Pacar Settingan Presdir

Pacar Settingan Presdir
36. Mantan Kekasih


__ADS_3

"Rendi, apa kabarmu ? Sudah lama sekali yah" ucap keyla.


Rendi hanya diam tidak menjawab.


"Hai, aku Keyla" Sapa Keyla pada fani.


"Hai juga, Aku Fani" ucap fani memperkenalkan diri.


"Banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu, Ren" ucap Keyla sambil melirik Fani disebelah rendi.


"Aku mengerti, kalian bicaralah. Aku mengobrol dengan teman - teman yang lain dulu" ucap Fani meninggalkan Rendi dan Keyla berdua.


*******


Fani berjalan sendirian ditengah pesta. Dia mengambil segelas cola yang sudah terhidang di meja minuman. Dia melihat ada sebuah meja yang masih kosong untuk undangan. Dia menepi duduk disana sambil meminum colanya.


"Semua orang bersenang - senang, kenapa kau sendirian disini ?" tanya vino yang tiba - tiba muncul.


Fani hanya tersenyum tipis yang dipaksakan.


"Apa kau sedih ? Kau terlihat sedih saat Keyla dan Rendi berbicara" tanya vino sambil melirik ke arah Keyla dan Rendi dari kejauhan.


Fani masih diam.


"Wajar bila kau cemburu karena kekasihmu sedang berbicara dengan perempuan lain. Terlebih lagi lawan bicaranya adalah mantan kekasihnya" ucap Vino.


Andai kau tahu Vin. Dengan posisiku yang hanya sebagai pacar settingan. Bahkan untuk cemburupun aku tidak berhak.


Fani menghela nafas. Seolah - olah akan mengatakan sesuatu yang berat.


"Dia sangat cantik kan ? Wajar saja kalau kau bilang dia populer. Kalau saja aku laki - laki, aku juga pasti menyukainya. Jangan - jangan kau juga dulu menyukainya ?" tanya fani memulai obrolan.


Vino tersenyum.


"Aku juga punya pacar sewaktu kuliah dulu. Lagipula, Aku tidak suka gadis populer " ucap Vino.


"Oh ya ? Jadi kau suka gadis yang seperti apa ? akan aku carikan nanti !" ucap fani.


"Boleh ! Aku suka gadis sederhana yang berpenampilan apa adanya, pekerja keras, berambut pendek, Tidak terlalu cantik dan tidak jelek. Tetapi dia memiliki hati yang begitu cantik" ucap vino.


Fani sempat tercengang mendengar penuturan vino. Tetapi sesudahnya dia tertawa terbahak - bahak. Dia berfikir vino sengaja menghiburnya dengan mengatakan kata - kata seperti itu.


"Hahahaha... Lalu sekarang mana kekasihmu sewaktu kuliah dulu ?" tanya fani.


"Dia selingkuh dengan seorang produser musik. Aku memutuskannya" ucap vino.


"Apa ? bagaimana mungkin seorang presdir samudra group diselingkuhi ?" ucap fani tak percaya.


"Benar ! Dia pasti sudah gila kan menyelingkuhi orang sekeren aku !" ucap vino seraya tersenyum sambil memegang kerah jasnya.


"Hahahaha.. kau terdengar seperti menyedihkan" ucap fani tertawa sambil menepuk bahu vino.


"Syukurlah, kalau kau sudah bisa tersenyum lagi" ucap vino sambil memandang fani.


"Hah ?" ucap fani bengong.


*************


"Apa itu tadi kekasihmu ? Sangat menyakitkan bagiku, begitu mengetahui kau telah menemukan penggantiku" ucap Keyla pada Rendi.


"Apa kau peduli dengan semua itu ? Aku kira kau tidak akan mempermasalahkannya karena kau yang mencampahkanku" ucap Rendi.


"Aku tahu itu semua salahku. Aku menyesali tingkah bodohku itu. Tapi Apakah kau tahu alasanku meninggalkanmu waktu itu ?" tanya Keyla.


Rendi hanya diam, tidak menjawab.


"Aku sakit Ren.. Aku menderita pemyakit leukimia. Aku baru tahu kalau aku sakit sewaktu kuliah semester akhir. Aku sengaja tidak memberitahumu karena aku takut penyakitku ini menjadi beban pikiranmu. Aku juga selama ini berusaha sembuh dan berjuang sendiri melawan penyakitku agar bila aku kembali, aku bisa menjadi kekasih yang pantas berdiri disampingmu" ucap Keyla terisak.


Rendi tercengang. Dia tidak menyangka alasan Keyla memutuskannya selama ini karena penyakit yang disembunyikannya.


