Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
46. Amarah Keyla


__ADS_3

# Mohon dukungannya ya gaes dengan cara memberi like, komen dan vote.. 🙏☺


Happy Reading gaes 😘


******************************


Pagi hari yang begitu cerah, secerah senyum seorang gadis yang baru bangun pagi ini.


Bila mengingat kejadian semalam Fani merasa malu pada dirinya sendiri.


Kenapa aku bermimpi semalam Rendi mengelus-elus rambutku ya ?


Pipinya kembali memerah.


Fani melirik jam dinding di kamarnya. Masih ada waktu satu jam lagi dia harus tiba di tempat kerjanya. Dengan sigap Fani bangun dari tempat tidurnya untuk bergegas mandi.


Fani tidak berlama - lama di dalam kamar mandi. Sesudah mandi dia langsung mengenakan pakaian kerja dan berdandan seadanya di depan cermin. Dia meraba sesuatu yang dirasanya janggal berada di lehernya.


Kalung ? Kapan aku memakainya ya ? Siapa yang memberikanku kalung ini ya...


Fani kebingungan. Dia coba mengingat-ingat kejadian semalam.


Hmm.. Pasti Rendi yang memberikanku kalung ini dan memakaikannya padaku sewaktu aku tertidur di mobilnya


Membayangkannya saja membuat pipi Fani kembali bersemu merah.


Aish... Aku ini kenapa sih dari tadi yang ada di pikiranku cuma Rendi melulu ! Benar-benar sudah konslet ini otak !


Tiba-tiba suara nenek membuyarkan lamunan Fani.


"Fani ayo sarapan dulu sini !" Teriak nenek.


"Iya Nek !" Ucap Fani.


Fani segera menghabiskan semangkok mie kuah buatan nenek dan segelas teh hangat yang ada didepannya.


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil. Rendi turun dari mobilnya untuk menjemput Fani berangkat ke kantor.


"Nek, Fani pergi ya!" Ucap Fani.


"Ya, hati-hati !" Sahut nenek.


Di dalam mobil yang dikendarai oleh Rendi, Fani sibuk memilin-milin kalung yang dikenakannya.


"Pasti kamu kan Ren yang memberi dan memasangkan kalung ini padaku semalam" Tanya Fani penasaran.


"Bukan !" Ucap Rendi.


"Halah.. Jangan bohong ! Seingatku waktu aku pulang kerja dari kantor, Aku belum memakai kalung ini" Ucap Fani.


Rendi tersenyum mendengarnya, memamerkan gigi putihnya yang tersusun rapi.


Melihat Rendi yang tersenyum seperti itu sudah cukup bagi Fani menemukan jawabannya.


"Ini kalung mahal ya ? Kenapa terlihat sangat berkilau sekali ? Dimana kau membelinya ? Sudah aku bilang kan aku tidak suka barang mewah !" Tembak Fani.


"Itu bukan barang mewah, tetapi mungkin karena kau yang memakainya jadi terlihat mewah" Ucap Rendi tertawa.

__ADS_1


"Rendi ! Aku serius bertanya !" Ucap Fani.


"Aku juga serius dengan ucapanku tadi" Rendi melirik Fani yang terdiam sesaat.


"Iya aku tahu kau tidak suka barang mewah. Makanya aku membeli kalung itu di toko asesoris biasa. Kalung itu aku hadiahkan untukmu sebagai kado ulang tahunmu. Kau suka ?" Tanya Rendi.


"Iya, Aku suka" Ucap Fani.


Merekapun tiba di depan kantor Samudra Group. Fani segera memakai tas sandangnya di bahu dan bersiap turun dari mobil.


"Nanti sore aku jemput ya, sekalian temani aku malam ini ke pesta yang diadakan Fahri. Stasiun televisinya merayakan 11 program baru yang akan tayang" Ucap Rendi.


"Hmm..Oke !" Ucap Fani yang sudah turun dari mobil.


"Tunggu dulu !" Ucap Rendi.


Fani menghentikan langkahnya dan berbelok menghadap belakang.


"Ada apa lagi ?" Tanya Fani yang sudah berdiri di samping kaca mobil Rendi.


"Aku belum memberimu hadiah yang satunya lagi !" Ucap Rendi.


"Hadiah ? Hadiah apa lagi ?" Tanya Fani.


"Ayo kemarilah !" Ucap Rendi.


Fani mendekat menundukkan kepalanya agar bisa dengan jelas melihat ke dalam.


Tanpa aba-aba tiba-tiba Rendi langsung mengecup kening Fani.


Suatu ciuman mendarat mulus di kening Fani.


"Hei !" Teriak Fani kaget.


Rendi tertawa melihat ekspresi Fani yang terkejut.


"Aku hanya bercanda !" Ucap Rendi yang tertawa terbahak-bahak lalu melajukan mobilnya. Meninggalkan Fani yang masih berdiri bengong melihat tingkahnya barusan.


Dia itu kenapa lagi sih !


