Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
(S2) Pekerjaan Baru


__ADS_3

Jangan lupa memberi like, komen dan vote ya... Happy reading gaes 😘


********************


Khanza yang baru turun dari ojek, melangkahkan kakinya, masuk ke dalam perkarangan rumah murid yang diajarnya. Dia memencet bel beberapa kali, sampai akhirnya pintu terbuka.


"Kak Aza, Sudah datang ya ? Ayo masuk !" Ucap Hana, murid kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Aza adalah nama panggilan Khanza dirumah. Tetapi Hana lebih senang memanggil Khanza dengan sebutan Kak Aza, Karena terdengar lebih akrab untuknya.


"Iya, Kakak baru saja datang. Ayo, Kita mulai belajarnya. Sudah siap kan ?" Tanya Khanza.


"Ashiap kak !" Jawab Hana dengan penuh semangat.


Merekapun mulai belajar pelajaran matematika. Karena hari ini, hari terakhir Hana melaksanakan ujian tertulis untuk kelulusan Sekolah.


Jam sudah menunjukkan pukul 17 :30 Sore. Mama dan Papa Hana baru tiba dirumah sehabis pulang dari bekerja.


"Selamat Sore, Bu !" Sapa Khanza pada Mamanya Hana.


"Sore juga Aza. Ibumu sehat Za ?" Tanya Mama Hana.


"Alhamdulillah, Sehat Bu" Ucap Khanza.


Bu Ulik, Mamanya Hana, memang sangat mengenal Khanza dan keluarganya. Menurut Mamanya Hana, sangat disayangkan Khanza tidak melanjutkan pendidikannya sampai bangku kuliah, padahal Khanza termasuk siswa yang cerdas.


Bu Ulik, mengenal Khanza sewaktu Hana diajar olehnya di bimbingan belajar yang lumayan ternama dikota itu. Tetapi karena yang punya bimbingan belajar tersebut pindah keluar kota, maka Khanza dan para Tutor yang lain diberhentikan. Tetapi, karena Hana sudah merasa cocok dengan cara yang diajarkan oleh Khanza, maka Bu Ulik meminta Khanza mengajar Hana private dirumah.


"Khanza bisa kita bicara sebentar" Ucap Mama Hana.


"Tentu saja, Bu !" Ucap Khanza.


"Aza, sebenarnya ada yang mau Ibu sampaikan. Setelah ujian kelulusan ini, mungkin Hana akan masuk ke SMAN 4 Unggulan. Karena peraturannya untuk siswa yang baru masuk wajib menginap selama setahun di asrama sana. Maka, kemungkinan Hana tidak akan melanjutkan les lagi" Ucap Bu Ulik.


Deg !


Hati Kahnza berdenyut mendengarnya. Bagaimana mungkin Dia kehilangan dua pekerjaannya sekaligus. Matanya mulai memerah, mengingat harus mencari pekerjaan dimana lagi untuk membiayai pengobatan Ibunya. Sedangkan uang dari berjualan nasi dan lauk dirumah makan, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


"Adakah teman Ibu yang ingin anaknya diajar les oleh saya, Bu ? Tolong beritahu saya Bu, kalau ada. Soalnya saya baru kehilangan pekerjaan saya di coffee shop itu, Bu" Ucap Khanza dengan mata berbinar.


Bu Ulik iba mendengarnya. Dia sangat kenal betul siapa Khanza. Baginya, Khanza sudah seperti anaknya sendiri. Begitu juga dengan Khanza. Di depan Bu Ulik dia tidak perlu malu untuk meneteskan air mata, sesuatu yang selama ini dia tahan dan sangat enggan memperlihatkannya pada orang lain. Khanza sering curhat masalah kehidupannya pada Bu Ulik. Bu Ulik juga sering memberinya uang lebih sebagai bantuan untuk berobat Ibunya. Pokoknya bagi Khanza, Bu Ulik sudah seperti malaikat penolong baginya.


"Hmm.. Begini saja Khanza. Seingat Ibu, ada karyawan dikantor Ibu yang mengajukan resign karena menikah. Dan kami butuh gantinya secepat mungkin. Ibu akan memasukkanmu bekerja disana" Ucap Bu Ulik.