Rendi mengambil nafas panjang dan menghembuskannya. Rendi membuang muka, mengalihkan pandangannya dari keyla. Dia mengedarkan seluruh pandangan di tempat pesta itu. Sekilas dia melihat Fani dan Vino yang duduk hanya berdua dan tertawa bersamaan. Emosinya tiba - tiba tersulut.


"Hari - hariku dipenuhi dengan kemotrapi, memakan obat - obatan dan jarum suntik. Sekarang dokter menyatakan kondisiku sudah membaik. Hanya dengan sedikit pemulihan lagi aku mungkin bisa dinyatakan sembuh. Maka dari itu aku ingin memohon padamu untuk..." belum selesai Keyla menyelesaikan kata - katanya Rendi memotong.


"Maaf kita lanjutkan nanti saja, sekarang aku harus mengantar pacarku pulang" ucap rendi dengan mata yang penuh amarah meninggalkan Keyla.

__ADS_1


Rendi berjalan tergesa - gesa menghampiri fani dan vino yang asyik bercerita. Sesekali terdengar suara riang mereka berdua tertawa.


Tiba - tiba fani merasa ada yang menyentuh bahunya.


"Rendi ?" ucap fani terkejut.


"Apa aku boleh membawa pacarku pulang sekarang ?" ucap rendi yang memeluk pinggang fani sekarang dengan sorot mata yang tajam memandang vino dihadapannya.


"Rendi kau ini apa - apaan, ayo lepaskan ! memalukan !" ucap fani berbisik pada rendi.


"Ayo pulang sekarang, nanti nenek khawatir" ucap Rendi yang tidak menghiraukan ucapan fani dan masih memeluk pinggang fani didepan vino.


Vino yang melihat kejadian itu tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Ada gurat wajah kecewa di raut wajahnya. Tapi dia sendiri tidak bisa berbuat apa - apa.


"Vino aku pulang duluan ya. Terima kasih untuk hari ini" ucap fani.


"Iya, hati - hati.. Sampai ketemu besok lagi dikantor ya" ucap vino.


Rendi yang tadinya sudah melangkah pergi, langsung berbalik menghadap vino dengan pandangan mata yang sangat tidak bersahabat.


Vino yang melihatnya, bukan tidak mengerti akan arti pandangan mata itu. Dia sangat paham dengan apa yang dimaksud Rendi. Tapi dia sudah bertekad dalam hatinya tidak akan mundur lagi. Dia akan berusaha mendapatkan hati fani dengan cara yang dianggapnya benar.


Sementara itu dari kejauhan. Ada sepasang mata yang berkaca - kaca memandang kepergian mereka. Keyla merasa Rendi yang sekarang bukan Rendi yang dikenalnya dulu.


***********


Sementara di dalam mobil yang sedang melaju.


"Mengapa kau bertingkah aneh di depan vino barusan ?" tanya fani.


"Siapa ? Aku ? Aku tidak pernah bertingkah aneh. Yang suka bertingkah aneh itu kau ! Aku bertingkah sewajarnya tadi" ucap Rendi.


Haah.. ?? wajar apanya ??


"Apa kau sudah mengobrol dengan Keyla tadi ? Kenapa sebentar sekali ?" tanya fani.


"Hmm.." jawab Rendi.


Aishh.. Dia mulai lagi !


Fani refleks menoleh ke arah Rendi.


Kenapa aku merasa lega ya hanya dengan mendengar Rendi mengatakan itu ! Aihhhh..


Fani tersenyum sendiri.


"Mengapa kau senyum - senyum sendiri ? Apa ada yang lucu ?" tanya Rendi serius.


"Hei, aku kan manusia. Tentu saja aku bisa tersenyum" ucap Fani yang menirukan ucapan Rendi waktu itu.


Rendi hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis mendengarnya.


***********


Sedangkan disisi lain, Dua orang sahabat Rendi sedang asyik mengobrol.


"Itu tadi Keyla kan Ko ? Aku ga salah lihat kan ?" tanya Fahri.


"Iya" ucap Riko.


"Kenapa juga Keyla datang disaat Rendi sudah ada yang punya. Kira - kira menurut elo, Rendi bakal pilih yang mana ?" tanya Fahri.


"Pikirin sendiri jawabannya. Aku tidak mau menjawab yang bukan urusanku !" ucap Riko yang sudah siap berdiri beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana elo ?" tanya Fahri.


"Pulang !" ucap Riko yang bergegas pergi meninggalkan Fahri dan pacarnya.


Riko mengendarai mobil sport mewahnya yang bewarna kuning. Memutar arah menuju rumah Nisa.


Dia memencet bel rumah Nisa sampai beberapa kali.


