Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
30. Apa sih maunya !


__ADS_3

Hari demi hari silih berganti, Fani sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan barunya. Mengatur jadwal rapat, membuat notulen, membuat laporan, dan banyak kegiatan sekretaris yang sudah mulai dikuasainya.


Hari ini fani tidak sempat sarapan dirumah karena bangun kesiangan. Laporan akhir bulan yang harus segera diselesaikan kemarin membuat dia mau tak mau harus lembur. Nenek yang takut cucu kesayangannya kekurangan asupan gizi membawakan bekal makanan untuk fani sarapan dikantor hari ini.


Fani membuka kotak makanannya. Fani sangat terkejut melihat kotak bekal makananya berisi berbagai macam kue yang banyak. Nenek juga tidak lupa membawakan fani sebotol susu hangat yang biasa diminum fani.


Aduh ini sih kebanyakan nenek !


"Mbak zia, fani bawa banyak kue nih mau cicip ga ?" ucap fani.


"Boleh" mbak zia mencomot salah satu kue.


"Hmm.. enak banget fan ! buat sendiri ya?" tanya mbak zia.


"Nenekku yang membuatnya mbak" ucap fani.


Staff yang lain, yang berada diruangan mereka juga mulai berdatangan.


"Mbak tina, mas ari, sama mbak deka cicipi yok kuenya. Aku bawa banyak nih !" ucap fani.


Teman - teman yang lainnya akhirnya mengerumuni meja fani untuk menyicip kue buatan fani.


Tiba - tiba vino yang baru datang bingung melihat staff yang ramai berkerumun di meja fani.


"Ada apa ini rame - rame ?" tanya vino.


"Hmm.. ini pak fani nyicipin kue buatan neneknya. Dia bawa banyak banget " ucap mbak zia.


"Ooh" ucap vino sambil melirik kue yang ada diatas meja.


"Ayo pak vino juga cicipin pak kue buatan nenek saya" ucap fani yang mengangkat kotak kue dan disodorkannya kepada vino


Fino mengambil salah satu kue dan memakannya.


"Hmm.. enak" ucap vino.


"Oh, ya ? makasih pak" ucap fani.


"Deka kamu sudah masuk kerja hari ini ? bagaimana keadaan adikmu sekarang ?" tanya vino yang melihat keberadaan deka.


"Iya pak. Adik saya sudah agak mendingan dan sudah boleh pulang dari rumah sakit. Makasih ya pak sudah mengizinkan saya untuk tidak masuk kantor 2 hari kemarin " ucap deka.


"Tidak masalah" ucap vino.


"Saya masuk dulu yah keruangan" ucap vino.


"Oh ya zia, sepertinya ini blazer baru ya ? aku belum pernah melihatmu memakai ini sebelumnya " ucap vino lagi yang tiba - tibs melihat zia mengenakan blazer bewarna kuning terang.


"Iya pak baru beli kemarin. Apakah tidak bagus pak? apa warnanya terlalu mencolok ?" tanya mbak zia.


"Bagus kok" ucap vino yang lalu bergegas melangkah ke ruangannya.


"Wah, pak vino perhatian sekali pada mbak zia. Sampai hafal baju yang mbak zia kenakan ? jangan - jangan dia ada hati sama mbak zia.. cieee !" ucap fani.


"Hadehh.. fani siapapun diperusahaan ini sudah tau semua kalau pak vino itu memang baik dan perhatian pada semua karyawannya" ucap mbak zia.


"Iya, aku saja sempat salah sangka waktu dia memberikan obat maagh padaku sewaktu aku sakit maagh tiba - tiba dikantor. Aku kira pak presdir suka padaku ga taunya memang pribadinya seperti itu" ucap mbak tina.


"Hmm.. padahal pak vino tu baik banget, tajir, ganteng apalagi tapi kok masih saja ya pacarnya yang dulu tega selingkuhin pak vino. Coba pak vino sama saya aja pasti dijamin deh ga bakal diduain apalagi ditigain" ucap mbak deka berapi - api.


"Tapi sayangnya pak vino ga mau sama elo !" ucap mbak zia diselingi tawa yang lainnya.


Oh.. ternyata dia memang bos yang ramah dan perhatian.. jarang sekali bos besar mau bersikap seperti itu. Beda sekali dengan seseorang yang kukenal. Arogan, suka memberi hukuman, irit bicara, komplit pokoknya ! Hadehh.. kenapa aku tiba - tiba teringat padanya yah ! Otakku pasti sudah konslet !


