Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
9. Gadis Aneh


__ADS_3

Pagi - pagi sekali fani sudah tiba dikantor. Dia sudah bersiap - siap membersihkan kamar mandi mulai dari lantai pertama. Dia menyikat lantai kamar mandi sampai bersih.


Terakhir kamar mandi di lantai 5, ruangan keuangan tempatnya magang.


"Huft, selesai juga akhirnya " ucap fani sambil mengelap keringat di dahinya.


Fani memebereskan semuanya. Ketika hendak keluar dari kamar mandi fani melihat mbak fitri, office girl diruangan itu yang posisinya lagi memegang gagang pintu kamar mandi. Mereka sama - sama terkejut.


"Astaga neng fani, ngapain lagi pagi - pagi gini sudah datang. Mbak aja baru mau nyapu dan ngepel ruangan. Bukannya hukuman neng mengepel ruangan ini sudah selesai 5 hari yang lalu kalau ga salah " ucap mbak fitri.


"Ini hukuman baru lagi mbak fit dari pak rendi. saya disuruh membersihkan toilet dari lantai 1 sampai lantai 5 ini " ucap fani.


"Aduh yang sabar ya neng, pak rendi memang sering sekali memberi hukuman bagi kita yang melanggar aturannya. Tetapi beneran kok neng, pak rendi itu 100% baik " ucap mbak fitri.


Baik dari mananya mbak fitri. Jangan - jangan mbak fitri ini sudah terbius oleh ketampanan wajahnya yang tak sepadan dengan perilakunya, huft.


Fani hanya bisa tersenyum yang sedikit agak dipaksakan mendengar penuturan mbak fitri barusan.


*******


Sedangkan diruangan lain yang bertuliskan ruangan Presiden Direktur.


"Roy, apa kamu sudah meminta pada security rekaman cctv dilift kemarin ? " ucap rendi.


Rendi sengaja memberi perintah pada Roy, sekretaris pribadinya untuk meminta rekaman cctv kejadian di lift kemarin pada security. Dia takut kejadian kemarin hanya sabotase untuk mengagalkan proyek yang akan dibahas dalam meeting bersama kolega perusahaan.


Yah, kebetulan sehabis shalat jum'at kemarin rendi mengadakan pertemuan dengan perusahaan Cipta Mandiri. Karena ini proyek besar dan menjadi incaran perusahaan properti ternama lainnya. Makanya rendi takut kejadian kemarin hanya akal - akalan untuk mengagalkan acara meeting kemarin. Tetapi untungnya meeting kemarin berjalan lancar dan proyek tersebut dimenangkan oleh PT. Mandala Putra Group. Bukan rendi namanya kalau tidak berbakat dalam hal bisnis.


"Ini pak hasi rekaman cctvnya. Sepertinya memang murni kecelakaan pak " ucap roy sambil meyodorkan handphonenya.


Rendi menonton dari awal sampai akhir rekaman tersebut. Dia melihat bu sarni yang memang tidak sengaja menjatuhkan toples berisi tanah dan cacing. Semua orang ketakutan dan jijik dengan cacing - cacing itu.


Tapi tunggu, apa yang dilakukan gadis ceroboh itu. Dia memungut cacing - cacing itu dengan tangan kosong ? Apa dia tidak merasa jijik ?


Rendi sendiri merasa geli melihat cacing - cacing itu berhamburan.


"Sungguh gadis yang aneh " ucap rendi masih menatap rekaman di hp itu.

__ADS_1


"Siapa tuan ? Nona fani maksud anda ? Ya memang dia sedikit aneh. Tetapi tidak mencurigakan seperti yang kita pikir, tuan. Sebelum naik ke ruangan ini, tadi di lift saya berpapasan dengan sekerumunan pegawai perempuan. Mereka juga membicarakan nona fani. Mereka bilang nona fani kemarin membantu bu yani mengangkat galon dan memasang tabung gas, karena mang ujok sedang shalat jum'at " ucap roy.


"Bahkan barusan security bagian depan bilang kalau tadi bu fani memanjat pohon di halaman samping perusahaan, karena membantu mengambil drone milik pegawai dari divisi humas " sambung roy.


Rendi hanya diam tidak menanggapi.


Benar dia agak aneh !


Tiba - tiba hp rendi berdering. Dia melihat layar ponselnya. Tiba - tiba dia enggan menjawab nomor telepon itu.


