
Part 21+ Harap bijak dalam membaca.
Disarankan bagi yang belum cukup umur jangan membaca
***********************
Selesai acara, Fani dan Dila mengantar Nisa ke kamarnya. Hotel ini memang milik Keluarga Riko. Untuk satu hari ini, Hotel ini sengaja ditutup. Karena secara khusus dipakai untuk acara Pernikahan Riko dan Nisa.
Kamar-kamar di Hotelpun di siapkan bagi kedua keluarga. Baik itu dari keluarga Riko maupun keluarga Nisa yang akan bermalam di hotel ini setelah acara. Tamu undangan yang ingin beristirahatpun dapat menggunakan fasilitas kamar yang ada.
Jangan ditanya soal kamar pengantin, Yang memang dirancang spesial oleh wedding oragnizer terkemuka di kota ini. Sebuah kamar Presidential Suite yang telah di sulap menjadi kamar pengantin ini memiliki fasilitas yang terdiri dari kamar yang lebih dari satu. Ada tiga ruang tidur, ruang tamu, ruang makan, Area kerja yang besar bahkan ada kolam berenang berukuran kecil didalamnya.
Fani dan Dila membantu Nisa masuk ke dalam kamar pengantin. Sedangkan Riko masih asyik mengobrol dengan Rendi, Fahri dan Azzam di tempat pesta.
Nisa yang sudah mandi dan berganti pakaian mengenakan setelan piyama tidur. Dia mengenakan baju atasan lengan pendek dan celana panjang dengan motif yang sama yaitu, boneka beruang. Sontak Dila dan Fani menertawakan sahabatnya itu.
"Beneran Kamu mau pakai ini Nis ?" Tanya Dila sambil tertawa terbahak-bahak.
"Iya. Kenapa memangnya ? Apa ada yang lucu ?" Tanya Nisa.
"Tentu saja. Ini kan malam pertamamu. Bukankah Kau seharusnya memakai ini ?" Ucap Fani yang mengangkat pakaian tidur super minim bewarna nude, dengan belahan dada yang sangat rendah dan berenda.
"Darimana kalian mendapatkan benda itu ! Aku ga mau memakainya !" Ucap Nisa.
"Ini sudah ada disini dari tadi. Sepertinya memang disediakan oleh wedding organizernya" Ucap Fani.
"Aku ga mau memakai pakaian mengerikan itu !" Ucap Nisa.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki memasuki ruangan kamar pengantin.
"Siapa yang tidak mau memakai pakaian itu ?" Ucap Mama Nisa yang baru datang.
"Mama ?" Ucap Nisa.
"Ma, Nisa ga mau memakainya. Pakaian itu sudah persis mirip swimsuit. Nisa malu memakainya di hadapan Riko" Ucap Nisa.
"Harus dipakai dong sayang. Kan pihak Wedding organizernya sudah susah payah memberikannya. Lagian bajunya bagus kok" Ucap Mama Nisa.
"Tapi, Ma.. Nisa ga mau ! Nisa beneran malu memakainya" Ucap Nisa.
"Ga ada tapi-tapian. Cepat ganti pakaianmu" Ucap Mama Nisa.
Karena takut dengan Mamanya yang galak, Nisa langsung menuruti keinginan mamanya berganti pakaian.
Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Cukup lama Nisa berada di dalam kamar mandi, Berdiri menatap cermin didepannya. Dia terus memandangi pakaian yang Dia kenakan.
Aku sudah seperti orang yang mau berenang saja sekarang.. hiks
Nisa lalu membuka pintu kamar mandi dengan malu-malu.
"Nah, Kan begitu baru cantik" Ucap Mama Nisa.
Fani dan Dila hanya menahan tawa melihatnya.
Mama benar-benar deh ! Didepan Fani dan Dila saja, Nisa merasa malu memakai ini. Apalagi didepan Riko...arghh..
"Iya, Cantik dan sexy Nis. Pasti entar Riko klepek-klepek deh melihatnya" Ucap Dila memanasi.
"Dila, Berhenti menggoda Nisa" Ucap Fani melotot.
"Iya.. Iya.. bercanda" Ucap Dila.
"Kalau gitu Mama balik ke kamar Mama lagi ya, Nis. Kasihan, Papa sendirian" Ucap Mama Nisa.
