Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
40. Ulang tahun Fani


__ADS_3

Nisa yang baru tiba di kantornya melangkah memasuki lobby. Teman yang juga satu ruangannnya Mela menyapanya.


"Baru datang juga Nis ?" tanya Mela.


"Iya nih baru datang Mel" Ucap Nisa seraya tersenyum.


"Ntar sore habis pulang kerja kita ke butik di jalan Mawar yang baru buka itu yuk" Ajak Mela.


"Hmm.. Sorry aku ga bisa Mel. Soalnya temanku ada yang mau ulang tahun hari ini. Rencananya Malam ini aku mau bikin kejutan buat dia" Ucap Nisa.


"Oh, ya ? Teman kuliah dulu ya ?" Tanya Mela.


"Iya. Fani yang ulang tahun" Ucap Nisa.


"Oh, Fani pacarnya pak Rendi" Ucap Mela.


"Iya" ucap Nisa.


Tiba - tiba mereka berdua mendengar langkah kaki tepat dibelakang mereka.


"Eh, Pagi Pak Rendi" Ucap Mela dan Nisa yang terkejut melihat Rendi yang juga baru tiba dan berjalan di belakang mereka diikuti oleh sekretaris pribadinya.


"Hmm.." Ucap Rendi.


"Nisa setelah ngabsen, ke ruangan saya !" Ucap Rendi.


"Baik Pak !" Ucap Nisa.


Rendipun bergegas naik ke lift pribadinya.


Selesai mengabsen handkey Nisa langsung bergegas ke ruangan Rendi.


"Silahkan duduk !" Ucap Rendi.


"Terima kasih Pak !" Ucap Nisa yang duduk di sofa.


Rendi menghampiri Nisa. Dia duduk bersebrangan dengan Nisa.


"Kalau hanya berdua dan diluar tidak perlu memanggil Pak, karena kau temannya pacarku" Ucap Rendi.


"Oh iya baik Pak, Eh.. maksud saya Rendi" Ucap Nisa.


Rendi tersenyum.


"Tadi aku tidak sengaja mendengar obrolan kalian. Kamu bilang Fani ulang tahun hari ini ?" Tanya Rendi.


"Bukan hari ini sih. Tepatnya besok. Tapi, dari kuliah kami bertiga selalu merayakan ulang tahun tepat jam 12 malam. Kami biasanya menginap di rumah yang berulang tahun" Ucap Nisa.


"Ooh.. jadi apa rencana kalian ?" Tanya Rendi.


"Hmm.. Aku dan Dila tadi sih sudah menelpon Fani dan bilang bakal menginap di rumahnya sehabis pulang kerja buat ngerayain ulang tahunnya . Sewaktu kuliah dulu kami memang suka menginap kalau ada yang ulang tahun diantara kami." Ucap Nisa.


"Ooh, kalau begitu aku juga akan datang. Tapi sehabis lembur memeriksa laporan dari divisi Humas dan divisi produksi. Tidak lama, kemungkinan selesai jam sembilan malam. Kalian datanglah dahulu nanti" Ucap Rendi.


"Ok, Aku juga mau pulang dulu ke rumah nanti dari kantor sebelum pergi ke rumah Fani. Mungkin sekitar jam delapan malam aku dan dila berangkat dari rumah karena harus mandi dan menyiapkan pakaian untuk menginap" Ucap Nisa.


"Apa saja yang disukai Fani ?" tanya Rendi.


"Banyak, dia suka bunga, kembang api, es krim, coklat, boneka terus.." Belum sempat Nisa menyelesaikan kata - katanya Rendi memotong ucapannya.


"Kalau begitu tolong kamu beli semuanya dan atur semuanya buat nanti malam" Ucap Rendi menyerahkan kartu kredit tanpa limit pada Nisa.


"Lalu berikan pada Fani nanti setelah kau memakainya. Dia selalu menolak aku beri kartu ini, mungkin dengan kau yang memberikannya dia mau menerimanya" Sambung Rendi.


Wah, Fani beruntung sekali punya pacar seperti Rendi. Dia benar - benar menyayangi Fani sepertinya.


"Tetapi mungkin sore nanti aku baru bisa membelikannya soalnya aku harus bekerja dulu membuat laporan untuk proyek Perusahaan Omega Karya siang ini" Ucap Nisa.


Rendi tidak menjawab, Dia langsung menekan tombol telepon di ruangannya. Panggilanpun tersambung.


