Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
35. Pernikahan Azzam


__ADS_3

"Nek fani pergi ya !" ucap fani sambil menutup pintu.


"Iya, hati - hati" sayup - sayup terdengar suara teriakan nenek dari jauh.


Fani hendak melangkah pergi mencari ojek di ujung jalan dekat rumahnya. Tapi ketika dia melangkah keluar rumah sebuah mobil sport merah yang sangat dikenalnya sudah nangkring cantik didepan rumahnya beserta pemiliknya yang bersender di depan mobilnya.


Huft.. dia lagi !


Fani tidak menghiraukan rendi, dia terus melangkahkan kakinya melewati rendi yang berdiri didepan mobil dan pura - pura tidak melihat rendi.


"Hei, mau kemana kau ? naik ke mobil !" ucap rendi.


Fani menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Memang kamu mau ngapain ?" tanya fani.


"Mengantarmu !" ucap rendi.


"Aku tidak mau !" ucap fani.


Rendi mengerenyitkan dahi kebingungan.


"Kau ini kenapa ?" tanya rendi.


"Aku tidak mau lagi naik mobil yang dikendarai orang gila sepertimu ! kau mengendarai mobil seperti orang kelaparan yang takut kehabisan nasi dirumah ! kalau aku naik satu mobil denganmu lagi berarti aku bodoh !" ucap fani yang bicara panjang lebar mengungkapkan unek - uneknya yang selama ini dia pendam.


Rendi tersenyum.


bisa - bisanya dia tersenyum saat aku emosi seperti ini !


"Maafkan aku, kau pasti ketakutan ya kemarin ?" tanya rendi.


Eh, dia meminta maaf ? aku tidak salah dengar kan ?


"Iya kau menakutiku ! kalau aku mati kena serangan jantung kemarin, itu pasti karena kau !" ucap fani.


"Aku janji tidak akan mengulanginya lagi, ayo naiklah !" ucap rendi.


Fani terdiam. Dia berfikir sejenak, matanya terus menatap rendi.


Rendi balas menatapnya. Rendi menaikkan salah satu alisnya dang menggelengkan kepalanya kiri, mengisyaratkan untuk segera naik.


Akhirnya Fani menuruti perintah rendi. Mobilpun melaju menuju perusahaan samudra group.


Didalam mobil, fani melirik rendi yang sedang mengendarai mobil sekilas.


Dia benar - benar mengendarai mobilnya seperti manusia normal pada umumnya sekarang ! huft.. syukurlah..


"Berjanjilah kau akan selalu mengendarai mobil seperti ini, walaupun tidak ada aku" ucap fani.


"Hmm.." ucap rendi.


Suasana di dalam mobil kembali hening.


"Sabtu malam nanti temani aku pergi ke pernikahan azzam ya !" ucap rendi.


"Oh, azzam akan menikah ya.. kalau tidak salah dengan teman satu sekolah dan satu kampusnya itu kan ?" tanya fani.


"Hmm.." ucap rendi.


"Sabtu malam kan ? soalnya kalau siangnya aku sudah janjian mau kumpul dengan nisa dan dila. Sudah lama tidak ngobrol bareng" ucap fani.


Dan lagi - lagi jawaban rendi "Hmm.."


Hais.. laki - laki ini.. dasar si irit bicara !


*********


Weekendpun tiba. Fani, dila dan nisa sudah berkumpul dirumah dila. Mereka berguling - gulingan dikamar dila.


"Jadi gimana dengan kerjaanmu dila ?" tanya fani.


"Ya pasti enak dong kerja dikantor papa sendiri fan.. ga bakal kena marah, kerjaannya ringan, mau datang telat juga ga apa - apa ! pokoknya suka - suka deh !" ledek nisa.


"Sialan elo nis ! ucap dila.


Merekapun tertawa berbarengan.

__ADS_1


Tiba - tiba handphone dila berdering. Dila mengangkat telepon dari pacarnya. Sekitar 15 menitan dia mengobrol dengan pacarnya via telepon.


"Sudah dulu ya sayang, ada fani dan nisa nih dirumah. Ga enak sama mereka, bye ! I love you !" ucap dila.


"Aduh, pamer kemesraan nih ceritanya ?" tanya nisa.


"Hahaha..makanya cari pacar dong biar ga ngiri !" ucap dila tertawa.


"Dia sudah punya gebetan kok !" ucap fani sambil melirik nisa.


"Apa ? wah, parah elo nis ga cerita - cerita!" ucap dila.


Nisa terdiam sejenak.


"Belum jadi pacar, aku belum memberikan jawaban" ucap nisa.


