
Jam menunjukkan pukul tujuh pagi, Seperti biasa Rendi mengantar Fani ke kantornya untuk bekerja.
"Dah..!" ucap Fani begitu turun dari mobil.
"Jam berapa kau pulang hari ini ?" tanya Rendi membuka kaca mobilnya.
"Mungkin sekitar jam 7 Malam. Hari ini kan akhir bulan. Aku harus lembur menyelesaikan laporan bulanan" ucap Fani.
"Oke, aku akan menjemputmu. Sekalian aku juga mengawasi karyawanku yang juga lembur membuat laporan akhir bulan" ucap Rendi yang menutup kaca mobilnya sambil melaju pergi.
Fani tersenyum riang, memasuki kantor. Memulai aktivitas biasanya dengan setumpuk pekerjaan kantor yang siap menunggu.
Hingga tidak terasa jam telah menunjukkan pukul tujuh tepat. Laporan bulanan yang deadline dikerjakan lembur hari inipun sudah selesai.
"whoaaa.. Capeknya ! Ucap Fani yang menggerakan kepalanya kekanan dan kekiri seperti gerakan orang berolahraga.
"Akhirnya kelar juga ya Fan. Aku mau minta adekku menjemputku dulu ah, sebelum turun ke lobby" ucap Zia.
Oh, iya aku harus mengabari Rendi kalau sudah pulang
Fani mengambil handphonenya dan mengetik pesan singkat kepada Rendi.
Aku sudah pulang. Kau dimana ? Aku akan menunggumu di lobby.
Drttt..drtt..
Sebuah pesan balasan dari rendipun masuk.
Aku masih dikantor sekarang. Oke, aku akan menjemputmu. Tunggulah..
Fani membaca pesan balasan itu dan bersiap turun ke bawah untuk menunggu di lobby.
*********
Sedangkan di Mandala Group. Rendi yang bersiap mau menjemput Fani sangat terkejut dengan kehadiran Keyla di kantornya.
"Rendi, Bisa kita berbicara sebentar ?" tanya Keyla.
Akhirnya mereka duduk di kursi lobby.
"Ada perlu apa kau sampai datang kemari ?" tanya Rendi.
"Apa aku mengganggumu ? Aku kesini untuk melanjutkan obrolan kita kemarin.Kau yang bilang kan nanti kita akan meneruskan obrolan kita" ucap Keyla mengingatkan.
"Oh ya ? Sepertinya aku lupa" ucap Rendi yang terus melihat jam ditangannya.
"Apa kau ada janji ? Apa itu janji dengan kekasihmu ?" tanya Keyla.
"Kenapa kau ingin tahu sekali dengan kehidupanku sekarang ? Aku ada janji atau tidak itu urusanku" jawab Rendi.
"Tidak bisakah kau memaafkan kesalahanku dahulu ? Mungkin kau tidak ada diposisiku. Jadi kau benar - benar tidak tahu bagaimana rasanya menjadi aku. Aku berjuang mati - matian memantaskan diriku untuk menjadi kekasih terbaik bagimu. Segala pengobatan telah aku coba agar aku sembuh dan cepat kembali ke sisimu. Dan nyatanya.." ucap Keyla terisak.
"Maaf, seperti yang kau lihat aku sudah punya kekaksih Key. Aku tidak mungkin lupa akan kenangan kita dahulu, karena kenangan tidak akan bisa dihapus. Tapi itu dulu. Waktu yang merubah semuanya sekarang. Lagipula kenapa kau tak bilang terus terang kepadaku dulu ? Asal kau suruh menunggu aku pasti menunggumu. Aku bisa saja sabar menemanimu selama pengobatan. Tetapi kau mengambil keputusan secara sepihak. Sekarang aku telah meninggalkan kenangan itu" ucap Rendi.
"Selama 3 tahun kita menjalin kasih. Apa itu benar - benar tidak berarti apa - apa bagimu ? Kau lebih memilih kekasihmu sekarang yang baru kau pacari beberapa bulan. Mengapa cintamu mudah sekali berubah Ren ?" ucap Keyla sambil menangis.
Rendi hanya diam tidak menjawab.
