Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
58. Dia Tulus Mencintaimu


__ADS_3

**Jangan lupa memberi dukunganmu dengan cara memberi like, vote dan komen ya.. 🙏


Happy Reading Gaes.. 😘**


***************************


Rendi yang sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Akhirnya memutar arah menuju cafe tempat Dia dan teman-temannya biasa ngumpul. Dia baru ingat, sore tadi Riko menghubunginya untuk mengajaknya bertemu.


Sesampai disana Rendi mengedarkan pandangannya mencari ruangan yang telah dibooking teman-temannya. Dia memasuki ruangan tersebut dan melihat Riko, Fahri dan Azzam yang sudah duduk manis di atas sofa. Terlihat Fahri sedang memegang mic dan menembangkan sebuah lagu.


Terdengar alunan suara fals Fahri yang mengalun sumbang. Yang siapapun mendengarnya akan merasa risih dan bising.


"Bisa Kau berhenti bernyanyi sekarang juga ? Aku sudah sangat mual mendengar kau yang tidak berhenti bernyanyi dari tadi !" Ucap Riko.


"Mendingan kalau suara bagus. Ini suara sudah pas-pasan, tempo juga berlarian kemana-mana. Bikin gendang telinga mau pecah saja" Ucap Azzam.


Fahri langsung manyun. Tiba-tiba perhatian mereka tertuju pada Rendi yang baru saja datang.


Rendi langsung duduk di kursi kosong sebelah Azzam.


"Dari mana aja elu Ren ? Baru datang sekarang" Tanya Fahri.


Rendi hanya diam. Wajahnya terlihat kusut. Dia membuka kaleng cola dihadapanya dan meneguk beberapa kali tegukan.


"Tumben Kau mengajak kumpul, biasanya Kau sibuk mengejar salah satu pegawaiku" Ucap Rendi pada Riko.


Riko tersenyum.


"Kau tidak tahu dia mengajak kita kumpul kemari untuk mengundang kita. Karena dia akan menyusul Azzam melepas masa lajangnya sebentar lagi" Ucap Fahri.


"Iya, Aku mengajak kalian kumpul disini. Karena mau meminta bantuan kalian buat datang ke acara lamaran Aku dan Nisa nanti" Ucap Riko.


Rendi terkejut mendengarnya. Sontak dia refleks menoleh ke arah Riko.


"Memang Nisanya Mau ? Dan Kasusmu dengan Mika memangnya sudah beres ?" Tanya Rendi.


"Tentu saja Dia mau. Mana mungkin Aku melamar Nisa yang lagi marah padaku. Bisa-bisa Aku diusir dari rumahnya" Ucap Riko.


"Thanks ya Fahri, Sudah membantu masalahku kemarin. Akhirnya kamu bisa berguna juga sebagai teman, hahaha" Ucap Riko seraya tertawa.


"Sialan lu ! Pada ga percaya sih sama gue ! Apapun kalau gue yang kasih solusi pasti beres !" Ucap Fahri dengan penuh kebanggaan. Seakan-akan sudah menjadi pahlawan yang menyelematkan dunia dari serangan monster. Padahal hanya mencari biodata Mika saja.


"Dan Elu Ren kapan mau melamar Fani ?" Tanya Azzam.


"Fani memutuskanku" Ucap Rendi.


"Apa ?" Ucap mereka bertiga berbarengan.


"Pantas Kau terlihat kusut sekali !" Ucap Fahri.

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu ? Apa gara-gara Keyla ? Kan Keyla sudah meninggal. Seharusnya tidak ada penghalang lagi" Tanya Riko.


"Tadinya Aku pikir juga begitu. Tetapi, Nampaknya Fani salah paham. Dia bilang Aku hanya menjadikannya sebagai cadangan ketika Keyla sudah meninggal" Ucap Rendi.


"Dia bilang Dia selalu menangis ketika Dia menjadi kekasihku. Dan tadi, Aku melihat Vino memeluknya untuk menenangkannya. Aish, Bedebah itu. Selalu punya kesempatan untuk merusak hubunganku dengan Fani" Ucap Rendi.


"Vino itu sepertinya menyukai Fani ya. Vino juga orangnya baik. Bisa saja Dia lebih memilih Vino daripada kamu Ren" Ucap Azzam.


"Jadi maksudmu aku bukan orang baik ?" Ucap Rendi emosi.


"Ceile, Kayak anak perawan yang lagi datang bulan aja, mudah banget sensi" Ledek Azzam.


"Siapa suruh Kau baik bak malaikat. Paling tidak bisa dimintai tolong kalau menyangkut hal kemanusiaan. Makanya Keyla selalu menjadikan itu untuk memperalatmu. Wajar saja kalau Fani marah. Wanita mana yang tidak marah melihat kekasihnya berduaan dengan mantannya dulu" Ucap Fahri.


"Cih ! Lagaknya ! Tau apa kau soal wanita ? Yang kau tahu hanya berganti pasangan setiap minggu" Ucap Rendi.


"Justru itu ! Saking seringnya aku berganti wanita, Aku jadi paham betul sifat-sifat mereka" Ucap Fahri.


"Makanya Aku tidak mau memakai perasaan saat menjalin hubungan. Kalau sudah menyangkut perasaan Aku harus siap terpuruk kapan saja, Tapi kalau hanya bermain-main aku hanya rugi materi saja kan ?" Sambung Fahri.


"Kau sedang curhat ?" Gantian sekarang Rendi yang meledeknya.


"Bedebah ini ! Tapi sepertinya.. Kali ini Kau benar-benar dibuat kusut ya oleh Fani. Ternyata gadis seperti Fani mampu membuatmu menggila seperti ini" Ucap Fahri seraya tertawa.


