
Mohon dukungannya Gaes.. dengan cara memberi Like, Vote dan Komen 🙏
Happy Reading gaes 😘
*************
Jam menunjukkan pukul 11:00 Siang. Fani yang masih berkutat dengan pekerjaan kantornya, merasa tidak bisa berkonsentrasi penuh mengerjakan pekerjaannya. Pikirannya masih terus dibayangi oleh surat perjanian itu.
Drttt... Drttt..
Tiba-tiba handphone Fani berdering. Fani menatap nama dilayar ponselnya. Ternyata Mama Rendi yang menghubunginya.
Fani sempat terdiam sebentar memandangi nama itu. Dia bimbang menjawab panggilan telepon tersebut. Tetapi pada akhirnya, Dia memutuskan untuk mengangkat telepon itu.
"Iya, Halo Ma. Ada apa menelepon Fani ?" Tanya Fani.
"Kamu masih kerja ya sekarang ? Bisa temuin Mama sekarang ga ? Sebentar lagi jam istirahat makan siang kan ?" Tanya Mama Rendi.
"Oh iya, Bisa Ma. Lagipula ada yang mau Fani obrolin dengan Mama" Ucap Fani.
"Oke, Kalau gitu kita janjian di coffee shop Rumah Sakit Harapan kasih ya. Mama tunggu disana !" Ucap Mama Rendi.
Di coffee shop Rumah Sakit ? Itu letaknya di dalam kantin Rumah Sakit kan ? Ngapain Mama Rendi di sana ?
Fanipun meminta izin pada Vino untuk keluar lebih awal dari jam istirahat.
"Aku antar ya ?" Ucap vino menawarkan diri.
"Ga usah deh Vin. Aku bisa sendiri kok. Aku pergi ya !" Ucap Fani.
Yang dibalas anggukan oleh Vino.
Fanipun segera memesan taksi online menuju Rumah Sakit Harapan Kasih. Rasa penasaran, alasan mengapa mama Rendi mengajaknya bertemu hari ini terus melayang dipikirannya selama perjalanan menuju Rumah Sakit.
Setiba di Rumah Sakit, Fani mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantin. Dia melihat Mama Rendi yang duduk sendiri di sebuah meja yang menyudut di dinding kaca.
Fani berjalan menghampiri Mama Rendi.
"Ma, Apa kabar ?" Tanya Fani sambil menyalami tangan Mama Rendi dan menciumi pipi kanan dan kirinya.
"Mama baik-baik saja sayang. Tapi Papa sedang dalam kondisi yang tidak baik" Ucap Mama Rendi.
"Papa Sakit Ma ?" Tebak Fani.
"Iya Fan. Sakit jantungnya kumat" Ucap Mama Rendi.
"Terus bagaimana kondisi Papa sekarang Ma ?" Ucap Fani Panik.
"Sekarang sudah baikan kok. Ini baru saja tidur setelah makan obat" Ucap Mama Rendi.
Mama Rendi menatap lekat wajah gadis yang ada dihadapannya.
"Katanya kamu juga ingin membicarakan sesuatu pada Mama. Apa itu ?" Tanya Mama Rendi.
"Hmm.. Mama saja dulu. Kata Mama ada yang mau dibicarain sama Fani" Ucap Fani.
Mama Rendi tersenyum tipis.
"Bagaimana hubunganmu dengan Rendi ? Baik-baik saja kan ?" Tanya Mama Rendi.
Deg !
Sontak saja Fani mendongakkan kepalanya. Dia tidak menyangka itu kata-kata pertama yang dilontarkan Mamanya Rendi.
"Hmm.. Itu..." Fani terbata menjawab pertanyaan Mama Rendi.
__ADS_1
Fani merasa kurang tepat bila berkata terus terang tentang hubungannya dengan Rendi sekaran. Tetapi Dia juga tidak mau menunda masalah ini berlama-lama. Dia tidak ingin, Mama Rendi lebih dulu mengetahui kebenaran status hubungan mereka ini dari orang lain. Fani juga ingin segera mengakhiri ini semua karena Dia tidak ingin membohongi Mama Rendi terus-menerus.
"Ma... Sebenarnya... Sebenarnya Fani sudah membohongi Mama selama ini" Ucapnya gugup.
"Fani tidak benar-benar pacaran dengan Rendi. Hubungan kami hanya settingan belaka" Ucap Fani dengan raut wajah sedihnya.
Mama Fani diam tak bergeming.
"Fani terpaksa melakukannya untuk membalas hutang budi kepada Rendi yang telah membayar biaya Operasi Nenek Fani. Sebenarnya Aku tidak sanggup membohongi mama terus-menerus selama ini. Tapi sosok Mama dan Papa yang selama ini menyayangiku seperti anak sendiri membuatku terhanyut memainkan peran ini. Aku yang sudah lama tidak merasakan kasih sayang kedua orangtuaku, kembali merasakannya dengan kehadiran Papa dan Mama. Sekarang Aku sungguh menyesal telah membohongi Mama dan Papa. Mama pasti kecewa padaku. Mama pasti tidak menyangka kan aku telah membohongi mama selama ini ?" Ucap fani terisak.
