
(*__*) Jangan lupa beri dukunganmu untuk novel ini ya gaes.. Dengan cara memberi like, komen dan vote... 🙏
Makasih dan Happy Reading gaes... 😘
********************************
"Apa Kau sudah selesai bicara omong kosongnya ?" Ucap Riko masih dengan tatapan penuh amarahnya.
"Omong kosong ? Kenapa ? Kita memang berpacaran kan dulu ? Jadi Kau tidak mau bertanggung jawab setelah melakukannya" Bisik Mika ditelinga Riko.
Nisa yang melihat dan mendegar ucapan Mika barusan membuat mata Nisa terbelalak.
"Kalau begitu selesaikan saja urusan kalian berdua dulu, Aku akan pergi !" Ucap Nisa yang sudah mau membalikkan badannya melangkah keluar, Tapi tiba-tiba lengan kokoh Riko menahannya.
"Tetap disini !" Ucap Riko.
Nisa hanya diam berdiri disampingnya. Sedangkan Riko masih memegang tangan Nisa.
"Tidak disangka selera PresDir Riko seorang gadis biasa seperti ini. Aku kira kau memutuskanku karena mencari pacar yang lebih cantik dariku !" Ucap Mika yang melihat Riko memegang tangan Nisa.
Nisa mulai kesal mendengar ucapan Mika.
"Kenapa memangnya denganku ? Kalau di make-up tebal sepertimu Aku juga bisa jadi secantik Kau ! Mamaku bilang aku ini wanita yang paling cantik didunia" Ucap Nisa.
Mika terkejut mendengar ucapan Nisa barusan. Sedangkan Riko dan sekretaris pribadinya menahan tawa.
"Kau harus segera bertanggung jawab. Aku serius dengan kata-kataku !" Ucap Mika yang mengambil remote televisi diatas meja dan membuka salah satu siaran stasiun televisi swasta.
Mereka semua menatap layar televisi yang berada pada lobby tersebut.
Seorang perempuan pemandu acara gosip tersebut mengatakan bahwa :
"Artis Mika Meriska digosipkan tengah berbadan dua. Menurut isu yang beredar, Ayah dari sang jabang bayi adalah mantan kekasihnya terdahulu, yaitu PresDir dari perusahaan Buana Group"
"Mengenai ini Mika Meriska sendiri belum mau memberi penjelasan tentang kehamilannya. Managernya bilang dalam waktu dekat Mika akan mengangkat ke publik siapa ayah dari bayi yang dikandungnya" Ucap pembawa acara itu.
Mika kembali mematikan televisi.
"Kalau Kau tak segera bertanggung jawab, Aku akan mengadakan konfrensi pers dan bilang kau adalah Ayah dari bayi yang kukandung" Ucap Mika.
"Kau benar-benar wanita gila. Aku rasa otakmu sedang tidak waras. Kapan kita pernah melakukannya ? Aku tidak pernah melakukan hal bejat seperti itu dengan siapapun !" Ucap Riko.
Nisa yang mendengar ucapan Riko merasa percaya dengan ucapan kekasihnya itu.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita melakukan tes DNA terhadap bayi yang kukandung ! Kalau DNA-nya cocok denganmu, Kau harus bertanggung jawab !" Ucap Mika penuh keyakinan.
Secara teknis tes DNA bagi Janin di dalam kandungan bisa dilakukan, Akan tetapi dengan resiko yang sangat besar. Untuk janin dalam kandungan tes DNA dilakukan dengan cara mengambil cairan amnion (cairan ketuban) atau mengambil sample plasenta. Tapi saat ini sudah berkembang pemeriksaan DNA janin dalam kandungan tanpa harus mengambil sample melalui tindakan invasif pada kandungan. Tapi cukup mengambil darah ibunya saja. Tetapi karena DNA janin dalam darah ibu jumlahnya sedikit maka darah yang diambil juga harus cukup banyak.
"Sebenarnya aku malas menanggapimu. Membuang-buang waktuku saja. Tapi kalau memang itu bisa membuktikan kebenarannya. Ayo kita lakukan tes DNA !" Ucap Riko yang masih menggenggam tangan Nisa.
