
Jangan lupa memberi like, komen dan vote ya🙏 Happy Reading Gaes 😘
***********************
"Nah, Sudah selesai sekarang. Lukanya jangan kena air dulu ya, Bi" Ucap Khanza yang telah selesai memasangkan hansaplast pada luka Abi.
Abi mengangguk.
"Ayo sekarang rumah kamu dimana ? Biar Om antar pulang" Ucap Vino.
"Krukkkkk".
Tiba-tiba terdengar bunyi perut abi yang keroncongan.
Vino dan Khanza tertawa mendengarnya.
"Om, Oom kayaknya orang kaya ya. Itu mobilnya bagus. Abi boleh ga, minta dibeliin makanan sebelum pulang ke rumah. Abi kelaparan, Om. Cacing di perut Abi sudah pada demo sekarang" Ucap Abi.
Vino dan Khanza kembali tertawa dibuatnya.
"Baiklah. Ayo, nanti Om beliin makanan dulu sebelum pulang" Ucap Vino.
Akhirnya mereka menaiki mobil yang dikendarai Vino menuju sebuah restoran cepat saji KFC, sesuai yang diminta oleh Abi.
Mereka bertiga melangkahkan kakinya masuk kedalam restoran cepat saji tersebut. Abi langsung memilih paket makanan yang berhadiahkan mainan robot-robotan.
"Itu saja Mas ? Satu paket anak-anak ?" Ucap Petugas Kasir tersebut.
"Kamu juga belum makan kan ?" Tanya Vino pada Khanza.
"Aku ga usah. Aku makan dirumah aja kok" Ucap Khanza.
"Ga apa-apa. Sekalian aja kita makan bareng Abi disini" Ucap Vino.
"Yah, Baiklah" Ucap Khanza.
"Pesan dua paket lagi ya, Mbak. Paket makan yang nomor 1. Yang ada nasi, ayam, sup, kentang dan es krimnya" Ucap Vino.
"Kenapa tidak ambil paket keluarga Pak. Ada bonus puding dan juga cream soup" Ucap Kasir itu.
Vino dan Khanza yang mendengar ucapan Kasir itu jadi salah tingkah.
"Ya, terserah. Yang mana saja" Ucap Vino.
Akhirnya mereka memilih tempat duduk yang berada di pinggir, didekat kaca.
Mereka menikmati makanan mereka masing-masing. Terutama Abi, yang sangat lahap memakan makanannya.
"Abi sudah lama mau ajak Mama sama Papa ke sini. Tapi kata Mama bilang nanti aja. Padahal Abi sudah sering lihat iklannya di televisi. Abi takut hadiah mainan robotnya kehabisan nanti" Ucap Abi.
__ADS_1
Vino tersenyum mendengarnya.
"Kamu senang sekarang sudah dibeliin mainan ?" Ucap Vino.
"Senang sekali !" Ucap Abi.
"Hmm.. Kakak dan Oom ini pacaran ya ?" Tanya Abi tiba-tiba.
Khanza yang sedang asyik meminum mocha float, tersedat mendengar ucapan Abi barusan.
"Enggak !" Bantah Khanza cepat.
"Oom Vino ini Bosnya kakak. Lagian Abi, masih kecil kok sudah tau yang namanya pacaran ? Anak kecil itu tugasnya belajar sama bermain. Jangan tau hal yang begituan" Ucap Khanza.
Vino tersenyum mendengarnya.
"Benar kata kak Khanza, anak kecil jangan ngurusin masalah pacaran" Ucap Vino.
"Hmm.. habisnya kalau Abi lihat di film-film, kalau laki-laki dan wanita saling tersenyum seperti itu, namanya pacaran" Ucap Abi.
Khanza dan Vino jadi salah tingkah mendengar ucapan Abi.
"Sudah, ayo habisin makanan Abi. Sebentar lagi kita mau pulang. Nanti Mama dan Papa Abi, khawatir nyariin Abi" Ucap Vino.
Akhirnya mereka bertiga menghabiskan makanan mereka dan bersiap untuk bergegas pulang.
Vino akhirnya mengendarai mobilnya kembali ke tempat Khanza menemukan Abi sewaktu hendak menyebrang.
"Nah, kalau dari sini. Kita kemana lagi, kalau mau ke rumah Abi ?" Tanya Vino.
"Hmm.. Kita nyebrang jalan Om. Terus masuk kedalam lorong yang didepan itu. Lurus terus belok kanan deh. Rumah Abi warna hijau" Ucap Abi.
Akhirnya, Vino mengendarai mobil sesuai dengan petunjuk yang diberikan Abi. Karena lorong menuju rumah Abi sangat sempit. Akhirnya, Vino memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
Mereka bertiga akhirnya berjalan masuk ke dalam lorong.