"Mama tidak kaget. Mama sudah tahu semuanya sejak lama !" Ucap Mama Rendi dengan santainya.
Jawaban Mama Rendi sontak membuat Fani terperanjat.
"Mama sudah tahu kamu hanya berpura-pura pacaran dengan Rendi sejak awal. Sejak kalian bilang.. Kalian berpacaran... Tapi Mama pura-pura tidak tahu dan terus ikut melakukan sandiwara seperti yang kalian lakukan. Mama ingin mengenalmu lebih dalam dan membiarkanmu menjalankan peranmu. Dan ternyata, Mama dan Papa terlanjur menyukaimu" Ucap Mama Rendi.
Mata Fani membulat. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang Dia dengar.
"Ketika Keyla mengirimi Papa dan Mama surat perjanjian kalian. Mama semakin yakin kalian hanya bersandiwara selama ini" Sambung Mama Rendi.
Fani kaget mendengarnya.
"Keyla juga mengirimi Mama dan Papa Surat Perjanjian itu ?" Tanya Fani tak percaya.
"Iya. Akibat Surat Perjanjian itu Papa Rendi terbaring di rumah sakit sekarang. Sakit jantungnya kumat saat membaca Surat Perjanjian kalian" Ucap Mama Rendi.
Mengetahui Papa Rendi yang sedang sakit akibat dari surat perjanjian yang mereka buat, Membuat hati Fani menjadi pedih. Dia sangat sedih mendengarnya.
"Sekarang Mama tanya sama Rendi, Selama menjadi Pacar Settingan Rendi apakah Fani pernah jatuh cinta sama Rendi ?" Tanya Mama Rendi.
Fani yang tadinya menunduk. Tiba-tiba mendongakkan kepalanya. Terkejut dengan pertanyaan Mama Rendi barusan.
"Aku.. Aku menyukai Rendi Ma. Aku tidak tahu sejak kapan Aku menyukainya. Tetapi karena sering bersama dengannya membuat rasa sukaku semakin dalam. Tapi.. Tapi Rendi tidak menyukaiku Ma. Ada orang lain dihatinya. Dan sepertinya itu Keyla" Ucap Fani lirih. Ada genangan air mata di sudut matanya yang mulai luruh perlahan. Dia mencoba mengusapnya berkali-kali.
"Kau tahu dari mana Dia tidak menyukaimu ?" Tanya Mama Rendi.
Batin Mama Rendi.
"Dia tidak pernah bilang padaku Ma.. Dia tidak pernah bilang kalau dia mencintaiku" Ucap Fani yang masih terisak.
Mama Rendi berpindah tempat duduk ke sebelah Fani dan memeluknya. Dia mencoba menenangkan Fani.
"Hubungan Fani dan Rendi sudah berakhir sekarang Ma. Tidak ada gunanya Fani memaksakan Rendi agar menyukai Fani, Sementara Rendi ingin kembali pada mantan kekasihnya.. hiks" Ucapnya yang masih terus menangis.
"Aku mohon Papa dan Mama jangan menbenciku" Ucap Fani yang beruraian air mata.
Mama Fani mengambil tissue membantu Fani mengelap air matanya.
"Siapa yang membencimu. Mama sangat berharap Fani menjadi menantu Mama. Entah ada masalah apa yang terjadi antara kalian. Mama harap itu yang terbaik buat kalian berdua" Ucap Mama Rendi mengelus puncak kepala Fani.
Fani merasa nyaman dengan perlakuan Mama Rendi yang menenangkannya. Bagaiman bisa dua orang yang sering mengusap kepalanya itu membuat dia merasa nyaman hanya dengan mengusap kepalanya. Dia jadi kembali teringat pada seseorang.
Ah, Aku jadi mengingatnya lagi kan.. Kenapa Aku mengingat seseorang yang seharusnya tidak boleh aku ingat lagi..
"Ma, Apa boleh aku membesuk Papa ? Aku ingin melihat keadaannya" Ucap Fani.
"Tentu saja. Mama rasa Papa pasti juga ingin bertemu denganmu" Ucap Mama Rendi
Lalu Fani dan Mama Rendi berjalan beriringan menuju kamar tempat Papa Rendi di rawat.
********
Sementara di Mandala Group, di lobby lantai 12. Ruangan Divisi Perencanaan Proyek. Tiga orang pegawai perempuan duduk manis di sofa lobby menikmati makan siangnya sambil menonton televisi yang memang di pasang di ruang lobby ruangan mereka.
"Sudah baikan elu Nis ? Kok sudah masuk kantor ?" Ucap Mela teman satu ruangan Nisa.
__ADS_1
"Sudah baikan kok Mel. Ini buktinya makananku habis tak tersisa" Ucap Nisa yang masih menyuap sendokan terakhirnya.
"Kan kalau kamu sakit atau ga, Memang ga bisa kami bedainnya Nis. Sakit ga sakit makanmu memang masih aja kuat ! Kayak porsi Kuli Bangunan, Porsi makanmu !" Ucap Mela.
