
Fani berdiri didepan cermin, megenakan dress selutut bewarnana hijau pastel dan sandal tali berpita yang sangat cantik.
"Huft.. benar sekali, ternyata baju mahal dan bagus, 70 persen menunjang penampilan " ucap fani sambil bercermin.
********
Flashback On
Drrrrtt.. Handphone fani berdering. Fani melihat nama dilayar ponselnya. Dengan malasnya dia mengangkat telepon.
"Ya ada apa " ucap fani dengan nada suara acuh tak acuh.
"Roy sekarang ada didepan rumahmu bukakan dia pintu ! " ucap rendi.
"Kenapa dia ada didepan rumahku ? Apa dia mau menjemputku ?" tanya fani.
"Pacar settinganmu ini siapa ? Roy atau aku ? ya jelas aku yang akan menjemputmu !! Kalau tidak mamaku akan curiga " ucap rendi.
"Jadi untuk apa dia ada disini ???" teriak fani kesal.
"Dia mengantar pakaian yang akan kau kenakan nanti malam ! Karena selain mamaku, kita juga akan malam dengan papaku. Jadi berdandalah yang rapi. Papaku sangat mementingkan kerapian ! " ucap rendi.
******
Tinnnnn... Klakson mobil rendi berbunyi. Fani buru - buru mengambil tas kecilnya.
"Nek, aku pergi ya !" ucap fani.
Nenek tidak menjawab, dia mengikuti fani dari belakang. Nenek melihat mobil bewarna merah dengan mesin yang masih menyala terparkir di depan rumah mereka.
"Loh, fan waktu kamu bilang mau pergi dengan temanmu, nenek kira itu dila dan nisa. Tapi itu bukan mobil dila sepertinya ?" tanya nenek.
"Itu... itu... temanku yang lain nek. Temanku kan bukan hanya dila dan nisa. Berteman kan dengan siapa saja. Lebih banyak teman lebih baik nek " ucap fani meyakinkan nenek.
Tiba - tiba rendi yang melihat nenek dari dalam mobilnya turun.
Dia berjalan mendekati nenek dan fani.
Astaga !! kenapa pakai acara turun segala sih...
"Selamat malam nek, saya minta izin pergi dengan fani untuk makan malam dengan orang tuaku ya nek ?" ucap rendi sambil menyalami nenek.
tidak kusangka, dia tahu sopan santun juga
Batin fani.
"Kamu siapa ? Nenek rasa baru kali ini nenek bertemu denganmu ?" tanya nenek kebingungan.
"Dia te.... " belum selesai fani berbicara langsung dipotong oleh rendi.
"Aku pacarnya fani nek. Namaku rendi " ucap rendi sambil tersenyum.
"Haah ??" Nenek melotot tak percaya.
"Nek, ini tidak seperti yang nenek fikirkan. Sungguh ! Aku pergi dulu ya nek, Nanti ketika pulang aku jelaskan " ucap fani.
__ADS_1
Fani buru - buru menarik tangan rendi untuk segera pergi.
Mobilpun melaju.
*******
"Kenapa kau bilang pada nenekku bahwa kau pacarku ?" tanya fani kesal
"Kenapa ? bukankah kau sendiri yang bilang kalau nenekmu tidak boleh tahu kalau kita ini pacaran karena settingan ? " tanya rendi balik.
"Iya kau benar sih, tapi jangan sekarang seharusnya memberitahu nenekku kalau kita pacaran. Nenekku belum siap mendengarnya. Aku bilang pada nenekku, kau temanku tadi" ucap fani.
"Cepat atau lambat nenekmu akan mengetahuinya juga kan nanti !" ucap rendi.
Dasar ! tidak bisa diajak kompromi !
*******
Mobil yang dikendarai rendi tiba di rumah keluarga mandala.
wah besar sekali rumah ini. Halamannya luas, Bangunannya megah, Seperti kerajaan saja !
"Turun !" perintah rendi.
Fanipun turun dari mobil, mengikuti perintah rendi.
Para pelayan berdiri didepan pintu menyambut rendi dan fani.
Fani sangat terkejut, Rendi memegang tangannya dan membisikkan sesuatu ditelinganya.
"Bersikap sewajarnya, Ayahku orangnya sangat teliti. Dia tidak akan terlihat ramah untuk orang yang pertama kali bertemu dengannya " ucap rendi.