**********


Waktu menunjukkan pukul 11.00. Karyawan masih sibuk dengan pekerjaan masing - masing. Tiba - tiba handphone mbak zia berdering.


Drttt..drrtttt..


"Oh, iya ma.. zia bakal izin pulang. Tunggu dirumah ya" ucap zia mengakhiri obrolannya ditelepon.


"Ada apa mbak ? mbak kelihatan cemas ?" tanya fani.


"Tiba - tiba penyakit darah tinggi mamaku kambuh fan. Mbak zia mau minta izin dulu sama pak vino. Mbak pulang duluan ya. Kamu ga apa - apa kan kerja sendirian ? " tanya zia.


"Ga apa - apa mbak. Ntar kalau ada kerjaan aku yang handle kok" ucap fani.


Mbak ziapun pulang setelah meminta izin dari pak vino.

__ADS_1


Jam istirahat makan siangpun tiba. Semua staff keluar mencari makan siang.


"Fan, belum istirahat ? mau gabung ga ? kita mau keluar nih cari makan" tanya mbak deka.


"Belum mbak, lagi sibuk bikin susunan acara buat ulang tahun perusahaan kita ntar. Paling bentar lagi. Mbak deka sama mbak tina duluan aja" ucap fani.


"Oke, kita duluan ya fan" ucap mbak tina.


Ruangan mulai sepi. Hanya ada fani yang masih sibuk berkutat dengan komputernya. Tiba - tiba vino keluar dari ruangannya. Dia melihat fani yang sedang sibuk mengetik. Dan mencari keberadaan pegawai yang lain.


"Dimana yang lain ?" tanya vino.


"Pada keluar makan siang pak" ucap fani.


"Kamu sendiri kenapa belum makan siang ?" tanya vino.


"Tanggung pak. Lagi asyik ngetik buat persiapan perayaan ulang tahun kantor " ucap fani.


"Sudah matiin dulu komputernya, nanti sambung lagi kerjaannya. Temani saya makan siang dulu !" ucap vino.


Karena ini perintah atasannya fani mau tak mau menurutinya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, Mereka sampai di sebuah cafe dan resto.


Restoran berkonsep alam didalam ruangan yang tertutup itu dilengkapi dengan kolam ikan yang besar disalah satu sudut ruangan dan dihiasi banyak tanaman hijau dedaunan dan bunga - bunga.


"Hmm... tempatnya asik banget pak. Adem jadinya " ucap fani.


"Iya, ini jadi salah satu tempat favorit saya kalau lagi makan" ucap vino.


.


"Oh ya satu lagi, kalau lagi diluar kayak gini jangan panggil pak, panggil vino aja. Kita kan bukan lagi dikantor " ucap vino.


"Baik pak.. eh, maksud saya baik vino" ucap fani yang belum terbiasa.


Vino tersenyum.


Pelayan datang dan menyerahkan buku menu. Mereka masing - masing asyik memilih menu makanan yang akan disantap.


"Saya pesan ini dan ini ya mbak " ucap vino.


Tiba - tiba handphone fani berdering.


Fani melihat nama di layar ponsel dan menerima panggilan telepon tersebut.


"Yah, halo ada apa ?" tanya fani pada rendi.


"Kamu lagi ngapain ? lagi kerja ya?" tanya rendi.


"Ga, sekarang aku lagi makan siang" ucap fani.


"Sama teman kantor ?" tanya rendi lagi.


"Sama atasanku" ucap fani.


"Perempuan atau laki - laki ? " tanya rendi.


"Siapa fan ?" tanya vino.


"Ini..." belum sempat fani menjawab tiba - tiba suara dari seberang telepon terdengar.


"Oh, laki - laki !" ucap rendi yang sudah mulai bernada suara agak kesal karena mendengar suara vino barusan.


"Berdua saja ?" tanya rendi lagi.


"Iya" ucap fani.


"Pulang kantor nanti aku..." belum selesai rendi menyelesaikan kata - katanya tiba - tiba dia mendengar suara laki - laki itu lagi ditelpon.


"Fan makannya sudah aku pesenin tadi, minumnya apa, mbaknya nungguin tuh ?" tanya vino.


Belum sempat fani menjawab suara penuh amarah terdengar di dalam telepon fani.


"Kenapa laki - laki itu bawel sekali !!!" Pokoknya sore nanti aku jemput, mama kangen mau ketemu kamu katanya !" ucap rendi kesal dan segera mematikan teleponnya.