"Wuu !" Nisa mencibir.
Tiba-tiba saluran televisi yang tadinya berisi berita nasional berubah menjadi acara gosip.
Seoarang pemandu acara gosip membacakan berita mengenai artis Mika Meriska.
Deg !
Hati Nisa langsung berdegup mendengar nama itu.
"**Artis ternama yang sedang naik daun, Mika Meriska sekarang tengah terjerat kasus hukum. Dugaan ini disusul oleh ditemukannya kasus Mall Praktik yang dilakukan kakak kandungnya, Dokter Irene, SpOG"
"Dokter Irene diduga memasulkan hasil tes DNA antara adik kandungnya dan Presdir Buana Group, Riko Risky Buana. Dokter Irene juga diketahui berbohong mengenai kehamilan adiknya yang ternyata sedang dalam keadaan tidak hamil sama sekali"
"Dengan bukti yang ada, artis Mika Meriska dan kakaknya akan dikenakan hukuman penjara dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 310 ayat (1) KUHP tentang Pencemaran nama baik" Ucap Pembawa acara gosip tersebut**.
Clentangg... !!!
Sendok yang dipegang Nisa terbanting menghempas ke lantai.
Nisa terkejut mendengar kebenaran berita tersebut. Perasaannya berkecamuk. Ada perasaaan bersalah yang Dia rasakan pada Riko.
Nisa segera bangkit dari duduknya. Bersiap pergi mencari Riko.
"Mau kemana Kamu Nis ?" Tanya Lili.
"Mau keluar sebentar Li. Ada urusan penting. Izini Aku sama Bu Manager ya, Kalau agak telat balik ke kantornya" Ucap Nisa yang sudah bergegas pergi meninggalkan teman kantornya itu.
*************
Setelah menemui Papa Rendi dan mengobrol dengannya. Nisa pamit pada Mama dan Papa Rendi untuk kembali ke kantor.
Saat berjalan melintasi koridor Rumah Sakit, Dia mendengar obrolan kedua perawat yang baru keluar dari ruangan VVIP.
"Bukankah itu sebriti ternama Keyla Veronica ? Kasihan sekali melihat keadaannya. Sepertinya kondisinya sangat kritis. Apa orang tuanya sudah dihubungi ?" Tanya Perawat itu pada temannya.
"Sudah, Dan sekarang orang tuanya sudah masuk ke dalam ruangannya. Tetapi selama menunggu kedatangan orang tua Nona Keyla, untungnya ada pacarnya yang setia menungguinya dari tadi" Ucap teman Perawat itu.
"Jangan sok tahu kamu ! Dari mana Kamu tahu kalau lelaki ganteng itu pacarnya ?" Ucap Perawat itu.
"Lah, Kalau bukan pacarnya emangnya siapanya ? Kenapa Dia repot-repot menunggui Nona Keyla. Yang mengantar Nona Keyla dalam keadaan pingsan kemari kan Dia juga" Ucap teman Perawat itu.
Mendengar obrolan perawat itu, mengusik rasa ingin tahu Fani. Diam-diam Fani mengendap di balik pintu yang sedikit terbuka, Kamar dimana Keyla dirawat.
Betapa terkejutnya dia mendapati sosok Rendi yang berada disana. Ada empat orang di dalam ruangan itu. Dua orang paruh baya itu mungkin Papa dan Mama Keyla yang dibicarakan perawat tadi.
Keyla yang wajahnya sudah sangat pucat dengan hidung menggunakan selang yang dialirkan dari tabung oksigen. lengannya yang berselangkan infus, menggapai jemari Rendi.
Dengan lirih Keyla memanggil nama Rendi.
"Ren... Tolong katakan Kau mencintaiku" Ucapnya dengan nada suara yabg sangat lemah.
Rendi hanya terdiam.
"Tolong, Aku ingin mendengarnya sekali saja. Tolong katakan Kau mencintaiku" Ucap Keyla lirih.
"Aku... Aku.." Rendi terbata.
Fani yang melihat dan mendengar semuanya tanpa diketahui Rendi dan orang-orang yang berada di dalam ruangan itu, Berlari meninggalkan ruangan itu. Dia tidak tahan mendengar ucapan cinta kepada orang lain, yang akan terlontar dari mulut orang yang Dia cintai. Fani berlari menelusuri koridor Rumah Sakit itu. Buliran air mata membasahi pipinya.
Bodoh ! Aku memang bodoh ! Aku yang masih saja memikirkannya sampai saat ini, tetapi sedikitpun Aku tidak ada dihatinya. Nyatanya dia sedang bersama dengan yang lain saat ini..
__ADS_1
Fani menyeka air matanya yang terus saja mengalir.
# Nah kesel kan... ? Masih gantung ceritanya.. Tahan emosinya ya.. Jangan dimarahin dong Rendi-nya. Ini mutlak kesalahan authornya 😁✌ Nanti di episode selanjutnya bakal terjawab sudah.. Nantikan terus ya update_an selanjutnya.. Dan terus mohon dukungan kalian untuk memberi Like, Vote dan komen.. Saranghaeyo 😘