*************************


Sementara di tempat lain. Di sebuah ruangan rawat inap di sebuah rumah sakit. Seorang gadis berteriak kesal dan membanting semua barang yang ada di atas meja. Pecahan vas bunga, piring, cangkir bahkan ponselnya ikut terbanting berserakan di lantai.


"Argghhh !" Teriak keyla.


"Kenapa Mama membantunya ? Apakah aku bukan anak Mama ? Kenapa Mama tidak memihakku !" Ucap Keyla sambil berurai air mata.


"Keyla jaga emosimu ! Kenapa kau menjadi seperti ini sekarang. Mama sudah bilang kan kalau memang dia ditakdirkan untuk menjadi milikmu, Dia akan datang sendirinya kepadamu. Tanpa perlu kau merusak hubungannya dengan kekasihnya sekarang" Ucap Mama Keyla.


"Tapi bila memang dia tidak ditakdirkan bukan untukmu, Kau harus rela melepaskannya" Ucap Mama Keyla.


"Aku tidak mau Ma... Aku tidak mau kehilangan Rendi ! Rendi milikku ! Sampai kapanpun tetap akan menjadi milikku !" Ucap Keyla terisak.


Mama Keyla hanya bisa menarik nafas panjang melihat kelakuan Keyla yang lepas kontrol. Dia merasa iba pada anaknya.


"Baiklah.. Kalau Mama tidak mau membantuku, Aku akan bergerak sendiri mendapatkan Rendi kembali. Tidak ada yang dapat merebut Rendi dariku !" Ucap Keyla dengan sorot mata yang penuh amarah.

__ADS_1


*********************


Fani yang dari tadi sibuk mengetik laporan sesekali tersenyum sendiri. Terkadang sedikit-dikit dia mengecek ponselnya seperti menunggu pesan masuk dari seseorang yang hanya sekedar menanyakan apakah dia sudah makan siang atau belum. Dia juga terlihat beberapa kali memilin-milin kalungnya. Mbak Zia yang dari tadi memperhatikan tingkah Fani yang senyum-senyum sendiri menatap penuh kebingungan.


"Kemarin cemberut dan bengong seharian, Sekarang mbak perhatiin dari pagi sampai siang ini senyum-senyum sendiri. Ah, Kamu Fan benar-benar bikin mbak takut duduk di sebelahmu !" Ledek Mbak Zia.


"Takut Fani kesambet ya Mbak ?" Ucap Fani seraya tertawa.


"Iya, takut Kamu kerasukan roh halus !" Ucap Mbak Zia yang ikut tertawa.


"Ga usah heran dong Mbak Zia. Jelas kalau sekarang teman kita yang satu ini lagi happy, kemarin kan pangeran berkuda putihnya datang menjemput" Ucap Deka yang tau-tau sudah berdiri disamping meja Fani.


"Wah, Rendi romantis banget ya" Ucap Mbak Zia.


Vino yang akan meeting dengan direksi tiba-tiba keluar dari ruangannya diikuti sekretaris pribadinya.


"Jadi sudah baikan nih dengan Rendi" Tanya Mbak Zia.


"Ya udah dong Mbak, Lihat aja kalung yang melingkar di lehernya. Pasti hadiah dari Rendi" Ucap Deka sok tahu.


Fani hanya tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan teman-temannya yang meledeknya.


Vino yang sekilas mendengar percakapan tersebut refleks melirik pada kalung yang dikenakan Fani. Ada perasaan cemburu yang bergumul di dadanya.


Berlian biru ? Jadi dia benar-benar serius dengan Fani..


*****************


Sementara sore hari di Perusahaan Mandala Group.


Jam menunjukkan pukul 17 : 00 sore, Rendi sudah turun ke bawah untuk bersiap pulang.


Pintu lift pun terbuka. Dia berjalan keluar melewati lobby.


Sesosok pria yang sangat dikenalnya menghentikan langkahnya sesaat. Pria itu duduk di sofa lobby kantornya sibuk memainkan ponselnya.


Rendi menghampirinya dan menyapanya.


"Kenapa menunggu disini ? Apa kita punya janji sebelumnya ? Aku tidak bisa pergi bareng denganmu ke pesta perayaan Fahri" Ucap Rendi.


"Aku harus menjemput Fani dulu sekarang. Kau pergi sendiri saja, Dasar jomblo !" Sambung Rendi.


Riko bangun dari duduknya dan melangkah menghampiri Rendi.


"Aku datang kesini bukan untuk mengajakmu pergi bareng, Kunyuk !" Ucap Riko.


"Aku kesini untuk menjemput Nisaku !" Sambung Riko sambil berbisik di dekat telinga Rendi.


Nisaku ?


Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang berjalan mendekat ke arah mereka.


"Sudah lama menunggunya, Sayang ?" Ucap Nisa yang baru tiba.


Sayang ? Ckckck.. Riko..Riko... Kamu benar-benar luar biasa ya ! Di kasih peluang sedikit langsung bergerak cepat !


# Makasih untuk dukungannya selama ini ya gaes.. Maaf untuk keterlambatan upload. Jangan lupa likenya ya 🙏

__ADS_1


__ADS_2