Tiba - tiba Pandangan mata Keyla gelap dan dadanya sesak. Perubahan emosinya mempengaruhi daya tahan tubuhnya. Keyla pingsan seketika. Badannya langsung tersandar ke sofa tempatnya duduk. Rendi yang bingung dengan keadaan ini langsung berteriak memanggil Roy.
"Roy siapkan mobil. Kita akan ke Rumah Sakit" ucap Rendi memerintah Roy.
Karena terburu - buru, Rendi meninggalkan handphonenya di meja lobby.
Sementara dari kejauhan Nisa yang juga baru pulang lembur membuat laporan, bingung melihat Rendi yang menggendong seorang gadis yang berlarian menuju mobil.
"Ada apa sih pak ? Kok pak Rendi menggendong gadis itu ? Siapa gadis itu ?" tanya Nisa pada satpam.
"Gadis itu tadi tiba - tiba pingsan, jadi pak Rendi sekarang lagi mengantarnya ke rumah sakit. Bapak juga ga tau siapa gadis itu non Nisa" ucap pak satpam itu.
"Siapa ya gadis itu ?" ucap Nisa bergumam sendiri dan di dengar oleh mbak Wina teman satu ruangannya yang juga lagi menunggu jempitan di lobby.
"Itu Keyla mantan pacarnya pak presdir kita. Dia supermodel internasional dan juga pebisnis yang sukses. Masa' kamu ga tau Nis ?" ucap mbak Wina.
"Maklum mbak kudet.. kurang update" ucap Nisa.
Mbak Wina tersenyum mendengarnya.
Ooh.. jadi mantan pacarnya Rendi. Tapi ngapain ya dia kesini ? Cerita ga ya sama fani ? Arghhh bingung !
********
Sementara di Perusahaan Samudra Group, Jam telah menunjukkan pukul sembilan tepat. Fani terus menatap layar ponselnya menunggu Rendi menghubunginya. Karena berkali - kali dia menelepon tetapi Rendi tidak mengangkat.
__ADS_1
Huft.. sudah dua jam aku menunggu. Tetapi Rendi belum juga datang
Semua karyawan yang lembur sudah pulang dari pukul tujuh tadi. Vino yang baru saja turun dan hendak pulang melihat keberadaan Fani di lobby.
"Fani belum pulang ? Aku kira kau sudah pulang pukul tujuh tadi ?" tanya Vino.
"Oh iya pak, Aku memang sudah selesai lembur dari jam tujuh tadi. Dari tadi aku menunggu jemputan, tetapi belum datang - datang. Pak Vino sendiri kenapa belum pulang ?" tanya Fani.
"Aku sedang mengecek laporan akhir bulan setiap divisi. Dan sekarang baru selesai !" ucap Vino.
"Apa Rendi belum menjemput juga ? kenapa tidak kau coba telpon ?" sambung Vino.
"Aku sudah menelponnya tetapi dia tidak mengangkat" ucap Fani.
"Coba kau hubungi temanmu yang juga sekantor dengannya. Kau pernah ceritakan bahwa kau punya teman yang juga bekerja di Mandala Group" ucap Vino.
"Oh iya, kenapa tidak kepikiran ya dari tadi" ucap fani yang langsung memencet nomor telepon Nisa dan menghubunginya.
"Halo, Ada apa Fan malam - malam begini nelpon ?" tanya Nisa.
"Nis, Kamu di mana sekarang ? Apa kamu melihat Rendi tadi ?" tanya Fani.
"Aku di rumah sekarang Fan. Kamu dimana sekarang ? Hmm.. Aku lihat sih Rendi tadi" ucap Nisa ragu - ragu.
"Aku dari tadi nungguin Rendi jemput. Ini sudah 2 jam aku nungguinnya. Aku takut kalau aku pulang duluan dia nyariin aku disini. Kamu lihat Rendi dimana ? Lagi ngapain tadi dia ?" tanya Fani.
"Apa jadi kamu sudah menunggu selama dua jam ? kalau begitu kamu pulang sekarang Fan, sebelum semakin malam susah cari ojek online. Ga usah mikirin Rendi bakal susah nyariin kamu !" suara Nisa mulai kesal.
