, Tapi itu hanya sebuah Obsesi. Keegoisan untuk memiliki !" Ucap Rendi.


Keyla meneteskan air mata.


"Alasanku memutuskanmu karena aku fokus ingin menyembuhkan penyakitku. Semua ini juga untukmu. Aku ingin menjadi orang yang pantas berdiri disampingmu. Aku bukan meninggalkanmu karena berselingkuh atau bosan. Tapi kenapa kau tidak bisa melihat semua itu ?" Tanya Keyla.


"Kenapa kau tidak menjelaskan padaku pada waktu itu ? Kalau saja kau menjelaskan padaku alasanmu karena penyakitmu, mungkin saat itu aku tidak akan pernah menyerah akan dirimu. Aku akan menemanimu melakukan perawatan hingga kau sembuh" Ucap Rendi.


Tubuh Keyla gemetar mendengarnya.


"Tapi Kenangan akan tetap menjadi kenangan. Kenangan tidak bisa dihapus dan akan selau ada dalam ingatan kita. Tapi kita punya hak untuk memilih. Dan aku memilih untuk mengubur dan melupakan semua kenangan kita dahulu. Aku ingin melangkah maju bersama Fani. Aku akan menikahinya.. Dan kau hiduplah lebih baik lagi. Suatu saatkau akan menemukan seseorang yang jauh lebih baik dariku. Aku harap kau bahagia" Ucap Rendi.


Tak terasa air mata Keyla mengalir bercucuran. Dia tidak dapat menahan perasaannya sedihnya yang terlalu dalam.


"Aku harap ini terakhir kalinya kau datang kemari dan terus menghubungiku. Aku tidak ingin Fani salah paham" Ucap Rendi.

__ADS_1


Keyla masih terdiam. Wajahnya merah padam. Matanya yang sembab karena menangis terus-menerus tak lepas menatap Rendi.


"Rendi, Aku mohon jangan seperti ini" Ucap Keyla masih terisak.


Rendi tak menggubrisnya.


"Kalau tidak ada hal penting yang dibicarakan lagi. Tolong tinggalkan ruangan ini. Karena Aku juga harus pergi meeting ke ruang rapat. Orang-orang menungguku !" Ucap Rendi ketus.


Keyla mau tak mau keluar dari ruangan Rendi. Dia ke toilet dahulu untuk membasuh mukanya. Matanya terlihat agak bengkak karena menangis tadi.


Aku ga mau Ren kamu jadi milik orang lain. Entah itu obsesi atau cinta, Aku ga akan biarkan miliku direbut oleh orang lain !


Keyla lalu keluar dari dalam toilet dia tak sengaja mendengar percakapan antara Rendi dan sekretaris pribadinya, Roy yang sedang berjalan menuju ruang meeting.


"Jangan lupa sewaktu aku meeting nanti, Kamu cari surat perjanjian kontrak Fani dan Aku di dalam laci meja kerjaku. Kalau tidak salah didalam map hijau. Dan letakkan di dalam mobilku kalau sudah ketemu nanti" Ucap Rendi yang bergegas melangkah ke ruang meeting diiringi Roy, Sekretaris pribadinya.


Surat perjanjian ? Ada yang aneh ! Aku harus menyelidikinya.


Keyla yang tadinya mau turun kebawah menggunakan lift langsung berbalik arah menuju ruangan Rendi kembali. Dia mengendap-endap melihat kanan dan kiri agar tidak ketahuan pegawai yang lain.


Pintu ruangan Rendi yang kebetulan tidak terkunci membuat Keyla leluasa masuk ke dalam ruangan itu. Dia segera mencari map hijau yang dimaksud Rendi. Dia membongkar dengan sangat cepat tumpukan berkas demi berkas di laci Rendi. Dia takut Sekretaris Pribadi Rendi akan segera datang mengambilnya lebih dulu.


Akhirnya dia menemukan map hijau berisi surat perjanjian tersebut. Keyla berjalan tergesa-gesa menuju lift dan turun keluar menuju parkiran.


Dia melajukan mobilnya cukup jauh dari perusahaan Mandala Group. Lalu dia mulai menepi.


Dia membaca dengan seksama isi dari perjanjian tersebut.


Cih ! Ternyata mereka hanya pasangan settingan ! Tapi pada akhirnya mereka berdua benar-benar jatuh pada permainan mereka sendiri. Rendi kali ini kamu tidak bisa lepas lagi dari genggamanku !


Seringai muncul dari bibir tipis Keyla. Sepertinya sebuah rencana jahat untuk Rendi dan Fani sudah menunggu.


**************


Riko yang menjemput Nisa untuk makan siang bersama sedang mencari cafe star yang baru buka. Nisa yang sangat penasaran sekali ingin ke sana karena tergoda melihat tampilan gambar menu makanannya di internet yang sangat menggugah selera.


"Kenapa Kau ingin sekali makan di cafe yang baru buka itu sayang ?" Ucap Riko melirik sekilas ke arah Nisa sambil menyetir.


"Sepertinya di foto makanannya sangat enak sayang. Lagipula untuk pelanggan yang datang di hari pertama, akan mendapatkan ice cream gratis !" Ucap Nisa antusias dengan mata berbinar-binar.


"Kalau Kau mau ice cream tidak perlu menunggu mendapatkannya gratis, Aku akan membelikannya untukmu sebanyak yang Kau mau" Ucap Riko yang fokus menyetir.


"Aku tidak mau. Mendapatkan ice cream secara gratis di hari pertama pembukaan cafe beda dengan membeli sendiri. Rasanya seperti menemukan jarum di tumpukkan jerami. Lagipula untuk apa memghamburkan uang kalau bisa mendapatkannya gratis" Ucap Nisa.