"Hmm.. Nisa ikut tidur dikamar Mama dan Papa ya ? Please !" Pinta Nisa.
Fani dan Dila terkejut mendengar permintaan Nisa yang dianggap mereka aneh.
"Kamu ini kenapa sih sayang ? Kamu itu sudah menikah. Sudah seharusnya Kamu tidur dengan suamimu. Kamu juga harus melayaninya dengan baik" Ucap Mama Nisa.
"Udah, Jangan aneh-aneh lagi deh ! Fani dan Dila, Mama duluan ya !" Ucap Mama Nisa.
"Eh, Iya tante" Ucap Fani dan Dila berbarengan.
Mamapun melangkah keluar meninggalkan mereka bertiga.
"Kamu kenapa sih Nis ? Mintanya aneh-aneh banget. Ada apa sih sebenarnya ?" Ucap Dila.
"Iya, Dari tadi juga wajahmu pucat. Tanganmu juga dingin waktu kami memegangimu tadi. Kamu Sakit ?" Tanya Fani khawatir.
"Aku.. Aku.." Ucap Fani terbata.
__ADS_1
"Aku sebenarnya takut dengan malam pertama" Ucap Nisa.
"Haah ?" Ucap Fani dan Dila berbarengan.
"Kok Bisa ?" Tanya Dila penasaran.
"Mendekati hari pernikahanku, Aku mencari tahu tentang malam pertama. Semua artikel yang aku baca terdengar mengerikan. Semuanya bilang, hmm.. Itu terasa sakit" Ucap Nisa.
Sontak Fani dan Dila tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Nisa.
"Kenapa Kalian tertawa ?" Tanya Nisa.
"Karena Kamu Aneh ! Kenapa coba, Orang zaman dulu bilang, Jangan banyak mencari tahu tentang sesuatu terlalu dalam ?" Tanya Fani.
"Aku tidak tahu !" Ucap Nisa menggeleng.
"Karena semakin kita mencari tahu tentang sesuatu, Akan semakin banyak hal yang seharusnya tidak kita dengar" Ucap Fani.
Nisa hanya terdiam mendengarnya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar yang diketuk. Nisa cepat-cepat mengambil jubah mandi yang tergantung dan memakainya untuk menutupi pakaian minimnya itu.
"Sayang, Ayo buka. Ini Rendi dan Pacarnya Dila, Sudah mau mengantar Fani dan Dila pulang" Ucap Riko.
Nisa lalu membukakan pintu kamar.
"Ayo, Pulang. Nanti Nenek khawatir Kamu pulang kemaleman" Ucap Rendi sambil menarik tangan Fani.
Tapi tiba-tiba, Nisa menahan tangan Fani.
"Jangan pulang" Ucap Nisa.
"Kalian berdua tidur disini saja" Ucap Nisa.
Semua yang berada disana terkejut mendengarnya. Mereka semua fokus menatap Nisa. Terutama, Riko suaminya.
"Ogah ah, Jadi obat nyamuk. Aku mau pulang. Nanti Papa dan Mama aku nyariin" Ucap Dila.
"Aku juga mau pulang Nis. Nenek pasti sedang menungguku" Ucap Fani sambil melepaskan tangan Nisa yang memegangnya.
Nisa langsung manyun seketika.
Fani, Rendi, Dila dan kekasihnya itu akhirnya melangkahnkan kakinya keluar kamar mereka. Riko langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.
Riko mulai bingung melihat kelakuan Nisa.
"Kenapa jangan dikunci, Sayang ?" Tanya Riko.
"Hmmm.. itu.." Ucap Nisa terbata.
Aduh, Apa ya alasannya..
"Hmm.. Aku mau mengambil minum diluar" Ucap Nisa.
Riko mengerenyit. Dia mulai paham arah pembicaraan Nisa.
"Didalam kulkas itu lengkap. Semua minuman ada, Sayang. Kalau kamu mau air yang tidak dingin juga ada di atas meja" Ucap Riko.
"Hmm.. Aku.. Aku.. mau.." Belum selesai Nisa menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Riko memotong ucapannya.
"Kemarilah. Bantu Aku melepaskan kemeja ini" Ucap Riko yang sudah melepas jasnya.