Fani bingung bukan main dengan kelakuan rendi.


Asal kamu tahu yang dari tadi bawel itu bukan dia tapi kamu !!

__ADS_1


"Hmm.. aku minumnya jus lemon aja vin" ucap fani.


"Oh, sama kayak aku dong berarti. Suka lemon juga ya ?" tanya vino.


"Eh, iya. Berarti satu selera dong kita" ucap fani seraya tersenyum.


Vino mengangguk.


"Siapa yang sibuk menelponmu tadi ? pacarmu ?" tanya vino.


"Hmm.. iya pacarku" ucap fani.


ternyata dia sudah punya pacar


Wajah vino berubah muram.


"Sudah lama pacarannya ?" tanya vino lagi yang mencoba mencari tahu.


"Hmm.. sudah.. 3 bulan.. iya 3 bulan" ucap fani yang coba mengingat - ingat dan menghitung dari awal dia mulai magang sampai sekarang bertemu rendi.


Oh, baru ! tiga bulan kan belum lama. Semoga aku masih ada kesempatan !


***********


Fani sudah siap berdiri didepan lobby saat rendi bilang di telpon dia sudah dijalan mau menjemputnya.


Baru sekitar 5 menit fani berdiri, Mobil sport merah kesayangan rendi sudah tiba di depan lobby.


Dasar pembalap ! untung aku sudah turun tadi, kalau tidak bisa - bisa dia mengamuk karena menungguku !


"Naik !" ucap rendi yang langsung diikuti oleh fani.


*******


Di dalam mobil, suasana sangat sunyi. Fani membuka obrolan untuk memecah keheningan.


"Mama ingin bertemu ? sama aku juga sudah kangen sekali sama mama. Semenjak bekerja jarang ketemu mama" ucap fani.


Rendi hanya diam.


Huft.. seperti biasa.. sariawannya kumat kayaknya !!


Tiba - tiba handphone fani berdering.


"Ya, pak ada apa ?" tanya fani di telepon.


"Oh, tidak usah pak. Saya sudah dijemput pacar saya. Makasih ya pak !" ucap fani lagi mematikan telepon.


Tiba - tiba rendi membuka suara.


"Kenapa lagi dia ?" tanya rendi.


"Dia ? Oh, atasanku maksudmu ? Dia mau mentraktirku makan malam katanya sebagai kompensasi aku lembur menyelesaikan laporan tadi. Dikiranya aku masih ada dilantai bawah tadi " ucap fani.


"Apa tugas seorang sekretaris termasuk menemani bosnya makan ? Apa dia tidak punya sekretaris pribadi laki - laki apa ?" tanya rendi kesal.


Haah ?? ternyata dia masih kesal gara - gara yang tadi siang. Tapi kenapa kamu kesal sih !


"Ada tapi lagi cuti menikah. Sudah 2 minggu ini dia cuti" ucap fani.


"Dia itu cuti menikah apa cuti hamil ? lama sekali !" ucap rendi yang masih marah - marah.


Astaga !! bahkan sekretaris yang tidak bersalah sama sekali itu juga kena imbas kekesalannya. Pasti sekretaris pria itu keselek mendengar dirinya disebut !


"Lagipula kenapa berdua saja ?" tanya rendi lagi.


"Karena di ruangan itu hanya ada aku. Yang lain sudah pada keluar makan siang !" ucap fani ikutan kesal.


"Traktir aku makan malam sebelum kita ke rumahku, sekarang ! " ucap rendi.


"Apa ??" ucap fani tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


"Apa kau tidak dengar ? traktir aku makan malam sekarang !" rendi mengulangi lagi kata - katanya.


kenapa dia memaksa sih !


"Aku belum menerima gaji pertamaku, nanti aku traktir kalau sudah menerima gaji" ucap fani.


"Kalau begitu aku saja yang mentraktirmu makan malam sekarang !" ucap rendi yang nada suaranya masih bernada tinggi. Dia membanting setirnya memutar arah menuju restoran untuk makan malam.

__ADS_1


Aku benar - benar tidak mengerti dengan jalan pikirannya. dasar bunglon ! suka sekali berubah - rubah suasana hatinya. Apa sih maunya !!


# Jangan lupa untuk memberi jempol, like dan votenya ya gaesss.. jempol dan komentar kalian sangat memotivasiku !! kalau kata boiboiboy kalian "terbaekkkk..." ✌


__ADS_2