"Iya, ada yang bisa saya bantu Pak Presdir ?" terdengar suara mbak Lita, manager di ruangan Nisa.


"Untuk hari ini pekerjaan Nisa kamu yang handle ya, Dia sibuk mengerjakan pekerjaan yang saya beri" Ucap Rendi.


"Oh iya, Baik Pak" Ucap mbak Lita.


Rendi menutup telpon.


"Beres kan !" Ucap Rendi.


"Kamu bisa membelinya sekarang juga" Ucap Rendi.


Nisa bengong.


Wah, ini mungkin yang Dila bilang Sultan Memang Beda !


Rendi yang melihat Nisa bengong dan tidak menjawab merasa heran.


Ini anak persis seperti Riko ! Suka bengong ga lihat tempat !


"Ehem.. " Ucap Rendi membuat Nisa tersadar dari lamunannya.


"Eh, iya Ren nanti aku belikan segera" Ucap Nisa.


"Oh, Iya. Fani suka warna apa ?" Tanya Rendi.


"Biru dongker" Ucap Nisa.


Hah ? Biru dongker ? Memang gadis aneh ! bukannya perempuan itu biasanya suka warna pink, kuning atau ungu ya ?


"Ok, sekarang kau boleh keluar Nis" Ucap Rendi.

__ADS_1


"Oke" Ucap Nisa yang beranjak dari duduknya.


"Tunggu dulu, bagaimana hubunganmu dengan temanku itu ?" tanya Rendi.


Langkah Nisa terhenti. Dia kembali menoleh ke arah Rendi.


"Riko maksudmu ?" Tanya Nisa.


"Hmm." Jawab Rendi.


"Tidak ada hubungan apa - apa. Kami hanya berteman" Ucap Nisa.


"Percayalah, Riko tidak seperti yang diberitakan. Aku sudah lama mengenal Riko. Dia bukan orang seperti itu !" Ucap Rendi.


Nisa hanya tersenyum menanggapi ucapan Rendi.


"Semua orang akan bilang yang baik - baik kan tentang temannya ? Akupun juga begitu. Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi aku permisi dulu Ren" Ucap Nisa.


"Ya !" Ucap Rendi.


Riko.. Riko.. sepertinya ini tak akan mudah bagimu.


Batin Rendi.


*********


Sementara di Perusahaan Samudra Group.


Fani yang membaca pesan dari Nisa senyum - senyum sendiri.


Fan, ntar malam aku dan Dila menginap ke rumahmu ya. Biasa, merayakan usiamu yang bertambah tua, hahahaha. Oh, ya nanti Rendi juga akan datang katanya.


Fani mengerenyitkan dahinya.


Rendi ?


balas Fani.


Iya, pacar elu ! Karena dia nih, aku sekarang terdampar di mall pagi buta. Dia minta aku menyiapkan semua kebutuhan buat ulang tahunmu.


Fani tersenyum mambacanya. Tiba - tiba handphone Fani berdering.


Drtt..drttt


Fani membaca nama di layar ponselnya.


Rendi ?


"Halo, ya kenapa Ren ?" Tanya Fani.


"Begini ya ternyata suara perempuan yang mau berusia 22 tahun" Ucap Rendi.


"Aish.." Fani tertawa.


"Oh, ya ? Mana kadoku ?" Tanya Fani.


"Kau mau apa ?" Tanya balik Rendi.


"Emmm.." Fani berpikir.


Sebenarnya kamu datang juga merupakan kado yang indah bagiku. Aihh.. Ga mungkin kan aku bilang begitu. Aku terlalu malu untuk bilang itu.


Rendi yang menunggu Fani berfikir, akhirnya buka suara.


"Aku sudah membeli hadiah untukmu tadi" Ucap Rendi.


"Kebetulan aku juga lagi visit di mall milik Mandala Group tadi" Sambung Rendi lagi.


"Hmm.. kau tidak perlu repot - repot memberiku kado. Aku hanya bercanda tadi" Ucap Fani.


Rendi tersenyum mendengarnya.


"Ok, Bye.. Sampai ketemu nanti malam ya. Tapi mungkin aku datang sekitar jam 9 malam. Aku harus memeriksa laporan dari divisi produksi dan divisi humas dulu" Ucap Rendi.


"Iya, aku tunggu ya !" Ucap Fani menutup teleponnya.