"Ini siapa sih yang bertamu ke rumah orang jam sepuluh malam" teriak suara wanita paruh baya dari dalam rumah.


"Ayo papa aja yang buka pintunya ! mama takut !" ucapa mama Nisa.

__ADS_1


Papa nisa bangun dari tidurnya dan membukakan pintu rumahnya.


"Siapa ya ?" tanya papa Nisa.


"Saya temannya Nisa, Om. Apa nisanya ada Om ? " ucap Riko.


"Kenapa bertamu malam - malam begini. Ini sudah jam tidur. Lain kali datang lebih awal" ucap papa Nisa.


"Maaf Om, tapi saya benar - benar ada urusan penting yang perlu diselesaikan" ucap riko.


"Riko ?" ucap Nisa yang akhirnya keluar kamar karena terbangun tiba - tiba mendengar suara ribut - ribut.


Akhirnya papa dan mama Nisa membiarkan Riko dan Nisa mengobrol di ruang tamu.


"Kenapa kamu malam - malam begini kesini ?" tanya Nisa.


"Kamu habis pulang dari pesta ?" sambung Nisa lagi yang melihat pakaian yang dikenakan Riko.


"Kenapa tidak mengangkat teleponku ? Tadinya aku ingin mengajakmu ke pesta pernikahan Azzam. Aku ingin mengenalkanmu pada teman - temanku" ucap Riko.


"Kenapa kau ingin mengenalkanku ? bukankah kau tidak ingin hubungan yang terikat ? kebetulan sekali kau sudah ada disini. Bukankah kau menunggu jawabanku. Dan aku sudah memikirkannya matang - matang. Jawabanku adalah tidak !" ucap Nisa.


"Kau pasti salah paham mengenai isi artikel itu. Itu tidak benar. Aku bukanlah orang seperti itu. Aku akan melayangkan tuntutan untuk situs surat kabar itu !" ucap Riko.


"Aku tidak mau mendengar apa - apa lagi. Sekarang aku benar - benar mengantuk. Bisakah kamu pergi dari sini !" ucap Nisa.


Tiba - tiba mama Nisa muncul.


"Kenapa ribut - ribut begini. Ayo minum dulu !" ucap mama Nisa membawakan 4 gelas teh hangat.


"Kenapa banyak sekali gelasnya ma ?" tanya Nisa.


"Itu untuk papa dan mama juga" ucap papa nisa yang tiba - tiba ikut duduk diruang tamu.


"Papa dan mama mau ngapain ?" tanya Nisa heran.


"Ini kan pertama kali kamu mengajak cowok ke rumah. Jadi kami harus menginterogasinya !" ucap mama Nisa.


Riko tersenyum mendengarnya.


"Papa, mama hentikan. Riko sudah mau pulang ini" ucap Nisa.


"Oh, jadi namamu Riko. Apakah kamu sudah Kerja ?" tanya papa Nisa.


"Iya, Om" ucap Riko.


"Kerja dimana ?" tanya mamanya Nisa langsung menyambar.


"Sepertinya gajimu besar ya, soalnya mampu membeli mobil mahal !" sambung mama Nisa sambil mencondongkan badan ke kanan melirik ke luar, ke arah mobil Riko.


"Mama, kenapa baru kenal sudah bahas gaji aja !" ucap Nisa yang mulai kesal.


Mama Nisa tidak menghiraukan Nisa. Dia mendongakan wajahnya mengisyaratkan Riko menjawab pertanyaannya tadi.


"Oh ya, saya kerja di Buana Group, Om dan tante" ucap Riko.


"Oh ya ? Bagus itu perusahaan besar. Sebagai apa ? Kalau dilihat dari mobilmu, mungkin manager atau kepala divisi ya ? tidak mungkin kan karyawan biasa ?" ucap papa Nisa.


Nisa yang sudah tidak tahan mendengarnya tiba - tiba mengambil nafas panjang dan berteriak.


"Dia ini presdirnya pa. Dan Nisa hanya berteman dengannya. Tidak ada hubungan apa - apa. Jadi sebaiknya, biarkan dia pulang sekarang juga !" ucap Nisa kesal.


"Apa ?" ucap papa dan mama Nisa berbarengan mendengar ucapan Nisa.


"Kalau begitu kenapa tidak pacaran saja ?" ucap mama Nisa yang tiba - tiba berubah ramah.


"Mama !!!!!!!" teriak Nisa.


Riko tersenyum lebar. Dia senang ada yang mendukungnya.


Astaga ini benar - benar memalukan !


Batin Nisa.


#Maafkan author yang baru update sekarang ya readers. Jangan lupa like dan komennya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2