Rendi terdiam dia mencerna setiap omongan Fahri yang dianggapnya benar.


****************


Setelah selesai mengompres matanya, Dan merapikan dandanannya Fani bersiap pergi ke kantornya.


"Kenapa ga makan disini saja ?" Tanya nenek yang membawakan kotak bekal sarapan pagi Fani.


"Takut ga sempat Nek. Jalanan macet. Nanti aku sarapan dikantor aja" Ucap Fani yang menerima kotak makanan dari nenek.


"Fani pergi ya Nek" Ucap Fani.


"Iya, hati-hati ya !" Ucap Nenek.


**********


Fani yang baru saja tiba di lobby kantornya, di kejutkan dengan sosok wanita paruh baya yang duduk di sofa lobby. Walaupun dia hanya pernah bertemu dengan wanita ini sekali tetapi dia sangat hafal siapa wanita yang ada dihadapannya ini.


"Ibu ?" Ucap Fani yang sudah duduk di sebelah Mamanya Keyla.


"Fani apa kabar ?" Tanya Mama Keyla memulai obrolan.


"Fani baik Bu. Ibu sendiri bagaimana ? Ibu pasti sedih ya sekarang. Fani turut berduka cita ya, Bu. Atas meninggalnya Keyla" Ucap Fani.


"Makasih ya Fan" Ucap Mama Keyla sembari tersenyum dengan sedikit dipaksakan. Hatinya masih sedih karena kehilangan anak semata wayangnya.

__ADS_1


"Ada apa Ibu pagi-pagi sudah datang kemari ?" Tanya Fani.


"Ibu mau pamit. Ibu akan terbang lagi ke inggris menemani papa Keyla disana. Tapi sebelumnya, Ibu mau mengembalikan ini ke kamu" Ucap ibu Keyla sambil menyerahkan Map hijau kepada Fani.


"Apa ini Bu ?" Tanya Fani sambil membuka isi map tersebut dan membaca kertas yang berada di dalamnya.


Betapa terkejutnya Fani mengetahui isi map tersebut adalah surat asli perjanjiannya dengan Rendi dahulu.


"Ini ibu dapat di brankas Keyla. Karena dia sudah meninggal ibu Membereskan kamarnya. Ibu juga sudah membaca isi surat itu tadi pagi" Ucap Mama Keyla.


Fani tertunduk malu.


"Sepertinya Keyla sengaja mencuri surat itu dari Rendi untuk merusak hubungan kalian. Atas nama Keyla, Ibu ingin meminta maaf untuk kesalahan yang Keyla perbuat selama ini. Apa hubungan Rendi dan Fani sekarang baik-baik saja ?" Tanya Mama Keyla.


Fani mengangkat wajahnya. Dia terkejut mendengar pertanyaan Mama Keyla.


"Hmmm.. Hubunganku dengan Rendi.. Hmm.." Ucap Fani terbata.


"Pasti tidak baik-baik saja kan ? Apa karena surat ini ?" Tanya Mama Keyla.


Fani diam tidak menjawab.


"Awalnya Ibu kaget membaca isi surat perjanjian ini. Karena yang Ibu lihat, Entah akting atau memang cinta yang menuntun kalian, jadi semuanya terlihat natural sekali" Ucap Mama Keyla.


"Dan Ibu rasa Rendi sedang tidak berakting. Dia benar-benar tulus mencintaimu" Ucap Mama Keyla.


"Dia tidak mencintaiku Bu. Dia menyukai Keyla. Dia hanya menjadikanku sebagai cadangannya saja. Hmm.. hari itu aku sempat melihat Keyla dan Rendi berpegangan tangan di ruangan VVIP tempat Keyla dirawat. Rendi sangat setia berdiri disampingnya. Jujur itu sangat membuatku iri Bu" Ucap Fani.


"Oh ya ? Ibu malah sangat iri padamu. Disaat anak ibu satu-satunya memohon Rendi mengatakan cinta padanya sebagai permintaan terakhirnya. Rendi tetap tidak mau mengabulkan permintaan terakhirnya itu" Ucap Mama Keyla.


"Kau tahu apa yang dia katakan ? Dia bilang Dia tidak mau membohongi dirinya sendiri" Ucap Mama Keyla.


"Apa itu masih belum cukup jelas untuk melihat siapa orang yang dia cintai ?" Ucap Mama Keyla.


Fani tertunduk, Dia seakan tidak percaya dengan semua yang diucapkan Mama Keyla barusan.


Jadi selama ini aku sudah salah paham ?


Batin Fani.


"Jangan acuhkan Rendi. Rendi orang yang baik. Semua perhatiannya pada Keyla sewaktu di rumah sakit, semata karena rasa kemanusiaannya. Ibu harap Fani dan Rendi bisa bersama suatu hari nanti" Ucap Mama Keyla.


Fani memeluk Mama Keyla. Tidak terasa air matanya menetes perlahan.


"Apakah Ibu tahu ? Bagiku Ibu juga orang yang sangat baik" Ucap Fani yang masih memeluk Mama Keyla.


Mama Keyla tersenyum mendengarnya. Dia membalas pelukan Fani dengan hangat.


# Makasih sudah setia membaca novelku ya.. setiap komen dan chat yang masuk selalu aku baca ya...walau kadang ga sempat membalasnya. Ide dan saran yang diberikan juga selalu aku jadikan acuan buat menulis lebih baik lagi.. Pokoknya makasih buat kalian semua.. Dan terus tunggu updatean selanjutnya yah.. Saranghaeyo 😘

__ADS_1


__ADS_2