Diruang kerjanya, Rendi melihat kotak perhiasan kecil bewarna biru yang berada di depannya. Dia membuka tutup kotak tersebut, memandang kembali kalung bertahta berlian yang dibelinya. Dia berharap Fani menyukai kado yang akan diberikannya.


Flashback On


"Kapan jadwal kita visit ke mall Mandala ?" Tanya Rendi pada sekretaris Roy.


"Minggu depan Tuan" Ucap Roy.


"Majukan jadwalnya hari ini. Sekalian ada yang harus aku beli disana" Ucap Rendi.


"Baik, akan saya kabari Manager Mall Mandala sekarang juga Pak" Ucap Roy.


Sesampai di Mall Mandala. Rendi dan tim Audit dari Mandala Group mulai melakukan Audit pada bagian pemasaran dan manajemen yang lain. Setelah selesai dengan pekerjaannya Rendi yang hanya ditemani Roy mulai berkeliling mencari kado yang akan dihadiahkan untuk Fani.


Mereka memasuki toko Perhiasan berlian.


"Jadi anda akan memberikan Nona Fani sebuah kalung, Tuan ?" Tanya Roy pada Rendi.


"Iya, tadinya aku sempat bingung, Mau membelikannya apa. Tadinya aku memang mau memberinya perhiasan agar melekat ditubuhnya dan selalu dibawanya kemana - mana. Tapi aku bingung mau membelikannya anting, cincin, gelang atau kalung. Tapi setelah menelpon ibuku aku tidak bingung lagi. Ibuku bilang dia telah membelikan cincin untuk Fani, jadi sebaiknya aku membelikannya kalung saja" Ucap Rendi sambil terbayang perkataan ibunya.


"Tapi ini kan berlian. Apa mungkin Nona Fani mau menerimanya. Setahu saya, Nona Fani tidak suka dengan pemberian barang mewah" Ucap Roy.


"Itu aku juga tahu ! Makanya aku akan bilang padanya kalau kalung ini bukan berlian. Tapi kalung biasa yang aku beli di toko asesoris" Ucap Rendi.


Roy tertawa mendengarnya.

__ADS_1


Ini bukan nampak seperti tuan Rendi yang biasa kukenal. Nampaknya Anda telah benar - benat jatuh hati pada Nona Fani.


Rendi tampak memilih - milih perhiasan yang berada di dalam lemari kaca di hadapannya. Matanya tertuju pada kalung yang mempunyai liontin berbentuk payung yang bertahtakan berlian bewarna biru dongker. Dia segera membeli kalung yang dilabeli limited edition itu dengan harga fantastis. Dia berharap Fani menyukainya.


**********


Sementara di perusahaan Samudra Group. Fani yang habis menerima telepon dari Rendi tidak berhenti senyum - senyum sendiri.


"Eh, senyum - senyum melulu dari tadi. Pasti habis terima telepon dari pacar ya ?" Tanya Zia.


Fani hanya tersenyum menanggapi ucapan mbak Zia.


"Tadi mbak dengar kamu bilang kado ? Memang siapa yang ulang tahun ? Pacarmu ? Atau kamu Fani ?" Tanya mbak Zia.


"Hehehe.. Itu sih Fani mbak yang ulang tahun. Tapi bukan sekarang sih.. ntar jam 12 teng malam ini" Ucap Fani.


"Asyik, bakal ada traktiran nih besok" Ucap mbak Zia.


"Itu sih gampang mbak" Ucap Fani seraya tersenyum.


"Duh, kira - kira sang pacar kasih apa ya ntar ? Secara Presdir Mandala Group gitu loh !" Ucap Deka yang ikut nyamber dengan mata berkedip genit dibuat - buat.


Fani tersenyum sambil menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah Deka.


Vino yang kebetulan baru datang dari meeting melewati kumpulan pegawai perempuan yang asyik bercengkrama itu.


"Pak Presdir besok jangan lupa bawa kado ya. Fani ulang tahun besok" Ucap Zia.


"Apaan sih mbak Zia. Ga kok Pak. Mbak Zia ini asal !" Ucap Fani.


Vino hanya tersenyum menanggapinya. Dia lalu berlalu ke ruangannya.


Vino menelpon manager bagian HRD.


"Tolong kamu kirim via email data pegawai Fania Rafiqah" Ucap Vino.


"Baik Pak !" Ucap Pak Nohan, Manager HRD.


Selang berapa menit notifikasi email masuk berbunyi.


Vino membaca data tentang Fani. Dia melihat tanggal lahir Fani.