"Siapa sih yang nembak nisa ? pegawai mandala group juga ya ? teman seruanganmu ? atau beda ruangan ?" cerca dila.


"Presdir Buana Group" ucap fani.


"Haah ?" dila terkejut bukan main.


"Apa mata presdir itu buta ?" ucap dila tertawa terbahak - bahak.


Nisa dan fani mendelik tajam ke arah dila.


"Maaf, maaf.. aku hanya bercanda. Aku hanya kaget, kalian punya gebetan presdir semua. Apa perlu aku putusi pacarku terus cari gebetan presdir pula ? tapi carinya dimana ya? terus tapikan aku cinta banget sama ayang loveku" ucap dila memelas.


"Ah, drama Queen lo !" ucap nisa.


Mereka kembali tertawa bersama.


"Eh, bagaimana kalau kita cari tahu tentang presdir buana group itu !" Dila mengambil laptonya diatas meja belajarnya. Dila mulai mengetik nama dikolom pencarian. Tiga sahabat itu sudah duduk manis didepan lapto


Hasil langsung keluar. Foto riko terpampang di layar laptop dila.


"Astaga, dia tampan sekali nisa. Langsung jawab "iya" saja !" ucap dila merayu nisa.


"Dila ! kebiasaan deh ga bisa lihat yang bening dikit ! cari tahu dulu asal usul dan kepribadiannya jangan asal sambet aja !" ucap fani mengingatkan.


Fani terdiam tak bisa menjawab.


"Eh, itu.. aku.. ah, sudah - sudah kok jadi bahas aku sih, sekarangkan kita lahi mencari tahu tentang riko" elak fani.


Mereka bertiga kembali fokus ke depan layar laptop. Membaca satu demi satu artikel tentang riko.


Riko Rizky Buana


Pimpinan perusahaan Buana Group yang sedang berkembang pesat. Dengan jumlah kekayaan mencapai triliunan rupiah. Dengan kedudukan yang dia punya tidak heran banyak kaum hawa yang mendekatinya. Sebut saja selebriti Adisty Salsabila, Mika Meriska, Dinda Sari dan masih banyak selebriti lainnya sempat menjadi kekasihnya. Sayangnya hubungan itu hanya bertahan kurang lebih 3 bulan. Desas - desus yang beredar sang presdir dikabarkan mudah bosan pada hubungan yang terikat dan terkesan playboy.


Mereka saling menoleh satu sama lain.


"Jadi dia benar - benar hanya ingin mempermainkanku ya !" ucap nisa sambil terisak.


"Padahal aku sudah mulai menyukainya" tidak terasa air mata nisa mulai mengalir disudut matanya.


Fani dan dila memeluk nisa.


********


Malamnya, fani sudah siap didepan cermin menggerakan badannya kedepan dan kebelakang melihat baju yang dikenakannya. Baju pesta yang di berikan oleh rendi yang diantar oleh pak roy sore tadi. Berbekal menonton vlog kecantikan di youtube, fani belajar berdandan. Sehingga membuat dirinya terlihat semakin manis.


"Ah, aku rasa cukup" ucap fani.


"Fani, rendi sudah nungguin nih" ucap nenek.


"Oh, sudah datang ya" ucap fani yang keluar kamar.


"Kami pergi dulu ya nek" ucap rendi


"Iya, hati - hati ya nak rendi. Jagain fani ya" ucap nenek.


"Iya nek" ucap rendi.


Mobilpun melaju menuju hotel berbintang lima tempat diadakannya pesta pernikahan azzam.


*********

__ADS_1


Sesampai di pesta pernikahan azzam. Rendi dan fani langsung menghampiri meja fahri dan riko. Fahri yang memakai jas setelan hitam datang berdua dengan perempuan yang wajahnya tidak asing. Ternyata saat fahri mengenalkannya pada fani dan rendi, perempuan itu adalah seorang selebriti yang memandu acara kuis ditelevisi.


pantas seperti pernah melihatnya ditelevisi


Sedangkan riko terlihat sibuk memainkan handphonenya seperti orang uring - uringan.


"Fani, apa nisa baik - baik saja ? kenapa dia tidak mengangkat telponku lagi ? kemarin masih baik - baik saja" ucap riko.


"Dia baik - baik saja. Apalagi setelah membaca artikel tentangmu tadi siang" ucap fani tersenyum meledek.


"Artikel apa ?" karena tidak sabar menunggu penjelasan fani riko mulai mengetik artikel tentangnya di handphonenya, dan membacanya.