"Kamu belum jawab pertanyaanku tadi Nis. Kamu lihat Rendi dimana ? Lagi ngapain tadi dia ?" tanya Fani.
"Hmm.. Dia.. tadi sekitar jam tujuh aku lihat dilobby dia lagi mengobrol dengan seorang perempuan. Tiba - tiba perempuan itu pingsan, lalu..." ucap Nisa tidak tega menceritakan lebih lanjut.
"Lalu apa ?" cerca Fani.
"Lalu Rendi menggendongnya, dan mengantarkannya ke rumah sakit" ucap Nisa.
"Perempuan ? Siapa ? Apa kau kenal siapa dia Nis ? Apa karyawati mandala group ?" tanya Fani lagi.
"Aku sih ga kenal. Tapi kalau kata teman kerjaku tadi itu.. Hmm.. Namanya Keyla. Mantan kekasih Rendi" ucap Nisa.
Fani tercengang mendengarnya.
Jadi dari tadi aku menunggu selama dua jam disini dan tidak mengabariku karena sekarang dia sedang berada bersama Keyla. Entah kenapa, dengan mendengar mereka yang sedang bersama hatiku terasa perih..
"Fan, kamu masih disitu ? Halo ? Fani ?" tanya Nisa.
"Oh iya, makasih ya Nis. Aku akan segera pulang sekarang" ucap Fani.
"Oke, hati - hati ya Fan. Ini sudah larut" ucap Nisa.
Fani menutup teleponnya.
"Bagaimana apa kata temanmu ?" tanya Vino.
"Kata Nisa, Rendi pergi ke rumah sakit. Keyla pingsan di kantornya" ucap Fani dengan wajah murungnya.
"Keyla ?" tanya Vino mengerenyit.
Fani mengangguk.
"Ayo sekarang aku akan mengantarmu pulang" ucap Vino.
"Oh, tidak usah pak. Aku bisa naik ojek online" ucap Fani.
"Terlalu beresiko pulang larut begini naik ojek online ! Ayo ikut aku !" ucap Vino.
Fani mengikuti saran Vino. Dia pulang bersama Vino.
*********
Rendi terus menunggu di rumah sakit. Dokter yang menangani dan memeriksa Keyla belum juga keluar dari ruangan UGD. Dokter menyuruhnya menunggu Keyla, karena tidak ada pihak keluarga yang menjaganya.
Dokter akhirnya keluar ruangan dan berbicara dengan Rendi.
"Anda keluarganya ?" tanya dokter itu.
"Bukan, Aku temannya. Bagaimana keadaannya Dok ?" tanya Rendi.
"Sekarang dia sudah membaik.
Waktu terus berjalan. Rendi teringat akan sesuatu.
Astaga ! Jam berapa ini aku janji menjemput Fani tadi.
__ADS_1
Dia langsung memegang saku jasnya. Mencari handphonenya untuk menelepon Fani.
Aishh.. Handphoneku sepertinya tertinggal !
Rendi melihat jam ditangannya yang menunjukkan pukul sembilan tepat. Itu artinya dia sudah telat dua jam menjemput Fani.
"Apa kau sudah mencari yang kuperintahkan ? Apa kau sudah menghubungi keluarganya ?" tanya Rendi pada Roy yang baru datang.
"Sudah Pak. Keyla tinggal sendiri disini. Orang tuanya mungkin akan tiba besok pagi. Tetapi aku sudah menghubungi teman perempuannya yang tinggal satu apartemen dengannya. Katanya sebentar lagi akan kesini" ucap Roy.
"Bagus, kalau begitu kau tunggulah disini selama temannya belum datang. Aku mau menjemput Fani dulu !" ucap Rendi.
"Baik tuan" ucap Roy.
Rendi mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju perusahaan Samudra Group. Tetapi sesampai disana kantor itu sudah tutup. Hanya ada Satpam yang bertugas malam disana.
"Apakah pegawau yang bernama Fania Rafiqah sudah pulang ?" tanya Rendi pada satpam kantor itu.
"Oh, barusan saja pulang bareng pak Vino. Kasihan dari tadi dia menunggu jemputan" ucap satpam itu.