__ADS_1


"Tapi Bu, Saya hanya tamatan SMA. Sedangkan Perusahaan tempat Ibu bekerja kan, Perusahaan bonafit yang mengutamakan kualitas kerja dan kualitas pegawainya. Kalau tidak salah semua pegawai harus tamatan kuliah dengan nilai terbaik. Begitu yang saya dengar, Bu" Ucap Khanza.


"Iya, tetapi lowongan yang akan kamu tempati ini posisinya bukan sebagai karyawan. Tetapi sebagai penjaga meja tamu atau biasa yang dikenal Resepsionis. Untuk Resepsionis, tidak diperlukan tamatan kuliah. Tamatan SMA juga bisa. Lagipula Khanza kan berwajah cantik. Memenuhi syarat sebagai Resepsionis. Dan kebetulan, Ibu juga bekerja sebagai kepala HRD di sana. Jadi Ibu bisa memasukkanmu dengan mudah" Ucap Bu Ulik.


"Hmm... Resepsionis itu yang menjaga meja tamu di lobby bawah kan Bu ?" Tanya Khanza.


"Resepsionis disetiap ruangan ada Khanza. Nah yang mengajukan resign ini belum Ibu lihat, Resepsionis di lantai berapa" Ucap Bu Ulik.


"Pokoknya, Besok kamu langsung datang ya ke kantor Ibu. Langsung pakai baju kerja ya. Blazer kerja dan rok pende. Takutnya nanti, begitu tahu posisi itu sudah kosong, semua pegawai berduyun-duyun mendaftarkan keluarganya untuk melamar posisi tersebut.


"Wah terima kasih ya, Bu. Hmm.. tapi saya tidak punya bajunyang ibu sebutkan tadi. Saya biasa memakai baju kaos dan sepan jeans. Kebanyakan hanya baju itu yang saya punya Bu. Apa tidak apa-apa kalau saya memakai itu kekantor besok ?" Tanya Khanza.


"Aduh, jangan dong Khanza. Bisa-bisa semua orang protes. Kenapa Ibu menerima pegawai dengan pakaian santai seperti itu" Ucap Bu Ulik.


"Di lemari pakaian Ibu yang lama, masih ada beberapa baju ibu sewaktu baru menikah dengan Papanya Hana. Badan Ibu masih langsing lah saat itu, secara pengantin baru. Jadi Kamu ambil saja pakaian Ibu itu. Udah ga muat lagi juga dengan Ibu" Sambung Bu Ulik.


Khanza merasa sangat tertolong dengan bantuan Bu Ulik. Dia memeluk Bu Ulik saking girangnya bakal mendapat pekerjaan baru.


"Makasih ya, Bu. Ibu memang Pahlawan Khanza" Ucap Khanza.


"Iya sama-sama. Tapi Ibu ini bukan Pahlawan. Pahlawan kamu itu harusnya cowok. Biar bisa menjaga dan menolong kamu saat kamu bersedih dan kesusahan. Makanya ntar harus cari cowok ya disana nanti" Ucap Bu Ulik sambil menepuk bahu Khanza.


"Ih, Bu Ulik apaan sih. Khanza mau kerja disana bukan cari pacar. Khanza belum mau mikirin pacaran dulu !" Ucap Khanza.


"Tuh kan.. Kamu tu emang gitu Za. Kalau dibilangin soal cari pacar pasti ngeles melulu kayak bajai" Ucap Bu Ulik.


*************


Keesokan Harinya, Khanza yang telah menguncir tinggi rambutnya dan memakai setelan baju blazer pemberian Bu Ulik sudah berdiri di depan gedung Perusahaan Samudra Group. Dengan hati dag-dig-dug dia melangkahkan kakinya memasuki lobby. Dia berbicara pada resepsionis dibawah, untuk menemui Bu Ulik, Kepala HRD.


Setelah mendapat jawaban, letak ruangan HRD. Khanza menemui Bu Ulik. Setelah mengobrol cukup lama dan memberikan wejangan tentang tugas sebagai resepsionis, akhirnya Bu Ulik memberikan Kalung kartu tanda pegawai kepada Khanza.


"Sekarang Kamu sudah mengerti kan, Apa saja tugasmu ?" Tanya Bu Ulik.