"Sial ! situs harian surat kabar mana yang berani menulis hal buruk tentangku. Aku akan menuntutnya. Dan nisa percaya ini ?" tanya riko pada fani.


Fani tidak menjawab. Dia hanya menaikkan kedua bahunya dan mengenadahkan kedua tangannya tanda tak tahu.


Fahri yang penasaran segera menarik handphone dari tangan riko.


"Apa sih dari tadi kalian cuma ngobrol berdua aja. Berita apa lagi ini?" fahri serius membaca.


Setelah membaca artikel itu fahri tertawa terbahak - bahak.


"Oh... selebriti - selebriti ini aku yang mengenalkan pada riko. Habis dia sibuk kerja terus sih. Karena aku teman yang baik jadi aku mencarikannya kekasih walaulu dia tidak memintanya. Keren kan aku !" ucap fahri.


"Tapi sepertiny tidak ada yang menarik hatimu ya ! atau kau menerima mereka karena kau merasa tidak enak padaku karena sudah mengenalkan mereka padamu ?" tanya fahri.


Riko hanya diam tidak menjawab.


Jadi apa itu artinya riko sebenarnya bukanlah playboy seperti yang diberitakan !


Rendi tiba - tiba menarik telinga fani.


"Sudah aku bilang kan jangan mengurusi masalah orang lain !" ucap rendi sambil menjewer telinga fani.


"Aw, rendi sakit " ucap fani sambil bermuka cemberut.


Rendi tersenyum melihat muka manyun fani.


Tiba - tiba terdengar suara menyapa yang sangat akrab ditelinga fani.


"Fani, kamu disini juga ?" tanya vino yang menghampiri meja mereka.


"Loh vino ? kok bisa disini juga ?" tanya fani balik.


"Oh iya aku lupa rendi kan memang teman akrab azzam sewaktu kuliah dulu. Wajar kalian ada disini. Aku undangan disini. Azzam mengundangku. Dulu perusahaan Samudra Group sudah beberapa kali bekerja sama dengan perusahaan Wijaya milik azzam" ucap vino menjelaskan.


"Oh, ini vino kelas sebelah kan sewaktu kita kuliah ? yang sekelas juga sama mimi istrinya azzam sekarang ?" ucap fahri yang langsung nimbrung.


"Iya, kemarin aku lihat mimi juga sempat mengundang lewat pesan singkat di grup kuliah. Apa kabar fahri ? Dan ini riko kan ?" tanya vino.


"Oh iya, apa kabar vin ?" ucap riko basa - basi.


"Baik" ucap vino.


haiss.. Kenapa kuny*k ini ada dimana - mana sih ! kenapa pula azzam mengundangnya


Batin Rendi.


"Ayo temani aku ketemu azzam. Dari tadi kita datang, kita belum menghampirinya" ucap rendi pada fani.


Kenapa lagi sih dia ini ! padahal belum selesai ngobrol dengan vino !


"Oke vin, aku tinggal dulu ya. Yang lain kita tinggal dulu ya" ucap fani yang tiba - tiba terkejut rendi mengenggam tangannya.


Ketika mereka mau beranjak pergi, langkah mereka tiba - tiba terhenti. Suara yang sangat halus menyapa mereka. Bau farfum yang lembut dan wangi berasal dari tubuhnya.


"Rendi..." ucap wanita itu lirih.


Fani dan rendi berbalik menoleh.


Betapa terkejutnya fani. Wanita yang dia pernah lihat dilayar komputernya sekarang berdiri tepat di hadapannya. Rambut yang digerai panjang, kulitnya sangat bersih dan halus, postur tubuhnya yang sangat proposional menambah keindahan pada pakaian yang dikenakannya. Wajahnya ? jangan ditanya, sangat cantik hampir tidak ada cela.


"Keyla..." ucap rendi yang tak kalah terkejut melihat keyla dihadapannya. Saking terkejutnya tiba - tiba genggaman tangan rendi pada fani tak sengaja terlepas. Mata rendi terus memandang keyla seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Fani memandangi tangannya yang terlepas dari genggaman rendi. Tiba - tiba hatinya merasa sedih. Perasaan fani seperti terhempas. Entah kenapa matanya sedikit memerah menahan tangis.


Ya, Tuhan kenapa tiba - tiba hatiku merasa sakit...


# Jangan lupa like, vote dan komennya ya guys.. 🙏 maaf untuk hari kemarin yang tidak upload dikarenakan handphone author yang mati total 🙏 tapi author sangat bahagia membaca komen - komen kalian yang menantikan novel ini untuk update.. makasih ya untuk pembaca setiaku.. Aku padamu 😘

__ADS_1


__ADS_2