"Oke !" Ucap Mika. Seringai muncul dibalik bibir Mika.
Riko tidak tahu bahwa sebuah rencana yang telah disusun rapi oleh Mika dan Managernya, telah menunggunya.
****************
Jam telah menunjukkan pukul 17 : 00 Sore, Rendi telah bersiap turun ke bawah untuk menjemput Fani yang akan pulang bekerja.
Sepanjang jalan dia mengendarai mobil dengan suasana hati yang agak sedikit gugup. Dia memandang kotak perhiasan yang berisi cincin dihadapannya. Rencananya malam ini Dia akan makan malam dengan Fani dan melamarnya.
Tadinya Dia ingin membawa surat perjanjian yang pernah ditanda tanganinya dengan Fani itu. Dia ingin merobek dan membakarnya dihadapan Fani. Agar Fani tahu bahwa surat perjanjian itu tidak berlaku lagi bagi mereka. Karena Rendi tidak ingin Fani hanya sebagai pacar settingan baginya. Dia ingin Fani benar-benar menjadi kekasihnya bahkan menjadi istrinya kelak.
Tapi saat dia menyuruh Roy Sekretaris Pribadinya mencari surat itu di laci meja kerjanya, Surat itu tidak ditemukan.
Bahkan sehabis meeting, Rendi yang juga mencoba mencari sendiri surat perjanjian itu tetap belum menemukannya.
Aish.. Dimana surat perjanjian itu ya ! Apa aku lupa meletakkannya dimana...
Mobil yang telah dikendarai Rendi telah di perusahaan Samudra Group.
Fani yang telah duduk menunggu di lobby langsung naik ke mobil Rendi begitu melihat mobil Rendi yang telah tiba.
Rendipun melajukan mobilnya kembali menuju restoran yang telah dipersiapkannya untuk makan malam dengan Fani.
Fani yang melihat rute jalan yang dilalui Rendi bukan jalan yang biasa mereka lewati untuk pulang ke rumahnya merasa heran.
"Kita mau kemana Ren ? Ini bukan jalan menuju rumahku" Ucap Fani.
__ADS_1
"Temani aku makan malam dulu ya. Aku kelaparan" Ucap Rendi yang masih fokus menyetir.
"Hmm.. Ok !" Ucap Fani.
Drtttt... Drttt...
Ponsel Rendi berdering. Sebuah panggilan masuk dari nomor tidak dikenal membuatnya enggan menjawab teleponnya.
Tetapi nomor itu masih saja menghubunginya meskipun sudah direject Rendi beberapa kali.
"Angkat saja Ren, siapa tahu penting" Ucap Fani.
Akhirnya Rendi mengangkat telponnya. Kebetulan dia memakai headset bluetooth di telinganya.
"Ya.." Ucap Rendi ditelepon.
"Halo, Ren. Ini aku Keyla"Ucap suara di seberang sana.
"Aish.. Kau lagi" Ucap Rendi yang sudah siap-siap menutup teleponnya.
"Tunggu Ren, Jangan kau tutup dulu teleponnya" Ucap Keyla.
"Cepat datang ke restoran Anggrek, Aku menunggumu sekarang juga. Kalau Kau tidak segera datang, Aku tidak jamin kalau surat perjanjian antara Kau dan Fani tersebar luas" Ucap Keyla yang langsung mematikan telepon.
"Shit !" Rendi mengumpat.
"Ada apa Ren ?" Ucap Fani memegang bahu Rendi.
"Kita cancel dulu ya makan malamnya, Tiba-tiba ada urusan pekerjaan yang mendadak. Tidak apa-apa kan ?" Ucap Rendi berbohong.
"Ga apa-apa kok. Kan lain kali bisa" Ucap Fani.
"Ya, sudah kalau begitu aku akan mengantarmu pulang ya" Ucap Rendi sembari tersenyum.
Dia lalu memutar arah mengantar Fani pulang ke rumah terlebih dahulu.
"Nanti aku telepon ya" Ucap Rendi sembari mengelus rambut Fani.
Fani mengangguk.