Nisa berjalan mendekat menghampiri Riko. Dia membuka kancing kemeja Riko satu persatu.
Astaga, Badan Riko keren sekali. Aku tidak tahu ternyata di balik kemeja dan jas yang biasa dia kenakan tersembunyi dada bidang yang putih dan bersih.
Riko yang melihat Nisa kesulitan meraih kancing kemeja yang paling atas, Lalu menunduk agar Nisa bisa meraihnya dan membukanya. Wajah Mereka sudah sangat berdekatan sekarang. Mungkin hanya berjarak beberapa senti. Bau harum dari tubuh Nisa yang sudah mandi, tiba-tiba membuat Riko bergairah. Dia refleks memegang dagu Nisa, Dan mulai mencium bibir Nisa dengan lembut. Nisa yang mendapat perlakuan secara tiba-tiba tersebut, tidak dapat mengelak lagi. Meski beberapa kali Nisa mencoba mendorong tubuh Riko. Tetapi, tidak mengurungkan niat Riko yang semakin memperdalam ciumannya. Ciuman tersebut berlangsung cukup lama. Nisa hampir beberapa kali tersengal akibat ciuman panas itu. Hingga pada akhirnya, Riko melepaskan ciumannya.
Wajah Nisa memerah. Dia memalingkan mukanya agar Riko tak melihat pipinya yang memerah.
"Pipimu memerah sayang. Apa kau sudah mandi ?" Tanya Riko.
Nisa mengangguk.
"Kalau begitu, Tunggu aku ya. Aku mandi dulu membersihkan diri" Ucap Riko.
"Menunggumu untuk apa ?" Tanya Nisa.
"Menungguku untuk memakanmu" Ucap Riko tersenyum tipis.
Deg !
__ADS_1
Lagi- lagi badan Nisa merasa lemas mendengarnya. Terdengar bunyi percikan air yang berasal dari kamar mandi. Riko yang sudah masuk ke dalam kamar mandi sedang sibuk membersihkan diri.
Tinggal Nisa yang salah tingkah dibuatnya. Dia mondar-mandir kesana kemari memikirkan cara untuk dapat kabur dari malam pertama.
"Oh, Iya ! Aku pura-pura tidur saja" Ucap Nisa yang melepas jubah mandi yang dikenakannya tadi sewaktu membuka pintu.
Sekarang Dia hanya mengenakan baju dalam yang sangat minim berwarna nude tadi. Nisa lalu cepat-cepat mengambil selimut dan menenggelamkan dirinya di dalam selimut. Hanya kepalanya yang ada diluar selimut.
Kalau Aku bersembunyi di bawah selimut dan pura-pura tidur kan, Dia tidak bisa melihat pakaian tidurku ini. Dan Aku tidak perlu melakukan malam pertama dengannya
Krek...
Pintu kamar mandi terbuka. Riko yang sudah keluar kamar mandi, Hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Dia tersenyum melihat Nisa yang memejamkan matanya diatas tempat tidur dengan mengenakan selimut.
Riko duduk disamping Nisa yang sedang berpura-pura tidur. Dia mengelus puncak kepala Nisa berulang kali.
"Aku tahu Kau hanya berpura-pura tidur sayang. Dan Aku tahu, Dari mulai pesta tadi, Kau sudah bertingkah aneh bila teman-teman kita membahas lelucon malam pertama" Ucap Riko yang masih mengelus rambut istrinya itu.
"Entah apa yang membuatmu takut akan malam pertama. Aku tidak akan memaksamu. Aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap menyerahkan dirimu padaku sendiri. Aku mencintaimu" Ucap Riko mencium kening Nisa.
Nisa masih diam tidak bergeming. Matanya masih berpura-pura memejam.
"Sayang, Ayo ! Jangan berpura-pura tidur lagi. Aku tahu kau tidak tidur. Setidaknya temani Aku bercerita malam ini" Ucap Riko.
Nisa masih tidak membuka mata.
Hal ini lantas membuat Riko mencari cara agar Nisa menghentikan aksi berpura-puranya.
"Sayang, Ada kecoa di atas selimutmu !" Ucap Riko berbohong.
Nisa yang mendengar kata kecoa langsung berteriak histeris.
