
"Hei.... " ucap Nisa kemudian langsung membungkam mulut pria itu. Menutup mulut pria itu dengan kedua tangannya.
Pria itu sangat terkejut dengan reaksi yang diberikan nisa. Baru pertama kali ada orang yg membungkam mulutnya, terlebih lagi seorang wanita. Sedangkan nisa sibuk memperhatikan keadaan sekeliling. Dirasanya aman, tidak ada yang mendengar omongan pria tadi. Nisa lalu melepaskan tangannya.
"Jangan panggil aku nona saus sambal. Aku tidak menyukainya. Namaku nisa ! bukan nona saus sambal ! " ucap nisa yang siap-siap bergegas melangkah kecil meninggalkan pria itu.
Pria itu mengejarnya dibelakang.
"Oh, jadi namamu Nisa yah. Kau tidak ingin tahu namaku ? " tanya pria itu.
"Tidak ! " jawab Nisa.
Tiba-tiba Nisa menghentikan langkah kakinya. Dia melihat ke sebuah meja yang banyak sekali berisi mangkuk - mangkuk ice cream dengan berbagai rasa.
"Wow, ice cream " teriaknya dengan mata berbinar - binar.
Nisa lalu menghampiri meja tersebut.
"Baiklah kalau kamu tidak mau tahu namaku. Aku akan memperkenalkan namaku sendiri. Namaku Rijo chandra buana. Namaku keren kan ? " tanya Riko.
Nisa tidak menghiraukannya. Dia sibuk memilih ice cream berbagai rasa dan melahapnya satu persatu.
"Kau luar biasa sekali. Makan 7 mangkuk ice cream sekaligus. Apa kau tidak takut gendut ?" tanya rico.
"Tidak. Gendut yah gendut saja. Kau pasti tidak tahu, sebelum ini aku juga sudah memakan 8 cake mini di meja sana " jawab nisa sambil menunjuk meja di seberang sana.
"Bagaimana aku keren kan ? " ucap nisa yang menirukan ucapan rico.
Rico tertawa.
Gadis yang menarik !
"Apa aku boleh meminta nomor handphonemu ?" tanya rico.
"Buat apa ? " tanya nisa balik.
"Buat... " Rico berpikir sejenak.
__ADS_1
Iya buat apa yah.. apa alasannya yah..
"Buat meminta jasku kembali " jawab rico.
"Apa ? meminta jasmu kembali ? " ucap nisa terkejut. Matanya terbelalak.
"Bagaimana mungkin kamu meminta barang yang sudah kamu berikan ke orang lain ?" tanya nisa.
"Apa iya aku memberikannya ? " tanya balik rico.
Nisa menunduk.
"Aku tidak bisa mengembalikan jasmu. Karena aku sudah memberikannya pada pemulung yang lewat depan rumahku " jawab nisa.
"Apa ? bagaimana mungkin kau memberikan jas seharga puluhan juta pada pemulung ? " tanya rico.
"Aku tidak tahu harga jas itu puluhan juta. Aku memberikannya karena pemulung itu kehujanan. Sepertinya dia kedinginan. Lagipula aku tidak punya saudara laki - laki. Sedangkan kalau mau dikasih ke papaku... " ucap nisa terpotong.
"Sini... "ucap Nisa sambil melambaikan tangannya, menyuruh Riko agar mendekatkan telinganya.
"Papaku orangnya sedikit gendut " ucap nisa.
Riko lagi-lagi tersenyum.
"Jadi bagaimana kamu mau ganti rugi ? " tanya rico.
"Aku tidak punya uang sebanyak itu. Bahkan tabungan uang sakuku tidak sebanyak itu " jawab nisa menunduk.
"Baik kalau begitu traktir aku makan saja ! " ucap rico dengan santainya.
Ini orang apa sih maunya ! Jas harga puluhan juta kebeli , tapi buat makan minta ditraktir orang !
Nisa lama berpikir.
"Gimana mau ga ? atau ga kamu mau ganti jasnya ? " tanya rico.
"Aku mau. Aku mau. Tapi... tempat makannya aku yang tentuin ya. Nanti kamu minta makan yang mahal - mahal lagi ! " jawab nisa.
__ADS_1
"Oke.." ucap rico.
"Nih.. " Rico menyodorkan handphonenya.
"Buat apa ? Buat saya ? " tanya nisa polos.
Rico tersenyum.
"Buat masukkin nomor handphonemu lah. Siapa tahu kamu bakal kabur dari tanggung jawab " ucap rico.
Dengan wajah kesal nisa mengambil handphone dari tangan rico dan memasukkan nomor handphonenya.
****
Sedangkan disisi lain. Kumpulan ibu - ibu sosialita, istri dari pengusaha - pengusaha direksi sedang mengobrol di tengah pesta.
"Jeng Rani, selamat yah buat Mandala putra group tetap konsisten menjadi pengembang real estate Indonesia dan masuk dalam jajaran grup properti terbesar di Indonesia " ucap ibu Rita.
"Iya, dibawah kepemimpinan Rendi, Mandala group semakin maju " ucap bu Leni.
"Rendi memang calon suami ideal untuk kaum hawa. Sudah mapan, Ganteng, berwibawa, Pekerja keras lagi. Pokoknya inceran mertua deh" ucap bu Santi.
Bu Rani, mama rendi tersenyum bangga.
"Sayangnya, ganteng - ganteng gitu kok belum punya pacar yah. Menurut berita yang saya dengar banyak selebritas dan pebisnis muda yang mendekatinya tapi ditolak mentah - mentah oleh rendi. Kenapa yah ? Atau jangan - jangan rendi ga suka perempuan ya jeng rani ? " ucap bu desi musuh bebuyutan mama rendi yang sengaja mencari masalah.
"Rendi ada kok pacar cuma ga mau dipublikasi aja ke orang - orang. Rendi orangnya menjaga privasi. Ga kayak anak bu desi, yang punya pacar dimana - mana. Oops.. maaf yah kelepasan " balas mama rendi tak mau kalah.
Melihat api pertempuran sudah mulai mengepul Bu leni meleraikan.
"Sudah - sudah jeng. Ini kan pesta. Yah waktunya kita happy - happy yok " ucap bu Leni meredamkan.
"Kalau saya sih sellow" ucap mama rendy.
Rendi kalau kamu belum menggandeng wanita juga, mama akan atur kencan buta lagi buat kamu. Kalau perlu dalam sehari 5 kali kencan buta ! Biar berhasil ! arggh
Jangan lupa beri like, komen dan vote ya
__ADS_1