"Iya, Bu" Jawab Khanza.


"Kalau begitu kita naik ke atas. Ruanganmu ada dilantai 15" Ucap Bu Ulik.


Mereka memasuki lift menuju lantai 15. Disana sudah ada Vira yang bertugas sebagai respsionis juga dilantai itu. Tiap lantai, memang diisi dengan dua orang resepsionis. Karena kalau ada salah satu yang sakit, masih ada yang bertugas. Intinya meja resepsionis tidak bisa dibiarkan kosong.


"Vir, Kenalin ini Khanza. Yang akan menggantikan Mila. Tolong bantu dia dihari pertamanya ya" Ucap Bu Ulik.


"Baik, Bu. Salam Kenal Khanza" Ucap Vira.

__ADS_1


"Ya, Salam kenal juga Vira. Mohon bantuannya ya" Ucap Khanza.


"Ayo, Khanza kamu ikut Ibu ke dalam dulu. Biar Ibu perkenalkan dengan pegawai yang lain. Jadi sewaktu ada yang mencari mereka Kau sudah tahu siapa orang-orangnya" Ucap Bu Ulik.


Merekapun masuk ke dalam ruangan. Disana sudah ada Deka, Zia, Ari, Tina, dan Rahel, sekretaris baru yang menggantikan Fani.


"Perkenalkan ini Resepsionis kalian yang baru. Namanya Khanza. Dia yang akan menggantikan Mila. Semoga kalian dapat bekerja sama dengan baik" Ucap Bu Ulik.


"Oh, ini ya Bu Ulik yang gantiin Mila. Cantik ya. Sudah punya pacar belum ?" Gombal Ari.


"Aduh, Mas Ari. Inget anak bini dirumah dong !" Ucap Deka.


"Jangan dengerin gombalannya Za. Entar bininya ngamuk kekantor lagi" Ucap Zia.


Semuapun sontak tertawa mendengarnya. Kecuali Rahel yang masih memandang lekat Khanza yang ada dihadapannya.


Cantik juga ya. Tetapi bukan level gue lah buat bersaing mendapati hatinya Vino. Hanya seorang resepsionis tamatan SMA !


Batin Rahel.


"Salam kenal semua, Mohon bantuannya ya" Ucap Khanza.


"Oke Khanza" Jawab mereka kompak. Kecuali yah.. yang satu tadi.


"Oh Ya, Pak PresDir ada diruangannya ?" Tanya Bu Ulik.


"Ada kok Bu Ulik di dalam. Masuk aja" Ucap Tina.


"Oke, Makasih Tin. Saya dan Khanza masuk dulu ya" Ucap Bu Ulik.


Bu Ulik dan Khanza lalu melangkah masuk ke dalam ruangan Vino.


"Selamat Pagi Pak Vino. Saya mau memperkenalkan Resepsionis baru yang menggantikan Mila. Ini Khanza, resepsionis yang akan bekerja disini" Ucap Bu Ulik.


Vino yang sejak awal melihat Bu Ulik masuk bersama Khanza, terkejut dan schok melihat kehadiran Khanza didepannya. Ditambah dengan pernyataan Bu Ulik barusan.


Baru kemarin Dia menyumpahi orang yang akan mempekerjakan gadis ini akan bernasib sial, dan nyatanya Perusahaannya sendiri yang telah mempekerjakannya.


Dan bagaimana dengan Khanza ? Dia lebih terkejut lagi. Badannya mematung. Dia menjadi serba salah sendiri berdiri diruangan itu.


Matilah Aku... ! Buaya, suka mencampuri urusan orang lain, kepo.. entah sudah berapa ejekan yang aku ucapkan pada orang yang akan menjadi atasanku ini !


"Hmm.. Maaf kenapa kalian berdua saling melotot seperti ini. Apa sebelumnya kalian sudah saling kenal ?" Tanya Bu Ulik penuh kebingungan.

__ADS_1


"Tidak Kenal !" Ucap mereka berdua kompak.


# Tunggu terus up selanjutnya yang bakal lebih seru yah.. jangan lupa beri like, vote dan selipkan komentarnya yah biar author tambah semangat up ! Saranghaeyo 😘


__ADS_2