Ah, sejak kapan ya Rendi menjadi begitu lembut
Rendi lalu melajukan mobilnya menemui Keyla.
*************
Rendi sudah tiba di cafe Anggrek. Dia melihat Keyla duduk menunggunya menikmati segelas jus melon kesukaannya.
Rendi datang dan langsung duduk dihadapannya.
"Rendi" Ucap Keyla dengan mata berbinar.
"Langsung saja to the point apa yang ingin Kau bicarakan padaku dan serahkan sekarang juga surat perjanjian itu padaku" Ucap Rendi.
"Sebaiknya kau memesan minuman dan makananmu dulu. Kita sudah lama tidak makan malam bersama seperti ini kan ?" Ucap Keyla.
"Aku tidak lama" Ucap Rendi.
"Rendi ternyata kau masih seperti dulu. Apapun ucapanmu, tidak mau dibantah" Ucap Keyla.
"Baiklah, Kalau memang kau ingin cepat menyelesaikannya. Aku benar-benar tidak tahu kalau Kau dan Fani hanya bersandiwara selama ini. Aku kira kalian berdua saling mencintai selama ini" Ucap Keyla.
"Kau salah aku tidak berakting. Aku mencintainya sekarang" Ucap Rendi.
"Dan Fani ? Bagaimana dengan Fani ? Apa dia mencintaimu ?" Tanya Keyla.
Rendi terdiam. Selama ini dia memang belum yakin apakah Fani menyukainya atau tidak. Itu karena Dia belum pernah menyatakan perasaannya pada Fani selama ini.
"Itu urusanku !" Ucap Rendi.
"Kalau begitu aku masih punya peluang kan ? Toh, selama ini kalian hanya pacaran settingan kan ?" Ucap Keyla.
"Aku tidak tahu lagi harus berbicara apalagi denganmu ? Bukankah cukup jelas Aku katakan kemarin bahwa Aku tak akan kembali lagi padamu. Dihatiku sudah ada Fani yang menempati" Ucap Rendi.
Keyla terperanga mendengarnya. Dia terdiam.
"Sekarang sebaiknya Kau kembalikan surat perjanjian itu. Aku benar-benar tidak menyangka gadis terhormat sepertimu masuk diam-diam ke ruangan orang lain dan mencuri barang milik orang lain" Ucap Rendi.
__ADS_1
"Aku melakukan itu semua demi Kau ! Aku sedang berjuang mendapatkan cintaku kembali" Ucap Keyla.
"Perjuanganmu akan sia-sia saja. Lupakan ! Sekarang cepat kembalikan surat perjanjian itu sekarang !" Ucap Rendi yang mulai meninggikan nada suaranya.
Keyla tersenyum lebar. Rendi mengerenyit heran.
Bisa-bisanya dia tersenyum di saat aku membentaknya. Dia benar-benar sudah gila sepertinya !
"Kalau begitu Aku tidak akan mengembalikan surat perjanjian itu padamu. Bukankah itu kartu AS-mu ?" Ucap Keyla
"Surat perjanjian itu memang sengaja tidak aku bawa untuk bertemu denganmu. Aku telah menyimpannya di tempat yang paling aman. Bahkan aku telah mengcopy-nya beberapa lembar" Sambung Keyla.
Rendi mulai mencerna maksud dari ucapan Keyla.
"Bagaimana ya kalau surat perjanjian ini sampai ke tangan orang-orang terdekat kalian. Bayangkan kalau surat ini sampai ke tangan Nenek Fani yang sudah tua ? Akankah dia shock bila mengetahuinya ? Atau sampai juga ke tangan kedua orang tuamu Rendi? Aku dengar kedua orang tuamu sangat menyukai Fani kan ? Apa jadinya kalau mereka membaca surat perjanjian kalian ?" Ucap Keyla panjang lebar.
Rendi hanya diam tidak bergeming. Ekspresinya datar.
"Atau yang paling penting..... Bagaimana kalau surat ini aku angkat ke media. Biar publik mengetahui siapa pacar PresDir sebenarnya. Mereka mungkin akan beranggapan Fani mau melakukan kebohongan ini demi mendapatkan uang ?" Ucap Keyla.