Tanpa pikir panjang Rendi melajukan mobilnya menuju rumah Fani.
Benar saja, Dia melihat Fani yang sedang mengobrol dengan Vino. Rendi langsung turun dari mobil menghampiri mereka.
"Kau sudah pulang ? Maaf aku terlambat menjemputmu !" ucap Rendi.
"Tidak apa - apa. Kebetulan pak Vino belum pulang. Jadi dia mengantarku tadi" ucap Fani.
"Oh ya.. ? Pak Presdir Samudra Group ternyata sangat perhatian ya pada sekretarisnya !" ucap Rendi tidak suka.
"Eh, Kamu jangan salah paham. Semua orang di Samudra Group tau kalau Pak Vino baik pada semua pegawainya" potong Fani.
Rendi dan Vino saling bersitatap. Sorot mata keduanya tajam. Terlebih lagi Rendi yang memang sudah terbawa emosi.
"Kamu salah Fan. Aku tidak baik pada semua orang. Aku seperti ini hanya kepadamu !" ucap Vino tiba - tiba.
"Apa ?" Fani terbelalak. Mulutnya menganga saking terkejutnya mendengar pengakuan Vino. Fani melirik ke arah Rendi dengan ketakutan. Dia melihat Rendi mengepalkan tangannya. Amarah sudah menguasainya.
Tiba - tiba, Bugggg !!!
Vino tersungkur ke tanah. Rendi memukulnya dengan emosi.
"Hentikan Ren !" Fani berlari ke arah Vino mencoba membantunya berdiri.
"Apa kau pantas berkata seperti itu didepan kekasihnya ?" ucap Rendi yang masih emosi.
"Aku hanya mengatakan yang ingin aku katakan. Kekasih ? Kalau kau benar - benar kekasihnya, Kau tidak akan membiarkannya menunggu selama itu !" ucap Vino yang suaranya mulai bernada besar.
"Apa urusanmu !" ucap Rendi.
Tiba - tiba Vino melangkah mendekat. Tepat berdiri disamping telinga Rendi.
"Jaga dia dengan baik, karena kalau kau tidak bisa menjaganya.. Aku yang akan menjaganya !" ucap Vino berbisik sambil melangkah pergi menaiki mobilnya.
"Brengs*k ! Coba saja kalau kau berani !" teriak Rendi yang mencoba mengejar Vino untuk memukulnya kembali.
Dengan sigap Fani mengahalangi Rendi.
"Kenapa kau membelanya ?" ucap Rendi.
"Aku tidak membelanya ! Aku tidak ingin ada keributan didepan rumahku" ucap Fani.
"Kau pasti senang sekali kan diantar olehnya ?" tanya Rendi.
"Ya, aku senang sekali diantarnya. Karena aku tidak perlu takut dan was - was untuk naik ojek online pada malam hari. Lalu kenapa ? Dan kau ? Kau dimana saat aku menunggumu datang untuk menjemputku ?" tanya balik Fani.
"Aku mengantar Keyla ke Rumah Sakit. Dia pingsan dikantorku !" ucap Rendi.
"Lalu kau lupa untuk menjemputku ? Bahkan mengabarikupun tidak sempat sepertinya !" ucap Fani.
"Lucunya, aku yakin menunggumu untuk datang menjemput. Dan sempat berfikir kau akan khawatir bila aku pulang duluan selarut ini !" ucap Fani dengan suara menahan tangis.
"Aku.. Aku minta maaf.." ucap Rendi.
"Tapi.." belum selesai Rendi bicara, fani memotongnya.
"Pulanglah, aku sudah mengantuk !" ucap Fani yang tak memberikan Rendi kesempatan untuk berbicara.
Fani masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Rendi sendiri di luar.
Aku belum sempat menjelaskan apa - apa dan kau sudah tidak ingin mendengarnya. Apa karena kau menyukai Vino ?
# Jangan lupa like, vote dan komen ya gaes... Makasih buat readers yang sudah setia membaca.. kalian "Terbaek...!" 🙏😘 Jempolmu, Semangatku !
__ADS_1