"Tidak diangkat tuan ?" tanya Roy.


"Tidak perlu ! " ucap rendy.


"Roy lain kali kalau ada kolega wanita atau selebriti yang menanyakan nomor saya jangan diberi apapun alasannya. Tetap berikan saja no hp yang kamu pegang untuk bisnis itu. Dan kalau dia ingin berbicara dengan saya, tanpa ada kepentingan bisnis bilang saya tidak ingin menanggapi " ucap rendi kesal.


"Baik tuan untuk kedepannya akan saya lebih perhatikan " ucap roy.


******


Di kantin perusahaan Mandala.


Fani cuma manyun tidak menanggapi perkataan dila.


"Ampun deh dila, kalau lagi makan bisa ga jangan ngomongin toilet dulu " ucap nisa kesal.


"Iya deh iya si anak mami " ucap dila sambil mencibir.


"Ih dasar dila ntar aku kasih tau pacarmu yah kalau kamu disini lagi cari selingkuhan " ucap nisa.


"Awas aja kalau kamu berani ya nis " ucap dila sambil seolah - olah mengacungkan tinju.


"Kalian berdua emang persis tom and jerry yah.. kalau ngumpul pasti ada aja yang diributin " ucap fani.


"Tapi kan kami saling menyayangi " ucap dila dan nisa berbarengan.


Fani hanya tersenyum melihat tingkah dua sahabatnya ini.

__ADS_1


"kamu yang sabar ya nis. Ini sudah ketiga kalinya kamu dapat hukuman. Kayaknya kalau sekali lagi kamu berbuat salah kamu bisa dapat payung cantik deh " ucap dila.


" emangnya doorprize " ucap nisa.


"Huft , yah mau gimana lagi. Disini kan dia bosnya. Kalau katanya A yah A. Ga bisa dibantah " ucap fani.


"Tapi benar - benar ngeselin tu presdir sialan argghh " ucap fani yang mengingat kejadian kemarin.


"Eh, fani jangan teriak - teriak nanti kedengeran orang " ucap dila.


"masa bodoh !" ucap fani.


"Aku cari semalem di mbah google, Pak rendi ini jadi kandidat suami idaman para sosialita dan selebritas loh. Banyak yang berlomba - lomba mendekatinya tetapi ditolak mentah - mentah oleh pak rendi " ucap dila.


"apa mungkin dia guy ya ?" ucap nisa.


"Ga mungkinlah dulu mantan pacarnya aja orang hebat. Pernah ikut kontes kecantikan dan juga pebisnis terkenal. Apa mungkin belum bisa move on yah ? " ucap dila.


"Lagian ngapain sih kalian ngurusin urusan orang. Lagipula wajar kalau pak rendi itu jomblo, walaupun tampan selangit, siapa yang mau dengan orang sombong, ngeselin dan sok berkuasa kayak gitu ! " ucap fani kesal.


"Selamat siang Pak " ucap dila dan nisa berbarengan dengan wajah pucat.


"Siang apaan sih? bapak siapa ? " ucap fani sambil menoleh ke belakang badannya.


Astaga !!!! sejak kapan dia berdiri di belakangku. Sejauh mana dia sudah mendengar ? Tidakkkkkk !!!


Rupanya hari ini jadwal Rendi beserta manager - manager memeriksa uji kelayakan makanan yang akan disajikan di pesta ulang tahun perusahaan nanti.


Ternyata rendi mendengar perkataan fani mengenai dirinya.


"Kamu memang tak henti - hentinya yah membuat ulah. Manager bagian keuangan, beri dia semua laporan yang harus di input dan diketik selama 5 hari kedepan. Semuanya biar dia yang kerjakan sendiri ! " ucap rendi penuh kemarahan.


"Baik pak " ucap mbak lia sambil menatap fani dengan iba.


Rendi dan rombongan managerpun bergegas meninggalkan tempat tersebut.


Sekali ini bukan dapat payung seperti katamu dila, Ini sih aku dapet batunya. Dan mbak fitri, ini yang katamu bahwa dirinya baik, hiks.

__ADS_1


#Makasih ya readers masih setia membaca hasil karyaku. episode selanjutnya bakal lebih seru lagi karena judulnya hari terakhir magang, tapi ceritanya masih panjang kok. baca terus yah


__ADS_2