Ya, ini pasti efek karena aku belum pernah pacaran sama sekali. Jadi aku gugup saat berpegang tangan untuk pertama kalinya dengan laki - laki juga untuk pertama kalinya makan malam dengan keluarga lawan jenis. Iya aku yakin.. Huft.. Kenapa papanya rendi terdengar sedikit menyeramkan ya ? tampaknya ini tak kan mudah..
Rendi dan Fani melangkah menuju meja makan.
"Selamat malam pak! Bu ! " Sapa fani seraya tersenyum.
"Hmmmm.." Papa rendi menjawab.
"Malam juga sayang... ayo duduk !" ucap mama rendi.
Fani dan rendipun duduk.
"Nenekmu apa kabar fan ? Trus rendi sudah izin belum sama neneknya fani mau makan malam disini ?" tanya mama rendi.
"Nenek sehat bu. Rendi juga tadi sudah ketemu dengan nenek dan sudah meminta izin juga buat pergi " jawab fani.
"Oh, Baguslah. Takutnya nenekmu khawatir, dan juga nenekmu bilang belum pernah bertemu dengan rendi sama sekali " ucap mama rendi.
"Belum pernah bertemu ? memang kalian pacaran sudah berapa lama ? " tanya papa
rendi.
"Satu bulan " jawab fani.
__ADS_1
"Dua bulan" jawab rendi.
Ucap mereka berbarengan.
Papa rendi bingung. Karena jawaban mereka berbeda.
"Jadi yang mana yang benar ?" ulangi papa rendi dengan penuh selidik.
"Fani yang benar pa. Baru satu bulan, soalnya rendi kan sibuk kerja jadi kurang mengingat hal - hal seperti itu " ucap rendi.
"Aduh fani pokonya kamu harus sabar ya pacaran sama rendi. Dia itu memang ga romantis untuk mengingat hal - hal seperti itu. Tapi diluar itu semua rendi orangnya bertanggung jawab dan setia kok " ucap mamanya rendi.
"Iya fani ngerti kok bu" ucap fani.
"Ayo sekarang kita makan dulu " ajak mama fani.
Merekapun mulai menyantap makanan yang dihidangkan dimeja.
"Ayo sayang makan yang banyak " ucap rendi sambil meletakkan udang asam manis dipiring nasi fani.
"Wow, anak zaman sekarang. Mama jadi keinget masa muda sama papanya rendi " ucap mama rendi.
Hebat sekali akting presdir yang satu ini ckckck..
"Oh ya fan, kalau pulang kuliah kamu naik apa ? " tanya mama rendi.
"Naik bis bu " jawab fani.
"Loh memang rendi ga jemput kamu pulang ?" tanya mama rendi.
"hmm.. memang saya sendiri bu yang ingin naik bis. Soalnya rendi suka ada meeting dengan klien. Saya tidak ingin mengganggu pekerjaannya" ucap fani menunduk menghindari tatapan tajam mata papa rendi yang penuh selidik.
"Besok sesekali kamu harus jemput fani pulang kuliah ren. Biar orang tahu bahwa fani sudah ada yang punya " ucap mama rendi.
"Tidak perlu bu, sungguh tidak perlu. Fani lebih suka naik bis " ucap fani.
"Tuh fani bilang dia lebih suka naik bis ma" ucap rendi.
"Dasar bocah nakal ! wanita itu maunya dimengerti. Dia bilang begitu karena tidak mau nyusahin kamu. Besok kalau kamu tidak mengantar dan menjemputnya pulang kuliah, mama akan duduk seharian di ruang kerjamu " ucap mama rendi.
Dasar mama selalu pakai alasan itu untuk mengancamku !
"Iya.. iya.. ! sayang besok aku yang akan menjemputmu pergi dan pulang kuliah " ucap rendi sambil tersenyum menghadap fani.
pasti hatimu dongkol sekali kan ? hahahhaaha
Tiba - tiba suasana menjadi hening.
"Pak Haikal, tolong putar lagu kesukaan saya sekarang daripada suasana hening begini " ucap papa rendi.
Pak haikal memutar lagu yang dipinta papa rendi. Terdengar alunan lagu lawas broery marantika yang merdu.
"Angin Malam !!!" teriak fani.
Mama rendi dan rendi terkejut mendengar teriakan fani. Apalagi rendi saking terkejutnya hampir keselek tadi.
__ADS_1
Rasanya aku sudah memberitahukannya tadi harus bersikap sewajarnya !
#Please jempolnya di like ya pembaca yang baik hati 😘😊*