"Fani tidak seperti itu ! Dia tidak melakukan semua itu demi uang !" Ucap Rendi yang mulai marah.
"Tapi orang-orang yang melihat surat perjanjian itu pasti beranggapan sama denganku !" Ucap Keyla.
Rendi kembali terdiam.
"Apa maumu sebenarnya ?" Ucap Rendi.
"Aku mau Kau meninggalkan Fani dan kembali padaku !" Ucap Keyla.
Rendi memandang Keyla dengan tatapan yang tajam. Matanya sarat akan emosi. Dia mengambil kunci mobil dan ponselnya yang sedari tadi di letakkannya diatas meja. Lalu beranjak pergi meninggalkan Keyla.
Keyla tersenyum melihat respon Rendi yang hanya bisa terdiam. Diposisinya yang serba salah, Dia pasti tidak punya pilihan selain menuruti kehendak Keyla.
"Jangan lupa mulai menjemputku besok pagi" teriak Keyla pada Rendi.
Rendi menghentikan langkahnya sebentar tanpa menoleh ketika mendengar ucapan Keyla barusan. Dia Lalu melangkah kembali meninggalkan tempat itu.
*************************
Drttt.. Drtttt....
Ponsel Fani berdering. Dia mengangkat ponselnya dengan sigap. Dia memang sedang menunggu telepon dari Rendi yang berjanji akan menelponnya malam ini.
"Halo Ren.. Ada apa ?" Tanya Fani.
"Tidak ada apa-apa hanya ingin meneleponmu. Apa kau sudah makan malam ?" Tanya Rendi.
"Sudah. Kau bagaimana ? Sudah makan juga belum ? Lalu bagaimana urusan pekerjaan tadi Ren ? berjalan lancar kah?" Ucap Fani.
"Aku belum makan paling sebentar lagi. Untuk urusan kantornya.. Yah.. berjalan lancar" Ucap Rendi.
"Ooh.. baguslah kalau begitu" Ucap Fani.
"Besok bisakah Kau berangkat sendiri ke kantor ?" Tanya Rendi.
"Hmm iya bisa.. memang kau besok ada perjalanan bisnis ke luar negeri ya Ren ?" Tanya Fani.
"Tidak aku sedang ada meeting saja besok pagi. Tidak apa-apa kan kalau aku tidak mengantarmu dan menjemputmu ?" Tanya Rendi.
"Oh, ya.. Tidak apa-apa kok. Besok-besok kan Kau bisa bisa menjemputku dan mengantarku" Ucap Fani.
"Ehhh.. Selama satu minggu ini mungkin Aku belum bisa untuk menjemput dan mengantarmu. Ada pekerjaan yang harus Aku urus" Ucap Rendi.
"Yah, Baiklah.. Tidak masalah. Semoga pekerjaaanmu berjalan lancar ya Ren" Ucap Fani dengan nada suara yang tersirat akan kekecewaan.
Apa itu artinya Aku tidak akan bertemu dengannya selama seminggu..
Batin Fani.
"Sudah kalau begitu ayo kita istirahat. Besok kan Kau harus bekerja. Jangan tidur malam-malam. Mimpi yang indah ya" Ucap Rendi.
"Ya.. Kau juga ya" Ucap Fani sambil tersenyum dan menutup teleponnya.
Entah mengapa aku merasa Rendi sedang mempunyai masalah sepertinya
Sedangkan Rendi yang juga baru mematikan teleponnya menatap nanar bintang-bintang yang ada dilangit. Dia duduk di balkon kamarnya sambil berfikir mencari jalan keluar masalahnya.
__ADS_1
Untuk sekarang sepertinya Aku tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan Keyla. Tapi aku akan terus mencari jalan keluar untuk menghentikan masalah ini secepatnya !
# Jangan lupa memberikan like, komen dan vote ya gaes...🙏 makasih untuk komentar-komentarnya 🙏 dan maaf ya baru update sekarang 😁 Untuk masalahnya Rendi dan Fani, serta Nisa dan Riko tidak akan dibuat berlama-lama dan bertele-tele kok... Jadi tunggu terus ya episode selanjutnya makasih... 😘