Sesampai didepan rumah Abi, Mama Abi sudah menunggu duduk di depan rumah dengan raut wajah yang cemas.
Raut wajahnya berubah menjadi senang ketika mengetahui Vino dan Khanza yang datang membawa Abi. Tetapi seketika, raut wajahnya kembali cemas ketika melihat Abi yang digendong oleh Vino penuh dengan hansaplast dikaki dan lengannya.
"Abi, kamu kenapa nak ? Apa yang terjadi ?" Ucap Mama Abi sambil mengambil Abi dari gendongan Vino.
"Abi tadi keserempet motor sewaktu mau menyebrang jalan, Bu. Untungnya dia sempat mengelak jadi lukanya tidak begitu parah" Ucap Khanza.
"Iya, untung ada Oom dan kakak yang baik ini, yang mau menolong Abi, Ma" Ucap Abi.
"Ya, Ampun terima kasih banyak. Untung ada kalian berdua. Abi juga lain kali kalau main jangan jauh-jauh. Ga izin sama Mama lagi" Ucap Mamanya Abi.
"Iya Ma, Maafin Abi. Mama, Papa kemana ?" Tanya Abi.
__ADS_1
"Dia lagi keliling nyariin kamu. Aduh, Mama sangat bersyukur kamu sudah ketemu dan baik-baik saja sekarang" Ucap Mama Abi.
"Ma, Oom ini juga beliin Abi makananan yang hadiahnya mainan, Ma. Yang waktu itu Abi nangis-nangis ingin membelinya, tapi Mama bilang nanti terus" Ucap Abi.
Mama Abi tersenyum malu mendengarnya.
"Terima kasih ya. Kalian sungguh baik hati. Apa kalian ini pasangan suami istri atau sedang pacaran ?" Tanya Mama Abi.
Astaga.. Memang buah tidak jauh jatuh dari pohonnya. Tadi anaknya yang tanya begitu. Sekarang Mamanya.. (Batin Khanza).
"Kami hanya berteman. Tidak seperti yang Ibu pikirkan kok. Pak Vino ini atasan saya dikantor. Kebetulan dia sedang lewat saat saya sedang menolong Abi" Ucap Khanza.
Vino mengangguk mendengar penjelasan Khanza.
"Oh, Maaf kalau begitu. Saya pikir..." Belum selesai Mama Abi menyelesaikan kata-katanya, Khanza langsung memotong ucapan Mama Abi.
"Hmm, Kalau begitu kami izin pulang dulu ya, Bu. Takut kemaleman pulangnya" Ucap Khanza.
"Oh, Iya. Jadi tidak mampir dulu nih ?" Tanya Mama Abi.
"Tidak usah, Bu. Takut kemaleman" Ucap Khanza.
Akhirnya Khanza dan Vino melangkahkan kakinya bergegas pulang. Mereka berjalan melewati lorong, untuk kembali ke pinggir jalan tempat Vino memarikirkan mobilnya.
"Bukankah tidak sopan memotong pembicaraan seseorang, seperti yang kau lakukan pada Mama Abi tadi ?" Ucap Vino yang berjalan disebelah Khanza. Mereka berjalan beriringan.
"Aku hanya tidak ingin orang berpikir terlalu jauh sehingga menimbulkan kesalah pahaman" Ucap Khanza.
Sungguh keras kepala !
Batin Vino.
Akhirnya mereka sampai didepan mobil Vino yang terparkir dipinggir jalan.
"Kau pulang kemana ? Ayo aku antar pulang " Ucap Vino.
Khanza mengerenyit.
"Tidak perlu. Aku tahu niatmu baik. Tapi, Selama ini aku tidak pernah diantar laki-laki pulang ke rumah. Nanti Ibuku bisa berpikir yang tidak-tidak bila kau mengantarku pulang. Lebih baik, Aku pulang naik bis saja" Ucap Khanza.
Vino bengong mendengarnya.
"Oh, iya terima kasih ya karena sudah membantuku menolong Abi. Aku pulang ya" Ucap Khanza melambaikan tangannya.
Vino hanya mematung melihat Khanza yang sudah melangkah berjalan menuju halte bis.
Sementara dari kejauhan sepasang mata menatap mereka dengan geram. Tangannya mengepal geram menyaksikan kedekatan Khanza dan Vino barusan.
#Maaf ya episode kali ini agak pendek 🙏 Soalnya Author sedang kurang enak badan nih.. Tunggu terus cerita selanjutnya dan jangan lupa memberi like, komen dan votenya ya 😘 Dan buat kalian jangan lupa jaga kesehatan.. Semoga dijauhkan dari virus dan didekatkan sama yang serius.. Eaakk 😜
__ADS_1