"Kecoa ? Arghhhh !" Teriak Nisa.
Nisa langsung melempar selimut yang dia kenakan, sehingga selimut itu teronggok jatuh ke lantai. Dia langsung berhamburan berlari memeluk Riko. Wajahnya sangat cemas. Nisa kelihatan sangat ketakutan.
Riko yang sangat terkejut melihat gerakan refleks Nisa yang memeluknya, Tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahaha, Aku hanya mengerjaimu, Sayang. Habisnya Kau tidak menyahutiku dari tadi" Ucap Riko yang masih tidak henti-hentinya tertawa.
Nisa yang merasa sangat kesal, Lalu menggigit Leher Riko. Masih dengan posisi dirinya yang memeluk Riko, Dia menggigit leher Riko dengan geram.
"Rasakan ! Karena telah mengerjaiku ya !" Ucap Nisa yang telah melepaskan gigitannya.
Riko lalu refleks, memutar posisi mereka. Nisa yang semula berada diatas memeluknya, Sekarang berpindah posisi dibawah tubuh bidang Riko. Riko yang melihat pakaian tidur dengan belahan dada rendah yang dikenakan Nisa, Semakin menyulut gairah yang bergejolak didadanya sekarang. Apalagi, Pakaian itu benar-benar pas membentuk lekuk tubuh Nisa yang sangat proposional, Terutama di bagian dada.
"Itu sama sekali tidak sakit, Sayang ! Kau malah membangunkan sesuatu yang dari tadi sudah Aku tahan mati-matian" Ucap Riko yang mulai menciumi bibir Nisa dengan rakus, Lalu merambat ke telinga Nisa hingga turun menelusuri lehernya dan membuat kissmark disana.
"Aww.." Teriak Nisa.
"Sa.. Sayang.. Aku.. Aku tidak membangunkan siapapun. Aku minta maaf kalau aku tadi menggigitmu" Ucap Nisa terbata.
"Hmmm" Ucap Riko yang sudah tidak menggubris ucapan Nisa. Sekarang malah ciumannya semakin turun kebawah, tepat berada diatas dua gundukan sintal milik Nisa. Dia mengemutnya beberapa kali sehingga membuat badan Nisa menggelinjang, Membuncang hebat. Lenguhan dan Desahan lolos begitu saja keluar dari mulut Nisa.
"Aah.. Rik.." Desah Nisa.
"Se..Sebaiknya.. Aku tidur di kamar mama saja.. Ughh.." Ucap Nisa yang juga sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Riko menghentikan aksinya, Mendengar ucapan Nisa barusan.
"Kenapa mau tidur di kamar Mama, Sayang ? Tempatmu itu disini sekarang" Ucap Riko yang sudah melepas handuk yang melilit di pinggangnya.
"Kau... Kau mau apa sayang ?" Tanya Nisa yang sudah sangat ketakutan.
"Aku mau apa ? Tentu saja memakanmu !" Ucap Riko yang sudah mulai melepaskan pakaian Nisa, Dan melemparkannya ke sembarang tempat.
"Tenang saja sayang, Aku akan bermain lembut" Ucap Riko yang berbisik di telinga Nisa.
Riko kembali ******* bibir Nisa. Ciuman itu berlangsung cukup lama. Seketika Nisa merasa milik Riko telah masuk menerobos pada miliknya. Riko menghentakannya berulang kali. Sehingga membuat Nisa meringis.
"Aww.." Ucap Nisa.
"Sakit ya ?" Tanya Riko.
Nisa mengangguk.
"Tahan ya sayang, Bentar lagi ga terasa sakit lagi kok" Ucap Riko yang masih melanjutkan aksinya itu. Dia masih saja memberikan hujaman berkali-kali dibawah sana. Sesekali terdengar napas keduanya yang terengah-engah dengan peluh yang membasahi pelipis mereka. Gairah keduanya semakin memanas. Lenguhan dan desahan terus memenuhi ruangan itu semalaman.
#Jangan lupa memberi like, vote dan komen ya... Saranghaeyo 😘
Jangan lupa mampir juga ke novel sahabatku Rizky Rahm yang judulnya "Mine" salah satu novel favoritku juga sih.. makasih 🙏
__ADS_1