"Wah.. Nisaku ini memang tahu bagaimana menghemat uangku ya !" Ucap Riko tertawa sambil mengelus rambut Nisa yang tergerai panjang.


Drtt.. Drtt..


Tiba-tiba ponsel Riko berdering. Sekretaris pribadinya menelponnya. Riko memencet tombol loudspeaker pada handphonenya yang tercolok di mobil.


"Hmm.. Ada apa ? Bukannya aku bilang jangan mengangguku sebelum aku kembali ke kantor ?" Ucap Riko.


"Maaf Tuan, disini ada masalah. Ada seorang artis perempuan yang mengamuk di Buana Group. Dia memaksa bertemu dengan Anda sekarang. Dia bilang kalau anda tidak datang sekarang, Dia akan berbuat nekat" Ucap Sekretaris Pribadi Riko.


Riko tampak berfikir.


"Ayo sayang kita ke kantormu dulu. Selesaikan dulu urusan dikantormu. Baru kita bisa makan dengan tenang" Ucap Nisa.


"Kau tidak apa-apa kalau kita mampir ke kantorku dulu ?" Tanya Riko.


"Tentu saja. Aku tidak akan mati kan hanya karena telat makan beberapa jam" Ucap Nisa.


Riko tertawa mendengarnya.


"Baiklah kita kekantorku sekarang. Kau memang Nisaku yang pengertian" Ucap Riko.

__ADS_1


Merekapun tiba di perusahaan Buana Group milik Riko.


Riko dan Nisa melangkah masuk ke dalam lift untuk naik ke 10 dimana ruangan Riko berada.


Sekretaris Pribadi Riko yang sudah menunggu di depan lift datang menghampiri Riko dan Nisa.


"Dimana Dia ?" Tanya Riko.


"Di lobby Tuan" Ucap Sekretaris Pribadinya.


Riko yang melihat dari kejauhan melihat sepintas wanita yang sedang duduk membelakangi mereka. Riko merasa tidak asing dengan wanita itu.


Riko, Nisa dan Sekretaris Pribadinya itu langsung menghampiri sang artis tersebut.


Betapa terkejutnya Riko melihat siapa Artis yang dimaksud oleh Sekretaris Pribadinya itu.


Artis itu berdiri berjalan mendekati Riko yang berdiri di sebelah Nisa.


"Apa kau masih ingat padaku Riko ? Apa kabarmu ?" Ucap perempuan itu sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Riko.


Riko tidak menyambut uluran tangannya. Dia hanya menatap wajah perempuan tersebut dengan ekspresi muka yang datar.


Apa yang mau diperbuat perempuan ini disini ?


Nisa yang melihat Riko hanya terdiam. Mulai mengambil inisiatif. Dia yang menerima uluran tangan Artis perempuan tersebut.


"Eh, Hai aku Nisa. Dia mungkin tidak mengingatmu karena dia orangnya sibuk bekerja. Mana sempat menonton televisi" Ucap Nisa.


"Tapi aku tahu siapa Kau. Kau Mika Meriska kan ? Artis terkenal yang membintangi puluhan judul sinetron kan ? Mana mungkin aku tidak tahu. Bahkan Mamaku sangat mengidolakanmu. Ah, Aku saja ngefans kepadamu. Ternyata kau lebih cantik daripada di televisi" Ucap Nisa polos.


Riko terkejut mendengar ucapan Nisa yang begitu polos dan tidak tahu apa-apa.


Sekretaris Pribadi Riko juga tampak bingung menggaruk-garuk kepalanya.


Aduh, Nona Nisa.. Dia ini sainganmu ! Kenapa Kau malah memujinya sedemikian rupa..


Mika menyeringai. Dia tersenyum tipis seakan mengejek.


"Hai juga Nisa. Perkenalkan Aku mantan kekasihnya Riko" Ucap Mika menjabat tangannya pada Nisa.


"Apa ?" Nisa terperanjat mendengar pernyataan Mika.


Dia menoleh pada Riko. Memandang Riko dengan sejuta pertanyaan di otaknya.


"Kenapa Kau datang kemari dan membuat keributan dikantorku ?" Ucap Riko ketus.


"Aku ingin mengabarkan kabar bahagia padamu Rik" Ucap Mika.


"Kabar bahagia ? Apa kau akan menikah ?" Tanya Nisa dengan polosnya dan binar mata bahagia.


"Mungkin saja. Tapi itu mungkin setelah aku mengumumkan kabar bahagia ini dulu" Ucap Mika.


Mika maju selangkah kembali mendekat pada Riko.


"Aku mengandung anakmu Rik !" Ucap Mika tersenyum puas.


"Apa ?" Ucap Nisa tak percaya dengan apa yang didengarnya.


Riko memicingkan sebelah matanya. Seakan memandang jijik wanita dihadapannya. Sorot matanya penuh dengan amarah. Seakan-akan siap menghujam jantung bagi yang melihatnya.


"Ya, mungkin benar katamu aku akan menikah. Menikahi kekasihmu !" Ucap Mika dengan seringainya.


Seketika Nisa mengalihkan pandangannya pada Riko. Tubuhnya terasa lemas mendengar ucapan Mika barusan. Tiba-tiba matanya berair. Hatinya terasa teriris pedih Ada buliran air mata yang menggenang disudut matanya.


# Jangan lupa beri dukunganmu ya gaes.. like, komen dan votemu jadi amunisi buat author untuk menulis episdoe selanjutnya 🙏 Senang membaca komen-komen kalian yang sangat antusias.. Makasih para readers.. Saranghaeyo 😘

__ADS_1


__ADS_2