Oh, jadi dia benaran ulang tahun besok


Vino mulai melihat beberapa outlet pakaian dan tas bemerk kelas atas di layar komputernya. Dia memilih beberapa baju kerja dan tas sebagai hadiah untuk Fani.


Pasti dia tambah cantik mengenakan pakaian kerja ini


Vino langsung memanggil Rido, sekretaris pribadinya dan memerintahkannya untuk membeli pakaian dan tas yang sudah dibookingnya itu.


Selang tak berapa lama, setelah Rido, sekretaris pribadinya pergi mengambil pesanan Vino. Terdengar suara pintu ruangannya diketuk.


"Maaf Pak, Ada telepon dari resepsionis di bawah. Katanya ada Nona Keyla Veronica ingin bertemu dengan Anda. Apa Anda mau menemuinya ?" tanya Vira.


Kenapa dia mau menemuiku. Apa yang ingin dia bicarakan.


"Suruh tunggu di bawah saja. Aku akan menemuinya di lobby saja" Ucap Vino.


Jangan sampai dia bertemu dengan Fani dan membuat Fani menangis lagi.


Vino turun dari lift dan menemui Keyla yang sudah duduk di sofa lobby.


"Ada apa mencariku ?" Tanya Vino sembari duduk.


"Bukankah tidak sopan kalau kita berbicara disini ? Bagaimana kalau kita ke ruanganmu" Ucap Keyla.


"Kita bicara disini saja. Kebetulan waktuku tak banyak" Ucap Vino tak menggubris ucapan Keyla.


"Baiklah kalau begitu. Kedatanganku ke sini untuk mengajakmu bekerja sama" Ucap Keyla.


"Kalau tidak salah perusahaanmu bergerak di bidang kosmetik kan ? Sedangkan perusahaanku bergerak di bidang kontruksi. Jadi bagaimana bisa bekerja sama ?" Ucap Vino.


Keyla tertawa.


"Aku bukan mengajakmu bekerja sama untuk pekerjaan. Aku mengajakmu bekerja sama untuk memisahkan Fani dari Rendi" Ucap Keyla.


Sorot mata Vino tiba - tiba berubah tajam memandang Keyla.


"Jangan bilang aku tidak tahu. Kau punya perasaan khusus buat Fani kan ? Aku bisa melihatnya itu. Sepanjang pesta pernikahan Azzam kemarin, Kau tidak berhenti memandangi Fani" Ucap Keyla.


"Lalu kenapa bila aku menyukainya ? Orang seperti Fani memang pantas untuk disukai" Ucap Vino.


"Tapi dia sudah milik orang lain. Aku sangat mencintai Rendi. Dan kau juga begitu menyukai Fani. Bagaimana kalau kita bekerja sama untuk sama - sama mendapatkan apa yang kita inginkan ?" Ajak Keyla.


"Hehh ?" Vino mencibir.


"Aku memang menyukai Fani, tapi bukan berarti aku memakai jalan pintas untuk mendapatkannya. Aku akan selalu menunggu dirinya sendiri datang kepadaku" Ucap Vino.


"Dan kalau hanya ini yang ingin kau katakan. Sebaiknya kita sudahi pembicaraan kita. Aku masih ada urusan" Ucap Vino.


Tiba - tiba Rido, Sekertaris Pribadi Vino datang membawa kotak yang telah dihiasi pita cantik yang berisi baju kerja dan tas.


"Ini kado ulang tahun Nona Fani untuk nanti malam Tuan. Silahkan di cek" Ucap sekretaris pribadinya.


"Letakkan di ruanganku. Sebentar lagi aku naik ke atas" Ucap Vino.


"Kalau sudah tidak ada hal penting lagi untuk dibicarakan kau boleh pulang, aku masih banyak urusan di atas !" Ucap Vino yang sudah berdiri dan bergegas meninggalkan Keyla sendiri yang masih duduk di lobby.


Oh, jadi.. Fani ulang tahun. Kalau begitu aku akan memberimu kado yang paling berkesan untuk ulang tahunmu kali ini.


Batin Keyla.

__ADS_1


Terlihat senyum mengembang dari sudut bibirnya. Sepertinya sebuah rencana jahat terlintas di pikirannya.


# Mohon berikan like, komen, dan vote ya gaes.. 🙏 Sekali lagi maaf kalau lama update 😥 Terima kasih juga buat yang selalu menunggu novel ini update.. Saranghaeyo 😘


__ADS_2