Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
18. Pacar Settingan


__ADS_3

"Aku setuju !" ucap fani.


Rendi menoleh ke belakang. Dia melangkahkan kakinya dan berhenti tepat dihadapan fani. Rendi menaikkan salah satu alisnya tanda dia tidak paham akan ucapan fani.


"Aku setuju menjadi pacar pura - puramu. Salah satu dari pasien yang dioperasi kemarin adalah nenekku. Aku sudah berusaha mencari pinjaman ke kerabat jauhku. Tetapi tidak ada satupun yang mau meminjamkan dengan berbagai macam alasan. Kau datang bak dewa penolong bagiku. Nenekku satu - satunya keluarga yang aku miliki. Aku berhutang budi padamu. Aku akan membantumu bersandiwara sebagai rasa terima kasihku. Anggap saja kita impas ! Jadi setelah selesai menjalani sandiwara ini, aku tidak akan ada hutang budi lagi padamu " ucap fani.


Rendi tersenyum tipis.


"Besok datang ke kantorku untuk menanda tangani kontrak " ucap rendi.


"Besok aku tidak bisa, Nenek baru mau pulang dari rumah sakit. Mungkin lusa aku akan ke sana " ucap fani.


"Ok !" ucap rendi sambil bergegas pergi.


********


Keesokan lusanya. Fani menepati janjinya. Dia datang ke kantor rendi setelah selesai menemui dosennya untuk bimbingan skripsi.


"Siang mbak maya " sapa fani menyapa mbak maya yang sedang duduk manis di meja resepsionis.


"Eh, ibu bos. Siang nona fani " ucap maya.


"Aduh mbak maya mulai deh " ucap fani.


Maya tersenyum.


"Nona fani pasti mau menemui pak rendi kan ? Dia sudah pesan sama saya, bila nona fani datang langsung dipersilahkan masuk saja " ucap maya.


"Ok, makasih ya mbak infonya" ucap fani.


Fani langsung menuju ruangan presdir. Dia mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Masuk !" Suara rendi terdengar.


Fani membuka pintu. Sekarang diruangan itu hanya ada mereka bertiga, Fani, Rendi dan Sekretaris pribadinya itu.


"Silahkan duduk nona fani ! " ucap pak roy menunjuk sofa yang ada diruangan itu.


"Terima kasih Pak !" ucap fani.

__ADS_1


Rendi berdiri dari kursinya, melangkah mendekat dan duduk bersebrangan dengan fani.


"Mana kontraknya Roy ? " tanya rendi.


"Ini tuan " ucap roy sambil menyerahkan Map hijau yang dipegangnya.


"Bacalah terlebih dahulu sebelum kau menanda tanganinya "ucap rendi.


Fani membaca kata demi kata yang tertera dikontrak itu. Tidak ada satupun persyaratan yang diajukan oleh rendi di dalam kontrak itu. Hanya ada tulisan bahwa kontrak itu hanya berjalan selama setahun.


Untung hanya setahun ! Sesudah setahun aku akan bebas mencari pacar !


"Baiklah aku setuju. Hanya untuk setahun kan? " tanya fani.


"Hmmmm" jawab rendi.


" Tapi aku punya persyaratan !" ucap fani.


"Katakan !" ucap rendi.


"Eh, bukan satu tapi 3 persyaratan " ucap fani.


Astaga ! Dia mulai lagi !!!


"Aku melakukan ini tidak mau dibayar ! Bukankah aku sudah bilang, aku melakukan ini karena untuk membalas hutang budi. Mengapa kau selalu mengaitkan semuanya dengan uang ?" fani mulai merasa kesal.


Tuan muda, Tuan muda mengapa kau mengulangi kesalahan yang sama dengan kemarin


Batin Pak Roy.


"Oke aku paham, aku tahu harga dirimu sangat tinggi. Mungkin kata - kataku menyinggungmu tadi" ucap rendi.


Benar - benar ! minta maafpun tidak ! ckckckck


"Lalu apa persyaratanmu ? " tanya rendi.


"Pertama, aku tidak ingin ada sentuhan fisik. Aku tidak mau kamu menciumku ! kalau pegangan tangan hmmm... bolehlah.. takutnya orang - orang tidak percaya kalau kita benar - benar pacaran " ucap fani.


"Heeh... " Rendi mendengus. Seolah - olah ekspresinya mengatakan "siapa yang mau menciummu !"

__ADS_1


"Lanjut yang kedua ?" ucap rendi.


"Yang kedua aku tidak mau kamu mencampuri kehidupan pribadiku, mulai dari kuliahku, teman - temanku.. " belum selesai fani bicara rendi sudah memotong.


"Itu urusanmu, aku tidak tertarik !" ucap rendi


Huftt.. Sombongnya !


"Yang ketiga, Selain pak roy, aku tidak ingin orang tahu tentang hubungan palsu ini. Aku takut kalau sampai ini ketahuan, orang - orang akan berfikir aku melakukannya demi uang. Nenekku juga jangan sampai tahu, aku takut dia akan berfikir bahwa aku melakukan ini karena biaya operasinya. Aku tidak ingin menambah beban pikiran nenek" ucap fani.


"Oke , Aku sanggupi semuanya ! Sekarang kau sudah bisa tanda tangan kan ?" tanya rendi.


Fani mengangguk. Fani menanda tangani kertas yang berisi kontrak tersebut. Pak roy mengambil kertas tersebut dan memberikannya ke rendi. Rendi melihat sekilas.


"Baiklah ! simpan ini roy ! " ucap rendi.


"Baik tuan ! " roy menyambut kertas itu dari tangan rendy dan memasukkanya kembali ke map.


"Besok malam, setelah bekerja aku akan menjemputmu untuk makan malam dengan keluargaku. Semenjak pulang dari jalan - jalan denganmu, Mamaku sudah mendesakku terus - menerus untuk mengajakmu makan malam. Bersiaplah besok dan jangan lupa pakai ini ! " ucap rendi meletakkan cincin pemberian mamanya yang telah dikembalikan oleh fani tempo hari.


"Cincin ini... belum kamu kembalikan pada ibumu ?" tanya fani.


"Aku belum sempat. Aku lupa karena menaruhnya dimobil. Ternyata ada untungnya juga belum mengembalikannya kemarin " ucap rendi.


Fani mengambil kembali cincin tersebut. Dan memakainya dijarinya.


"Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, saya permisi pulang " ucap fani yang sudah berdiri dari duduknya.


"Hmmmm" ucap rendi tanpa menoleh.


"Oh, iya.. kau tidak punya syarat untuk diajukan sepertiku ? tanya fani yang menghentikan langkahnya saat mau membuka pintu dan berbalik.


"Aku ? " ucap rendi sambil berjalan mendekat ke hadapan fani.


"Aku tidak punya persyaratan apapun. Aku cuma mau bilang, jangan jatuh cinta padaku ! Hubungan ini hanya settingan. Dihatiku masih ada orang lain !" ucap rendi.


Fani terdiam.


#Lagi - lagi tidak jeranya author meminta jempol kalian untuk memberi like pada episode ini. Jangan lupa untuk episode selanjutnya bakal ada nisa dan rico. Makasih untum jempolersss hehehe 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2